Anda di halaman 1dari 19

Asuhan Keperawatan dengan

Pola Napas Tidak Efektif

Oleh Kelompok 1:
Asep Mu’man
Heni Mulyani
Irvan Harry Can Brando
Nurul Maya
Sri Lestari
Pola Napas Tidak
Efektif
Kategori : Fisiologis
Subkategori : Respirasi

2
Pola napas tidak efektif
(D.0005) adalah inspirasi
dan/atau ekspirasi yang tidak
memberikan ventilasi
adekuat
3
● Depresi pusat pernafasan ● Penurunan energi
● Hambatan upaya nafas (mis ● Obesitas
Penyebab nyeri saat bernafas, kelemahan
● Posisi tubuh yang menghambat
otot pernafasan)
ekspansi paru
● Deformitas dinding dada
● Sindrom hipoventilasi
● Deformitas tulang dada
● Kerusakan inervasi diafragma
● Gangguan neuromuscular (kerusakan saraf C5 keatas)
● Gangguan neurologis (EEG ● Cedera pada medulla spinalis
positiif, cedera kepala,
● Efek agen farmakologis
gangguan kejang)
● Kecemasan
● Imaturitas neurologis

4
Gejala dan Tanda Mayor

Subjektif Objektif
1. Dispneu 1. Penggunaan otot bantu pernafasan
2. Fase ekspirasi memanjang
3. Pola nafas abnormal (mis. Takipneu, bradipneu,
hiperventilasi, kussmaul, chyene-stokes)

5
Gejala dan Tanda Minor
Subjektif Objektif
1. Ortopnea 1. Pernafasan pursed-lip
2. Pernafasan cuping hidung
3. Diameter thorax anterior-posterior meningkat
4. Ventilasi semenit menurun
5. Kapasitas vital menurun
6. Tekanan ekspirasi menurun
7. Tekanan inspirasi menurun
8. Ekskursi dada berubah

6
Kondisi Klinis
Terkait
1. Depresi system
saraf pusat 5. Multiple sclerosis
2. Cedera kepala 6. Stroke
3. Trauma thoraks 7. Kuadriplegia
4. Gullian bare 8. Intoksikasi alkohol
syndrome

7
Contoh Kasus Pasien
dengan pola napas tidak
efektif
8
A.
Data Pengkajian : PENGKAJIA
Pasien Ny. S, usia 36 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dengan
N dan kedua kaki bengkak. Klien
keluhan: klien mengatakan nafas sesak
dianjurkan untuk dilakukan hemodialisis. Klien dan keluarga diberikan
penjelasan oleh petugas kesehatan dan keluarga menyetujui dilakukan
tindakan Hemodialisis dan persiapan hemodialisis dilakukan.

Tanda-tanda vital dan hasil pemeriksaan :


TD 160/100 mmHg, Nadi 100x/menit, Respirasi 30x/menit, Suhu 36,3°C,
SpO2 98% terpasang oksigen NRM 10 L/menit, Ureum 220 mg/dl, Creatinin
12 mg/dl, HB 8,2 g/dl, HbsAg Neg (-), anti HIV neg (-), edema ekstremitas
+/+, Ronchi +/+, pernafasan cepat dan dangkal dan tampak adanya
penggunaan oto bantu nafas

9
Resep
Hemodialisis
Time dialysis 3 jam
UF Goal 2000 ml
QB 200 ml/menit
QD 500 ml/menit
Heparinisasi standar

10
B. Analisa Data
Data Fokus Etiologi Masalah
Keperawatan
Data Subjektif: Penyakit ginjal kronis Pola napas tidak
Klien mengatakan nafas sesak dan ↓ efektif
kedua kaki bengkak Kadar HcO3 rendah

Data Objektif: PH darah menjadi asam
Klien tampak sesak, frekuensi 30 ↓
x/menit, SpO2 98% menggunakan Asidosis metabolic
oksigen NRM 10 liter/menit, bunyi ↓
nafas ronchi, edema ekstremitas, Penumpukan CO2 dalam
pernafasan cepat dan dangkal serta darah
tampak menggunakan otot bantu ↓
pernafasan Hiperventilasi

Hambatan upaya nafas

11
C. Diagnosa
Keperawatan
Pola nafas tidak efektif berhubungan
dengan hambatan upaya nafas

12
D. Intervensi Keperawatan
Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Keperawatan

Pola nafas tidak efektif


Setelah dilakukan intervensi
berhubungan dengan
selama sesi HD, pola nafas Manajemen Jalan nafas (I.01011)
hambatan upaya nafas
efektif dengan kriteria hasil Observasi:
(D.0005)
(L.01044): • monitor pola nafas
• Dispneu menurun • Monitor bunyi nafas tambahan
• Penggunaan otot bantu • Monitor sputum
pernafasan menurun Terapeutik :
• Frekuensi naafas membaik • Pertahankan kepatenan jalan nafas
• Posisikan semi fowler atau fowler
• Berikan minum hangat

13
Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Keperawatan

• Lakukan fisioterapi dada jika perlu


• Lakukan penghisapan lendir
kurang dari 15 detik
• Berikan oksigen
Edukasi :
• Ajarkan teknik batuk efektif
Kolaborasi :
• Kolaborasi dalam pemberian
bronkodilator
• Kolaborasi dalam peresepan
hemodialisis

14
Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Keperawatan

Pola nafas tidak efektif


Setelah dilakukan intervensi
berhubungan dengan
selama sesi HD, pola nafas Pemantauan respirasi (I.01014)
hambatan upaya nafas
efektif dengan kriteria hasil Observasi:
(D.0005)
(L.01044) : • Monitor frekuensi,
• Dispneu menurun irama,kedalaman dan upaya nafas
• Penggunaan otot bantu • Monitor pola nafas
pernafasan menurun • Monitor kemampuan batuk efektif
• Frekuensi naafas membaik • Monitor adanya produksi sputum
• Auskultasi bunyi nafas
• Monitor saturasi oksigen

15
Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Keperawatan

• Monitor nilai AGD


• Monitor x-ray thorax
Terapeutik:
• Atur interval pemantaun respirasi
sesuai kondisi pasien
Edukasi:
• Jelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan
• Dokumentasikan hasil pemantauan

16
E. Implementasi Keperawatan
Implementasi
1. Memonitor pola napas
2. Memonitor frekuensi, kedalam dan upaya napas
3. Memonitor adanya produksi sputum
4. Mengauskultasi bunyi napas tambahan
5. Memonitor saturasi oksigen
6. Berikan posis fowler atau semi fowler
7. Pertahankan pemberian oksigen sesuai indikasi
8. Memonitor nilai Anallisa Gas Darah
9. Kolaborasi pemberian terapi
10. Kolaborasi dalam peresepan HD
F. Evaluasi Keperawatan
Evaluasi
S:
Klien mengatakan sesak berkurang
O:
Klien masih tampak sesak, Respirasi 24 x/menit, Saturasi oksigen 99% menggunakan nasal
kanul 4-5 liter /menit, Penggunaan oto bantu pernafasan berkurang
A:
masalah pola napas tidak efektif teratasi sebagian
P:
Lanjutkan tindakan manajemen jalan napas dan pemantauan respirasi
Terimakasih