Anda di halaman 1dari 32

 

    

MAKANAN BAYI DAN ANAK SEHAT

 Tujuan pengaturan makan untuk bayi dan anak:


1. Memberikan zat gizi yang cukup bagi
kebutuhan hidup,
2. Mendidik kebiasaan makan yang baik.
 Syarat-syarat makanan untuk bayi dan anak:
~ memenuhi kecukupan energi dan semua zat gizi
sesuai dengan umur.
~ susunan hidangan disesuaikan dengan pola
menu seimbang, bahan makanan yang tersedia
setempat, kebiasaan makan, dan selera terhadap
makan.
~ Bentuk daan porsi makanan disesuiakan dengan
daya terima, toleransi, dan keadaan faal
bayi/anak.
~ Memperhatikan kebersihan perorangan dan
lingkungan
KEBUTUHAN GIZI
 Energi
~ Kebutuhan energi bayi dan anak relatif lebih
besar bila dibandingkan dengan orang dewasa.
~ Kebutuhan energi sehari anak pada tahun
pertama kurang lebih 100-120 kkal/kg BB.
Untuk tiap 3 tahun pertambahan umur
kebutuhan energi turun kurang lebih 10 kkal/kg

BB.
~ Penggunaan energi dalam tubuh:
a. 50% untuk Metabolisme Basal (MB), atau
sebanyak kurang lebih 55 kkal/kg BB
sehari;
b. 5-10% untuk Spesific Dynamic Action
(SDA);
c. 12% untuk pertumbuhan;
d. 25% untuk aktifitas fisik, atau sebanyak 15-
25 kkal/kg BB sehari;
e. 10% terbuang melalui feses.
 Protein
Kegunaan protein:
a. pertumbuhan dan pembentukan protein dalam
serum, hemoglobin, enzim, hormon, dan
antibodi;
b. menggantikan sel-sel yang rusak;
c. memelihara keseimbangan asam basa cairan
tubuh;
d. sumber energi.
 Air
Air merupakan zat gizi yang sangat penting bagi
bayi dan anak, karena:
a. bagian terbesar dari tubuh terdiri atas air;
b. kehilangan air melalui kulit dan ginjal pada
bayi dan anak lebih besar daripada pada orang
dewasa;
c. bayi dan anak akan lebih mudah terserang
penyakit yang menyebabkan kehilangan air
dalam jumlah banyak.
 Lemak
~ Lemak merupakan sumber kalori
berkonsentrasi tinggi.
~ Fungsi lemak:
a. sumber lemak esensial,
b. zat pelarut vitamin ADEK, dan
c. pemberi rasa sedap pada makanan.
~ Untuk bayi dan anak dianjurkan 1-2% energi
total berasal dari as.lemak esensial.
~ As.lemak esensial dibutuhkan untuk
pertumbuhan dan untuk memelihara kesehatan
kulit.
 Hidrat Arang
~ Hidrat arang dibutuhkan sebagai sumber energi
(1 gram hidrat arang menghasilkan 4 kkal).
~ Dianjurkan 60-70% energi total berasal dari
hidrat arang.
~ Konsumsi hidrat arang yang tinggi terutama
sebagai gula murni, dapat menyebabkan
aterosklerosis di kemudian hari.
MAKANAN BAYI
Makanan bayi sehat dibagi menjadi 2 golongan,
yaitu:
3. Makanan utama ASI/PASI
4. Makanan pelengkap yang terdiri atas buah-
buahan, biskuit, makanan lumat, dan makanan
lembek.
MAKANAN BAYI CUKUP BULAN
DENGAN ASI
 Asi dalam jumlah cukup merupakan makanan
terbaik dan dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi
selama 3-4 bulan.
 Cara Memberikan ASI
~ ASI hendaknya cepat diberikan terutama ASI
yang diproduksi pada 1-5 hari pertama
(kolostrum).
~ Pada hari pertama dan kedua, lama
pemberian ASI ialah 5-10 menit pada tiap
payudara.
~ Pada hari ketiga dan seterusnya, lama
pemberian ASI ialah 15-20 menit.
~ ASI dapat terus diberikan hingga anak
berumur 2 tahun.
 Keunggulan ASI
1. Mengandung semua zat gizi dalam susunan
dan jumlah yang cukup.
2. Tidak memberatkan fungsi saluran pencernaan
dan ginjal.
3. Mengandung berbagai zat antibodi.
4. Mengandung laktoferin untuk mengikat zat
besi.
5. Tidak mengandung ß-laktoglobulin yang dapat
menyebabkan alergi.
6. Ekonomis dan praktis.
7. Berfungsi menjarangkan kelahiran.
8. Membina hubungan yang hangat dan penuh
kasih sayang antara ibu dan anak.
 Pemberian Makanan Pelengkap
~ Makanan pelengkap ini diberikan sesudah bayi
berumur 3-4 bulan.
~ Tujuan pemberian makanan pelengkap:
a. melengkapi zat-zat gizi yang kurang terdapat
dalam ASI/PASI
b. mengembangkaan kemampuan bayi untuk
menerima bermacam makanan dengan
berbagai rasa dan tekstur
c. mengembangkan kemampuan bayi untuk
mengunyah dan menelan
d. melakukan adaptasi terhadap makanan yang
mengandung kadar energi yang tinggi.
 Cara Memberikan Makanan Pelengkap
# Berikan secara berhati-hati, sedikit demi
sedikit, dari bentuk encer berangsur ke bentuk
yang lebih kental.
# Makanan baru diperkenalkan satu-persatu,
dengan memperhatikan bahwa makanan betul-
betul dapat diterima dengan baik.
# Makanan yang mudah menimbulkan alergi
diberikan terakhir.
# Cara memberikan makanan bayi mempengaruhi
perkembangan emosionalnya.
Pola Pemberian Makanan

Umur Jenis dan frekuensi makanan


0-3 bulan ASI sekehendak
3-4 bulan ASI sekehendak, buah 1-2 kali
4-6 bulan ASI sekehendak, buah 1-2 kali, makanan
lumat 1-2 kali
6-9 bulan ASI sekehendak, buah 1-2 kali, makanan
lumat 2 kali, makanan lembek 1 kali, telur*
1 kali
9-12 bulan ASI/susu sapi penuh 2 kali, buah 1-2 kali,
makanan lumat 1 kali, makanan lembek 2
kali telur 1 kali
MAKANAN BAYI CUKUP BULAN
DENGAN PASI
 PASI dibuat dari susu sapi yang susunan gizinya
sudah diubah menjadi hampir sama dengan
susunan zat gizi ASI.
 Penggolongan PASI
Berdasarkan usia bayi :
1. PASI Formula Awal (FA)
a. FA lengkap
b. FA adaptasi
2. PASI Formula Tindak Lanjut (FTL)
 Pengaturan Makanan dengan PASI

~ Pengaturan makanan bayi dengan PASI sama


dengan pengaturan makanan bayi dengan ASI.
~ Pemberian PASI dilakukan berdasarkan
kebutuhan gizi bayi, terutama dalam hal
kebutuhan air, energi, dan protein.
 Menilai Cukup Tidaknya ASI/PASI

ASI/PASI dinilai memadai bila:


1. Sesudah menyusu atau minum bayi tampak
puas, tidak menangis, dan dapat tidur nyenyak.
2. PASI yang diberikan tidak bersisa.
3. Selambat-lambatnya sesudah 2 minggu lahir,
berat badan waktu lahir tercapai kembali.
4. Bayi tumbuh dengan baik.
MAKANAN BAYI CUKUP BULAN
DENGAN KOMBINASI ASI/PASI
 Bila produksi ASI tidak mencukupi kebutuhan
bayi atau bila ibu tidak dapat menyusukan bayi
secara lengkap, maka disamping ASI perlu
diberikan juga PASI.
 PASI dapat diberikan secara berselang-seling
sesuai dengan ASI atau sesuai dengan kebutuhan.
MAKANAN BAYI DENGAN BERAT
BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)
 Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
ialah bayi yang lahir dengan keadaan berat badan
kurang dari 2500 gram.
 Keadaan ini dapat terjadi bila bayi lahir prematur
murni atau lahir kurang bulan dan bila pertumbu-
an janin terhambat (PJT) atau bila bayi lahir
dismatur.
 Bayi BBLR
Digolongkan berdasarkan masa kehamilan dan
berat badan lahir:
1. Neonatus Cukup Bulan, Berat Kecil untuk
Masa Kehamilan (NCB-KMK).
2. Neonatus Kurang Bulan, Berat Sesuai untuk
Masa Kehamilan (NCB-SMK).
3. Neonatus Kurang Bulan, Berat Kecil untuk
Masa Kehamilan (NKB-KMK).
4. Neonatus Kurang Bulan, Berat Besar untuk
Masa Kehamilan (NKB-BMK).
 Tanda-tanda bayi BBLR:
1. Mempunyai komposisi tubuh yang berbeda
dengan bayi normal.
2. Maturasi organ dan perkembangan enzim
belum sempurna.
3. Perkembangan refleks mengisap dan menelan
belum sempurna.
4. Kemampuan saluran pencerna dalam meneri-
ma zat gizi belum berkembang sempurna.
5. Mudah terjadi hipoglikemi dan hipotermi.
6. Perkembangan otak belum sempurna.
 Prinsip Pemberian Makanan
1. Pemberian makanan sedini mungkin, segera
setelah lahir.
2. ASI tetap merupakan makanan terbaik. Bila
PASI diperlukan, berikan formula khusus
yang mengandung energi, protein, dan mineral
tinggi.
3. Makanan diberikan secara bertahap, sesuai
dengan kemampuan bayi.
 Cara Pemberian Makanan
Bayi BBLR dengan berat badan > 1500 gram
Bila tidak ada komplikasi, langsung diberikan
minuman per-oral, dimulai dengan 5-10ml/kali
minuman tiap 2-3 jam. Tiap hari volume dinaik-
kan dengan 5-10 ml/kali pemberian.
Bayi BBLR dengan berat badan < 1500 gram
Bila tidak ada komplikasi, segera dimulai
pemberian minuman per-os secara bertahap.
Penghentian pemberian cairan intravena dilaku-
kan secara bertahap, sementara minuman per-os
ditambah secara bertahap.
 Bayi BBLR golongan NCB-KMK
Bayi golongan ini mudah mengalami hipoglikemi
sehingga perlu diberi cairan glukosa intravena di
samping pemberian minuman per-oral secepatnya
MAKANAN ANAK SEHAT
 Anak sehat meliputi Anak Prasekolah, Anak
Sehat, dan Golongan Remaja.
 Cara menilai pertumbuhan dan kesehatan anak
adalah dengan secara teratur melakukan pengukur
an antropometri Berat Badan (BB) dan Tinggi
Badan (TB).
 Pola makanan seimbang terdiri atas:
1. Sumber zat tenaga
2. Sumber zat pembangun
3. Sumber zat pengatur
Makanan Anak Prasekolah (1-6 Tahun)
 Golongan ini sangat rentan terhadap penyakit gizi
dan penyakit infeksi.
 Syarat makanan yang harus diberikan adalah
makanan yang mudah dicerna dan tidak merangsa
ng (tidak pedas).
Umur 1-3 tahun
Anak bersifat konsumen pasif, makanannya
tergantung pada apa yang disediakan ibu.
Umur 4-6 tahun
Anak bersifat konsumen aktif, mereka telah dapat
memilih makanan yang disukai.
Makanan Anak Sekolah (7-12 Tahun)
 Anak sudah lebih aktif memilih mkanan yang
disukai. Kebutuhan energi lebih besar karena
mereka lebih banyak melakukan aktivitas fisik.
 Mulai umur 10-12 tahun anak laki-laki membutuh
kan energi lebih banyak daripada anak perempu-
an karena mereka lebih banyak melakukan
aktivitas fisik. Sedangkan pada perempuan
memerlukan protein dan zat besi yang lebih
banyak karena sudah mulai haid.
Makanan Anak Remaja (13-18 tahun)

 Pada golongan remaja terjadi pertumbuhan yang


sangat cepat, sehingga kebutuhan gizi untuk
pertumbuhan dan aktivitas meningkat.