Anda di halaman 1dari 17

Skizofrenia Paranoid

Oleh:

Samuel Liberty Pembimbing: dr. Djusnidar Djafar, Sp.KJ

Identitas Pasien
Nama Jenis Kelamin Umur Status Perkawinan Pekerjaan Agama Warga Negara Suku Bangsa Pendidikan Alamat : Tn. D : Laki-laki : 70 tahun : Kawin : Tani : Islam : Indonesia : Melayu : SD (tidak tamat) : Jl. Lintas RT 15/RW 05 Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan

Status Internus
Keadaan Umum Kesadaran Nadi Tekanan Darah Suhu Tubuh Bentuk Badan Sist. Kardiovaskuler Sist. Gastrointestinal Sist. Respiratorius Sist. Urogenital Sist. Muskuloskletal Kelainan Khusus : Baik : Composmentis : 64x/ Menit : 130/80 mmHg : Afebris : astenik : Dalam Batas Normal : Dalam Batas Normal : Dalam Batas Normal : Dalam Batas Normal : Dalam Batas Normal : Tidak ditemukan kelainan

Status Neurologikus
Urat syaraf kepala (panca indra) : Tidak ditemukan kelainan Gejala rangsangan selaput otak : (-) Gejala tekanan intrakranial : (-) Mata Gerakan (kelumpuhan, nistagmus, dsb): Normal Persepsi (diplopia, visus, dsb) : Normal Bentuk pupil :isokhor, Reaksi cahaya : tidak dilakukan Reaksi konvergensi : tidak dilakukan Reaksi kornea : tidak dilakukan Pemeriksaan ophtalmoskopik : tidak dilakukan Motorik Tonus : Baik Turgor : Baik Kekuatan : Derajat 5 Koordinasi : baik Reflek : tidak dilakukan Sensibilitas : Baik Susunan saraf vegetaif : Baik Fungsi-fungsi luhur : Baik Kelainan khusus Kaku : (-) Tremor : (-) Nasal stiffness : (-) Oculogoric crisis : (-) Torticolis : (-)

Keluhan Utama
Pasien marah kepada isteri dan mencurigainya telah berselingkuh sejak 1 bulan lalu

Riwayat Penyakit Sekarang


Sejak 5 tahun lalu pasien merasa mendengar suarasuara dalam pikirannya seperti ber-HP (handphone) sedangkan orang lain tidak dapat mendengarnya. Sejak satu bulan lalu suara tersebut menyatakan bahwa isterinya telah berselingkuh dengan laki-laki lain. Pasien kemudian marah kepada isterinya dan mengancam membunuh dengan harapan isterinya tidak lagi mengulangi perbuatannya. Isterinya balik marah kepada pasien karena merasa difitnah oleh pasien. Isteri pasien meninggalkan pasien karena takut akan ancaman dibunuh. Pasien merasa sangat terganggu oleh suara itu dan tidak mampu menolak perintah suara tersebut bila disuruh pergi ke suatu tempat, walaupun pada malam hari.

Kegiatan sehari-hari dapat dilakukan pasien tanpa bantuan orang lain seperti mandi, berganti pakaian, makan, dan minum. Pasien berharap suara itu dapat dihilangkan dan isterinya mau kembali bersamanya. Pasien telah berobat ke dokter saraf dan kemudian disarankan berobat ke dokter ahli jiwa.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien 7 tahun yang lalu pernah mengalami gangguan serupa dan dibawa berobat ke Pekanbaru oleh salah seorang kerabatnya, namun tidak tahu nama tempatnya. Setelah berobat gangguan menghilang. Tidak ada riwayat trauma kepala Tidak ada riwayat kejang Tidak ada riwayat mengkonsumsi NAPZA

Riwayat Kehidupan Pribadi


Prenatal tidak diketahui ada riwayat trauma dan riwayat penyakit lain Natal lahir ditolong dukun kampung, Anak dan remaja Pasien meyatakan bahwa dirinya mudah bergaul dan memiliki banyak teman. Pendidikan tidak tamat SD karena kesulitan biaya. Dewasa pasien bekerja bertani dari mudanya, namun belakangan ini tidak sering lagi bekerja di kebun karena merasa fisiknya tidak sekuat dulu. Pasien telah menikah dua kali. Isteri pertama telah meninggal karena sakit dan kemudian pasien menikah lagi. Pasien mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari dan pendidikan anak bungsunya dikelas VI SD.

Riwayat Keluarga
Pasien tinggal bersama isteri ke-2 dan anaknya laki-laki, tetapi kemudian isterinya pergi sejak 1 bulan yang lalu. Sebelum isterinya pergi mereka jarang bertengkar. Namun satu bulan yang lalu mereka bertengkar hebat dan isterinya meninggalkan pasien. Keponakan pasien ada dua orang yang sering berbicara dan tertawa sendiri dan berobat ke RSJ Pekanbaru. Orang tua dan kakek-nenek pasien tidak ada yang megalami gangguan jiwa.

Genogram

Autoanamnesis

Ikhtisar dan Kesimpulan Pemeriksaan Psikiatri


Deskripsi Umum Penampilan : Rapi, sesuai usia dan jenis kelamin Perilaku dan aktivitas psikomotor : tenang Sikap terhadap pemeriksa : Kooperatif

Keadaan Spesifik Mood dan afek Mood : Hipotim Afek : luas Keserasian : serasi Empati : tidak dapat diraba-rasakan Pembicaraan : banyak dan lancar Gangguan Persepsi
Halusinasi : auditorik (+)

Ikhtisar dan Kesimpulan Pemeriksaan Psikiatri


Pikiran Proses pikir : logis Bentuk pikiran : koheren Isi pikiran : Waham curiga(+), Obsesif(-), Kompulsif(-), Fobia(-) Kesadaran dan Kognisi Taraf kesadaran dan kesigapan : Composmentis Orientasi : Waktu, Tempat dan Subek baik Daya ingat : jangka pendek dan jangka panjang baik Kosentrasi dan Perhatian : dapat berkonsentrasi dengan baik Kemampuan membaca menulis : baik Pikiran abstrak : baik Intelegensi & kemampuan inform : sesuai pndidikan Kemampuan visuospasial: baik Pengendalian impuls : dapat mengendalikan impuls Daya nilai dan tilikan : tilikan 6 Taraf dapat dipercaya : dapat dipercaya

Diagnosis Multiaksial
Aksis 1 : F20.0 Skizofrenia paranoid Aksis 2 : Tidak ditemukan gangguan kepribadian dan retardasi mental Aksis 3 : Tida ditemukan kalainan medis umum Aksis 4 : Isteri meninggalkan pasien sejak 1 bulan yang lalu Aksis 5 : 51-60

Terapi
Psikoterapi : kognitif Psikofarmaka : Halloperidol 1,5 mg 2x1 Trihexyphenidyl 5mg 2x1 Diazepam 5mg 2x1 Terapi selama 15 hari, kemudian kontrol untuk evaluasi

Terimakasih