Anda di halaman 1dari 35

PRESENTASI AUDITING DAN JASA ASSURANCE

Rencana Audit dan Program Audit secara keseluruhan


Mengenai

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Tim Penyusun : Rahadian Rachmanto Utomo ( 0814190293 Holan Romansah ( 0814190188 Harmawan ( 0814190156 Cony Sofyani ( 0814190145 Aditya Putra ( 0814190016 Marcel Yoka ( 0814190375 Ibu. Sri Kurniawati, S.E., M.M. Pemeriksaan Akuntansi 1 Kamis 07.50 AB.401

) ) ) ) ) )

Dosen : Matkul: Hari :

Chapter 13 Rencana Audit dan Program Audit Secara Keseluruhan

PENDAHULUAN .

Jenis Pengujian Audit ( Audit Testing )


Dalam Mengembangkan keseluruhan rencana audit , Auditor memiliki lima jenis pengujian (Testing) yang dapat digunakan untuk menentukan apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar.

Pengujian tersebut meliputi : Prosedur untuk Memperoleh Pemahaman atas Internal Control Tests of Controls (Uji Pengendalian) Substantive Test of Transactions (Uji Substantif atas Transaksi) Analitycal Procedure (Prosedur Analitis) Detail Test of Balances (Pengujian Terinci atas Saldo)

Model Prosedur Audit dan Risiko Audit Model Risiko Audit



AAAR AR IR x CCR IR x R

= PDR

Pengujian Substansif Bukti yg tepat Pengujian Prosedur Atas Pengujian atas rincian mencukupi menurut GA Yg saldo + Pengendalian analisis transaksi

Prosedur untuk memperoleh pemahaman atas internal control aspek rancangan Auditor harus memahami efektivitas

dan operasional dari pengendalian intern. Lima jenis prosedur audit yang berhubungan dengan pemahaman auditor terhadap pengendalian intern yaitu: Memperbaharui dan mengevaluasi pengalaman auditor terdahulu Meminta keterangan dari personil klien Membaca manual sistem dan kebijakan klien Menguji dokumen dan arsip Mengamati aktivitas dan operasional entitas

Tests of Controls (Uji Pengendalian)


Test of controls (TOC) merupakan prosedur yang digunakanuntuk menguji efektivitas kebijakan dan prosedur pengendalian yang diterapkan untuk menilai control risk (risiko pengendalian) Pengujian ini meliputi jenis prosedur audit sbb: Meminta keterangan dari personil klien Menguji dokumen, arsip, dan laporan Mengamati aktivitas yang terkait dengan pengendalian Melaksanakan kembali prosedur klien Contoh: Menyamakan invoice supplier dengan purchase order dan receiving report sebelum menyetujui pembayaran invoice Memeriksa kartu absensi karyawan sebelum menyetujui pembayaran uang lembur

Substantive Test of Transactions (Uji Substantif atas Transaksi substantif (Substantive Pengujian )

Test) adalah perosedur yang digunakan untuk menguji salah saji moneter (dalam satuan mata uang) yang secara langsung mempengaruhi ketepatan dari saldo laporan keuangan.

Substantive test terdiri dari: (1) Substantive test of transactions, dan (2)Detail test of balances Substantive test of transactions (STOT) merupakan prosedur yang digunakan untuk menguji salah saji moneter (monetary misstatement) untuk menentukan apakah 6 transaction-related audit objective (tujuan audit terkait

Transaction-related audit objective (tujuan audit terkait dengan transaksi) meliputi: (1) existence, (2) completeness, (3) accuracy, (4) classification, (5) timing, (6) posting & summa rization. Contoh: untuk sebuah transaksi penjualan, STOT dilakukan untuk menguji apakah transaksi tersebut telah dicatat secara tepat. Diuji apakah telah dijurnal dan jumlah yang akurat, dicatat pada periode yang tepat, digolongkan secara tepat, di-summarized dan diposting ke ledger yang tepat

Analitycal Procedure (Prosedur Analitis)

Jik a m e ra sa y a k in b a h w a p ro se d u r a n a litis m e n u n ju k k a n k e m u n g k in a n a sa la h sa ji y a n g la y a k , a u d ito r d a p a t m e la k sa n a k a n p ro se d u r a n a litis ta m b a h a n a ta u m e m u tu sk a n u n tu k m e m o d ifik a si p e n g u jia n rin cia n sa ld o . A p a b ila d e n g a n m e n g g u n a k a n p ro se d u r a n a litis a u d ito r d a p a t m e n y im p u lk a bahw a sa ld o akun k lie n te rlih a t la y a k , m a k a p e n g u jia n rin cia n sa ld o dapat d ia b a ik a n . S ta n d a r a u d itin g m e n y a ta k a n b a h w a p ro se d u r a n a litis m e ru p a k a n je n is p e n g u jia n su b sta n tif, a p a b ila d ila k sa n a k a n u n tu k m e m b e rik a n b u k ti te n ta n g sa ld o a k u n

Detail Test of Balances (Pengujian Terinci atas Saldo)


Detailed test of balance (DTOB) merupakan prosedur yang digunakan untuk menguji salah saji moneter (monetary misstatement) untuk menentukan apakah 9 balance-related audit objec tive (tujuan audit terkait dengan saldo) telah terpenuhi.DTOB berfokus pada saldo akhir ledger, baik untuk neraca maupun laba-rugi, dengan penekanan utama pada angkaangka di neraca saldo. Balance-related audit objective (tujuan audit terkait dengan saldo) meliputi: (1) existence, (2) completeness, (3) accuracy, (4) classification, (5) cut-off, (6) detail tie-in, (7) realizable value, (8) right&obligations, (9) presentation&disclosure Contoh: meliputi konfirmasi sa ldo kepada pelanggan untuk piutang dagang, pengujian fisik persediaan.

Contoh: Pengujian Audit dalam Siklus Penjualan dan Penerimaan Kas


SALES Account Receivable Cash In Bank

SALES Transactions
Audited by TOC, STOT, & AP

Cash receipts transactions


Audited by TOC, STOT, & AP

Audited by AP & TDB

TOC + STOT + AP + TDB = Bukti yg tepat yg mencukupi sesuai GAAS

Urutan jenis pengujian audit dari yang paling tinggi biaya relatifnya adalah: 1. Pengujian Rincian saldo 2. Pengujian substansive atas transaksi 3. Pengujian pengendalian 4. Prosedur analisis

Biaya Pengujian

Prosedur analitis Prosedur analitis dianggap paling murah karena relatif mudah dihitung dan dibandingkan. Seringkali, informasi yang cukup banyak tentang salah saji yang potensial dapat diperoleh dengan hanya membandingkan dua atau tiga angka. Prosedur penilaian risiko, Termasuk Prosedur Untuk memahami pengendalian internal.Prosedur ini tidak semahal pengujian audit lainnya karena auditor ddengan mudah dapat melakukan tanya jawab dan pengamatan serta melaksanakan analitis perencanaan Pengujian pengendalian Karena pengujian pengendalian juga melibatkan tanya jawab , pengamatan, dan inspeksi, biaya relatifnya juga lebih rendah dibandingkan pengujian substansif. Namun pengujian pengendalian jauh lebih mahal dibanding prosedur penilaian risiko auditor karena luas pengujian yang diperlukan jauh lebih besar untuk mendapatkan bukti bahwa pengendalian telah beroperasi secara efektif, terutama bila pengujian pengendalian melibatkan pelaksanaan ulang. Pengujian substantif atas transaksi Pengujian substansif atas transaksi lebih mahal dibandingkan pengujian pengendalian yang tidak mencakup pelaksanaan ulang , karena seringkali memerlukan rekalkulasi dan penelusuran. Namun, dalam lingkungan yang terkomputerisasi, auditor seringkali dapat

Cre

ate

d B y : Rah adi an

Pengujianrinciansaldo hampirselalulebihmahaldibandingkanjenis

proseduryanglain,karenabiayaprosedur misalnyauntukmengirimkankonfirmasidan menghitungpersediaan.Karenatingginyabiaya pengujianrinciansaldo,biasanyaauditor mencobamerencanakanaudituntuk meminimalkanpenggunaannya.

Hub. Antara Prosedur Audit Selanjutnya dan Bukti Audit

Bukti Audit
Ta n ya Ja w a b d g n Klie n Pe m e riks a a n Fis ik Pe lks a n a a n Ula n g Pro s e d u r An a lit is Do ku m e n t a s i Pe n g a m a t a n Re ka lku la s i Ko n firm a s i

Prosedur Audit Selanjutnya

ia n (t e rm a s u k p ro s e d u r u n t u k m e m a h a m i p e n g e n d a lia n in t e rn Pe n g u jia n Su b s t a n s if a t a s Tra n s a ks i Pro s e d u r An a lit is Pe n g u jia n rin c ia n s a ld o

Risiko Pengujian dalam Audit Process


Substantive Testing of Transactions

Tests of Details of Balances

Umumnya, akan lebih efisien Untuk menguji (assess)control risk (risiko pengendalian)pada level yang lebih tinggi dengan melakukan tests of controls. Hal ini tergantung dari perbandingan biaya untuk melakukan TOC dibandingkan substantive test yang mungkin timbul dari control risk yang tinggi.

Jika planned detection risk (PDR) rendah, serta inherent risk (IR) dan control risk (CR) tinggi, maka rencana pengujian details of balances harus tinggi

Trade-Off Antara Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif

Ada trade-off antara pengujian pengendalian dan pengujian substantif. Selama tahap perencanaan, auditor memutuskan apakah akan menilai risiko pengendalian di bawah maksimum. Jika melakukannya, auditor kemudian harus melaksanakan pengujian pengendalian untuk menentukan apakah penilaian tingkat risiko pengendalian itu didukung. (Auditor harus selalu melaksanakan pengujian pengendalian dalam audit pengendalian internal atas pelaporan keuangan). Jika pengujian pengendalian mendukung penilaian risiko pengendalian, risiko deteksi yang direncanakan dalam model risiko audit akan meningkat, dan karenanya, pengujian substantif yang direncanakan dapat dikurangi. Gambar 13-3 menunjukan hubungan antara pengujian substantif dan penilaian risiko pengendalian (termasuk pengujian pengendalian)

Audit Assurance dari Pengujian Substansif dan Pengujian Pengendalian Tingkat Kefektivitasan Pengendalian Internal yang berbeda C3 Audit Assurance dari Assurance yang Dapat diterima penilaian risiko peng C2 endalian dan Audit Assu C1 Pengujian pengen rance dari dalian pengujian Substansif Tidak Ada A C B Assurance EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL
Pengendalian Pengendalian Lemah Kuat c1 : Tidak bergantung pada pengendalian c2 : Sebagian bergantung pada pengendalian c3 : Maksimum bergantung pada pengendalian

Variasi Bauran Bukti


Pengujian Pengujian Pengendalian Substansif atas transaksi E S M M N E M E Prosedur Analitis E E M E Pengendalian Rincian Saldo S M E E

Audit 1 Audit 2 Audit 3 Audit 4

E = ju m la h p e n g u jia n ya n g e ks t e n s if; M = ju m la h p e n g u jia n s e d a n g ; S = ju m la h p e n g u jia n ke c il; N = Tid a k a d a p e m g u jia n

Analisis Audit 1 Klien ini adalah sebuah periusahaan besar memiliki pengendalian internal yang canggih dan risiko inheren yang rendah. Karena itu, auditor melaksankan pengujian pengendalian yang ekstensif dan sangat mengandalkan pada pengendalian internal klien untuk mengurangi pengujian sunstantif. Prosedur analitis substantif yang ekstensif juga dilaksanakan untuk mengurangi pengujian substantif lainnya. Jadi, pengujian substantif atas transaksi dan pengujian rincian saldo dapat diminimalkan. Karena menekankan pada pengujian pengendalian dan prosedur analitis substantif, audit ini dapat dilakukan relatif murah. Audit ini cenderung menyajikan bauran bukti yang digunakan dalam audit terpadu laporan keuangan sebuah perusahaan publik dan pengendalian internal keuangan.

Analisis Audit 2 Perusahaan ini berukuran sedang, yang memiliki sejumlah pengendalian dan beberapa risiko inheren. Auditor telah memutuskan untuk melakukan pengujian dalam jumlah sedang bagi semua jenis pengujian kecuali prosedur analitis substantif, yang akan dilaksanakan secara ekstensif. Pengujian yang lebih ekstensif akan diperlukan jika di temukan risiko inheren yang spesifik.

VA RI AS I Analisis Audit 4 pada audit ini BA Namun, audtor mungkinRencana awal penyimpanganadalah mengikuti pendekatan yang digunakan dalam audit 2. menemukan pengujian pengendalian yang ekstensif dan salah saji yang substantif. Karena UR signifikan meskipun melakukan pengujian substantif atas transaksi dan prosedur analitisekstensif dilakukan itu, auditor menyimpulkan bahwa pengendalian internal tidak efektif. Pengujian rincian saldo yang untuk mengoffset hasil pengujian lain yang tidak dapat diterima. Biaya audit ini lebih tinggi karena pengujian pengendalian AN dan pengujian substantif atas transaksi telah dilakukan tetapi tidak dapat digunakan untuk mengurangi pengujian rincian BU salldo KTI

Analisis Audit 3 Perusahaan ini berukuran sedang tetapi mempunyai segelintir pengendalian yang efektif dan risiko inheren yang signifikan. Manajemen mungkin telah memutuskan bahwa memiliki pengendalian internal yang lebih baik tidak efektif dari segi biaya. Karena tidak memiliki pengendalian internal yang efektif kita dapat mengasumsikan bahwa perusahaan ini mungkin sebuah perusahaan non publik. Tidak ada pengujian pengendalian yang dilakukan karena ketergantungan pada pengendalian internal dianggap tidak tepat apabila pengendalian itu tidak mencukupi bagi sebuah perusahaan nonpublik. Auditor menekankan pada pengujian rincian saldo dan pengujian substantif atas transaksi, tetapi beberapa prosedur analisis substantif juga dilakukan. Prisedur analitis substantif biasanya dilakukan untuk mengurangi pengujian substantif lainnya karena prosedur itu memberikan bukti tentang kemungkinan salah saji yang material dalam saldo akun, prosedur analitis tambahan tidak efektif dari segi biaya. Biaya audit ini cenderung tinggi karena diperlukan jumlah pengujian substantif yang terperinci.

DE SI G RA NE HA D B DIA Y : N

RANCANGAN AUDIT PROGRAM

A. T ests of Controls and Substantive T ests of Transactions


Empat langkah pendekatan ketika auditor merencanakan untuk mengurangi assessed control risk (risiko pengendalian):

Menggunakan transaction related audit

objectives (tujuan audit terkait transaksi) terhadap kelas transaksi yang diuji, misalkan penjualan. Mengidentifikasi pengendalian utama (key controls) yang dapat mengurangi control risk pada setiap transaction-related audit objective. Tests of controls yang tepat disusun untuk seluruh internal controls yang digunakan untuk mengurangi penilaian awal terhadap control risk dibawah maksimum (key controls). Mendesain pengujian substantive tests of

Metodologi Untuk Merancang TOC dan STOT

M em aham i i i M e n i a i C o nM e n e nsk ka n Lu a s Pe n g u j a n Pe n g e n d a l l tro l R itu Pe n g e n d a l a n I te rn a l i n

Prosedur Audit Ukuran Sampel Item yang dipilih Penetapan waktu

j a n su b sta n si a ta s tra n sa ksi u n tu k m e m e n u h i tu j a n a u d i ya n g b e rka i n d e n g i f u t ta

Analytical Procedures
Karena murah (biaya pelaksanaan analytical procedures relatif rendah) banyak auditor melaksanakan prosedur analitik secara ekstensif pada semua tahapan audit. Prosedur analitis dapat dilaksanakan pada ketiga tahapan audit, yaitu: Pada tahap perencanaan audit, untuk membantu auditor memahami bisnis klien dan menentukan bukti audit lain yang diperlukan untuk menentukan acceptable audit risk. Pada tahap pelaksanaan audit, terutama selama pengujian substantive. Pada tahap penyelesaian audit, sebagai pengujian akhir untuk meyakinkan kewajaran hasil audit.

Pelaksanaan prosedur analitik pada tahap pengujian substantive biasanya lebih fokus dan ekstensif dibandingkan pada tahap lainnya.

PENDEKATAN EMPAT LANGKAH UNTUK MERANCANG PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANSIF ATAS TRANSAKSI

RINCIAN SALDO-PIUTANG USAHA

Pendekatan untuk Mendesain Details Tests of Balances (1)


M e n g a p l ka si n tra n sa cti n i ka o re l te d a u d i o b j cti s a t e ve te rh a d a p se b u a h ke l s a tra n sa ksi M e n d e sa i te sts o f co n tro l n s Prosedur audit Ukuran sample Memilih item yang diuji Waktu pelaksanaan

M e n d e sa i su b sta n ti te sts n ve o f tra n sa cti n s o Prosedur audit M e n g i e n ti ka si ke y co n tro l d fi s d a n m e l ku ka n p e n i a i n a l a te rh a d a p co n tro l ri sk Ukuran sample Memilih item yang diuji Waktu pelaksanaan

Pendekatan untuk Mendesain Details Tests of Balances (2)


Mengaplikasikan balance-related Audit objectives thd saldo account Memutuskan seberapa besar salah saji yang dapat ditoleransi Membuat penilaian awal tentang materialitas

Mendesain analytical procedures Menilai inherent risk Memutuskan besarnya Acceptable audit risk Menilai risiko bisnis klien

Mendesain tests of details of balances

Merencanakan & Merancang Pendekatan Audit ( Fase 1 )


Menerima Klien dan dan Melaksanakan Perencanaan Awal
Memahami Bisnis & Industri Klien Menilai Resiko Bisnis Klien Melaksanakan Prosedur Analistis Pendahuluan Menetapkan Materialitas dan Menilai Resiko Audit yang dapat diterima serta risiko Inheren Memahami Pengendalian Internal & Menilai Resiko Pengendalian

Mengumpulkan Informasi untuk Menilai Risiko Kecurangan Mengembangkan Rencana Audit & Program Audit secara keseluruhan

Melaksanakan Pengujian Pengendalian & Pengujian Substansif atas transaksi ( Fase 2 )


Dari Fase 1

Merencanakan untuk mengurangi penilaian tingkat risiko pengendalian

TIDAK

YA
Melaksanakan Pengujian Pengendalian

Melaksanakan Pengujian Substansif atas Transaksi

Menilai kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan

Melaksanakan Prsedur Analitis dan Pengujuan Rincian Saldo ( Fase 3 )


Dari Fase 2

Rendah, Sedang, Tinggi, atau tidak diketahui

Melaksanakan Prosedur Analitis

Melaksanakan Pengujian rincian saldo tambahan

Melaksanakan pengujian atas pos-pos yang penting (FASE 4 )


Dari Fase 3

Se k ia n & Te r im a k a sih