Anda di halaman 1dari 4

Oleh : Asmanadia Hidayat

Teleskop adalah instrumen pengamatan yang berfungsi pengumpulkan radiasi elektromagnetik dan sekaligus membentuk citra dari benda yang diamati. diamati. Teleskop merupakan alat paling penting dalam pengamatan astronomi. astronomi. Jenis teleskop yang biasanya dipakai untuk maksud bukan astronomis antara lain adalah transit, monokular, binokular, transit, monokular, binokular, lensa kamera, atau keker. Teleskop kamera, keker. memperbesar ukuran sudut benda, dan benda, juga kecerahannya. kecerahannya.

Contoh teleskop ruang angkasa bernama Hooker

Galileo diakui menjadi yang pertama dalam menggunakan teleskop untuk maksud astronomis. Pada astronomis. awalnya teleskop dibuat hanya dalam rentang panjang gelombang tampak saja (seperti yang dibuat oleh Galileo, Newton, Foucault, Hale, Meinel, dan lainnya), kemudian Meinel, lainnya), berkembang ke panjang gelombang radio setelah tahun 1945, dan kini teleskop meliput seluruh spektrum elektromagnetik setelah makin majunya penjelajahan angkasa setelah tahun 1960. Penemuan atau prediksi akan adanya pembawa informasi lain (gelombang gravitasi dan neutrino) (gelombang membuka spekulasi untuk membangun sistem deteksi bentuk energi tersebut dengan peranan yang sama dengan teleskop klasik. Kini sudah umum untuk menyebut teleskop klasik. gelombang gravitasi atau pun teleskop partikel berenergi tinggi. tinggi.

SEJARAH Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari bendaselubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan mitologi. (1564teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia "lebih tajam" dalam mengamati benda langit tajam" yang tidak bisa diamati melalui mata bugil. bugil. Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia tajam, bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Matahari. Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan (1629Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali jarak Saturnus, orbit Bumi-Yupiter. Bumi-Yupiter.

Teleskop ukuran 50 cm di observatorium Nice