Anda di halaman 1dari 30

ISI AKTA DAN AKHIR AKTA

Dalam Isi Akta terkandung


• Pemilihan atas ketentuan hukum
dan/perundang-undangan yang dapat
mengakomodir seluruh fakta yang dikehendaki
para pihak
• Penyesuaian kehendak dari para pihak
dengan ketentuan hukum dan/perundang-
undangan yang berlaku
• Penyusunan ISI AKTA merupakan proses paling
menentukan dalam pembuatan akta, karena :
• Didalamnya termuat ketentuan
hukum yang dibentuk khusus oleh
dan mengikat pembuatnya (ingat
pacta sunt servanda)
akta
Struktur ISI
Bab
AKTA
Bagian
Untuk akta
sederhana, tidak
Paragraf
diperlukan pemisahan
isi akta menjadi
Pasal
beberapa bagian

Ayat

Sub Ayat
Penulisan Ketentuan Hukum
• Ketentuan SUBSTANSIAL :
– Ketentuan hukum yang mengatur tentang obyek
akta atau MASALAH INTI atau SUBSTANSI atau
CAUSA (sebab yang halal) dari suatu akta.
• Membedakan satu akta dengan akta yang lain
• Misal :
– causa Perjanjian Kredit akan berbeda dengan
causa Sewa Menyewa
• Ketentuan ALTERNATIF :
– Ketentuan-ketentuan hukum PENDUKUNG daya
kerja akta, yaitu :

Ketentuan hukum konkrit dalam isi akta yang berfungsi


mengatur pelaksanaan semua HAK dan KEWAJIBAN
POKOK para pihak, seperti yang telah dirumuskan
dalam ketentuan SUBSTANSIAL akta
Ketentuan yang lazimnya ada dalam
Perjanjian
1. Ingkar janji (wanprestasi) dan akibat-akibatnya;
2. Jaminan (dalam arti luas) :
1. Jaminan kebendaan;
2. Jaminan perorangan;
3. Kebenaran pemilikan;
4. Jaminan pelaksanaan;
5. Jaminan untuk melakukan atau tidak akan
melakukan suatu perbuatan
3. Keadaan memaksa (overmacht, force majeur)
4. Sanksi-sanksi : denda, ganti rugi atau pembatalan
perjanjian
5. Syarat-syarat pemutusan perjanjian secara sepihak
6. Pengesampingan atas ketentuan hukum tentang
keharusan berperkara di Pengadilan (pasal 1266
KUHPerdata), apabila salah satu pihak akan
memutuskan perjanjian secara sepihak;
7. Cara penyelesaian sengketa perjanjian di luar
Pengadilan (melalui badan arbitrase atau lembaga
mediasi)
8. Tempat tinggal (domicili) yang dipilih
9. Pernyataan para penghadap tentang kebenaran
identitas
PERJANJIAN KREDIT
Instrumen Analisa Kredit
• 5 C (ada juga yang menyebut dengan 6 C):
1. Character (watak)
2. Capital (modal)
3. Capacity (kemampuan)
4. Collateral (jaminan)
5. Condition of Economy (kondisi ekonomi)
• Tidak secara khusus diatur dalam KUHPerdata
namun beberapa pendapat mengatakan dapat
dipersamakan dengan Perjanjian Pinjam Uang
(Pasal 1754 KUHPerdata).
• Pendapat lain : Perjanjian Kredit tidak dapat
dipersamakan dengan Perjanjian Pinjam Uang
karena mempunyai karakteristik tersendiri, diatur
dalam UU Perbankan
• Pendapat lain : Perjanjian Kredit merupakan suatu
perjanjian dengan pengertian mixture, yaitu antara
Pasal 1754 KUHPerdata dan ketentuan dalam UU
Perbankan
Definisi
• Perjanjian yang dibuat antara Debitur dan
Kreditur (dalam hal ini Bank), yang melahirkan
hubungan hutang piutang, Debitur
berkewajiban membayar kembali pinjaman
yang diberikan oleh Kreditur dengan syarat
dan kondisi yang telah disepakati oleh kedua
belah pihak.
Penyebutan
• Perjanjian Kredit
• Persetujuan Membuka Kredit
• Perjanjian Pinjaman
• Perjanjian Pembiayaan
Bentuk Perjanjian Kredit
• Harus TERTULIS, dasar :
– Instruksi Presidium Kabinet nomor :
15/EK/IN/10/1966 tanggal 10 Oktober 1966
– Pasal 1 ayat 11 UU No tahun 1998 tentang
Perubahan UU No 7 tahun 1992 tentang
Perbankan;
• Dibuat dengan akta dibawah tangan
• Dibuat dihadapan Notaris (akta otentik)
SUBYEK
1. KREDITUR
1. Bank
2. Lembaga Keuangan Non Perbankan
2. DEBITUR
1. Perorangan
2. Badan Usaha
3. Badan Hukum
3. PENJAMIN/PEMILIK AGUNAN
1. Perorangan
2. Badan Usaha (khusus dengan jaminan benda bergerak)
3. Badan Hukum
KREDITUR
• BANK :
– Dalam bentuk PT : yang perlu diperhatikan adalah
SURAT KUASA DIREKSI untuk penandatanganan
akta-akta Perjanjian Kredit
• Non BANK :
– Dalam bentuk Koperasi (Koperasi Simpan Pinjam) :
SURAT KUASA PENGURUS kepada Manager
Koperasi
DEBITUR
• Perorangan :
– Sudah harus cakap melakukan perbuatan hukum
(usia 18 atau 21 tahun, tanyakan ke Kantor BPN
setempat ttg batas usia dewasa yang dianut). Bila
BPN memakai acuan umur 18 tahun, untuk
pengamanan, kedua orang tua diikut sertakan
untuk menandatangani akta terkait.
• Badan Usaha :
– Dilihat dari anggaran dasar, CV biasanya menyebut
• Pesero Pengurus berhak mewakili perseroan baik didalam maupun
diluar pengadilan dan karenanya berhak menandatangani atas
nama perseroan, mengikat perseroan pada pihak lain, mewakili
perseroan di dalam dan di luar Pengadilan, menjalankan segala
hak dan kekuasaan yang menjadi milik perseroan maupun
mengenai pengurusan, akan tetapi untuk:
– meminjam atau meminjamkan uang atas nama
– perseroan (dalam hal ini tidak termasuk pengambilan uang dari
kredit yang telah dibuka);
– mengikat perseroan sebagai Penanggung/Penjamin;
– membeli, menjual atau dengan cara apapun mendapatkan atau
melepaskan hak atas barang tidak bergerak milik perseroan;
– menggadaikan barang-barang bergerak kepunyaan perseroan; --
– mengangkat seorang kuasa atau lebih dan mencabut kembali
kekuasaan tersebut ;
harus mendapat persetujuan dari Pesero Komanditer terlebih
dahulu.
PENJAMIN/PEMILIK AGUNAN (berupa tanah
atau tanah dan bangunan)
I. PERORANGAN
• Apakah agunan merupakan harta bawaan atau gono
gini
• Apabila harta bawaan, perbuatan hukum
menjaminkan dilakukan seorang diri tanpa
persetujuan kawan nikah
• Apabila merupakan harta gono gini dan menikah
secara sah (Pasal 2 UU Nomor 1 tahun 1974) dan
tanpa perjanjian kawin pisah harta, maka persetujuan
dari kawan nikahnya adalah MUTLAK diperlukan
• Apabila dengan perjanjian kawin, harus dilihat:
• Bila dibuat sebelum berlakunya UU no 1 th
1974 (1 Oktober 1975), mempunyai kekuatan
mengikat terhadap pihak ketiga pada saat akta
didaftarkan di PENGADILAN NEGERI
• Bila dibuat setelah 1 Oktober 1975, maka akta
harus didaftarkan di KANTOR PENCATATAN
NIKAH (KUA/CATATAN SIPIL), Pasal 29 UU
Perkawinan
• Apabila para pihak LUPA, solusinya melalui
PENETAPAN PENGADILAN NEGERI
II. BADAN HUKUM (PT, Koperasi dan Yayasan)
1. Jika sertipikat atas nama PERSEROAN TERBATAS :
• maka Notaris wajib pelajari anggaran dasar (terutama
MASA JABATAN DIREKSI), apabila jabatan Direksi sudah
berakhir berarti harus ada RUPS yang memperpanjang
masa jabatan Direksi
• Apakah Anggaran Dasar PT sudah disesuaikan dengan UU
no 40 tahun 2007? Apabila BELUM, harap disesuaikan
terlebih dahulu (Pasal 157 ayat 4 UU no 40/2007
menyebutkan bahwa PT yang belum disesuaikan setiap
saat DAPAT DIBUBARKAN atas permintaan Pihak Ke III;
• Kewenangan Direksi dalam mengagunkan asset PT,
apakah harus pengumuman di surat kabat atau
persetujuan RUPS
3. Sertipikat atas nama KOPERASI
• Apakah anggaran dasar sudah mendapat pengesahan
dari Menteri Koperasi? Yaitu tentang ada/tidaknya
persetujuan dari Rapat Anggota
• Peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI nomor :
19/PER/M/KUKM/XI/2008 tanggal 13 Nopember 2008
pasal 25 ayat 1 (khusus untuk KOPERASI SIMPAN
PINJAM) :
• Harta kekayaan KSP dan Unit Simpan Pinja Koperasi
TIDAK BISA dijadikan jaminan hutang dengan dibebani
HAK TANGGUNGAN atau DIGADAIKAN
PENGAMANAN AKTA PERJANJIAN KREDIT

• Ditambahkan klausula :
• Debitur menerangkan dengan ini telah
mengetahui dan memahami isi Perjanjian
Kredit ini
Pernyataan Kebenaran Identitas
• Para penghadap (atau para pihak) menyatakan
dengan ini menjamin akan kebenaran identitas
para penghadap (atau para pihak) sesuai
dengan tanda pengenal yang disampaikan
kepada saya, Notaris dan bertanggung jawab
sepenuhnya atas hal tersebut dan selanjutnya
para penghadap (atau para pihak) juga
menyatakan telah mengerti dan memahami isi
akta ini
PENUTUP AKTA
• Unsur-unsur PENUTUP AKTA :
– Tempat pembuatan akta
– Penanggalan akta
– Identitas para saksi
– Tata cara penulisan identitas komparan berlaku
juga untuk penulisan identitas saksi
– Perbedaan : pada keterangan
KEWARGANEGARAAN
Tempat pembuatan akta
• Dari segala sesuatu yang tersebut diatas, maka
dibuatlah : ----------------------------------------------
------------------------ A K T A – I N I ---------------------
Atau
-------------- DEMIKIANLAH AKTA INI --------------------
Dibuat sebagai minit dan diresmikan di --------------
Semarang, pada hari dan tanggal seperti tersebut
pada bagian kepala akta ini dengan dihadiri oleh :
Tempat penandatanganan
• Harus disesuaikan dengan komparisi dari para
penghadap dan para saksi
• Harus dalam wilayah kerja Notaris yang
bersangkutan
Pernyataan Penandatanganan
• Segera setelah akta ini saya, Notaris bacakan dan
jelaskan kepada para penghadap dan saksi-saksi,
maka akta ini kemudian ditandatangani oleh para
penghadap, saksi-saksi dan saya, Notaris
• Atau
• Sedangkan penghadap Tuan AHMAD
membubuhkan cap ibu jari tangan kirinya, karena
menurut keterangannya tidak pernah belajar
atau tidak bisa membaca dan menulis
• Ketentuan ada tidaknya perubahan (RENVOI) :
– Dibuat tanpa memakai perubahan
– Dibuat dengan memakai tiga perubahan yaitu satu tambahan,
dua coretan dan satu coretan dengan perubahannya

• Asli sahih akta ini telah ditanda-tangani sebagaimana


mestinya.---------------------
• Diberikan sebagai SALINAN yang sama bunyinya.
--------------------------------------
Notaris Semarang

HAYU DYAH SUPENI, SH., MKn


Hal-hal yang perlu diperhatikan
• Kapan Surat Kuasa DIPERLIHATKAN dan kapan
DILEKATKAN