Anda di halaman 1dari 11

ANEMIA APLASTIK

 PENGERTIAN
Anemia apalstik adalah anemia akibat aplasia
sumsum tulang di mana jaringan hemopoiesis diganti
oleh jaringan lemak, dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Anemia aplastik berat
Selularitas sumsum tulang <25% dan terdapat 2
dari 3 gejala berikut:
~ granulosit <500/ul
~ trombosit <20.000/ul
~ retikulosit <10%o
2. Anemia aplastik
~ Sumsum tulang hipoplastik
~ Pansitopenia dengan satu dari tiga pemeriksaan
darah seperti pada anemia apalstik berat.
 DIAGNOSIS
~ Anamnesis:
- Riwayat paparan terhadap zat toksik (obat,
lingkungan kerja, hobi),menderita infeksi virus 6
bulan terakhir (hepatitis, parvovirus), pernah
mendapat transfusi darah.
- Gejala anemia: rasa lemas/lemah, pucat, pusing,
sesak napas/gagal jantung, berkunang-kunang.
- Tanda-tanda infeksi: sering demam
- Akibat trombositopenia: perdarahan (menstruasi
lama, epistaksis, perdarahan gusi, perdarahan di
bawah kulit, hematuria, buang air besar campur
darah, muntah darah).
~ Pemeriksaan fisik:
konjungtiva pucat, takikardi, tanda perdarahan
~ Pemeriksaan penunjang:
darah tepi lengkap ditemukan pansitopenia,serologi
virus (hepatitis, parvovirus)
~ Diagnosis pasti:
sitologi dan histopatologi sumsum tulang

 DIAGNOSIS BANDING
Mielofibrosis, anemia hemolitik, anemia defisiensi,
anemia karena penyakit kronik, anemia karena
penyakit keganasan sumsum tulang, hipersplenisme,
leukimia akut
 PEMERIKSAAN PENUNJANG
~ Laboratorium: darah tepi lengkap, serologi virus
~ Aspirasi dan biopsi sumsum tulang

 TERAPI
Terapi penunjang:
~ Transfusi komponen darah (PRC dan/atau TC)
sesuai indikasi (pada transfusi darah)
~ Menghindari dan mengatasi infeksi
~ Kortikosteroid: prednison 1-2 mg/kgBB/hari
~ Androgen : Metenolol asetat 2-3 mg/kgBB/hari,
maksimal diberikan selama 3 bulan
~ Splenektomi dilakukan bila tidak respons dengan
steroid. Bila pasien menolak splenektomi dapat
diberikan terapi imunosupresif:
- Siklosporin 5 mg/kgBB/hari
- ATG (anti thymocyte globulin) 15mg/kgBB/hari
intravena selama 5 hari
- Transplantasi sumsum tulang, bila ditemukan HLA
yang cocok
Respons terapi:
~ Komplit: granulosit >1000/ul, trombosit >100.000/ul,
Hb normal
~ Parsial; granulosit >500/ul, tidak membutuhkan
transfusi darah merah dan trombosit
~ Minimal: granulosit >500/ul, membutuhkan transfusi
darah merah dan trombosit
~ Tidak berespons: anemia aplastik berat menetap
 KOMPLIKASI
Infeksi bisa fatal, perdarahan, gagal jantung pada
anemia berat

 PROGNOSIS
~ Dubia, tergantung tingkat hipoplasinya
~ Pada umumnya pasien meninggal karena infeksi,
perdarahan atau komplikasi transfusi darah
 WEWENANG
~ RS Pendidikan: Dokter Spasialis Penyakit Dalam
dan PPDS Penyakit Dalam
~ RS non Pendidikan: Dokter Spesialis Penyakit
Dalam

 UNIT YANG MENANGANI


~ RS Pendidikan: Departemen Ilmu Penyakit Dalam,
Divisi Hematologi-Onkologi Medik
~ RS non Pendidikan: Bagian Ilmu Penyakit Dalam
 UNIT TERKAIT
~ RS Pendidikan : Departemen Patologi Anatomi
~ RS non Pendidikan : bagian Patologi Anatomi
 REFERENSI
1. Salonder,H. Anemia aplastic. Dalam: Suyono,
S.Waspadji, S.Lesmana, L.Alwi, I.Setiati, S.Sundaru, H.dkk.
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Edisi III.Balai Penerbit
FKUI. Jakarta 2001:501-8.
2. Aplastiche anemia. Hematologie Klapper.8th ed. Leids
Universitair Medisch Centrum Leiden. Juni 1999:12-16.
3. Widjanarko A. Anemia aplastik. In: Simadibrata M, Setiati S,
Alwi I, Oemardi M, Gani RA, Masjoer A, eds. Pedomen
diagnosis dan terapi di bidang ilmu penyakit dalam. Jakarta:
Pusat Informasi dan Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit
Dalam FKUI RSCM:1999.p.102-3.