Anda di halaman 1dari 19

Penggunaan Sistim

Informasi Akuntansi Untuk


Perencanaan Laba

Disusun Oleh : Lina Oktaviani


Khaerani Mahdinur A
Bunga Prabandini

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
Cost-Volume-Profit Analysis

Menentukan berapa volume


barang yang harus dijual untuk
mencapai suatu tingkatan laba
tertentu
Karakteristik
Semua biaya harus dapat
dipisahkan menjadi Fixed dan
Variable Cost
Format laporan laba rugi Direct Costing

Pendapatan xxxx
Biaya Variabel xxxx
Margin Kontribusi xxxx
Biaya Tetap xxxx
Laba Operasi xxxx
Rumus Perhitungan CVP
Break Even Point
BEP = Total biaya tetap / ( Harga Jual per unit – Biaya Variabel per unit )

Unit yang terjual untuk mencapai keuntungan tertentu

(total biaya tetap + target keuntungan) / (harga jual per unit – biaya variable per unit )

Unit yang terjual untuk mencapai keuntungan tertentu (apabila ada tingkat pajak tertentu)

(Total biaya tetap + target keuntungan sebelum pajak) / (harga jual per unit – biaya variable per unit )

Tingkat keuntungan sebelum pajak


Tingkat keuntungan sebelum pajak = tingkat keuntungan setelah pajak / (1 – tingkat pajak )
Rumus Perhitungan CVP
Jika yang diinginkan adalah perhitungan target penjualan bukan dalam unit namun dalam
rupiah maka rumus yang dipakai adalah

Target Rupiah terjual = ( total biaya tetap + target keuntungan ) / (rasio marjin kontribusi)

Rasio Marjin Kontribusi = ( harga jual per unit – Biaya variable per unit ) / harga jual per unit
Contoh soal

Misalkan PT X sedang melakukan perencanaan laba, informasi


yang dapat dikumpulkan adalah sebagai berikut

Harga jual per unit : Rp 500


Biaya variable per unit : Rp 250
Total biaya tetap : Rp 10.000.000
Total target keuntungan setelah pajak : Rp 15.000.000
Tarif pajak : 25 %
Contoh soal
Jawab :

BEP = Total biaya tetap / ( Harga Jual per unit – Biaya Variabel per unit )

= Rp 10.000.0000 / ( Rp 500 – Rp 250)

= 40.000 unit

Tingkat keuntungan sebelum pajak = tingkat keuntungan setelah pajak / (1 – tingkat pajak )

= Rp 15.000.000 / (1 – 25% )

= Rp 20.000.000
Contoh soal
Jawab :

Target unit yang harus terjual = tingkat keuntungan sebelum pajak / ( harga jual per unit – biaya variable)

= Rp 20.000.000 / ( 500 – 250 )

= Rp 80.0000 unit
BEP PRODUK JAMAK (MULTIPLE
PRODUCT)

Harga Jual/unit setiap


jenis produk

Biaya Tetap
04 03 02 01

Biaya Variabel/unit setiap jenis


produk
Sales Mix (campuran
penjualan)
Contoh
Per Unit
Target Bauran
Produk Biaya Marjin Proporsi
Harga Jual Penjualan
Variabel Kontribusi
A 1.000 300 700 6.000 0.6 420
B 2.000 800 1.200 3.000 0.3 360
C 2.500 1.200 1.300 1.000 0.1 130
Weight Average Contribution Margin 910

Total biaya tetap perusahaan = Rp. 18.200.000

Perhitungan Total Unit : 18.200.000 / 910 = 20.000 unit

Target produk A (60) sebanyak 12.000 unit


Target produk B (30%) sebanyak 6.000 unit
Target produk C (10%) sebanyak 2.000 unit
BIAYA VARIABEL
Yaitu biaya-biaya yang jumlahnya berubah secara
proporsional mengikuti perubahan pemicu biaya.
Contoh Biaya Bahan baku

bel
ri a
v a
a

Bahan Baku
iay

Jumlah Biaya
b
lah
jum
ris
Ga

Units Produced
Biaya Tetap
Yaitu biaya-biaya yang jumlahnya konstan
pada rentang waktuPresentation
01 PowerPoint tertentu. Contoh Biaya
sewa

$ Relevant Range

02 PowerPoint Presentation

Units Prouced
Ilustrasi Analisis CVP Dengan Identifikasi Biaya Tetap dan Biaya Variabel
Pt.Jasa Marga mengelola jalan tol dalam kota, tarif yang diterapkan tergantung jaraknya, satu kali masuk
sedan=8.000 truk=10.000. biaya buku karcis tol sebesar 100/lembar.

Biaya gaji petugas tol (12orgx2.000.000x12bln) Rp. 288.000.000


Biaya lembur petugas tol (10jam x 5hr x 52mnggu x 20.000) 52.000.000
Biaya gaji Direksi dan karyawan 120.000.000
Biaya pemeliharaan (80kilometer x 4.000.000) 320.000.000
Biaya penyusutan 300.000.000
Biaya listrik (20.000kwh x 1.000 x 12bln) 240.000.000
Biaya administrasi dan umum 99.980.000
Biaya pajak iklan (1.000.000 x 12) 12.000.000
Biaya pembangunan papan iklan (3.000.000 x 10) 30.000.000
Penerimaan pendapatan iklan (200.000.000)
Total Biaya Tetap (Neto) 1.261.980.000
Data yang diperkirakan terjadi tahun 20x2 dengan jumlah kendaraan yang melalui jalan tol
90% Sedan dan 10% Truk, Ditanyakan :
1. Jumlah kendaraan sedan dan truk yang harus melewati jalan tol tersebut agar
perusahaan mencapai titik break-even
2. Jumlah kendaraan sedan dan truk yang harus melewati jalan tol tersebut agar
perusahaan mendapatkan keuntungan setelah pajak sebesar Rp. 50.400.000per tahun.
(pajak yang dikenankan terhadap perusahaan adalah 20%)
Jawaban :

Marjin Bauran
Kontribusi
Marjin kontribusi mobil 7.900 90% 7.110
Marjin kontribusi truk 9.900 10% 990
Total rata-rata tertimbang marjin kontribusi 8.100

Dari jawaban keduanya dapat diperoleh besarnya titik impas perusahaan, yaitu :

1. Jumlah unit BEP = Biaya tetap/Margin kontribusi per unit


= 1.261.980.000 / 8.100
= 155.800 kendaraan

Terdiri dari : 10% Sedan = 15.580


90% Truk = 140.220
Jawaban no 2
Tingkat Keuntungan Sebelum Pajak = Tingkat keuntungan setelah pajak
(1- Tingkat Pajak )
Tingkat Keuntungan Sebelum Pajak = 504.000.000
(1- 20%)
Tingkat Keuntungan Sebelum Pajak = 630.000.000

Untuk mencapai target keuntungan tersebut, maka kendaraan yang harus melewati jalan tol adalah
(1.261.980.000 + 630.000.000) / 8.100 = 233.578
Analisis CVP dalam
Ketidakpastian

Analisis CVP dilakukan dalam tahap


perencanaan, dimana asumsi yang
dibuat perusahaan belum tentu
sama dengan kondisi sebenarnya
saat rencana tersebut dilaksanakan.
Karena itu unsur ketidakpastian
harus dipertimbangkan.
Antisipasi Ketidakpastian Analisi CVP

1. Safety Margin
Selisih unit yang diperkirakan dapat dijual perusahaan pada periode
analisis dengan unit yang harus dijual untuk mencapai titik impas

2. Operating Leverage
Mengukur besarnya proposi biaya tetap dibandingkan
dengan total biaya yang dikeluarkan perusahaan.

3. Analisis Sensitivitas
Analisis yang dilakukan untuk mencari unsur yang
paling sensitive dalam analisi CVP.
CVP dengan Model
Activity Based Costing
01
 Terdapat empat tingkatan aktifitas dalam model
activity based costing, yaitu unit level, batch level,
product level, maupun facility level.
 Dalam hal ini, definisi biaya tetap dan biaya variabel
akan dikaitkan bukan hanya terhadap produk, namun
juga terhadap aktivitas.
02 PowerPoint
 Dengan konsep Presentation
activity based costing ini, biaya
variabel hanyalah merupakan biaya variabel dari
aktivitas tingkat unit, sedangkan biaya tetap untuk
aktivitas tingkat unit, dan juga biaya-biaya dari
tingkatan aktivitas lainnya akan dikelompokkan
sebagai biaya tetap

Anda mungkin juga menyukai