Anda di halaman 1dari 57

Epidemiologi Penyakit Menular

Potensi Membahayakan Kesehatan

OLEH:

Emirza Nur Wicaksono

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNISSULA SEMARANG
2015
PENGANTAR
• Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam bidang kedokteran
mendorong para tenaga ahli selalu
mengadakan riset terhadap bebagai penyakit
termasuk salah satunya adalah penyakit
menular demi mengatasi kejadian penderitaan
dan kematian akibat penyakit
Epidemiologi

Epi : Pada, Tentang


Demos : Penduduk
Logos : Ilmu

Epidemiologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang


distribusi dan determinan penyakit dan keadaan
kesehatan pada populasi serta penerapannya untuk
pengendalian masalah-masalah kesehatan.
Epidemiologi penyakit menular

epidemiologi penyakit yang terfokus dalam mempelajari


distribusi dan determinan penyakit menular
dalam populasi
Triangle of Epidemiology
Agent

Host Environment
Risk Factor

AGENT
• Biologic, nutrient, chemical, physical, mechanical

HUMAN HOST
• Age, race, sex, habits genetic, personality defense mechanism

ENVIRONMENT
• Physical, social,
• economic, biologic
• and psychologic.
Penyakit/Masalah Kesehatan

Terjadi karena
ketidakseimbangan faktor
agen, pejamu, dan
lingkungan
Keadaan tidak berpenyakit
Agen Pejamu
Agen

Lingkungan

Pejamu Lingkungan
Potensi Penyakit
A
P

A P

L L

P A

A
P
L L

A :Agen
P : Pejamu
L : Lingkungan
Keadaan Membahayakan Kesehatan

Epidemilogi mempelajari wabah, tetapi apa


sebenarnya yang dimaksud dengan wabah ??

Epidemi/wabah adalah keadaan dimana didapat


frekuensi penyakit melebihi frekuensi biasa atau
dalam waktu yang singkat terdapat penyakit yang
berlebih (cth: Filariasis)
Keadaan Membahayakan Kesehatan

 Endemi diartikan sebagai keadaan yang biasa


atau normal atau frekuensi penyakit tertentu
berada dalam keadaan normal pada suatu
daerah (cth: Malaria)

Pandemi adalah keadaan epidemi yang


melanda hampir semua populasi ataupun
hampir semua daerah/dunia (cth : H1N1, H5N1)
TIGA KELOMPOK UTAMA PENYAKIT MENULAR

• Penyakit yang sangat berbahaya karena angka kematian


cukup tinggi.
• Penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan
kematian dan cacat, walaupun akibatnya lebih ringan
dari yang pertama
• Penyakit menular yang jarang menimbulkan kematian
dan cacat tetapi dapat mewabah yang menimbulkan
kerugian materi.
SIFAT UTAMA ASPEK PENULARAN PENYAKIT
DARI ORANG KE ORANG.
• Waktu Generasi (Generation Time)
• Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)
Waktu Generasi (Generation Time)
• Masa antara masuknya penyakit pada pejamu tertentu sampai masa
kemampuan maksimal pejamu tersebut untuk dapat menularkan
penyakit. Hal ini sangat penting dalam mempelajari proses penularan.
• Perbedaan masa tunas denga waktu generasi yaitu Masa tunas
ditentukan oleh masuknya unsur penyebab sampai timbulnya gejala
penyakit sehingga tidak dapat ditentukan pada penyakit dengan gejala
yang terselubung, waktu generasi ialah waktu masuknya unsur
penyebab penyakit hingga timbulnya kemampuan penyakit tersebut
untuk menularkan kepada pejamu lain walau tanpa gejala klinik atau
terselubung.
Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)

• Adalah tingkat kemampuan atau daya tahan suatu


kelompok penduduk tertentu terhadap serangan atau
penyebaran unsur penyebab penyakit menular tertentu
berdasarkan tingkat kekebalan sejumlah tertentu
anggota kelompok tersebut.
• Herd Immunity merupakan faktor utama dalam proses
kejadian wabah di masyarakat serta kelangsungan
penyakit pada suatu kelompok penduduk tertentu.
Angka Serangan (Attack Rate)
• Adalah sejumlah kasus yang berkembang atau muncul dalam satu
satuan waktu tertentu di kalangan anggota kelompok yang mengalami
kontak serta memiliki risiko atau kerentanan terhadap penyakit
tersebut.
• Angka serangan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penularan
dan tingkat keterancamam dalam keluarga, dimana tata cara dan
konsep keluarga, sistem hubungan keluarga dengan masyarakat serta
hubungan individu dalam kehidupan sehari-hari pada kelompok
populasi tertentu merupakan unit epidemiologi tempat penularan
penyakit berlangsung.
MANIFESTASI KLINIK SECARA UMUM

• Pada proses penyakit menular secara umum dijumpai


berbagai manifestasi klinik, mulai dari gejala klinik yang
tidak tampak sampai keadaan yang berat disertai
komplikasi dan berakhir cacat atau meninggal dunia.
• Akhir dari proses penyakit adalah sembuh, cacat atau
meninggal. Penyembuhan dapat lengkap atau dapat
berlangsung jinak (mild) atau dapat pula dengan gejala
sisa yang berat (serve sequele).
Infeksi Terselubung (Tanpa Gejala Klinis)
• Adalah keadaan suatu penyakit yang tidak menampakkan diri secara
jelas dan nyata dalam bentuk gejala klinis yang jelas sehingga tidak
dapat didiagnosa tanpa cara tertentu seperti test tuberkulin, kultur
tenggorokan, pemeriksaan antibodi dalam tubuh dll.
• Untuk mendapatkan perkiraan besar dan luasnya infeksi terselubung
dalam masyarakat maka perlu dilakukan pengamatan atau survai
epidemiologis dan tes tertentu pada populasi. Hasil survai ini dapa
digunakauntuk pelaksanaan program, keterangan untuk kepentingan
pendidikan.
PENYEBARAN KARAKTERISTIK TIGA JENIS
PENYAKIT MENULAR
• Lebih banyak dengan tanpa gejala klinik
(terselubung)
• Lebih banyak dengan gejala klinik jelas
• Penyakit yang umumnya berakhir dengan
kematian
KOMPONEN PROSES PENYAKIT MENULAR

• Faktor Penyebab Penyakit Menular


• Interaksi Penyebab dengan Pejamu
• Mekanisme Patogenesis
• Sumber penularan
Pada proses perjalanan penyakit menular di dalam
masyarakat faktor yang memegang peranan penting :
• Faktor penyebab atau agent yaitu organisme
penyebab penyakit
• Sumber penularan yaitu reservoir maupun
resources
• Cara penularan khusus melalui mode of
transmission
Unsur Penyebab Dikelompokkan Dalam :
• Kelompok arthropoda (serangga) seperti scabies, pediculosis, dll.
• Kelompok cacing/helminth baik cacing darah maupun cacing perut.
• Kelompok protozoa seperti plasmodium, amuba, dll.
• Fungus atau jamur baik uni maupun multiselular.
• Bakteri termasuk spirochaeta maupun ricketsia.
• Virus sebagai kelompok penyebab yang paling sederhana.
Sumber Penularan
• Penderita
• Pembawa kuman
• Binatang sakit
• Tumbuhan/benda
Cara Penularan
• Kontak langsung
• Melalui udara
• Melalui makanan atau minuman
• Melalui vector
Keadaan Pejamu
• Keadaan umum
• Kekebalan
• Status gizi
• Keturunan
Cara keluar dari sumber dan cara masuk ke
pejamu melalui :
• mukosa ataukulit
• saluran pencernaan
• saluran pernapasan
• saluran urogenitalia
• gigitan, suntikan, luka
• placenta
Interaksi Penyebab dengan Pejamu

• Infektivitas adalah kemampuan unsur penyebab atau


agent untuk masuk dan berkembang biak serta
menghasilkan infeksi dalam tubuh pejamu.
• Patogenesis adalah kemampuan untuk menghasilkan
penyakit dengan gejala klinis yang jelas
• Virulensi adalah nilai proporsi penderita dengan
gejala klinis yang berat terhadap seluruh penderita
dengan gejala klinis jelas.
• Imunogenisitas adalah suatu kemampuan
menghasilkan kekebalan atau imunitas
Sumber penularan
• Manusia sebagai reservoir; Kelompok penyakit menular
yang hanya dijumpai atau lebih sering hanya dijumpai
pada manusia. Penyakit ini umumnya berpindah dari
manusia ke manusia dan hanya dapat menimbulkan
penyakit pada manusia saja.
• Reservoir binatang atau benda lain.
• Beberapa penyakit Zoonosis utama dan reservoir
utamanya
• Pes (plaque) Tikus, Rabies (penyakit anjing gila Anjing),
Thypus, Scrub & Murine Tikus, Leptospirosis Tikus.
Spesifitas Geografis/Distribusi Global Penyakit

Most Common Diagnoses


 Short Incubation Period (<2 weeks)
– Malaria(P. falciparum, P. knowlesi)
– Typhoid fever
– Dengue
– Rickettsial disease
– Hepatitis A
 Long Incubation Period (>2 weeks)
– Malaria (P. vivax, P. ovale, P. malariae)
– Tuberculosis
Penelitian dan Pengendalian Epidemiologi
Penyakit Menular
• Studi tentang epidemiologi ini : Studi Riwayat
Kasus (Case History Studies), Studi Kohort
(Kohort Studies), Epidemiologi Eksperimen.
Viral infection with immunization

 Yellow fever vaccine: endemic zones (Africa and S. America)


– some countries may require as a condition for entry

 Vaccines against Japanese encephalitis, rabies, tick-borne


encephalitis and typhoid fever
– Quadrivalent meningococcal vaccine is required by Saudi Arabia
for religious pilgrims to Mecca for the Hajj or Umrah.

 Tetanus, pertussis, diphtheria, Haemophilus influenzae type b,


measles, mumps, rubella, varicella, Streptococcus pneumoniae, and
influenza

 Hepatitis A and B, poliomyelitis, and Neisseria meningitidis


– for travel as well as for routine health care
Malaria
• Largely preventable

• Incubation period: 10 days


to 1 year

• Signs and symptoms: GI


symptoms, cyclical fevers,
anemia, splenomegaly

• Diagnosis: thick and thin


peripheral blood smear CDC Public Health Image Library
– Thrombocytopenia without
leukocytosis
Infecting Organisms

 Plasmodium falciparum: potentially fatal and


considered an emergency
– Acquired in Africa = 3:1 likelihood
– 95% have clinical onset within 2 months exposure
– Peripheral blood smear: parasitemia > 2%, only ring forms,
banana-shaped gametocyte, erythrocytes of all sizes
infected, erythrocytes contain no Schuffner granules

 Other species: P. vivax, P. ovale, P. malariae, P.


knowlesi
– fevers occurring at regular intervals of 48 to 72 hours
Severe Malaria

• Cerebral malaria, with abnormal behavior, impairment of


consciousness, seizures, coma, or other.

• Severe anemia due to hemolysis

• Hemoglobinuria

• Pulmonary edema or ARDS, which may occur even after the


parasite counts have decreased in response to treatment

• Abnormalities in blood coagulation and thrombocytopenia

• Shock
Infecting Organisms
• Plasmodium falciparum: potentially fatal and
considered an emergency
– Acquired in Africa = 3:1 likelihood
– 95% have clinical onset within 2 months exposure
– Peripheral blood smear: parasitemia > 2%, only ring forms,
banana-shaped gametocyte, erythrocytes of all sizes
infected, erythrocytes contain no Schuffner granules
• Other species: P. vivax, P. ovale, P. malariae, P.
knowlesi
– fevers occurring at regular intervals of 48 to 72 hours
Typhoid Fever
• Typically presentation of
food or water
contaminated 1-3 weeks
after ingewith Samonella
enterica serotype typhi

• Have visited Indian


subcontinent, in the
Philippines, or in Latin
America

• Fever and constitutional


symptoms
– May have insidious onset
– Abdominal pain, cough, chills
– Diarrhea may eventually
develop
Typhoid Fever

• Diagnosis: identify
organism in urine,
blood, stool, or bone
marrow
• Vaccines partially
effective
• Treatment: 3rd gen.
cephalosporin,
floroquinolone, or
azithromycin
– Relapse: 2-3 weeks after
treatment
Dengue Fever

• Primary vector: Aedes mosquito


• Caused by one of four different serotypes of
Flavivirus
• Incubation period: 4-7 days
• Fever, severe myalgias, retro-orbital pain
• Leukopenia and thrombocytopenia
• Dengue shock syndrome and dengue hemorrhagic
fever: second infection with a different serotype
Dengue Fever
Diarrhea

• Between 20%-50% international travelers


– Onset: usually first week of travel but may occur later
• Most common agent: enterotoxigenic Escherichia coli
(ETEC)
• Primary source of infection: ingestion of fecally
contaminated food or water.
• Most important risk determinant: traveler's destination
– Latin America, Africa, the Middle East, and Asia
– High-risk: young adults, immunocompromised, pts with
inflammatory-bowel disease , diabetes, and persons taking H-2
blockers or antacids.
Diarrhea
• Prevention: food and liquid hygiene and
provision for prompt self-treatment in
the event of illness
– Hydration, loperamide (if no fever >38.5
degrees C & no gross blood or mucus in
stool)
– Short course (1 dose to 3 days) of a
fluoroquinolone, azithromycin or rifaximin

• Usually resolves in 3-5 days

• Antibiotic prophylaxis is not


recommended for most travelers
Hepatitis A Virus
• Transmitted through fecal contimination of food
and drink

• Treatment: supportive (no antivirals)

• Vaccination
– Should be immunized at least 2-4 weeks prior to
traveling
– Single dose: 100% protection by 4 wks
– 2nd dose administered 6 months later results in antibody
titers likely to last many decades
Rickettsial Diseases
• Tick transmitted, occur
throughout the world,
typically named for
geographic region
– African tick bite fever
(sub-Saharan)
– Meditterranean tick
bite fever (N. Africa and
Middle East)
African tick typhus – Exception: RMSF
Rickettsial Diseases
• Headache, fever, Rickettsial Diseases
myalgias and
often a truncal
maculopapular
or vesicular rash
• Clinical clue:
eschar at site of
bite
• Treatment:
doxycycline, self-
limited
Fungal Infections
• Coccidioidomycosis: Southwest US, Mexico, and
parts of South America

• Histoplasmosis: Ohio River valley, Mexico, Central


America

• Penicillium marneffei: Southeast Asia, parts of


China, Hong Kong, and Taiwan
– Disseminated infection increasing in
immunocompromised patients (AIDS)
Scabies
• Due to Sarcoptes
scabiei infection

• Common in
– Developing world
– Adventurous
backpackers

• Sexually active
travelers are those
most commonly
infected
Cutaneous Larva Migrans
• Most frequent serpiginous lesion among travelers

• Results from migration of animal hookworms (e.g.,


Ancylostoma braziliense and A. caninum) in superficial
tissues

• Usually acquired after direct skin contact with soil or


sand contaminated with dog or cat feces

• Lesions
– may initially be papular or vesicular
– Pruritic
– commonly found on the foot or buttock
Cutaneous Larva Migrans

(Foot of a person who had recently visited the Caribbean)


Thank You