Anda di halaman 1dari 56

Indra Khusus

Dr. W. Winami W., M.Biomed., PA. Bag. Anatomi FK UKRIDA

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

Indra Khusus


Pengecap, penghidu, penglihatan, pendengaran, dan keseimbangan (Taktil merupakan bagian dari sensorik umum) Reseptor sensorik khusus
 

Terlokalisir pada daerah kepala Sel reseptor khusus

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

Chemoreseptor : Pengecap dan Penghidu


  

Pengecap - gustatoria Penghidu olfactoria Receptor bereaksi terhadap zat kimiawi kemoreseptor

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

Pengecap - Gustatoria


Reseptor pengecap


Pada gumma gustatoria


Sebagian besar dijumpai pada permukaan lidah  Terletak di dalam papilla lidah


Dua jenis papilla


Papilla fungiformis  Papilla vallata


W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

Pengecapan dan Jalur Gustatorik




Empat rasa kecap dasar


 

Manis, asam, asin, dan pahit Rasa kelima umami (rasa lezat)

Tidak ada perbedaan struktur antara gumma gustatoria pengecap rasa yang berbeda Daerah lidah yang berbeda menerima sensasi rasa kecap yang berbeda

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

Jalur Gustatorik


Informasi rasa dikirimkan ke cortex




 

Terutama melalui N. facialis dan N. glossopharyngeus Beberapa melalui N. vagus Neuron sensorik bersinaps di medulla oblongatan pada nucleus solitarius

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

Penghidu (Olfaktorik)
 

Reseptor merupakan bagian dari epitel Axon dari epitel olfaktorik




 

Berkumpul menjadi berkas berkas N. olfactorius Menembus foramina cribrosa os ethmoidalis Dipercabangkan dari bulbus olfactorius

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

Receptor Olfactorius

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

Figure 16.3a, b 8

Gangguan Penghidu


Anosmia kehilangan sensasi penghidu karena trauma, influenza, alergi, atau defisiensi zinc Gangguan uncinatus distorsi (bingung) penghidu atau halusinasi olfaktorik


Sering disebabkan rangsangan iritasi jalur olfaktorik Setelah bedah otak atau trauma otak

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

Embriologi Indra Khusus




Perkembangan epitelium olfaktorik dan gumma gustatoria




Epitelium olfaktorik berasal dari plakoda olfaktorik Gumma gustatoria berasal dari stimulasi nervi gustatorik

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

10

Mata dan Penglihatan


Organ visual mata 70% reseptor sensorik berada di mata 40% cortex cerebri terlibat dalam pemrosesan informasi visual 1/6 bagian anterior mata dapat terlihat

  

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

11

Struktur Tambahan Mata


 

Alis rambut kasar pada arcus superciliaris Kelopak mata (palpebra) dipisahkan oleh fissura palpebra


Bertemu pada angulus/canthus lateralis dan medialis Caruncula lacrimalis penonjolan kemerahan pada canthus medialis Planum tarsalis jaringan ikat di dalam kelopak mata Glandula tarsalis modifikasi kelenjar sebasea
W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA 12

Struktur Tambahan Mata




Conjunctiva membrana mukosa transparan




Conjunctiva palpebra Conjunctiva bulbar / ocular Conjunctiva sacci

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

13

Struktur Tambahan Mata




Apparatus lacrimalis menjaga permukaan bola mata tetap lembab




Glandula lacrimalis sekresi cairan lacrimal Saccus lacrimalis mengalirkan cairan lacrimal ke cavum nasi
W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA 14

Otot Bola Mata Ekstrinsik


Enam pasang otot yang mengontrol gerakan bola mata
  

Berorigo pada dinding cavum orbita Berinsersio pada permukaan bola mata Cincin annularis origo dari 4 musculi recti

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

15

Otot Bola Mata Ekstrinsik

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

16

Anatomi Bola Mata




Komponen bola mata berfungsi untuk :


 

Melindungi dan menyokong fotoreseptor Mengumpulkan, memfokuskan, dan memproses cahaya menjadi gambar utuh

 

Polus anterior bagian paling anterior bola mata Polus posterior bagian paling posterior bola mata Dinding external, terdiri dari 3 lapis tunica Cavum internal mengandung cairan/humor
W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA 17

Tunica Fibrosa
 

Bagian bola mata yang paling superficial Terdiri dari dua bagian jaringan ikat


Sclera


5/6 bagian posterior tunica fibrosa

Putih, bagian opak  Memberikan bentuk bola mata dan merupakan tempat insertio otot-otot bola mata otot

Cornea

1/6 bagian anterior tunica fibrosa

 

Limbus pertemuan antara cornea dan sclera Sinus venous sclerosis memungkinkan humor aquos dialirkan ke luar
W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA 18

Tunica Vasculosa
 

Lapisan tengah bola mata Terdiri dari tunica choroidea, corpus ciliaris, dan iris Tunica choroidea berpembuluh darah, membrana berwarna gelap
  

Membentuk 5/6 bagian posterior tunica vasculosa Warna coklat karena ada melanosit Mencegah penyebaran cahaya dalam bola mata

Tunica choroidea berhubungan dengan arachnoid mater dan piamater


W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA 19

Tunica Vasculosa


Corpus ciliaris cincin jaringan tebal yang mengelilingi lensa Terdiri dari musculus ciliaris


Processus ciliari pada permukaan posterior corpus ciliaris Zonula ciliaris / Zinni (ligamentum suspensorium)


Melekat di sekeliling lensa

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

20

Iris
   

Bagian mata yang tampak berwarna Melekat pada corpus ciliaris Terdiri dari otot polos Pupil lubang bulat pada bagian tengah
Musculus sphincter pupillae  M. dilatator pupillae Berfungsi untuk mengubah ukuran pupil


W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

21

Tunica Nervosa (Retina)


 

Retina lapisan paling profunda Terdiri dari dua lapis


 

Lapis terpigmentasi selapis sel melanosit Lapis neural lapisan jaringan saraf


Terdiri dari 3 jenis sel saraf:


  

Sel fotoreseptor Sel bipolar Sel ganglion

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

22

Daerah Khusus pada Retina




Ora serrata retinae




Akhiran lapisan saraf pada margo posterior corpus ciliaris Lapisan berpigmen menutupi corpus ciliaris dan permukaan posterior iris

  

Macula lutea Fovea centralis Discus nervi optici

titik buta / blind spot


23

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

Bola Mata, Potongan Sagital

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

Figure 16.7a 24

Pertengahan Anterior Bola Mata, Tampak Posterior

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

25

Vaskularisasi Retina


Retina menerima darah dari 2 sumber




1/3 bagian luar retina oleh kapiler tunica choroidea 2/3 bagian dalam retina oleh a.v. centralis retinae

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

26

Bilik Dalam dan Cairan Bola Mata


Lensa dan zonula Zinni membagi mata menjadi dua bagian/cavum: Segmen/Cavitas Posterior


Terisi humor vitreous


Cairan jernih dan menyerupai gel  Menghantarkan cahaya  Menyokong permukaan posterior lensa  Mempertahankan tekanan intraokuli


W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

27

Bilik Dalam dan Cairan Bola Mata




Segmen anterior


Terbagi menjadi :
Camera oculi anterior antara cornea dan iris  Camera oculi posterior antara iris dan lensa


Terisi humor aquosus


Selalu diperbaharui  Hasil filtrasi darah  Menutrisi lensa dan cornea

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA 28

Lens


Piringan tebal, transparan, dan bikonveks dipertahankan pada tempatnya oleh zonula ciliaris Epithelium lensa pada permukaan anterior lens Serabut lensa membentuk lengkungan lensa
 

Serabut lens baru selalu ditambahkan Lens membesar seiring usia

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

29

Jaras Visual


 

Sebagian besar informasi visual menuju ke cortex cerebri Berfungsi pada melihat dengan kesadaran Jaras lain menuju ke nuclei di batang otak atau diencephalon

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

30

Jaras Visual ke Cortex Cerebri




Dimulai pada retina


   

Cahaya mengaktivasi fotoreseptor Fotoreseptor mengirimkan impuls ke sel bipolar Sel bipolar mengirim impuls ke sel ganglionik Axon dari sel ganglionik meninggalkan mata dalam bentuk N. opticus Nuclei pada corpus geniculatum lateral thalamus
 

Tractus opticus mengirimkan axon ke:




Bersinaps dengan neuron thalamus Serabut radiatio optica mencapai cortex visual primer

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

31

Jaras Visual ke Otak dengan Lapangan Penglihatan

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

32

Jaras Visual Lain




Beberapa axon dari tractus opticus




Cabang ke batang otak


Colliculus superior  Nuclei pretectalis


Cabang lain dari tractus opticus




Cabang ke nucleus suprachiasmatic

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

33

Embriologi Mata
 

  

Mata berkembang dari kantong yang dibentuk oleh otak Minggu ke-4 vesikel optik muncul dari kediencephalon Ectoderm menebal dan membentuk plakoda lensa Minggu ke-5 vesikel lensa terbentuk keLapisan internal vesikel optik menjadi retina neuralis Lapisan externa vesikel optik menjadi retina berpigmen Fissura optica jalur untuk pembuluh darah
W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA 34

Embriologi Mata

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

35

Gangguan Mata dan Penglihatan




Degenerasi makular terkait usia karena perkembangan pigmen visual pada retina Retinopati prematur
 

Pembuluh darah tumbuh pada bayi prematur Pembuluh darah mempunyai dinding yang lemah menyebabkan perdarahan dan kebutaan

Trakoma

infeksi konjungtiva yang menular

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

36

Telinga Pendengaran - Keseimbangan




Telinga organ reseptor pendengaran dan keseimbangan Terdiri dari 3 bagian :


  

Auris externa berfungsi untuk pendengaran Auris media berfungsi untuk pendengaran Auris interna berfungsi untuk pendengaran dan keseimbangan

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

37

Auris Externa
Terdiri dari :


Auricula (pinna) membantu mengumpulkan suara Canalis auditorius externus dilapisi kulit, mengandung rambut, glandula sebasea, dan glandula seruminosa Membrana Tymphani batas antara auris externa dan interna
W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA 38

Auris Media


Cavum tympani
 

Ruang kecil berisi udara Terletak dalam os temporal

Dinding medial ditembus oleh:


 

Fenestra vestibuli Fenestra cochlea

Tuba auditiva / auditoria / Eustachii menghubungan auris media dan pharynx


W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA 39

Auris Media


Ossicula auditiva tulang terkecil




Malleus melekat pada membrana tympanica Incus antara malleus dan stapes Stapes menggetarkan fenestra vestibuli
W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA 40

Auris Interna
 

Disebut juga labyrinth Terletak dalam pars petrosa os temporal Labyrinthus osseus cavum yang terbagi menjadi :
  

Canalis semicircularis Vestibulum Cochlea

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

41

Auris Interna


Labyrinthus membranaceus
  

Rangkaian kantung dan saluran membran Menempati labyrinthus osseus Terdiri dari 3 bagian
  

Ductus semicircularis Utriculus dan Sacculus Ductus cochlearis

 

Terisi cairan jernih endolymphe Labyrinthus osseus terisi perilimphe

bagian dari LCS

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

42

Labyrinthus Membranaceus

Figure 16.20 W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA 43

Vestibulum
 

Bagian inti labyrinthus osseus Terletak di sebelah medial auris media




Utriculus dan Sacculus




berisi perilymphe

Dua bagian bentuk telur, bagian dari labyrinthus membranaceus  Ditempati oleh macula epithelium sensorik

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

44

Canalis Semicircularis
    

Terletak di sebelah anterior dan posterior vestibulum Canalis semicircularis anterior dan posterior terletak pada bidang vertikal Canalis semicircularis lateralis terletak pada bidang horizontal Ductus semicircularis menempati setiap canalis semicircularis Ampulla membranaceus menempati ampulla osseus


Ditempati struktur yang disebut crista ampullaris

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

45

Struktur dan Fungsi Crista Ampullaris

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

46

Cochlea


Bilik berbentuk spiral pada labyrinthus osseus




Membentuk spiral mengeililingi tulang (modiolus)


 

Lamina spiralis tulang berbentuk spiral dalam modiolus Nervus cochlearis berjalan di tengah-tengah modiolus tengah-

Ductus cochlearis (scala media) reseptor pendengaran




mengandung

  

Terletak antara 2 bilik : scala vestibuli dan scala tympani Membrana vestibularis atas ductus cochlearis Membrana basilaris lantai ductus cochlearis Organon corti reseptor epithelium pendengaran
W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA 47

Cochlea

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

Figure 16.23a-c 48

Jaras Keseimbangan dan Auditorik




Jaras Keseimbangan


 

Menghantarkan informasi posisi dan gerakan kepala Sebagian besar informasi menuju ke pusat otak yang lebih inferior (pusat refleks) Jaras auditorik ascendens Menghantarkan informasi dari reseptor cochlea ke cortex cerebri

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

49

Jaras Auditorik Organon Corti

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

50

Embriologi Telinga
  

 

Dimulai pada minggu ke-4 keAuris interna dibentuk oleh ectoderm Auris media dibentuk dari saccus pharyngealis I Ossicula auditiva dibentuk dari cartilago Auris externa berasal dari sulcus branchialis I
W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA 51

Embriologi Telinga

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

52

Gangguan Keseimbangan dan Pendengaran


  

Mabuk mabuk kendaraan, mabuk laut karena ketidakcocokan input sensorik Sindroma Meniere gangguan keseimbangan berat jumlah endolymphe berlebihan Tuli


Tuli konduksi


Getaran suara tidak dapat disalurkan ke auris interna bisa karena ruptur membrana tympani, otosklerosis, dan otitis media Akibat kerusakan jaras auditorik

Tuli sensorineural


W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

53

Perkembangan Indera Khusus




Penghidu dan pengecap


 

Tajam pada bayi baru lahir Pada dekade 4 kemampuan menurun Fotoreseptor berkembang sempurna pada minggu ke-25 kehamilan keSemua bayi baru lahir mengalami hiperopic Usia 3 bulan gambar terfokus pada retina Usia 6 bulan asosiasi penglihatan mulai muncul Pertambahan usia
  

Penglihatan
    

Lensa semakin tidak jernih Musculus dilator pupillae semakin tidak efisien kerjanya Kemampuan penglihatan menurun tajam setelah usia 70 tahun

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

54

Perkembangan Indera Khusus




Pendengaran


Pada bayi baru lahir


Respon terhadap suara merupakan refleks  Suara frekuensi rendah dan tinggi dapat didengar


Pada lanjut usia


Sel rambut berkurang secara bertahap  Kemampuan mendengar suara frekuensi tinggi perlahan menghilang  Presbiakusis pendengaran berkurang secara bertahap seiring dengan pertambahan usia

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA 55

Sekian

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

56