Anda di halaman 1dari 46

REFERAT LUKA BAKAR (COMBUSTIO)

Pendahuluan
Luka bakar atau combustio adalah kerusakan kulit yg dpt disertai dgn kerusakan jaringan dibawahnya Luka bakar dapat terjadi karena langsung terbakar oleh api ataupun secara tidak langsung melalui pajanan atau kontak dengan sumber panas spt api, air panas, listrik, bhn kimia dan radiasi

Patofisiologi
Gangguan fungsi kulit - Kulit yang normal berfungsi sebagai barier terhadap mikroorganisme dan mengatur penguapan air dan pengeluaran panas. Akibat luka bakar mikroorganisme dengan mudah masuk kedalam tubuh. Pengaturan penguapan air dan pengeluaran panas juga rusak sehingga mudah terjadi dehidrasi. Makin luas luka bakar, makin banyak cairan yang keluar

Kerusakan pembuluh dan limfe - Akibat luka terjadi vasodilatasi sehingga permeabilitas kapiler meningkat dan cairan bersama elektrolit dan protein lebih mudah keluar. Hal ini dapat menyebabkan edema jaringan sekitarnya dan permukaan luka menjadi basah. Jika isi pembuluh darah rusak, dapat terjadi trombosis, sel eritrosit rusak

Gangguan metabolisme - Setiap terjadi trauma, tubuh meningkatkan sekresi katekolamin dan kortikosteroid akibatnya terjadi balance N yang negatif dan cadangan lemak digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalori. Gangguan metabolisme menimbulkan manifestasi klinis berupa anoreksia, muntah-muntah

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERAT RINGANNYA LUKA BAKAR

Derajat luka bakar Luas luka bakar Umur penderita Lokasi luka bakar Keadaan umum sebelum mendapat luka bakar Ada tidaknya trauma lain selain luka bakar

Derajat luka bakar


Derajat luka bakar atau kedalaman luka bakar ditentukan oleh tingginya suhu suatu benda dan lamanya penderita terpajan dengan benda tersebut

1. Derajat I : hanya mengenai epidermis, biasanya kelihatan kemerahan dan bengkak, tidak ada blister (gelembung) kecil-kecil / bula, kulitnya kering tapi sangat sensitif (hipersensitivitas) dan biasanya sembuh dalam 5 7 hari, misalnya tersengat matahari. Biasanya tidak menimbulkan parut

2. Derajat II : luka mencapai dermis namun masih ada elemen epitel sehat yang tersisa, yaitu sel epitel basal, sel kelenjar sebasea, kelenjar keringat dan pangkal rambut. Dengan adanya sisa epitel-epitel ini, luka dapat sembuh sendiri dalam 2-3 minggu. Gejala yang timbul adalah kulit kemerahan yang lebih jelas, kulitnya basah dan masih sensitif , ada gelembung / bula. Bula berisi cairan eksudat yang keluar dari pembuluh darah karena permeabilitas meninggi.

Dibagi menjadi: i. Superfisial - Luka bakar kena seluruh epidermis (papilar dermis and sensitive nerve ends). - Timbul kemerahan dan lepuh (blister) (pink or moist). - Folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebasea masih utuh. - Penyembuhan dalam waktu 10-14 hari, bisa ada scar atau tidak.

ii. Profunda - Luka bakar sudah kena stratum germinativum dan korium (papillary reticular dermis). - Kulit tampak merah atau merah muda (white or mottled pink). - Folikel rambut, kelenjar keringat dan sebasea sebagian mengalami kerusakan (dapat tak sakit). - Penyembuhan dalam 25-35 hari, significant scar keloid.

3. Derajat III : luka meliputi seluruh lapisan kulit sampai sub-kutis atau organ yang lebih dalam. Biasanya terjadi karena temperatur yang tinggi dan kontak yang lama. Tidak ada lagi elemen kulit yang hidup. Untuk mendapatkan kesembuhan harus dilakukan skin-grafting. Kulit tampak pucat abu-abu gelap / hitam atau putih dengan permukaan lebih rendah dari jaringan sekeliling yang masih sehat, permeabilitas kapiler meningkat. Bula tidak ada, rasa nyeri tidak ada.

Terjadi anestesi dimana kulit tidak bisa merasakan nyeri karena sudah terjadi kerusakan reseptor rasa nyeri. Pin prick test: jarum steril dimasukkan ke daerah luka bakar. Bila tidak terasa nyeri, test dikatakan (+). Eritrosit banyak yang rusak, terjadi edema hebat dan kerusakan permanen. Penyembuhan berlangsung lama karena tidak ada proses epitelisasi spontan

Luas luka bakar

Cara telapak tangan - Cara ini menggunakan luas telapak tangan penderita, prinsipnya luas telapak tangan = 1%. Cara ini merupakan cara cepat dapat digunakan pada keadaan darurat

Rumus Rule of Nine, yaitu : luas kepala dan leher, dada, punggung, perut, pinggang dan bokong, ekstremitas atas kanan, ekstremitas atas kiri, paha kanan, paha kiri, tungkai dan kaki kanan, serta tungkai dan kaki kiri masing-masing 9%, sisanya 1% untuk daerah genital.

Untuk anak dapat digunakan Rule of five, yaitu :


Digunakan

pada bayi dan anak-anak karena luas permukaan bagian tubuh anak berbeda dimana luas relatif permukaan kepala anak lebih besar dan luas relatif permukaan kaki lebih kecil

Lund and Border Chart, cara ini paling akurat

Umur penderita Pada anak kecil dan orang tua lebih berbahaya karena daya tahan tubuh relatif kurang sehingga toleransi daya tahan tubuh terhadap stress kurang. Lokasi luka bakar Didaerah muka dan leher terutama di ruang tertutup lebih berbahaya karena berpotensial untuk terjadi gangguan pernafasan yang disebut edema laring. Juga pada tempat-tempat yang sering bergerak, luka bakar lama sembuh. Keadaan umum sebelum luka bakar (Associated Disease) Penderita mempunyai penyakit Diabetes melitus, congestive heart failure, penyakit paru-paru, immunosupresison drugs. Ada tidaknya trauma lain selain luka bakar Ada faktor lain seperti adanya inhalation injury, fraktur, head injury.

Menurut Berat Ringannya luka bakar dibagi menjadi :


Luka bakar ringan -Luka bakar derajat I dan II dengan luas < 15% pada orang dewasa. -Luka bakar derajat I dan II dengan luas < 10% pada anakanak. -Luka bakar derajat III dengan luas < 2%. Penderita cukup berobat jalan

Luka bakar sedang -Luka bakar derajat II dengan luas 15-25% pada orang dewasa. -Luka bakar derajat II dengan luas 10-20% pada anak-anak. -Luka bakar derajat III dengan luas < 10% Penderita sebaiknya dirawat

Luka bakar berat -Luka bakar derajat II dengan luas > 25% pada orang dewasa. -Luka bakar derajat II dengan luas > 20% pada anakanak. -Luka bakar derajat III dengan luas > 10%. -Luka bakar yang mengenai tangan, wajah, mata, telinga, kaki, dan genitalia, persendian sekitar ketiak. -Semua penderita dengan inhalasi, luka bakar dengan komplikasi trauma berat, luka bakar resiko tinggi. Penderita harus dirawat

Perawatan Umum
Terapi Cairan Pemberian analgetik yang kuat Pemberian ATS dan Toksoid Pemberian Antibiotik Terapi posisi penderita Fisioterapi Psikoterapi Nutrisi (kalori,protein,dan vitamin)

Pemberian cairan intravena dapat menggunakan rumus


Rumus Evans, pada rumus evans untuk pengganti diberikan :

Elekrolit : NaCl 0,9% atau Ringer Laktat = 1cc/kg/1% untuk 24 jam pertama Protein : Plasma expander (albumin) = 1cc/kg/1% untuk 24 jam pertama Untuk maintenance diberi Dextrose 5% sebanyak 2000 cc

dari jumlah kebutuhan cairan diberikan dalam 8 jam I dan sisanya diberikan dalam 16 jam berikutnya. Waktu pemberian cairan dihitung dari saat terjadi luka bakar. Pada hari ke II diberikan cairan dengan jumlah dari jumlah cairan yang diberikan pada hari I/24 jam.

Rumus Brooke
Hari I diberikan untuk pengganti cairan :
NaCl 0,9% / Ringer Laktat 1,5cc/kg/1%  Plasma expander / kolloid 0,5cc/kg/1%  Dextrose 5% 2L/2000cc  Maintenance cairan


Hari II : NaCl 0,9% / Ringer Laktat 0,5cc/kg/1% Plasma expander / kolloid 0,5cc/kg/1% Maintenance cairan

Rumus Baxter
yaitu : Ringer Laktat = 3-4cc x % luas luka bakar x Berat Badan/ 24 jam dari jumlah kebutuhan cairan diberikan dalam 8 jam I dan sisanya diberikan dalam 16 jam berikutnya. Waktu pemberian cairan dihitung dari saat terjadi luka bakar. Pada hari ke II diberikan cairan dengan jumlah dari jumlah cairan yang diberikan pada hari I/24 jam.

Monitoring sirkulasi : observasi tensi, nadi, kesadaran Monitoring diuresis (dewasa : 30 cc/jam, anak : 1cc/kgBB/jam), CVP, Hb, Ht, elektrolit, ureum, creatinine

Perawatan luka bakar


Perawatan luka bakar tertutup Biasa digunakan antibiotik topikal yang langsung pada luka bakar kemudian tutup dengan kasa steril. Atau menggunakan kasa khusus yang sudah ada antibiotiknya (sufratulle, daryantulle, dll). Kasa pembalut harus ada daya serap dan diganti tiap 8-24 jam, bila basah, berbau dan bila timbul nyeri. Keuntungan: imobilisasi luka lebih sempurna

Perawatan luka bakar terbuka Luka dibiarkan terbuka dan diharapkan sembuh sendiri. Perawatan harus benar-benar steril. Bila terdapat pus, kompres dengan NaCl 0,9%. Keuntungan: luka mudah kering, bakteri sukar berkembang biak, pengawasan luka lebih mudah, tidak perlu ganti verban

Komplikasi luka bakar


Infeksi: Merupakan masalah utama, jika infeksi berat dapat terjadi sepsis. Jika terjadi infeksi beri antibiotik spektrum luas atau dalam bentuk kombinasi. Kortikosteroid jangan diberikan karena bersifat imunosupresif kecuali pada keadaan tertentu misalnya edema laring berat

Curlings Ulcer (tukak Curling): Merupakan komplikasi serius, biasa muncul pada hari ke 5 10. Terjadi ulkus pada duodenum atau lambung, kadang-kadang disertai hematemesis. Antasida perlu diberikan pada penderita luka bakar sedang hingga berat

Gangguan jalan napas: Komplikasi yang biasanya sudah muncul pada hari ke-1. Terjadi akibat inhalasi, aspirasi, edema paru dan infeksi. Penanganannya dengan membersihkan jalan napas, memberikan oksigen trakeostomi, kortikosteroid dosis tinggi dan antibiotik

Konvulsi: Komplikasi paling unik terjadi pada anakanak disebabkan ketidakseimbangan elektrolit, hipoksia, infeksi, obat-obatan, sisanya tidak diketahui. Lain-lain: Kontraktur, gangguan kosmetis

Prognosis pd Luka Bakar


Pemulihan tergantung kepada kedalaman dan lokasi luka bakar Pada luka bakar superfisial (derajat I dan derajat II superfisial), lapisan kulit yang mati akan mengelupas dan lapisan kulit paling luar kembali tumbuh menutupi lapisan di bawahnya. Lapisan epidermis yang baru dapat tumbuh dengan cepat dari dasar suatu luka bakar superfisial dengan sedikit atau tanpa jaringan parut. Luka bakar superfisial tidak menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit yang lebih dalam (dermis)

Luka bakar dalam menyebabkan cedera pada dermis. Lapisan epidermis yang baru tumbuh secara lambat dari tepian daerah yang terluka dan dari sisa-sisa epidermis di dalam daerah yang terluka. Akibatnya, pemulihan berlangsung sangat lambat dan bisa terbentuk jaringan parut