Anda di halaman 1dari 12

Anemia pada Anak

Anemia bukan diagnosa, atau penyakit , namun tanda penyakit. Diagnosanya yang tepat menjelaskan penyebabnya. Kategori Penyakit-penyakit Anemia I. Kekurangan gizi II. Kegagalan sumsum III. Infiltrasi susum IV. Kerusakan sel darah merah (SDM)/ Hemolisis V. Perdarahan

Anemia: Kekurangan Zat Ferus Etiologi: a. Penyebab anemia paling umum pada anak dan dapat terjadi pada umur apa saja, namun . . . b. Paling mudah terjadi pada umur 6 36 bulan & 11 17 tahun (> remaja karena mensturasi) c. Pertumbuhan cepat serta konsumsi Fe kurang (masa bayi & remaja) d. Contoh klasik: anak < 3 tahun yang minum banyak susu sapi & makanan lain yang kurang kaya Fe.

Laboratorium: a. Tanda awal: Feritin serum, Ferus serum b. SDM: mikrositik, hipokromik dengan anisositosis (variasi besar/kecilnya) & poikilositosis (variasi bentuk sel) c. Perhitungan sel retikulosit normal atau d. Perhitungan thrombosit biasanya or

Hipokromik , mikrositik, normositik

Aniso dan poikilo

Pengobatan: a. Suplementasi zat Fe bersama makan. b. Respons pada kasus anemia berat: Retikulosit: 7 - 10 hari, Hemoglobin sampai batas normal: 2bln. c. Suplemen Vit C menolong zat Fe non-heme (nabati) diresap. (Zat Tannin (teh & kopi) hindari Fe diresap

Saran-saran perubahan diet harus ditekankan kepada orang yang mengasuh anaknya. b. Kalau anemia terus berjalan walaupun Rx Fe: Talasemia (anemia mikrositik pula!) Penyakit kronis Perdarahan kronis Anemia sideroblastik c. Profilaksis: Ibu hamil Bayi prematur Bayi kemba

Etiologi: a. Ideopatik 30 50% tidak ada penyebab yang jelas b. Penyebab 50% pada anak dari obat, kimia & bahan toksik. i. Obat: Kloramfenikol, Antibiotika Sulfa, Antikonvulsant, Kimoterapi untuk kanker, penyakit immune ii. Kimia: Benzene (benzol), Aureum (emas), Insektasida (DDT), Lindane (obat pedikulosis) c. Lain-lain i. Virus: Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, Epstein-Barr ii. Kehamilan iii.Radiasi

Gambaran Klinis: a. Tanda thrombositopeni: petekia, ekimoses, dan perdarahan yang tidak normal b. Tanda anemia: pucat, takikardi c. Hepatosplenomegali & limfoadenopati biasanya tidak tampak

Laboratorium: a. Pansitopeni pada LD: hemoglobin , hematokrit , neutropeni, thrombositopeni b. Perhitungan retikulosit (corrected) < 2% c. Aspirasi atau biopsi sumsum harus dibuat untuk Dx: SDM, SDP, thrombosit serta precursor2nya , sel-sel lemak

Penatalaksanaan a. Mengobati masalah yang berbahaya dulu: perdarahan, infeksi, gagal jantung konjesti b. Transplantasi sumsum dengan donor HLA-identik (sibling) kalau kasus anemia aplastik berat sekali. c. Rx imunosupresif: anti-thymocyte globulin (ATG), cyclosporine, kortikosteroid, steroid androgenik, growth factors d. Siaga untuk kemungkinan kecil pasien aplastik kemudian menderita lukemia.