Anda di halaman 1dari 18

PENEGRTIAN DAN RUANG

LINGKUP PROFESI

MKN November 2020


ETIKA PROFESI
Prof. Dr. Pujiyono,SH,MHum
THE ELEMENT OF
PROFESSIONAL
 SKILL BASED ON THEORITICAL KNOWLEDGE;
 REQUIRED EDUCATIONAL AND TRAINING;
 TESTING OF COMPETENCE;
 ORGANITATION (INTO A PROFESSIONAL
ASSOCIATION);
 ADHERENCE TO A CODE OF CONDUCT;
 ALTRUISTIC SERVISE

( LEVINE, 1977,33)
KARAKTERISTIK MENONJOL
PROFESI
 1. ADANYA PERSYARATAN EXTENSIVE
TRAINING UNTUK BERPRAKTEK DALAM
SEBUAH PROFESI (sbg profesional)
 2. ADANYA “A SIGNIFICANT INTELLECTUAL
COMPONENT”, TIDAK SEKEDAR SKILL
TRAINING
 3. ADANYA KESADARAN PELAYANAN
MASYARAKAT
(PROFESI BERBEDA DENGAN
TUKANG /PROFESSITION DIFFERENCE
OCUPATION)
PEMBEDAAN PROFESI BERDASAR
PERANNYA (DUA JENIS)
 (1). CONSULTATING PROFESSION
- FEE FOR SERVISE
- HUBUNGAN PROFESIONAL DAN KLIEN
- HUBUNGAN KLIEN ( SIFAT INDIVIDUAL/ PERSONAL)
- DOKTER, PENGACARA, NOTARIS, AKUNTAN, ARSITEK, PSIKOLOG
- LEBIH SEBAGAI INTREPRENEUR

 (2). SCHOLARLY PROFESSION


- WORK FOR A SALARY
- BISA HUBUNGAN SEBAGAI KLIEN ATAU TIDAK
- DOSEN, JURNALIS, PENELITI ILMIAH, TEKNISI/ENGINEERS (NON
CONSULTATING)
- TIDAK BANYAK DIBUTUHKAN INTREPENEUR
KEJAHATAN DI LINGKUNGAN
PROFESIONAL
 Karakteristiknya, kenjahatan itu selalu
melibatkan keahlian dalam aksinya, baik
dalam bentuk intensional, kealpaan, dolus
eventualis (semacam recklessness) maupun
pelanggaran hukum disiplin (tuchrecht)
profesional, baik yang bersifat intern yang
ditegakkan oleh organisasi profesi maupun
yang dikontrol oleh pemerintah dalam
pengawasan eksternal.
KEJAHATAN DI LINGKUNGAN
PROFESIONAL
Jenis kejahatan ini sangat menarik karena
beberapa dimensi pemikirannya sebagai
berikut:
 Pelaku kejahatan adalah anggota organisasi
profesi yang sah
 Sekiranya dilakukan oleh anggota organisasi
yang lain, maka perbuatannya dianggap
beyond the pale dan unacceptable forms of
behavior.
KEJAHATAN DI LINGKUNGAN
PROFESIONAL
 Seringkali perbuatannya justru
dilakukan secara bersekongkol
(konspirasi) dgn profesional lain
 Pelaku selalu menganggap dirinya
(self concept) bukan penjahat,
sebab mereka melakukan
pelayanan terhadap kepentingan
umum yang sah dan terpuji
KEJAHATAN PROFESIONAL BERSIFAT/
SEBAGAI :
“WHITE COLLAR CRIMINAL” (WCC),
“KEJAHATAN KERAH PUTIH”,
“KEJAHATAN ORANG2 TERHORMAT”

SIFAT KEJAHATAN PROFESION


Selain wcc, kecenderungan kejahatan
yang berkembang akhir-akhir ini adalah
kejahatan di lingkungan profesional yang
dalam isitilah kriminologi dinamakan the
professional fringe violator.
Profesional ini mencakup akuntan, dentis,
insinyur, penasehat hukum, dokter,
perawat, notaris, wartawan, dosen, dsb.

The Professional “Fringe” Violator


WCC MERUPAKAN ISTILAH GENERIK DARI
KEJAHATAN2 KEJ EKONOMI, YANG DILAWANKAN
DENGAN ISTILAH KEHATAN JALANAN (STREET
CRIME)
E.H Shuterland, WCC may be defined approximately
as a crime commited by a person of respectability
and high social status in the course of his occupation
 C.F Wellford dan B.L Ingraham (Prevelence, Ternd
and Cost), WCC diklasifikasi 3 kelompok: 1).
Business and professional crimes; 2). Occupational
Crimes; 3). Individual Frouds

SIFAT WHITE COLLAR CRIME


(WCC)
J.W Tomlim, tipologi korban WCC:
1). Perorangan (individual);
2). Korporasi (corporate or business
erterprises);
3). instansi pemerintah (government
institutions);
4). Ketertiban internasional (international
order);
5). Masyarakat (society)

TIPOLOGI KORBAN WCC


Karakteristiknya, kenjahatan itu selalu
melibatkan keahlian dalam aksinya, baik
dalam bentuk intensional, kealpaan, dolus
eventualis (semacam recklessness)
maupun pelanggaran hukum disiplin
(tuchrecht) profesional, baik yang bersifat
intern yang ditegakkan oleh organisasi
profesi maupun yang dikontrol oleh
pemerintah dalam pengawasan eksternal.

Kejahatan di lingkungan
profesional
Jenis kejahatan ini sangat menarik karena
beberapa dimensi pemikirannya sebagai
berikut:
Pelaku kejahatan adalah anggota
organisasi profesi yang sah
Sekiranya dilakukan oleh anggota
organisasi yang lain, maka perbuatannya
dianggap beyond the pale dan
unacceptable forms of behavior.

Kejahatan di lingkungan
profesional
Seringkali perbuatannya justru
dilakukan secara bersekongkol
(konspirasi) dgn profesional lain
Pelaku selalu menganggap dirinya
(self concept) bukan penjahat,
sebab mereka melakukan
pelayanan terhadap kepentingan
umum yang sah dan terpuji

Kejahatan di lingkungan
profesional
Kejahatan yang dilakukan biasanya sulit
dideteksi atau kalau dapat dideteksi
penuntutannya memerlukan pembuktian
yang tidak mudah disamping sifatnya
sebagai ambulance chasing
Seringkali anggota-anggota profesional
yang lain dalam kasus-kasus tertentu
bersikap ambivalen
Saling menutupi

Kejahatan di lingkungan
profesional
Jenis kejahatan di atas perlu
mendapatkan perhatian yang sungguh-
sungguh sebab dimensi viktimologis-nya
sangat besar. Yang dirugikan tidak hanya
kliennya saja, tetapi juga masyarakat dan
negara dalam kaitannya dengan kebijakan
pembangunan (public policy) serta
organisasi profesi yang digeneralisir
(gebyah uyah).

Dimensi viktimologis Kejahatan di


lingkungan profesional
ADHERENCE..KESETIAAN
ALTRUISTICT…..MEMENTINGKAN
KARAKTERISTIK…DARI…LEVIN,
1977, 33)
INTREPENEUR….KEWIRAUSAAN…
(MULADI, 1995,85)

Catatan CATATAN