Anda di halaman 1dari 34

PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Oleh : DR. Naharus Surur, Mpd Widyaiswara PPPPTK Jakarta

SISTEMATIKA PROPOSAL
JUDUL PENELITIAN BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Manfaat BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS Kajian Teori Penelitian yang Relevan Kerangka Pikir Hipotesis (jika ada)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Subyek Penelitian Sumber Data Teknik Pengumpul Data Analisis Data Indikator Keberhasilan Prosedur Pelaksanaan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Subyek Penelitian Hasil Penelitian - Siklus 1(Perencaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan Refleksi) - Siklus 2, dst Pembahasan BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan Rekomendasi

JUDUL
Judul dirumuskan dalam kalimat ringkas, komunikatif, dam afirmatif. Mencerminkan dan konsisten dengan ruang lingkup, tujuan, subyek dan metode penelitian. Judul ditulis dengan huruf kapital dan biasanya ditulis rata tengah.

LATAR BELAKANG MASALAH


Membeberkan mengapa masalah yang diteliti itu timbul dan penting dilihat dari segi profesi peneliti, pengembangan ilmu dan kepentingan pembangunan. Menyajikan apa yang membuat peneliti merasa gelisah dan resah sekiranya masalah tersebut tidak diteliti. Diungkapkan gejala-gejala kesenjangan yang terdapat di lapangan sebagai dasar pemikiran untuk munculnya permasalahan. Ada baiknya diutarakan kerugian-kerugian apa yang bakal diderita apabila masalah tersebut dibiarkan tidak diteliti dan keuntungan apa yang kiranya bakal diperoleh apabila masalah tersebut diteliti. Diuraikan secara jelas tentang kedudukan masalah yang hendak diteliti itu di dalam wilayah bidang yang ditekuni peneliti.

RUMUSAN MASALAH
Diperlukan pengetahuan yang luas dan terpadu mengenai teori-teori dan hasil-hasil penelitian para pakar terdahulu dan bidangbidang terkait dengan masalah yang diteliti. Dalam rumusan dan analisis masalah diidentifikasi variabel-variabel penelitian dan definisi operasionalnya. Dinyatakan dalam bentuk kalimat bertanya setelah didahului uraian tentang masalah penelitian, variabel yang diteliti, dan kaitan antara satu variabel dengan variabel lainnya.

TUJUAN PENELITIAN
Menyajikan hasil yang ingin dicapai setelah penelitian selesai dilakukan. Tujuan harus konsisten dengan rumusan masalah dan mencerminkan pula proses penelitiannya. Tidak boleh sama dengan rumusan maksud penulisan. Tujuan bisa dijabarkan dalam tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum menggambarkan secara singkat dalam satu kalimat apa yang ingin dicapai melalui penelitian. Tujuan khusus dirumuskan dalam bentuk butir-butir yang secara spesifik mengacu kepada pertanyaan-pertanyan penelitian.

MANFAAT PENELITIAN
Menyajikan manfaat yang diperoleh setelah penelitian dilakukan. Manfaat penelitian bisa bermanfaat bagi pengembangan ilmu maupun aplikatif hasil penelitian. Manfaat penelitian dapat dikembangkan dalam manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis terkait dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan manfaat praktis terkait dengan aplikasi hasil penelitian.

KAJIAN TEORI
Merupakan bagian sangat penting daalam suatu penelitian, karena melalui kajian teoritis (pustaka) ditunjukkan the state of the art dari teori yang sedang dikaji dan kedudukan masalah penelitian dalam bidang yang diteliti. Kajian teori juga menjadi landasan teoritik dalam analisis temuan. Kajian teoritis harus memuat : - Apakah teori-teori utama dan teori-teori turunannya dalam bidang yang dikaji, - Apa yang telah dilakukan oleh orang lain atau peneliti lain dalam bidang yang diteliti, bagaimana mereka melakukannya (prosedur, subyek), dan temuannya. - Posisi teoritik peneliti yang berkenaan dengan masalah yang diteliti.

Lanjutan :

Dalam melaporkan hasil kajiannya, peneliti membandingkan, mengkontraskan, meletakkan tempat kedudukan masing-masing dalam masalah yang sedang diteliti, dan pada akhirnya menyatakan posisi/pendirian peneliti disertai alasan-alasannya. Telaah teoritis dimaksudkan untuk menampilkan mengapa dan bagaimana teori hasil penelitian para pakar terdahulu itu dipergunakan oleh peneliti dalam penelitiannya, termasuk di dalamnya merumuskan asumsi-asumsi penelitiannya.

PENELITIAN YANG RELEVAN


Dikemukakan penelitian-penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Penelitian telah dilakukan. Penelitian-penelitian tersebut telah dilakukan dan tentu saja mendukung terhadap hasil penelitian.

KERANGKA PIKIR
Kerangka pikir dalam PTK menguraikan tentang runtutan berfikir peneliti dalam proses penelitian. Kerangka pikir dalam PTK memuat kondisi awal, proses tindakan, dan hasil akhir dari penelitian tindakan kelas yang dilakukan.

HIPOTESIS (JIKA PERLU)


Jawaban sementara terhadap masalah atau sub masalah yang diajukan oleh peneliti, yang dijabarkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan masih harus diuji kebenarannya. Melalui penelitian ilmiah, hipotesis akan dinyatakan ditolak atau diterima. Hipotesis harus dibuat dalam setiap penelitian yang bersifat analitis. Untuk penelitian deskriptif yang bermaksud mendeskripsikan masalah yang diteliti, hipotesis tidak perlu dibuat. Hipotesis dirumuskan dalam kalimat afirmatif. Hipotesis tidak boleh dirumuskan dalam kalimat bertanya, kalimat menyuruh, kalimat menyarankan, atau kalimat mengharapkan.

WAKTU, TEMPAT, DAN SUBYEK PENELITIAN Dituliskan kapan, dimana, dan siapa subyek penelitian itu dilakukan. Perlu diungkapkan alasan mengapa penelitian pada bagian dan subyek itu. Alasan ini akan semakin kuat apabila dikaitkan dengan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian serta teknik analisa data.

SUMBER DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA Sumber data menunjukkan dari mana data itu diperoleh, teknik menunjukkan bagaimana cara pengumpulan data. Sumber data biasanya siswa maupun guru yang melakukan tindakan kelas dan teknik pengumpulan datanya bisa menggunakan tes, wawancara, maupun observasi.

ANALISIS DATA
Dituliskan jenis analisis data yang digunakan untuk menganalisis data yang sudah terkumpul. Jenis analisis data disesuaikan dengan alat pengumpul data yang digunakan.

INDIKATOR KEBERHASILAN DAN PROSEDUR PELAKSANAAN Indikator keberhasilan menyatakan suatu pernyataan yang menunjukkan indikasiindikasi bahwa kegiatan tindakan kelas berhasil dilakukan. Prosedur pelaksanaan menunjukkan bagaimana proses kegiatan tindakan kelas itu dilakukan. Kegiatan ini biasanya mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

DESKRIPSI SUBYEK PENELITIAN


Bagian ini dituliskan bagaimana gambaran subyek yang menjadi sasaran penelitian. Deskripsi ini mencakup situasi dan kondisi subyek baik berkaitan dengan diri maupun lingkungannya.

HASIL PENELITIAN
Menunjukkan gambaran bagaimana siklus dilakukan (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi). Berapa kali siklus dilakukan. Setiap siklus harus tergambar jelas hasil yang didapat dan peningkatan apa yang dilakukan pada siklus berikutnya, sampai pada akhir tindakan kelas.

PEMBAHASAN
Berisi diskusi atau komentar (dari proses analisis) terhadap proses dan hasil tindakan kelas. Kendala dan hambatan dalam proses tindakan kelas. Cara menggurangi atau menghilangkan kendala. Hal-hal lain yang berhubungan dengan proses dan hasil tindakan kelas.

SIMPULAN DAN REKOMENDASI


Disajikan penafsiran/pemaknaan peneliti berupa kesimpulan terhadap semua proses dan hasil penelitian yang telah diperolehnya. Penulisan dapat dalam bentuk butir demi butir atau dengan cara esai padat. Rekomendasi ditujukan pada para pembuat kebijakan, pengguna hasil penelitian, dan para peneliti yang berminat melakukan penelitian selanjutnya.

TEKNIK PENGETIKAN
Diketik dengan menggunakan komputer, huruf Times New Roman ukuran 12, atau huruf lain sesuai dengan ketentuan. Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya pada isi bab 2 spasi. Batas tepi kiri, tepi atas, tepi kanan, dan tepi bawah biasanya 4 cm (1,20), 4 cm, 3 cm (1,0), dan 3 cm. Pengetikan paragraf baru dimulai dengan awal kalimat yang menjorok masuk ke dalam dengan 5 karakter atau 1 tab bila menggunakan komputer. Penulisan judul dengan HURUF KAPITAL tanpa garis bawah dan tanpa titik.

Lanjutan :
Nomor bab menggunakan angka romawi. Setiap awal dari judul sub bab harus ditulis dengan Huruf Kapital, kecuali kata sambung. Nomor urut untuk judul paragraf menggunakan angka arab atau abjad. Cara penomoran dapat menggunakan salah satu cara dari : I., A., 1., a., 1), a), (1), (a). I., 1., 1.1, 1.1.1, dst. Perpindahan dari satu butir ke butir berikutnya tidak harus menjorok, melainkan dapat diketik lurus/simetris agar tidak mengambil terlalu banyak tempat dan demi keindahan format. Judul tabel ditulis di sebelah atas tabel, sedangkan judul bagan, diagram, atau gambar, ditulis disebelah bawah.

MENULIS KUTIPAN
Kutipan ditulis dengan menggunakan dua tanda petik jika kutipan ini merupakan kutipan pertama atau dikutip dari penulisnya. Jika kutipan diambil dari kutipan, maka kutipan tersebut ditulis dengan menggunakan satu tanda petik. Jika kalimat terdiri atas 3 baris atau kurang, kutipan ditulis digabung ke dalam paragraf dengan jarak tetap 2 spasi. Apabila kutipan empat baris atau lebih, maka kutipan ditulis tanpa tanda kutip dan diketik dalam jarak 1 spasi. Baris pertama diketik mulai pukulan ke enam dan baris kedua mulai pukulan ke empat. Jika dari yang dikutip ada bagian yang dihilangkan, maka penulisan bagian itu diganti dengan tiga buah titik.

PENULISAN SUMBER KUTIPAN


Jika suber kutipan mendahului kutipan, cara penulisannya adalah nama penulis diikuti tahun penerbitan, dan nomor halaman. Prayitno (1989: 41) Jika sumber kutipan ditulis setelah kutipan, maka nama penulis, tahun penerbit, dan nomor halaman ditulis di dalam kurung. (Prayitno, 1989: 41) Jika sumber kutipan merujuk sumber lain, maka sumber kutipan yang ditulis tetap sumber kutipan yang digunakan pengutip tetapi dengan menyebut siapa yang mengemukakan pendapat tersebut. Soegiharto (Prayitno, 1989: 41)

Lanjutan : Jika penulis terdiri atas 2 orang, makan nama keluarga penulis tersebut disebutkan. Sharp dan Green (1996: 1) Kalau nama penulis lebih dari 2 orang, maka yang disebutkan nama keluarga dari penulis pertama dan diikuti et al. (ally ditulis miring) Mc Clelland et al. Jika masalah yang dikutip dibahas oleh beberapa orang dalam sumber yang berbeda, maka cara penulisannya ditilis penulis dan diikuti tahun penerbitan. Beberapa studi tentang anak yang mengalami kesulitan belajar (Dunkey, 1972; Miggs, 1976, Paramater, 1976). Jika sumber kutipan beberapa karya tulis dari penulis yang sama dalam satu tahun, cara penulisannya dengan menambah huruf a, b, dan seterusnya. Bray, 1998a, 1998b). Jika sumber kutipan tanpa nama (Tn.1972: 18)

MENULIS ANGKA
Ditulis dengan kata-kata apabila angka kurang dari 10. Ditulis dengan huruf arab apabila angka tersebut 10 atau lebih. Untuk simbul kimia, matematika, statistik, dll, penilisan dilakukan sesuai dengan kelaziman dalam bidang yang bersangkutan.

MENULIS SINGKATAN
Untuk penulisan pertama kali suatu nama harus ditulis lengkap dan kemudian diikuti dengan singkatan resminya dalam kurung. Untuk penulisan berikutnya singkatan resmi yang ada dalam kurung digunakan tanpa perlu menuliskan kepanjangannya. Singkatan yang tak resmi tidak boleh digunakan.

MENULIS DAFTAR PUSTAKA


Disusun secara alfabetis. Jika hurup awal sama, maka huruf kedua yang menjadi dasar urutan demikian seterusnya. Nama penulis ditulis nama belakang kemudian nama depan (singkatan). Tahun penerbitan, judul (digarisbawahi atau garis miring), kota tempat penerbitan, dan nama penerbit. Kartadinata, S. (2005). Peluang dan Tantangan BK di Era Globalisasi. Bandung: Ganesha.

JENIS SUMBER LAIN


Jurnal Nama belakang penulis, nama depan penulis (disingkat), tahun penerbitan (dalam kurung), judul artikel (ditulis diantara tanda petik), judul jurnal dengan huruf miring/atau digarisbawahi, nomor volume, nomor penerbitan dengan angka arab dan ditulis diantara tanda kurung, nomor halaman dari pertama sampai akhir tnpa didahului singkatan. Berrett, G. (1983). The Empathy Cycle: A Nuclear Concept. Journal of Counseling Psychology. 28, (2), 91-100.

Skripsi, Tesis, atau Disertasi Eddy Wibowo, M. (1998). Model Konseling Kelompok Perkembangan. Desertasi Doktor pada PPS UPI Bandung: tidak diterbitkan. Publikasi Departemen Departemen Pendidikan Nasional. (2004). Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Dikmenum. Dokumen Pusat Pengembangan Penataran Guru Keguruan. (2004). Laporan Analisis Kebutuhan Diklat. Jakarta: PPPG Keguruan. Makalah Kartadinata, S. (1989). Kualifikasi Profesional Petugas Bimbingan Indonesia. Makalah pada Konvensi 7 IPBI, Denpasar. Surat Kabar Sanusi, A. (1986). Menyimak Mutu Pendidikan dan Konsep Taqwa dan Kecerdasan. Pikiran Rakyat (8 September 1986).

SUMBER INTERNET
Karya Perorangan Pengarang. (tahun). Judul (Edisi), [jenis medium]. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses]. Thomas, A. (1998). The Adult and the Curriculum. [Online]. Tersedia: http://www.ed.uiuc.edu/EPS/PES-Yearbook/1998/html. [30 Maret 2000] Artikel dalam Jurnal Pengarang. (Tahun). Judul. Nama Jurnal [jenis medium], volume (terbitan), halaman. Tersedia di internet. [tanggal diakses] Supriadi, R.T. (1999). Restructuring the Schoolbook Provision System: Some Initiatives. Dalam Education Policy Analysis Archives [Online], Vol 7 (7), 12 halaman. Tersedia: http://epaa.asu.edu/epaa/v7n7.html [17 Maret 2000].

Lanjutan :

Artikel dalam Majalah Pengarang. (tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Majalah [jenis medium], volume, jumlah halaman. Tersedia: alamat di internet [tanggal diakses] Goodstein, C. (1991, 5 September) Healers from the Deep. American Heallth [CD-ROM], 60-64. Tersedia: 1994 SIRS Life Science/Article 08A [13 Juni 1995] Artikel di Surat Kabar Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan) Judul. Nama Surat Kabar [Jenis media], jumlah halaman. Tersedia: alamat di internet [Tanggal diakses] Cipto, B. (2000, 27 April) Akibat Perombakan Kabinet Berulang. Pikiran Rakyat [online], halaman 8. Tersedia: http://www.pikiranrakyat.com. [9 Maret 2000] Dari E-mail Pengirim (Alamat e-mail pengirim). (Tahun, tanggal, bulan). Judul Pesan. E-mail kepeda penerima [Alamat e-mail penerima] Mustafa, B. (Musthafa2indo.net.id). (2000, 25 April). Bab V Laporan Penelitian. E-mail kepada Dedi Supriadi (Supriadi@indo.net.id)

Sekian
Terima Kasih