Anda di halaman 1dari 36

Penelitian Bedah

Dasar

KARAKTERISTIK PASIEN CA CAPUT


PANKREAS DI RSUD dr. ZAINOEL
ABIDIN BANDA ACEH
TAHUN 2019 – 2021
Oleh:
dr. Edi Ikhsan
2007601010002

Pembimbing :
dr. Muhammad Yusuf, SpB (K)BD

PROGRAM STUDI ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA/


dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
2022
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG

- Kanker pankreas  penyebab kematian ke- 4 pada masyarakat barat


 diperkirakan akan menempati posisi ke- 2 dalam satu dekade.

- Linda C.Chu et al (2017)  sekitar 53,670 kasus kanker pankreas


baru didiagnosis di Amerika Serikat

- Survival rate dari kanker ini tidak berubah dalam 40 tahun terakhir
9,7% yang di diagnosis pada stadium awal

- Indonesia (2004 – 2007) : kanker pankreas


tidak termasuk dalam 10 kanker tersering.

- Di Palembang (2015)  43 orang (usia diatas 18 tahun) yang


menderita kanker pankreas di tahun 2009 – 2013.

Sumber:
1. Zhang, L., Sanagapalli, S., & Stoita, A. (2018). Challenges in diagnosis of pancreatic cancer. World journal of gastroenterology, 24(19), 2047–2060.
2. Chu, Linda C et al. “Diagnosis and Detection of Pancreatic Cancer.” Cancer journal (Sudbury, Mass.) vol. 23,6 (2017): 333-342.
RUMUSAN MASALAH

Bagaimana karakteristik penderita ca kaput pankreas di Rumah Sakit


Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh periode Juni 2019 -
Juni 2021?
TUJUAN PENELITIAN

Untuk mengetahui karakteristik penderita ca kaput


pankreas di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel
Abidin Banda Aceh periode Juni 2019 – Juni 2021.
MANFAAT PENELITIAN

 Diharapkan penelitian ini dapat menanmbah wawasan peneliti dan para


pembaca lainnya mengenai ca kaput pankreas

 Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi langkah awal untuk


penelitian selanjutnya, terutama dalam penelitian yang berhubungan
dengan ca kaput pankreas.

 Diharapkan penelitian ini dapat terus menambah pengalaman penulis


dalam mengembangkan diri terhadap penelitian.
TINJAUAN
PUSTAKA
ANATOMI PANKREAS

- Pankreas  organ retroperitoneal, struktur


lunak dan berlobulus
- Ukuran  Panjang : 15- 20 cm, berat : 75-
100g, 80- 90% terdiri dari jaringan asinar
endokrin

Pankreas di bagi dalam 4 bagian:


a. Caput  terletak di bagian sekung
duodenum
b. Collum  bagian yang mengecil,
menghubungkan caput dan corpus
pancreas. Terletak di depan pankal vena
portae hepatis, a. mesentrika superior
c. Corpus  berjalan ke atas dan ke kiri
d. Cauda  berjalan ke depan menuju
ligamentum lienorenalis dan mengadakan
hubungan dengan hilum lienale
Kelenjar Limfe

Vaskularisasi
Terdapat 3 ductus :
a. Duktus Pankreatikus mayor (Wirsungi) : bermuara ke pars
desendens duodenum. Di bagian tengah bergabung
dengan ductus choleduchus membentuk papilla duodeni
mayor vateri
b. Duktus Pankreatikus Minor (santorini) : bermuara ke
doudoneum
c. Duktus Choledochus et Duktus Pankreatikus : bermuara ke
ampula hepatopancreatica (pada kauda)
CA PANKREAS

Definisi Kanker pankreas adalah tumor ganas yang berasal dari sel-sel yang melapisi saluran pancreas.

Insidensi - Peringakt ke -12 di dunia, dan ke -4 di AS


- Di AS (2007) : Penyebab kematian terbesar pada pria dan Wanita > 40 th, tertinggi pada
usia 60-79 th

- Pada caput pancreas : 60- 70 %


Lokasi
- Body/ corpus : 5 – 15%
- Cauda : 10 – 15%
Etiologi kanker pankreas merupakan interaksi kompleks antara faktor endogen pasien dengan faktor eksogen.

Faktor Endogen Faktor Eksogen Faktor Genetik dan Riwayat


sebelumnya
- Usia : meningkat sesuai usia (usia - Merokok : berisiko 2 – 3 kali, dengan - Genetik mjutasi K- ras (kodon 12),
40- 60 th) resiko relative (RR) 1, 74 mengganggu intrinskik GTPase yang
- Jenis kelamin : Laki- laki > - Obesitas/ Diet : Konsumsi makanan aktif di transduksi signal
Perempuan tinggi lemak  Tumorigenesis mengubah proliferasi dan migrasi
- Ras/ Etnis : lebih sering pada ras ditingkatkan oleh jaringan adipose sel  di angggap tanda kanker
kulit hitam yang berlebih melalui metabolism pancreas
glukosa abnormal, hiperinsulinemia, - Diabetes  karena perubahan
dan perubahan inflamasi. fungsi islet cell dan hilang nya masa
- Alkohol : kerusakan parenkim sel beta. Hiperglikemia pada 50-
pancreas dengan Peningkatan 80% pasien Ca. pancreas
acetaldehyde, Regulasi - Pankreatitis  menyebabkan
imunosupresif dan inflammatory
obstruksi distal ductus pancreas 
berkontribusi 1,34 %
Gejala dan Tanda Klinis Klasifikasi Ca pankreas
Patologi Anatomi

Lokasi : 70% caput


pancreas, massa nya
Ca pancreas 90% berasal Tumor meluas ke
keras, irregular, kuning
dari ductus, 75% retroperitoneal. Ca
kebuan, batas tidak
adenokarsinoma sel caput pancreas
jelaas, Ketika didiagnosa,
duktl yang memproduksi bermetastase ke
biasanya tumor > 3 cm
muin duodenum, lambung,
atau telah infiltrasi pada
peritoneum, hati,
jariringan sekitar
kandung empedu

Berkembang secara Kasus adenocarsinoma


berttahap dari mukosa pnkreas berkembang
normal  lesi precursor dari cystic neoplasma
spesifik dan keganasan sepeerti IPMN
invasive. Tiga
karelteristik precursor :
PanIn (Palling banyak),
IPMN, MCN.
Gambaran Patologis, Radiologis, dan Histologis
Kanker Pankreas.
- Panel A menunjukkan pandangan makroskopik dari
tumor yang direseksi yang mempengaruhi kepala
pankreas.
- Panel B menunjukkan pemindaian computed
tomographic kontras dari pasien dengan massa
pankreas T3. Tumor menginvasi vena mesenterika
superior limpa – vena portal sumbu.
- Panel C menunjukkan pencitraan
kolangiopankreatografi retrograde endoskopik dari
stent plastik melalui ampula Vater pada pasien dengan
tumor di kepala pankreas.
- Panel D (hematoxylin dan eosin) menunjukkan
adenokarsinoma pankreas mikroskopis dengan stroma
tumor yang melimpah (panah hitam). Gambar yang
lebih kecil menunjukkan stroma tumor pada
perbesaran rendah, sedang, dan tinggi.
- Panel E menunjukkan kelenjar getah bening
peripankreas yang terlibat dengan adenokarsinoma
metastatik (hematoxylin dan eosin, pembesaran
tinggi).
Stadium kanker pankreas berdasarkan American
Joint Committee on Cancer (AJCC), sistem ini
menggunakan klasifikasi Tumor-Node- Metastasis (TNM)
- Deteksi dini sulit  tanda dan gejala tidak
spesifik
- Belum ada program skrining yang di
rekomendasikan
- Evaluasi pasien yang dicurigai kanker pankreas
harus fokus pada diagnosis dan stadium
penyakit, penilaian resektabilitas, dan
meringankan gejala
- multidetektor heliks computed tomography (CT)
dengan pemberian intravena bahan kontras
adalah prosedur pencitraan pilihan untuk
evaluasi awal
Diagnosis:
- Laboratorium  kenaikan serum lipase, amylase, dan glukosa. Anemia dan hipoalbuminemia yang timbul
sering disebabkan karena penyakit kankernya dan nutrisi yang kurang, kenaikan bilirubin serum terutama
bilirubin terkonjugasi (direk)
- Tumor marker Ca 19-9 (carbohydrate antigen 19-9) adalah yang paling banyak digunakan dan dianggap yang
paling baik untuk diagnosis kanker pankreas
- Radiografi ( Gastroduodenografi, duodenografi hipotonis)  mendeteksi kelainan lengkungan duodenum
akibat kanker pancreas
- Ultrasonografi (USG)  mengetahui besar, letak, karakteristik tumor, diameter saluran empedu, duktus
pankreatikus, dan letak obstruktif USG Doppler dapat ditentukan ada tidaknya kelainan dan invasi tumor
pada pembuluh darah
- Computed Tomography (CT)  untuk mendiagnosis dan menentukan stadium kanker pankreas adalah
dengan dual phase multidetector CT dengan kontras dan teknik irisan tipis (3-5 mm).
- Magnetic Resonance Imaging (MRI)  untuk evaluasi kanker pancreas
- Endoscopic Retrogade Cholangio-Pancreaticography (ERCP)  menunjukkan anatomi pankreas dan
saluran empedu dan dapat digunakan untuk memandu penyikatan duktus dan lavage, yang menyediakan
jaringan untuk diagnosis.
METODELO
GI
PENELITIA
N
Rancangan Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian
Deskriptif dengan desain . RSUD ZA  selama 3 minggu pada
retrospektif bulan November 2021

Populasi Sampel
Kasus yang didiagnosis dengan Ca kriteria inklusi  memiliki
Caput Pankreas di RSUD ZA (Juni 2019 kelengkapan yang akan dinilai serta
- Juni 2021 tercatat di rekam medik

Kriteria eklusi  pasien yang tidak


lengkap terkait hal – hal yang akan
dinilai.
Kerangka Konsep Penelitian Definisi Operasional
Karateristik Pasien Ca Caput Pankreas Ca caput
Pankreas

Usia
Jenis Karsinoma yang berkembang dari bagian
Kelamin caput pancreas
Kadar Masa hidup responden sejak lahir
SGOT hingga dilakukan penelitian .
Pembagian jenis seksual yang ditentukan
Kadar
secara biologis dan anatomis.
SGPT
Enzim dalam otot jantung dan hati, sementara dalam konsentrasi
sedang dijumpai pada otot rangka, ginjal dan pankreas
Kadar
Albumin Enzim yang ditemukan pada sel hati serta efektif untuk mendiagnosis
destruksi hepatoseluler

kadar protein dalam darah


Variabel Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala Ukur

Ca Caput Pankreas CT scan Membaca Rekam - Ca Caput Pankreas Kategorik


Medis - Bukan Ca Caput
Pankreas
Usia Rekam Medis Membaca Rekam Kelompok Usia Kategorik
Medis
Jenis Kelamin Rekam Medis Membaca Rekam - Laki – laki Kategorik
Medis - Perempuan
Kadar SGOT Rekam Medis Membaca Rekam - Normal (< 31 U/L) Kategorik
Medis - Lebih dari normal
Kadar SGPT Rekam Medis Membaca Rekam - Normal (< 41 U/L) Kategorik
Medis - Lebih dari normal
Kadar Albumin Rekam Medis Membaca Rekam - Normal (3,5 – 5,2 Kategorik
Medis g/dl)
- Kurang dari
normal
Dianalisis menggunakan analisis
univariat. Data yang diambil,
Pengumpulan diperoleh dari rekam medik pasien
Data dicatat dan dikumpulkan, kemudian
disajikan dalam bentuk tabel
distribusi, frekuensi dan persentase.
Content Here

Data yang dikumpulkan yaitu data


sekunder yang didapatkan dari
Data Rekam Medis Rumah Sakit Analisa
Umum Daerah dr. Zainoel Abidin
Banda Aceh Juni 2019 sampai Juni
Data
Content Here
2021.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Distribusi Jenis Kelamin Pasien Ca
Caput Pankreas
Distribusi berdasarkan jenis kelamin pada penelitian ini
didapatkan didominasi oleh laki-laki yakni 19 (55,8%)
pasien sedangkan perempuan yakni 15 (44,2%) pasien. 44.20%
55.80%
Di Eropa, penderita kanker pankreas yang berjenis kelamin
laki-laki adalah 56,15% - 65,91% dan 32,09% - 43,85%
adalah perempuan.
Laki - Laki Perempuan
Inoue, dkk (2003) berdasarkan data dari HERPACC di Jepang,
diantara 200 orang penderita kanker pankreas pada tahun 1988-
1999, terdapat 61% laki-laki dan 39% perempuan.

Sumber:
1. Cascinu S, dan S. Jelic. 2009. Pancreatic Cancer: ESMO Clinical Recommendations for Diagnosis, Treatment, and Follow-up. Annals of Oncology. 21(suppl
4):iv37-iv40
2. Inoue, Manami et al. 2003. Epidemiology of Pancreatic Cancer in Japan: A Nested Case-Control Study from The Hospital – Based Epidemiologic Research
Program at Aichi Cancer Center (HERPACC). International Journal of Epidemiology. 32(2):257-262.
Distribusi Usia Pasien Ca Caput
Pankreas
Tiga belas pasien ca caput pancreas
(35%) dengan berusia 55 – 64 tahun
Kelompok usia 45 – 54 tahun
menempati kelompok usia terbanyak
kedua pasien dengan ca caput
pancreas yaitu 9 pasien (26%).

Pada penelitian lainnya yang dilakukan oleh Inoue, dkk (2003) berdasarkan data dari HERPACC
di Jepang, diantara 200 orang penderita kanker pankreas
pada tahun 1988-1999, paling banyak berusia 60-69 tahun (36%). Rata-rata penderita
tersebut berusia 60,5 tahun.

Sumber:
1. Inoue, Manami et al. 2003. Epidemiology of Pancreatic Cancer in Japan: A Nested Case-Control Study from The Hospital – Based Epidemiologic Research Program at Aichi Cancer Center
(HERPACC). International Journal of Epidemiology. 32(2):257-262.
2. Statistics Bureau. 2014. Final Report of The 2010 Population Census: Population and Households of Japan (Summary Report). Ministry of Internal Affairs and Commnication, Japan, hal.
289; 455.
Distribusi Kadar Albumin Pasien Ca Caput
Pankreas
 Terdapat 20 pasien (59%) dengan kadar albumin Kadar Albumin
<3,5 g/dl.
 Sebanyak 14 pasien (41%) dengan kadar albumin
3,5 – 5 g/dl.
Albumin< 3,5
41% g/dl

Kadar albumin yang rendah dapat disebabkan 59% Albumin 3,5 – 5


g/dl
karena penyakit kanker atau nutrisi penderita yang
kurang. Jaringan kanker berkompetisi dengan
jaringan normal dalam memperoleh nutrisi.

Sumber:
1. Lillemoe, Keith D, Charles J Yeo, dan John L. Cameron. 2000. Pancreatic Cancer: State-of-the-Art Care. CA: A Cancer Journal for Clinicians. 50(4):241-
268.
2. Edge, Stephen B., et al. 2010. AJCC Cancer Staging Manual 7th Edition. Springer, New York, United States, hal. 241-249.
Distribusi Kadar SGOT dan SGPT
Pasien Ca Caput Pankreas
Kadar SGOT Terdapat 27 (79%) pasien yang Kadar SGPT
memiliki kadar SGPT lebih dari
normal

21% Normal
21% Normal
Lebih dari
normal Lebih dari
normal
79%
79%

Terdapat 27 (79%) pasien yang


memiliki kadar SGOT lebih dari
normal
Distribusi Kadar SGOT dan SGPT
Pasien Ca Caput Pankreas
Sebagian besar penderita memiliki kadar SGOT dan SGPT lebih dari normal. Peningkatan
aminotransferase SGOT dan SGPT mengarah pada kerusakan sel hepar atau inflamasi. Pada
penderita kanker pankreas juga dapat terjadi peningkatan pada SGOT dan SGPT, tetapi tidak
terlalu tinggi.

Sumber :
1. Lillemoe, Keith D, Charles J Yeo, dan John L. Cameron. 2000. Pancreatic Cancer: State-of-the-Art Care. CA: A Cancer Journal for Clinicians. 50(4):241-
2.68
Distribusi Kadar Bilirubin Total Pasien Ca
Caput Pankreas
Terdapat 27 (79%) pasien yang memiliki Kadar Bilirubin Total
kadar bilirubin >1,2 mg/dl

21%
Normal
Lebih dari
normal

79%
Distribusi Kadar Bilirubin Direk Pasien Ca
Caput Pankreas
Terdapat 27 (79%) pasien yang Kadar Bilirubin Direct
memiliki kadar bilirubin direk >0,52
mg/dl

21%

Normal
Lebih dari
normal
79%
Distribusi Kadar Bilirubin Pasien Ca Caput
Pankreas
• Ikterus disebabkan karena lokasi tumor yang biasanya pada caput
pankreas sehingga menekan saluran empedu dan terjadi obstruksi,
yang ditandai dengan peningkatan bilirubin, terutama bilirubin direk.
Ikterus dapat terjadi pada kadar bilirubin total minimal 2-2,5 mg/dL.

Sumber:
1. Padmomartono, F. Soemanto. 2009. Tumor Pankreas. Dalam: Aru W. Sudoyo, et al (Editor). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III
Edisi V (hal. 739-746). Interna Publishing, Jakarta, Indonesia
2. Puppalwar P.V, Kalyan Goswami, dan Archana Dhok. 2012. Review on “Evolution of Methods of Bilirubin Estimation”. IOSR Journal of
Dental and Medical Sciences. 1(3):17-28.
Keterbatasan Penelitian
• Bias informasi yang kemungkinan terjadi dalam penelitian ini adalah ketidaklengkapan data pada rekam
medis serta pengumpulan data secara manual menjadi kendala yang berpengaruh pada validitas penelitian
ini.
• Ketidaklengkapan informasi pada buku registrasi menyebabkan adanya sampel yang harus dieksklusi agar
dapat dilakukan analisis.
05. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan Penelitian

 Pasien Ca Caput Pankreas di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Zainoel Abidin Banda
Aceh paling banyak berusia 55 – 64 tahun dan lebih banyak pada laki-laki.

 Penderita lebih banyak memiliki kadar Bilirubin total dan direct SGOT dan SGPT lebih
dari normal. Sebagian besar pasien juga mengalami penurunan kadar albumin.
THANK YOU
Insert the Subtitle of Your Presentation