Anda di halaman 1dari 14

STATUS ASMATIKUS

PENGERTIAN

Status asmatikus adalah asma yang berat dan persisten yang tidak merespons terapi konvensional. Serangan dapat berlangsung lebih dari 24 jam.

status asmatikus merupakan kedaruratan yang dapat berakibat kematian, oleh karena itu : Apabila terjadi serangan, harus ditanggulangi secara tepat dan diutamakan terhadap usaha menanggulangi sumbatan saluran pernapasan. Keadaan tersebut harus dicegah dengan memerhatikan faktor-faktor yang merangsang timbulnya serangan (debu, serbuk, makanan tertentu, infeksi saluran pencernaan, stress emosi, obat-obatan tertentu seperti aspirin)

PATOFISIOLOGI

Karakteristik dasar asma (konstriksi otot polos bronkhial, pembengkakan mukosa bronkhial, dan pengentalan sekresi) mengurangi diameter bronkhial dan gejala ini nyata pada status asmatikus. Abnormalitas ventilasi perfusi pada awalnya mengakibatkan hipoksemia dan alkalosis respiratorik, lalu diikuti dengan asidosis respiratorik. Terdapat penurunan PaO dan alkalosis respiratorik dengan penurunan PaCO dan peningkatan pH. Dengan meningkatnya keparahan status asmatikus, PaCO meningkat dan pH turun, mencerminkan asidosis respiratorik

PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Anamnesis => klien datang mencari pertolongan dengan keluhan sesak napas hebat dan mendadak diikuti dengan gejalagejala lain, yaitu wheezing, penggunaan otot bantu napas, kelelahan, Pemeriksaan fisik fokus pernapasan Inspeksi => adanya peningkatan usaha dan frekuensi pernapasan, penggunaan otot bantu napas, terlihat kelelahan sampai gelisah.

Palpasi => kesimetrisan. Ekspansi, dan taktil fremitus biasanya normal. Perkusi => suara normal sampai hipersonor, sedangkan diafragma menjadi datar dan rendah Aukultasi => ekspirasi memanjang disertai wheezing (di apeks dan hilus)

PENATALAKSANAAN MEDIS
1. 2. 3. 4. 5.

6.

Oksigen 4-6 liter/menit Pemenuhan hidrasi via infus Terbutaline 0,25 mg/6 jam secara SC Bronkodilator/antibronkhospasme Antiedema mukosa dan dinding bronkhus dengan golongan kortikosteroid Mukolitik dan ekspektoran

PRIORITAS MASALAH KEPERAWTAN


1. 2. 3. 4.

5.

6.

Mempertahankan jalan napas Meningkatkan kemampuan pertukaran gas Meningkatkan intake nutrisi Mencegah komplikasi, kondisi progresif yang lambat Memberikan informasi tentang proses penyakit Mengurangi kecemasan

ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian

DS: Klien mengatakan nyeri dada dan sesak Do: suara nafas klien terdengar bising mengi dan sesak napas berat Frekuensi napas lebih dari 25 x / menit Denyut nadi lebih dari 110x/menit Menggunakan otot bantu pernafasan Klien tampak kelelahan sampai gelisah

DIAGNOSA DAN INTERVENSI


1.

Ketidakefektifan bersihan jalan napas b/d penumpukan sputum intervensi Amankan pasien ke tempat yang aman R/ lokasi yang luas memungkinkan sirkulasi udara yang lebih banyak untuk pasien Kaji tingkat kesadaran pasien R/ dengan melihat, mendengar, dan merasakan dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat kesadaran pasien Segera minta pertolongan R/ bantuan segera dari rumah sakit memungkinkan pertolongan yang lebih intensif Auskultasi bunyi napas dengan mendekatkan telinga ke mulut pasien R/ mengetahui tingkat pernapasan pasien dan mengetahui adanya penumpukan sekret Berikan teknik membuka jalan napas dengan cara memiringkan pasien setengah telungkup dan membuka mulutnya R/ memudahkan untuk mengeluarkan sputum pada jalan napas

2. Ketidakefektifan pola napas b/d penurunan kemampuan bernapas Intervensi : Kaji usaha dan frekuensi napas pasien
R/ mengetahui tingkat usaha napas pasien

Auskultasi bunyi napas dengan mendekatkan telinga pada hidung pasien serta pipi ke mulut pasien R/ mengetahui masih adanya usaha napas pasien pantau ekspansi dada pasien R/ mengetahui masih adanya pengembangan dada pasien

3. perubahan perfusi jaringan perifer b/d kekurangan oksigen Intervensi : pantau tanda tanda vital ( nadi, warna kulit ) dengan menyentuh nadi jugularis R/ mengetahui masih adanya denyut nadi yang teraba

EVALUASI
TTV normal Nyeri dada klien berkurang Klien tidak gelisah Klien bernafas tidak menggunakan otot bantu

TERIMAKASIH
By kelompok II: Ansar Hidayat Selebes 2. Diana Hapsari 3. Kamsa 4. Laili Hilaliyah 5. Syifa Humairoh 6. Titis Mustika 7. Ayu Puspa Gayatri

1.