Anda di halaman 1dari 17

PENGKAJIAN LUKA

Pesantren Ramadhan 2017


JENIS LUKA

AKUT KRONIK
 Adanya kuman diluka
meningkatkan beban
BIOBURDEN (burden) dari lukanya
sehingga
menghambat
penyembuhan luka:
LUKA KRONIK

 Klasifikasi:
 Kontaminasi
 Kolonisasi
 Kritikal kolonisasi
 Infeksi
LIHAT LUKA
 Holistic
assessment

 Etiology

 USIA LUKA

 Faktor yang
menghambat
penyembuhan
ASSESSMENT
 Wound assessment
 Location
 Stage
 RYB
 Type of tissue
 Pengukuran
luka
 Cairan luka
 Odor
 Wound edge
 Periwound skin
 Tanda infeksi
 wound pain
LOCATION
GAMBARAN STADIUM PADA LUKA
STAGES I - IV
RYB
Red – Yellow - Black
Menilai DASAR LUKA
dengan mudah untuk
percepatan KESEMBUHAN
LUKA

Courtesy from Ahmad-GOCARE


PENGUKURAN LUKA / DIMENTION

 Panjang X lebar X
kedalaman

 Ada tidaknya
undermining / goa, yang
diukur sesuai dengan arah
jarum jam.
DIGAMBAR
CAIRAN LUKA - What is it?

Blood Inflammation

Chronic wound fluid Product of infection


TANDA INFEKSI ?

 Proses inflamasi /
peradangan yang
memanjang :
kemerahan, odema,
nyeri, panas
 LUKA KRONIK

 Eksudatif, berwarna
seroanginosa,

 berbau tidak sedap


 Hasil kultur infeksi
DOKUMENTASI FOTO
DOKUMENTASI
Pengkajian:
Ps. Datang pukul 10.00. Secara
keseluruhan kondisi pasien relatif
kurang baik, gelisah, nyeri pada luka
saat disentuh. BP : 150/100 mmHg,
GDS 528, antibiotik sistemik dari
dokter masih dilanjutkan.
Kami temukan : Luka DM, akral perifer
kiri dan kanan dingin, sianosis, pucat,
alopecia, tipis dan kering.
Luka di KAKI, ½ luas plantar8X6 ,
exudat minimal purulent dan
malodour. Warna dasar luka 80%
MERAH 20 % KUNING , STAGE II Tanda
infeksi (+).
Management : 3M
 Procedur:
 Mencuci dengan anticeptic solution
 Evakuasi eksudat dan bau
 (T) Debridemang dengan Autolysis
debridemang
 kontrol infeksi dg pemberian antibiotik
dan nutrisi dg kolagen fish 10 gr/day
 (M) dressing moist dg Metcovazin,
calcium alginate
 menghindari maserasi pda tepi luka,
perencanaan ganti balutan @ 2 hari
sekali
 (JIKA ADA) penatalaksanaan sistemik
dalam pemberian antibiotik dengan
pasca hasil kultur terlampir.
 VIDEO