Anda di halaman 1dari 46

ASUHAN KEPERAWATAN

JANGKA PANJANG PADA


PASIENHD DENGAN ANEMIA

Fransiska Sri Watini


Gagal Ginjal Kronik

Cairan Uremia Anemia

Gangguan ke berbagai sistem

Hemodialisis
PEMBAHASAN

Definisi Anemia
Penyebab Anemia
Tanda dan Gejala Anemia
Dampak Anemia
Penatalaksanaan Anemia
1. Definisi Anemia
 Istilah yang menunjukan rendahnya sel darah
merha dan kadar Hb dan hematokrit di bawah
normal. (Smeltzer,2002).

 Berkurangnya sel darah merah atau kurangnya


nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel
darah merah yang mengakibatkan penurunan
kapasitas pengangkut oksigen darah, (Duenges,
1999)
ANEMIA
 Laki-laki: Hb < 14 g/dl

 Perempuan: Hb < 12 g/dl


Source : WHO
DEFINISI ANEMIA & ANEMIA
RENAL
PERNEFRI : ANEMIA  jika kadar Hb <14 g/dl (laki-laki) atau
<12 g/dl (perempuan)
KDIGO, 2012: ANEMIA  jika kadar Hb <13 g/dl (laki-laki)
atau
<12 g/dl (perempuan)

ANEMIA RENAL  anemia pada penyakit ginjal kronik yang


terutama disebabkan penurunan kapasitas produksi eritropoetin

Konsesus Manajemen Anemia pada Penyakit Ginjal Kronik. PERNEFRI. 2011, KDIGO 2012
PENYEBAB ANEMIA
RENAL 90% dibentuk
di ginjal
Defisiensi eritropoietin

Hyperparatiroidisme Defisiensi Besi


sekunder
Anemia

Inflamasi / Infeksi Malnutrisi

Masa hidup eritrosit


pendek
Lanjutan
b. Kehilangan darah
 Akut karena perdarahan.
 Kronis karena perdarahan.

c. Bahan baku untuk membuat


eritrosit tidak
ada (penyebab tersering
karena kekurangan gizi).

d. Anemi Defisiensi besi


ANEMIA PADA PENYAKIT
GINJAL KRONIK(ANEMIA
RENAL) Pasien PGK Stage V
Orang sehat Pasien PGK ( Hemodialisa)

Hb: pria: 14–16 g/dL Hb: < 11 g/dL Hb: 7–9 g/dL
wanita: 12–14
g/dL
3. Tanda Dn Gejala

kelemahan,

 Nyeri dada/
Berdebar Kelelahan, Pusing,
Lanjutan

Kulit dan membrane mukosa pucat Cepat lelah


/letih/ lesu
Cepat mengantuk
Sakit kepala
Kapasitas berolahraga
menurun
Sesak nafas
Nafsu makan menurun
Gairah seksual menurun
Sensitif terhadap udara
dingin
Susah berkonsentrasi
Jantung berdebar-debar
KENAPA ANEMIA HARUS DI
DITANGANI?
 LVH , prediktor peny. KV
 Perawatan RS 
 Kapasitas aerobik 
 Fs. Kognitif 
 Kualitas hidup 
 Morbiditas 
 Mortalitas 

Prognosis PGK
buruk
4. Dampak Anemia

Gangguan SESAK NAFAS


Cardiovaskuler
TAHAP PENATALAKSANAAN ANEMIA
RENAL

Pengkajian anemia

Pengkajian status besi

Terapi besi (bila ada defisiensi besi) Terapi

EPO

Penatalaksanan terapi EPO resisten


1. Pengkajian Anemia Renal
BAGAIMANA LANGKAH PENGKAJIAN
ANEMIA RENAL?

Cari penyebab anemia :

Anamnesis :

Perdarahan

Laboratorium :
* Hb, Ht, L, Trombosit
(hitung retikulosit)
* Morfologi eritrosit

* Analisis status besi

* Feses darah samar


2. Pengkajian Status Besi
PENGKAJIAN STATUS BESI
:
1. Saturasi transferin (ST)

ST = SI / TIBC x 100%

Serum Iron (SI)= Kadar besi serum

Total iron binding capacity


(TIBC)= Kapasitas ikat

besi

total

2. Feritin serum (FS)


Anemia Renal

Status besi cukup Anemia def. besi


• ST  20%
• SF  100 ng/mL

A. def. besi fungsional A. def. besi absolut


• ST < 20% • ST < 20%
Cat : • FS  100 ng/mL • FS < 100 ng/mL
HD : FS ≥ 200 ng/mL
3. Terapi Besi
KONSENSUS
PERNEFRI
2011
4. Terapi ESA
KAPAN TERAPI ESA DIMULAI
KONSENSUS PERNEFRI 2011

 Indikasi : Hb < 10 g/dL & penyebab anemia lainnya sudah


disingkirkan (target HB: 10-12 g/dL, tidak boleh > 13 g/dL)

 Syarat :
 Tidak ada anemia defisiensi besi absolut, yaitu:
 ST <20% dan
 FS <100 ng/ml
 Tidak ada infeksi yang berat

 Kontraindikasi : Hipersensitivitas
 Keadaan yang perlu diperhatikan: hipertensi & hiperkoagulasi
RUTE PEMBERIAN
EPO
Pre-HD HD CAPD Transplant
SC SC / IV SC SC
SUBKUTAN TETAP MENJADI CARA
PEMBERIAN YANG PALING DISARANKAN
BERDASARKAN BERBAGAI GUIDELINE
Berdasarkan:

 Efikasi dan
kenyamana
n

 Keamanan
&
tolerabilitas

 Cost
effectiveness
JENIS-JENIS
EPOETIN:
 Epoetin alfa

 Epoetin beta

 Cera
EFEK SAMPING TERAPI
ESA
Hipertensi

Reaksi hipersensitivitas terhadap

EPO PRCA: Pure red cell aplasia.

Kejang

(Biasanya bila kenaikan Hb terlalu


cepat)
ANEMIA DEFISIENSI
BESI
intake tidak
adekuat,
malabsorpsi, Kehilangan zat besi akibat
kehilangan perdarahan menahun
darah dan
hemolisis
TEMUAN
LABORATORIU
M
• Retikulosit ↑
• Hb/Ht normal pada awal
pendarahan, kemudian

Perdarahan Saluran
Cerna, • MCV normal pada awal,
menorrhagia, segera ↓ setelah pendarahan
epistaksis, trauma • Kadar Ferritin dan zat Besi ↓
TEMUAN
….
Defisiensi Besi Retikulosit ↓, Ferritin ↓,
Saturasi Besi ↓, MCV ↓,
TIBC ↑
Defisiensi Vit B 12 Kadar Vit B 12 ↓
(megaloblastik) MCV ↑, As. Folat ↓
Penurunan produksi Eritropoetin ↓, MCV dan
eritropoetin (Disfungsi MCHC normal, kreatinin ↑,
renal) Zat besi ↓, TIBC ↓
Kanker, Inflamasi MCV dan MCHC normal
Eritropoetin Normal/ ↓
Ferritin ↑, saturasi besi ↑
TEMUAN
…. Hemolitik

Ggn eritropoesis (anemia MCV ↓,


sickle sel, thalasemia, SDM berfragmen
hemoglobinopati lain) Retikulosit ↑
Hipersplenisme (hemolisis) MCV ↑

Anemia karena obat Bervariasi tergantung


obat
Anemia Autoimun Spherosit ↑

Anemia karena katub SDM berfragmen/


buatan pecah
PENATALAKSANAAN
MEDI
S
• Menghilangkan/mengontrol
faktor penyebab
• Menghilangkan manifestasi
klinis
TUJUA • Mencegah komplikasi

N
……
MEDIS
Terapi Oksigen Transfusi Darah
• Kompensasi • Terutama pada
berkurangnya kehilangan darah
pengangkut oksigen akut (Hb < 7gr/dl)
dan membantu atau yang tidak
mengurangi kerja respon terhadap
jantung pengobatan lain.

Pemberian transfusi jangka panjang berisiko tinggi kelebihan


zat
besi (kardiomiopati, perikarditis, aritmia, GJK, insufisiensi tiroid,
malfungsi pankreas dan endokrin, fibrosis hepar, perubahan
warna kulit)
…..MEDI
S

Eritropoetin Diet tinggi


• Injeksi subkutan zat besi
untuk mengobati • Pada penyakit
penyakit kronik Zat besi
defisiensi nutrisi
anemia. Sumsum atau kehilangan dan vit
tulang harus darah, nutrisi B 12
mampu dapat
memproduksi SDM meningkatkan
dan harus produksi SDM
tersedia nutrien
Asuhan Keperawatan
Pada Klien Penyakit Ginjal
Kronik Stage V dengan
Anemia
PENGKAJIA
N Riwayat penggunaan obat yang
mempengaruhi sumsum tulang dan
metabolisme asam folat

Riwayat penggunaan alkohol (jumlah dan


lamanya)

Riwayat keluarga

Aktifitas

Nutrisi:
Defisiensi esensial: Zat besi, asam folat, Vit B
12 Sosial ekonomi rendah
Vegetarian ketat tanpa suplemen Vit B 12
PENGKAJIA
N

Pola kesehatan fungsional


Persepsi kesehatan, manajemen
kesehatan Nutrisi, metabolik
Eliminasi
Aktifitas, latihan
Kognitif, persepsi
Seksualitas,
reproduksi
PEMERIKSAA
FISI
N Status kardiologi
K Kadar Hb yang rendah
memacu jantung
untuk memompa lebih
cepat dan kuat

Gejala:
Takikardi,
palpitasi,
dispnea, pusing,
orthopnea

Tanda:
kardiomegali,
hepatomegali
, Edema
perifer
PEMERIKSAAN
…. • Keluhan: Mual/muntah,
melena, diare,
anoreksia, glossitis
Sistem • Pemeriksaan Feses:
ditemukan darah
pencernaan • Kaji periode dan jumlah
menstruasi pada
wanita

Sistem • Parestesia, ataksia,

neurologi
koordinasi buruk,
bingung
MASALAH
KEPERAWATAN
Gangguan perfusi jaringan perifer b.d
penurunan komponen seluler pengangkut O2,
gangguan pengikatan oksigen oleh
hemoglobin

Aktivitas Intolerans b.d ketidakseimbangan


suplai dan kebutuhan O2

Gangguan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh


b.d gangguan pencernaan atau
ketidakmampuan mencerna/menyerap nutrisi
yang penting dalam pembentukan sel darah
merah normal
MASALAH
…. Resiko tinggi gangguan integritas kulit
b.d perubahan sirkulasi dan neurologi,
gangguan mobilisasi, defisiensi nutrisi

Konstipasi / diare b.d penurunan


masukan, perubahan proses
pencernaan, efek samping obat

Resiko tinggi infeksi b.d


ketidakadekuatan pertahanan seluler
dan ketidakadekuatan pertahanan
primer
•Meningkatkan perfusi
jaringan
•Memenuhi kebutuhan
dan nutrisi
Prioritas •Mencegah
Keperawata komplikasi
n • Memberikan
informasi mengenai
proses penyak it,
prognosis dan
pengobatan
TUJUAN
PERAWATAN
ADL terpenuhi
secara mandiri atau
dibantu

Komplikasi dapat
dicegah/dikurangi

Proses penyakit,
prognosis dan
pengobatan
dipahami
GANGGUAN
PERFUSI JARINGAN
PERIFER
Perawatan sirkulasi

Pengaturan hemodinamik

Manajemen cairan dan

elektrolit Manajemen sensasi

perifer Monitoring tanda vital

Terapi oksigen
KESIMPULA
N

Terapi
anemia
• QOL yang lebih
yang baik, Memperbaiki
optimal mengurangi survival
akan komorbiditas(mis
memperbaiki al: penyakit
jantung)
outcome
pasien
Mari kita
Bekerja dengan senang
hati
hati-hati
Tapi
Tidak sesuka hati

Sekian dan Terimakasih