Anda di halaman 1dari 22

PRESENTASI KASUS

ANAMNESA
Pasien datang dengan keluhan bengkak pada pipi kanan bawah dan terasa kemeng. Bengkak muncul sejak 2 minggu yang lalu. Pasien pernah mencabutkan gigi pada daerah pembengkakan sekitar 10 tahun yang lalu. Seminggu yang lalu, pasien dirawat inap selama 3 hari di rumah sakit oleh karena rasa nyeri yang hebat. Selama di rumah sakit, pasien tidak yakin tindakan apa yang dilakukan pada rongga mulutnya. Kemungkinan dilakukan pencabutan. Pasien diberi obat antibiotik dan anti inflamasi. Bengkak mengecil setelah obat diminum beberapa hari tetapi rasa nyeri tetap terasa. Pasien juga merasakan adanya rasa asin. Pasien tidak memiliki riwayat hipertensi dan alergi obat, tetapi memiliki diabetes yang terkontrol. Pasien mengkonsumsi obat diabetes setiap hari.

Pemeriksaan
Vital sign
BP: 140/80 mmHg. P: 76x/menit.

Kepala dan Leher


Regio mandibula dextra
Inspeksi: pembengkakan (+), warna seperti jaringan sekitar Palpasi: pembengkakan (+) dengan kosistensi padat kenyal dan berdiameter 5 cm, nyeri tekan (-)

Pemeriksaan
Kelenjar limfe
Submandibularis
Sin:
I: pembengkakan (-), kemerahan (-) P: pembengkakan (-), nyeri tekan (-)

Dext:
I: pembengkakan (-), kemerahan (-) P: pembengkakan (+), nyeri tekan (-)

Submentalis:
I: pembengkakan (-), kemerahan (-) P: pembengkakan (-), nyeri tekan (-)

Pemeriksaan
Cervicales
I: pembengkakan (-), kemerahan (-) P: pembengkakan (-), nyeri tekan (-)

Pemeriksaan Intraoral
Gingiva
Maxila: regio anterior dan regio posterior (N) Mandibula: regio anterior dan regio posterior (AN). Adanya pus aktif pada soket gigi 46.

Lidah
Crenated tongue.

DIAGNOSA
Berdasarkan pemeriksaan, diagnosa sementara adalah Kista Residual dengan DD: Ameloblastoma dan OKC (odontogenic keratocyst).

Tata laksana
Untuk menegakkan diagnosa, dilakukan biopsi yang kemudian dikirim ke lab. Patofisiologi RSUD dr Soetomo.

Hasil Biopsi
- Makroskopik Diterima potongan-potongan jaringan bentuk tidak teratur, padat, kenyal sebagian lunak, putih abu-abu kecoklatan. - Mikroskopik Potongan-potongan epitel bertatah. Potongan-potongan debris keratin dengan sarang-sarang perdarahan. Tidak tampak gambaran ameloblastoma.

Hasil pemeriksaan darah tanggal 9 Juni 2011


HB: 13,6 g/dL 6 Eritrosit: 4,74 . 10 / L Leukosit: 12500/ L Trombosit: 211000/ L LED: 5 mm/jam SGOT: 15 u/L SGPT: 13 u/L GDP: 177mg/dL

Hasil Ro foto
Terdapat gambaran radiolusen berbatas jelas pada regio gigi 46, diameter 3cm Terdapat gambaran radiolusen berbatas diffuse, diameter 1cm pada bagian distal gigi 48

Ameloblastoma
suatu tumor epitelial odontogenik yang berasal dari jaringan pembentuk gigi, bersifat jinak, tumbuh lambat, penyeberangannya lokal invasif dan destruktif serta mengadakan proliferasi ke dalam stroma jaringan ikat. Sifatnya mudah kambuh dan penyebarannya yang ekspansif dan infiltratif.

ETIOLOGI
Etiologi ameloblastoma sampai saat ini belum diketahui dengan jelas. Beberapa ahli mengatakan bahwa ameloblastoma dapat terjadi:
setelah pencabutan gigi pengangkatan kista iritasi lokal dalam rongga mulut.

Beberapa teori menyatakan bahwa ameloblastoma berasal dari:


sisa sel organ enamel (hertwig's sheat, epitel rest of mallassez) gangguan pertumbuhan organ enamel epitel dinding kista odontogenik terutama kista dentigerous sel epitel basal permukaan rongga mulut

EPIDEMIOLOGI
Ameloblastoma dapat terjadi pada segala usia, namun paling banyak dijumpai pada usia dekade 4 dan 5. Tidak ada perbedaan jenis kelamin, tetapi predileksi pada golongan penderita kulit berwarna. Ameloblastoma dapat mengenai mandibula maupun maksila, paling sering pada mandibula sekitar 80%. Predileksi di daerah mandibula; 60% terjadi pada regio molar dan ramus, 15% regio premolar dan 10% regio simpisis.

Gambaran Klinis
dalam tahap awal jarang menunjukkan keluhan, oleh karena itu tumor ini jarang terdiagnosa secara dini, umumnya diketahui setelah 4 sampai dengan 6 tahun. Pembengkakkan dengan berbagai ukuran yang bervariasi sahingga dapat menyebabkan deformitas wajah, warna sama dengan jaringan sekitarnya, konsistensi bervariasi ada yang keras dan kadang ada bagian yang lunak, berbatas tegas, terjadi ekspansi tulang ke arah bukal dan lingual tumor ini meluas kesegala arah mendesak dan merusak tulang sekitarnya terdapat krepitasi atau pingpong ball phonemena bila massa tumor telah mendesak korteks tulang dan tulangnya menipis,

tidak ada rasa nyeri dan tidak ditemukan parastesi, mukosa sekitar tumor tidak mengalami ulserasi. Hanya pada beberapa penderita benjolan disertai rasa nyeri, berkurangnya sensibilitas daerah distribusi N. mentalis kadang-kadang terdapat ulserasi oleh karena penekanan gigi apabila tumor sudah mencapai ukuran besar. Dapat dilakukan aspirasi biasanya berisi cairan berwarna merah kecoklatan. Gigi geligi pada daerah tumor berubah letak dan goyang. Bila terjadi infeksi sekunder maka ulserasi, fistula bahkan jaringan granulasi pun dapat dijumpai, demikian juga rasa nyeri, parestesi dan tanda-tanda imflamasi.

Odontogenik Keratocyst


Odontogenic keratocyst (OKC) adalah kista yang berasal dari gigi (primordial odontogenic epithelium) dan memiliki lapisan keratin serta mempunyai gejala klinis yang agresif yaitu mempunyai tingkat rekuren yang tinggi. Odontogenik keratokista adalah jenis kista yang berasal dari primordial odontogenic epithelium dan memiliki lapisan keratin. Sekitar 60% odontogenik keratokista berasal dari pertumbuhan sisa-sisa dental lamina atau sel-sel basal epitel rongga mulut dan 40% sisanya berasal dari pertumbuhan reduced enamel dental follicle

Klinis OKC
Odontogenik keratokista dapat ditemukan pada pasien di dalam rentang usia dari masa kanakkanak sampai usia tua, tetapi sekitar 60% dari semua kasus yang didiagnosis dalam masyarakat, odontogenik keratokista ditemukan pada pasien antara 10 dan 40 tahun. Kista ini lebih banyak terjadi pada laki-laki daripada wanita. Sekitar 60% sampai 80% dari kasus terjadi di rahang bawah dan lebih banyak terjadi pada ramus mandibula. Odontogenik keratokista kecil biasanya asimptomatis dan hanya ditemukan pada

Gambaran Radiografi Odontogenik Keratokista


Odontogenik keratokista dapat muncul sebagai lesi unilocular, lesi lobulated dan lesi multilocular. Pada gambaran radiogarafi, paling sering muncul dalam bentuk lesi unilocular dengan gambaran radiolusen dikelilingi lapisan sklerotik berupa radio- opak yang sangat tipis. Pada lesi lobulated dan lesi multilocular,

Gambaran Histopatologis
Secara mikroskopis odontogenik keratokista menunjukkan gambaran yang khas yaitu: 1.Bentuk lapisan epitel skuamosa yang mengalami parakeratinisasi dan mempunyai ketebalan antara 6 sampai 10 lapis sel. 2. Lapisan sel basal yang terdiri atas sel-sel berbentuk kolumner atau kuboid yang tersusun secara palisade. 3. Pembesaran mikroskopik yang

Perawatan OKC
Enukleasi dan kuretase Reseksi mandibula, dilakukan bila:
didapatkan kembali lesi multipel setelah perawatan kuretase dan enukleasi pada lesi sedemikian besar dan pada tindakan kuretase dan enukleasi akan menyisakan sedikit tulang di bagian marginal dan akan menyebabkan hilangnya kontinuitas rahang