Anda di halaman 1dari 32

EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) DARI PROSES PEMBAKARAN EMISI GRK DARI PENGELOLAAN LINGKUNGAN

A. Emisi GRK dari Pembakaran Bahan Bakar Fosil


Proses pembakaran bahan bakar fosil dalam operasi pabrik pulp dan kertas mengeluarkan emisi GRK (CO2, CH4 dan N2O) langsung dan tidak langsung

1) Karbondioksida (CO2)  Emisi CO2 diestimasi dari kandungan karbon atau menggunakan faktor emisi dari bahan bakar fosil yang dibakar.  Industri pulp dan kertas dapat menggunakan data dari : o Data bahan bakar yang digunakan di pabrik o Data yang ditetapkan pemerintah
o Data dari sumber lain seperti dari IPCC  Bila memungkinkan mendapatkan faktor emisi bahan bakar dari dipenjual/penyedia bahan bakar, terutama batu bara karena kandungan karbon, nilai panas untuk berbagai kualitas batubara sangat bervariasi.  Faktor emisi CO2 dan informasi kandungan karbon bahan bakar fosil banyak tersedia di berbagai negara dan bervariasi untuk protokol-protokol
2

Faktor Emisi GRK


Table 4.1. Rentang Faktor Emisi GRK dari berbagai sumber pembakaran bahan bakar fosil
Sumber Gas alam yang digunakan boiler Minyak residu yang digunakan boiler Batubara yang digunakan boiler Bahan bakar kulit kayu dan limbah kayu Lindi Hitam Lime kiln Lime kalsinasi Make-up CaCO3 pabrik pulp Make-up Na2CO3 pabrik pulp Minyak diesel yang digunakan kendaraan Bensin dari sumber bergerak bukan jalan dan peralatan mesin 4-stroke Bensin dari sumber bergerak bukan jalan dan peralatan mesin 2-stroke Pengolahan air limbah anaerobik Limbah padat landfill Unit kg CO2-equiv./TJ kg CO2-equiv./TJ kg CO2-equiv./TJ kg CO2-equiv./TJ kg CO2-equiv./TJ kg CO2-equiv./TJ kg CO2-equiv./TJ kg CO2/t CaCO3 kg CO2/t Na2CO3 kg CO2-equiv./TJ kg CO2-equiv./TJ kg CO2-equiv./TJ kg CO2-equiv./kg CODtreated kg CO2-equiv./ton limbah padat kering Fosil-CO2 56.100 57.000 76.200 78.000 92.900 126.000 0 0 tergantung bahan bakar tergantung bahan bakar 440 415 74.000 75.300 69.300 75.300 69.300 75.300 0 0 CH4 (CO2-equiv.)* 13 357 13 63 15 294 21 860 42 630 21 57 21 57 0 0 82 231 84 30.900 9.860 162.000 5,25 3.500 N2O (CO2-equiv.)* 31 620 93 1.550 155 29.800 310 8.060 1.550 0 1.550 0 0 620 9.770 93 2.580 124 861 0 0

Table 4.2. Faktor emisi CO2 IPCC (Tier 1) Faktor Emisi Faktor Emisi Belum Terkoreksi Terkoreksi Bahan bakar fosil kg CO2/TJ* kg CO2/TJ Minyak mentah 73.300 72.600 Bensin 69.300 68.600 Minyak tanah 71.900 71.200 Minyak diesel 74.100 73.400 Minyak residu 77.400 76.600 LPG 63.100 62.500 Petroleum coke 100.800 99.800 Batubata Anthrasit 98.300 96.300 Batubara Bituminous 94.600 92.700 Batubara Sub96.100 94.200 bituminous Lignit 101.200 99.200 Peat 106.000 104.900 Gas alam 56.100 55.900 * Faktor-faktor ini diasumsikan karbon tidak teroksidasi Sumber : NCASI, 2005

IPCC merekomendasikan faktor koreksi 0,98 untuk batubara, 0,99 untuk minyak dan produk minyak, 0,995 untuk gas, dan 0,99 untuk peat
4

Total emisi CO2 dari semua sumber pembakaran bahan bakar fosil dapat diestimasi dari masing-masing unit pembakaran secara terpisah
Table 4.3. Rekomendasi faktor koreksi karbon yang tidak teroksidasi dari berbagai dokumen pedoman Sumber IPCC (1997c) Environment Canada (2004) EPA Climate Leaders (USEPA 2003) DOE 1605b (USDOE 1994) EPA AP-42 (USEPA 1996, 1998a,b,c)
Sumber : NCASI, 2005

Batubara 98% 99% 99% 99% 99%

Minyak 99% 99% 99% 99% 99%

Gas Alam 99,5% 99,5% 99,5% 99% 99,9%

Emisi CO2 dari Lime Kiln dan Kalsinasi Pabrik Kraft


Emisi CO2-fosil dari lime kiln dan kalsinasi pabrik kraft diestimasi menggunakan pendekatan yang sama seperti untuk pembakaran bahan bakar fosil menentukan seberapa banyak bahan bakar fosil yang digunakan di kiln Perhitungan menggunakan informasi kandungan karbon bahan bakar atau faktor emisi. Emisi CO2 ini dilaporkan bersama dengan emisi CO2 bahan bakar fosil.
Table 4.4. Faktor emisi untuk Lime Kiln dan Kalsinasi pabrik kraft Emisi (kg/TJ) Fuel Lime kiln pabrik kraft Kalsinasi pabrik kraft CO2 CH4 N2O CO2 CH4 N2O 2,7 0 2,7 0,3 Minyak residu 76.600* 76.600* Minyak distilat Gas alam Biogas 73.400* 55.900* 0 2,7 2,7 2,7 0 0 0 73.400* 55.900* 0 2,7 2,7 2,7 0,4 0,1 0,1

Sumber : NCASI, 2005

Emisi CO2 dari tambahan karbonat (make-up carbonates) di pabrik pulp


Kehilangan natrium dan kalsium di sistem pemulihan biasanya ditambahkan bahan kimia non-karbonat dan menggunakan sejumlah kecil CaCO3 dan Na2CO3. Kandungan karbon dalam bahan kimia ini adalah berasal dari bahan bakar fosil. Dalam perhitungan, diasumsikan bahwa karbon dari tambahan bahan kimia ini melepaskan CO2 dari lime kiln atau tungku pemulihan (recovery furnace). Emisi-emisi ini diestimasi dengan asumsi bahwa semua karbon dalam CaCO3 dan Na2CO3 yang digunakan di pemulihan dan kaustisasi lepas ke atmosfir.
Table 4.5. Faktor emisi dari tambahan (make-up) CaCO3 dan Na2CO3 pabrik Pulp Sumber Make-up CaCO3 Make-up Na2CO3
Sumber : NCASI, 2005

Faktor Emisi 440 kg CO2/ton CaCO3 415 kg CO2/ton Na2CO3

2). Metan (CH4) dan Nitrogen oksida (N2O)


Emisi Metan (CH4) dan Nitrogen (N2O) dari pembakaran bahan bakar fosil biasanya sangat kecil dibandingkan terhadap emisi CO2. Estimasi emisi Metan (CH4) dan Nitrogen oksida (N2O) biasanya akan mencakup pemilihan faktor emisi yang paling sesuai dengan bahan bakar dan jenis unit pembakarannya. Untuk pembakaran bahan bakar fosil seperti di boiler, faktor emisi yang direkomendasikan berdasarkan : Data bahan bakar yang digunakan di pabrik Data yang ditetapkan pemerintah Data dari sumber lain seperti dari IPCC

Faktor emisi CH4 dan N2O menurut IPCC Tier 1 untuk penghitungan emisi dari semua sumber pembakaran disajikan pada Tabel 4.6.
Table 4.6. Faktor emisi CH4 dan N2O (IPCC Tier 1)
Bahan Bakar Faktor Emisi CH4 (kg/TJ) 10 5 2 30 Faktor Emisi N2O (kg/TJ) 1,4 0,1 0,6 4

Batubara Gas alam Minyak Kayu dan residu kayu


Sumber : NCASI, 2005

Faktor emisi CH4 dan N2O menurut IPCC Tier 2 untuk estimasi emisi berdasarkan bahan bakar dan informasi teknologi secara detail ditunjukkan pada Tabel 4.7.
9

Table 4.7. Faktor emisi CH4 and N2O untuk boiler industri (IPCC Tier 2) Bahan Bakar Batu bara bituminous Batu bara sub-bituminous Batu bara bituminous Batu bara sub-bituminous Batu bara bituminous Batu bara bituminous Batu bara bituminous Batu bara bituminous Batu bara bituminous Batu bara sub-bituminous Anthrasit Minyak residu Minyak distilat Gas alam Gas alam Gas alam Gas alam Gas alam
Sumber : NCASI, 2005

Teknologi Overfeed Boiler stoker Overfeed Boiler stoker Underfeed boiler stoker Underfeed boiler stoker Pulverized Pulverized Pulverized Spreader stoker Fluidized bed Fluidized bed

Konfigurasi

kg CH4/T J 1,0 1,0 14 14 0,7 0,7 0,9 1,0 1,0 1,0 10* 3,0 0,2 1,4 0,6 17 13 2,9

kg N2O/TJ 1,6 1,6 1,6 1,6 1,6 0,5 1,6 1,6 96 96 1,4* 0,3 0,4 0,1* 0,1* 0,1* 0,1* 0,1*

Dry bottom, wall fired Dry bottom, tang.fired Wet bottom Circulating or bubbling Circulating or bubbling

Boiler Turbin Int. comb. engine Int. comb. engine Int. comb. engine

2-cycle lean burn 4-cycle lean burn 4-cycle rich burn

* Faktor emisi batubara dan gas alam IPCC Tier 1.

10

Perhitungan Emisi GRK dari Pembakaran Bahan Bakar Fosil


Perhitungan emisi CO2 hasil pembakaran bahan bakar fosil adalah berdasarkan banyaknya energi yang di konsumsi (Ek) dan faktor emisi CO2 yaitu dihitung dengan persamaan berikut :
Emisi CO2 (ton CO2/th) = (Ek) (FECO2) = Q x x NCV x FECO2 = m x NCV x FECO2 dimana : Ek = banyaknya energi yang di konsumsi (TJ/th) m = Banyaknya bahan bakar yang dibakar (kg/tahun) Q = Banyaknya bahan bakar yang dibakar (m3/tahun) = Densiti bahan bakar (kg/m3) NCVbahan bakar = Net Calorific Value (NCV) bahan bakar (TJ/kiloton) FECO2 = Faktor Emisi gas CO2 (Ton CO2/TJ) .. Pers. (1)

11

Perhitungan emisi CH4 dan N2O hasil pembakaran bahan bakar fosil adalah berdasarkan banyaknya energi yang di konsumsi (Ek), faktor emisi CH4, faktor emisi N2O dan Global Warming Potential (GWP) untuk gas CH4 yaitu 21 dan untuk gas N2O yaitu 310 yang dihitung dengan persamaan berikut :

Emisi CH4 (ton CH4/th) = (Ek) (FECH4) Emisi CH4 (ton CO2 eq./th) = (Ek) (FECH4) (GWPCH4) dimana : o FECH4 o (GWPCH4) = Faktor Emisi gas CH4 (Ton CO2/TJ) = 21 CO2

..Pers.(2) ..Pers.(3)

Emisi N2O (ton N2O/th) = (Ek) (FEN2O) Emisi N2O (ton CO2 eq./th) = (Ek) (FEN2O)(GWPN2O) dimana : o FEN2O o (GWPN2O) = Faktor Emisi gas CO2 (Ton CO2/TJ) = 310 CO2

..Pers.(4) ..Pers.(5)

Total emisi GRK (ton CO2/th) = Emisi CO2 + Emisi CH4 + Emisi N2O

.Pers.(6)
12

Contoh contoh Perhitungan:


Contoh No.1. Emisi CO2, CH4, dan N2O dari gas alam yang digunakan pada pabrik kecil. Suatu pabrik menggunakan boiler kecil dan infrared dryer. Pabrik mencatat pemakaian gas alam dalam setahun sebesar 17.000.000 m3. Pabrik memutuskan untuk mengestimasi emisi dari semua konsumsi gas alam. Pabrik tidak memiliki data kandungan karbon dalam gas alam. Tetapi menggunakan faktor emisi IPCC yaitu 55,9 ton CO2/TJ. Pabrik menggunakan faktor emisi CH4 and N2O dari Tabel 6 (5 kg CH4/TJ dan 0,1 kg N2O/TJ). Pabrik memperkirakan NCV gas alam sebesar 52 TJ/kiloton dan densitinya 0,673 kg/m3. Estimasi emisi dalam setahun adalah sebagai berikut : Emisi CO2 (ton CO2/th) = (Ek) (FECO2) = Q x x NCV x FECO2 Ek = (17 x 106 m3 gas/th) x (0,673 kg/m3) x (52 TJ/kiloton) = 595 TJ/th  Emisi CO2 (ton CO2/th) = (595 TJ/th) x (55,9 ton CO2/TJ) = 33.300 ton CO2/th  Emisi CH4 (ton CH4/th) = (Ek) (FECH4) = (595 TJ /th) x (5 kg CH4/TJ) = 2.975 kg CH4/th = 2,975 ton CH4/th  Emisi CH4 (ton CO2 eq./th) = Emisi CH4 (ton CH4/th) (GWPCH4) = (2,975 ton CH4/th ) (21) = 62,5 ton CO2-eq./th  Emisi N2O (ton N2O/th) = (Ek) (FEN2O) = (595 TJ/th) (0,1 kg N2O/TJ) = 59,5 kg N2O/th = 0,06 ton N2O/th  Emisi N2O (ton CO2 eq./th) = Emisi N2O (ton N2O/th) (GWPN2O) = (0,06 ton N2O/th) (310) = 18 ton CO2-eq./th  Total emisi GRK = Emisi CO2 + Emisi CH4 + Emisi N2O = 33.300 + 62,5 + 18 = 33.400 ton CO2-eq./th
13

Contoh No 2. Emisi CO2, CH4, and N2O dari a large dry-bottom, wall fired boiler membakar batubara pulverized bituminous. Boiler menghasilkan 350.000 kg steam per jam (sekitar 770.000 lb/jam). Dalam setahun pabrik mencatat bahwa boiler mengkonsumsi batubara sebanyak 336.000 Mg (370.000 ton) yang memiliki nilai kalor rata-rata 13,000 Btu HHV/lb. Kasus 1: Emisi CO2 berdasarkan kandungan karbon bahan bakar Kandungan karbon batu bara (80,1% w/w). Pabrik memutuskan menggunakan koreksi IPCC untuk kadar karbon yang tidak terbakar dalam coal-fired boiler (karbon tidak terbakar 2%). Faktor emisi untuk CH4 = 0,7 kg CH4/TJ NCV dan faktor N2O = 1,6 kg N2O/TJ NCV. NCV batubara 5% lebih rendah dari GCV. Estimasi Emisi CO2, CH4, dan N2O setahun sebagai berikut:  Emisi CO2 (ton CO2/th) = m x kandungan karbon batubara x (1 - % karbon tidak terbakar) x (BM CO2/BM karbon) = (336.000 Mg/th batubara) x (0,801 Mg karbon/Mg batubara) x (0,98 Mg karbon terbakar) x (44 Mg CO2 / 12 Mg carbon) = 967.000 Mg CO2/th = 967 x 103 ton CO2/th  Emisi CH4 (ton CH4/th) = (Ek) (FECH4) = (m x NCV)(FECH4) = (370.000 tons batubara/th) (2.000 lb/1 ton) (13.000 Btu GCV/lb) (0,95 NCV) (0,7 kg CH4/TJ NCV) = 6.750 kg CH4/th = 6,75 ton CH4/th  Emisi CH4 (ton CO2-eq./th) = Emisi CH4 (ton CH4/th) (GWPCH4) = (6,75 ton CH4/th ) (21) = 142 ton CO2-eq./th  Emisi N2O (ton N2O/th) = (Ek) (FEN2O) = (m x NCV)(FEN2O) = (370.000 ton batubara/th) (2.000 lb/1 ton) (13.000 Btu GCV/lb) (0,95 NCV) (1,6 kg N2O/TJ NCV) = 15,4 ton N2O/thEmisi N2O (ton CO2-eq./th) = Emisi N2O (ton N2O/th) (GWPN2O) = (15,4 ton N2O/th ) (310) = 4.780 ton CO2-eq./th Total emisi GHG = Emisi CO2 + Emisi CH4 + Emisi N2O = 967.000 + 142 + 4.780 = 972.000 ton CO2-eq./th
14

Kasus 2: Emisi CO2 berdasarkan faktor emisi Pabrik tidak mempunyai data kandungan karbon batubara yang dibakar diboiler. Pabrik menggunakan IPCC Tier 1 faktor emisi untuk CO2 adalah 94,6 ton CO2/TJ NCV. Pabrik memutuskan menggunakan koreksi IPCC untuk kadar karbon yang tidak terbakar dalam coal-fired boiler (2% karbon tidak terbakar). Emisi CO2 yang belum terkoreksi :  Emisi CO2 (ton CO2/th) = (Ek) (FECO2) = m x NCV x FECO2 = 370.000 tons batubara/th (2.000 lb/1 ton) (13.000 Btu GCV/lb) (0,95)(1.055 J/Btu) (94,6 ton CO2 /TJ NCV) = 912 x 103 ton CO2/th  Emisi CO2 terkoreksi 2% karbon tak terbakar = (912 x 103 ton CO2/th) (1 0,02) = 894 x 103 ton CO2/th  Emisi CH4 (ton CH4/th) = (Ek) (FECH4) = (m x NCV)(FECH4) = (370.000 tons batubara/th) (2.000 lb/1 ton) (13.000 Btu GCV/lb) (0,95 NCV) (0,7 kg CH4/TJ NCV) = 6.750 kg CH4/th = 6,75 ton CH4/th  Emisi CH4 (ton CO2-eq./th) = Emisi CH4 (ton CH4/th) (GWPCH4) = (6,75 ton CH4/th ) (21) = 142 ton CO2-eq./th  Emisi N2O (ton N2O/th) = (Ek) (FEN2O) = (m x NCV)(FEN2O) = (370.000 ton batubara/th) (2.000 lb/1 ton) (13.000 Btu GCV/lb) (0,95 NCV) (1,6 kg N2O/TJ NCV) = 15,4 ton N2O/th  Emisi N2O (ton CO2-eq./th) = Emisi N2O (ton N2O/th) (GWPN2O) = (15,4 ton N2O/th ) (310) = 4.780 ton CO2-eq./th Total emisi GRK = Emisi CO2 + Emisi CH4 + Emisi N2O = 894.000 + 142 + 4.780 = 898.922 ton CO2-eq./th
15

Contoh No. 3. Emisi GRK dari lime kiln berbahan bakar gas alam Lime kiln pabrik kraft berbahan bakar gas alam berkapasitas 1000 ton/hari. Penggunaan gas alam per tahun sebesar 28,6 x 106 lb dengan nilai kalornya 21.000 Btu GCVV/lb , NCV = 0,9 GCV dan densitinya 0,77 kg/m3. Faktor emisi CO2 gas alam berdasarkan IPCC dari boilers yang digunakan di lime kiln adalah 55,9 ton CO2/TJ (setelah dikoreksi 0,5% karbon tidak teroksidasi). Untuk CH4, pabrik memutuskan menggunakan faktor emisi untuk lime kiln pabrik kraft adalah 2,7 kg CH4/TJ) dan mengasumsikan bahwa emisi N2O diabaikan. Estimasi Emisi GRK dari kiln : Emisi CO2 (ton CO2/th) = (Ek) (FECO2) = m x NCV x FECO2 = (28,6 x 106 lb gas/th) (21.000 Btu GCV/lb)(1 NCV/0,9 GCV) (1,055 x 10-6 GJ/Btu) (55,9 ton CO2/TJ) = 31.900 ton CO2/th Emisi CH4 (ton CH4/th) = (Ek) (FECH4) = (m x NCV)(FECH4) = (28,6 x 106 lb gas/th) (21.000 Btu GCV/lb)(1 NCV/0,9 GCV) (1,055 x 10-6 GJ/Btu) (2,7 kg CH4/TJ) = 1.540 kg CH4/th Emisi CH4 (ton CO2-eq./th) = Emisi CH4 (ton CH4/th) (GWPCH4) = (1.540 kg CH4/th ) (21) = 32 ton CO2-eq. Emisi N2O : Menurut analisa IPCC pembentukan N2O dalam proses pembakaran di lime kiln tidak signifikan Total emisi GRK = 31.900 + 32 + 0 = 31.900 CO2-eq./th
16

Contoh No.4. Pabrik kraft menggunakan CaCO3 untuk make-up di lime kiln. Pabrik kraft berkapasitas 2.000 ton per hari menggunakan CaCO3 sebagai make-up sekitar 7.000 ton per tahun di area kaustisasi (make-up rate sekitar 2%). CaCO3 dari suatu sumber karbonat berasal dari fosil bukan dari biomasa. Emisi CO2 (ton/th) = Mu x FECaCO3 Dimana : Mu= banyaknya make-up CaCO3 (ton/th) FECaCO3 = Faktor emisi CaCO3 (CO2/ton CaCO3) Emisi CO2 (ton/th) = (7.000 ton CaCO3/th ) (440 kg CO2/ton CaCO3 ) = 3.080.000 kg CO2/th = 3.080 ton CO2/th

17

B. EMISI DARI PEMBAKARAN BAHAN BAKAR BIOMASA 1) Emisi CO2


Banyak industri pulp dan kertas menghasilkan lebih dari setengahnya kebutuhan energinya dari bahan bakar biomasa yang direkoveri dari limbah industri. CO2 yang dihasilkan dari pembakaran biomasa tidak termasuk dalam total emisi GRK tetapi dilaporkan sebagai informasi tambahan. Bahan bakar yang termasuk biomasa berdasarkan IPCC adalah sebagai berikut : Kayu dan sisa kayu Arang Kotoran ternak Limbah dan residu pertanian Limbah padat industry dan domestic Bagas Bio-alkohol Lindi hitam Gas landfill Gas lumpur

18

2). Emisi CH4 dan N2O


Emisi CH4 dan N2O dari pembakaran biomasa kadang-kadang dimasukan karena gas-gas ini tidak ikut dalam proses resirkulasi CO2 di atmosfir. Bila perusahaan mempunyai data spesifik yang mewakili untuk estimasi emisi CH4 dan N2O, maka perhitungannya harus menggunakan data tersebut. Tabel 4.8 menunjukkan faktor emisi untuk CH4 dan N2O dari pembakaran biomasa dari berbagai sumber.

19

Tabel 4.8. Faktor emisi CH4 dan N2O dari pembakaran biomasa
Uraian Faktor Emisi Boiler bahan bakar limbah kayu Kayu dan limbah kayu dan selain biomasa dan limbah Emisi tak terkendali di boiler stoker bahan bakar kayu Rata-rata untuk pembakaran residu kayu Rata-rata pembakaran peat atau kulit kayu di circulating fluidized bed boiler Rata-rata pembakaran peat atau kulit kayu di bubbling fluidized bed boiler Boiler stoker bahan bakar residu kayu sebelum 1980 Boiler stoker bahan bakar residu kayu sebelum 1980 setelah wet scrubber Boiler bahan bakar kayu Kayu sebagai bahan bakar Limbah kayu Median faktor emisi limbah Recovery furnaces Recovery furnace Recovery furnace lindi hitam Lindi hitam Median faktor emisi untuk lindi hitam
Sumber : NCASI, 2005

kg CH4/TJ 30 15 9,5* 1 2 8,2* 2,7* 41 24 30 12 1 - 40 <1 2,5 30 2,5 1 17,7

Kg N2O/TJ 4 5,9* 8,8 <2 3,1 3,4 5 4 1,4 75 <1 5 2 1 21,4

Referensi

Tier 1 IPCC 1997c Tier 2 IPCC 1997c USEPA 2001 Fortum 2001 Fortum 2001 NCASI 1980 NCASI 1985 JPA 2002 AEA Tech. 2001 Swedish EPA 2004 EEA 2004 Fortum 2001 JPA 2002 Swedish EPA2004 EEA 2004

20

Pembakaran bahan bakar campuran biomasa dan fosil di boiler


NCASI menyarankan untuk perhitungan pembakaran bahan bakar campuran biomasa dan fosil di boiler, diestimasi dari total panas input ke boiler dan faktor emisi CH4 dan N2O untuk biomasa.

Contoh No.5. Suatu pabrik mempunyai boiler circulating fluidized bed (CFB) bahan bakar kulit kayu berkapasitas 250.000 kg uap/jam (550.000 lb/jam). Dalam setahun, boiler membakar kulit kayu sebanyak 6,9 x 106 GJ kulit kayu dan 0,8 x 106 GJ minyak residu. Pabrik memutuskan menggunakan faktor emisi minyak residu menurut IPCC (76,6 ton CO2/TJ, setelah dikoreksi 1% karbon tidak teroksidasi) dan estimasi emisi CH4 dan N2O berdasarkan Fortum untuk CFB boiler. Faktor emisi yang ditemukan oleh Fortum, dalam Tabel 8 adalah 1 kgCH4/TJ dan 8,8 kg N2O/TJ.

21

Emisi CO2 dari bahan bakar fosil = (Ek) (FECO2) = (0,8 x 106 GJ/th) (1 TJ/1000 GJ) (76,6 ton CO2/TJ) = 61.300 ton CO2/th Emisi CH4(ton CH4/th) Ek = total input panas = (Ek) (FECH4) = (6,9 x 106 GJ/th) + (0,8 x 106 GJ/th) = 7,7 x 106 GJ/th = 7,7 x 103 TJ/th = 7,7 x 103 TJ/th x 1 kg CH4/TJ = 7.700 kg CH4/th = 7,7 ton CH4/th

Emisi CH4 (ton CO2-eq./th) = Emisi CH4 (ton CH4/th) (GWPCH4) = (7,7 ton CH4/th) (21) = 162 ton CO2-eq./th. = (Ek) (FEN2O) = 7,7 x 103 TJ/th = 7,7 x 103 TJ/th x 8,8 kg N2O/TJ = 67.800 kg N2O/th = 67,8 ton N2O/th Emisi N2O (ton CO2-eq./th) = Emisi N2O(ton N2O/th) (GWPN2O) = (67,8 ton N2O/th) (310) = 21,000 ton CO2-eq./th Total emisi CO2 eq. = 61.300 + 162 + 21.000 = 82.500 ton CO2-eq./th
22

Emisi N2O (ton N2O/th) Ek = total input panas

EMISI GRK DARI PENGELOLAAN LINGKUNGAN


1) Perhitungan Emisi dari Landfill
 Perhitungan gas rumah kaca ( GRK) yang dihasilkan dari landfill adalah gas yang pada dasarnya berasal dari sistem pengumpulan dan pembakaran gas, termasuk didalamnya emisi CH4 yang dihasilkan dari aktivitas mikroba yang teroksidasi menjadi CO2.  Emisi CO, CH4, dan N2O yang merupakan hasil pembakaran bahan bakar penggerak blower maupun dari operasi peralatan seluruh konstruksi yang ada, dan sistem flare.  Gas CO2 yang dipancarkan langsung dari landfill adalah tidak termasuk dalam perhitungan GRK, karena gas CO2 yang dihasilkan landfill berasal dari sumber biogenik sehingga emisi CO2 tersebut tidak menambah konsentrasi CO2 -di atmosfer.  Menurut Kyoto Protocols hanya emisi gas CH4 saja yang ditetapkan dalam perhitungan GRK, sebab CO2 dari landfill adalah terbentuk dari biomassa carbon, sedangkan emisi gas N2O diasumsikan untuk diabaikan karena relatif tidak ada.  Estimasi terhadap landfill atas kontribusinya sebagai sumber GRK adalah = 3.500 kg CO2 eq. per ton limbah padat kering
23

Perhitungan gas CH4 yang terbakar selama sebulan adalah dengan menggunakan persamaan :

Dimana : - V = total volume aliran (Cfm) - C = konsentrasi CH4 dalam aliran gas (%)
-

t = perioda waktu pengukuran (min) 0,99 = efisiensi destruksi 0,454/1000 = faktor konversi (lb/ton)

0,0422 = lb CH4/scf (pada 60F) T = temperatur gas (oR) P = tekanan gas (atm)

24

1.1. Landfill dengan Sistem Pengumpul Gas


Laju pembentukan gas metan dapat dihitung kembali dari:
 Pengukuran jumlah gas metan yang terkumpul  Efisiensi pengumpulan hasil pengukuran

Estimasi metan yang lepas ke atmosfer dapat dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut:
CH4 (m3/ tahun) yang terlepas ke atmosfer =

Dimana: REC = jumlah gas landfill yang terkumpul, m3/ tahun FRCOLL = fraksi gas yang terkumpul dari gas landfill yang dihasilkan , nilai asumsi 0,75 FRMETH = fraksi dari metan dalam gas landfill, nilai asumsi 0,5 OX = fraksi dari metan yang teroksidasi di lapisan permukaan landfill, nilai asumsi 0,1 FRBURN = fraksi dari metan yang terkumpul dan terbakar , sesuai kondisi spesifik

25

1.2. Landfill tanpa Sistem Pengumpul Gas


 Pendekatan perhitungan CH4 adalah dengan persamaan : CH4 yang dihasilkan dalam landfill = R L0 (e-kC e-kT) ........Pers (1)

Dimana: R = nilai rata-rata limbah yang dikirim ke landfill per tahun, ton/tahun Lo = potensial ultimate produksi gas metan, m3/ ton limbah k = konstanta laju produksi metan, l/tahun C = waktu sejak landfill berhenti menerima limbah, tahun T = tahun sejak landfill dibuka, tahun (cat: R dan Lo dapat menjadi satuan untuk berat basah, berat kering, karbon organik yang dapat didegradasi, atau satuan lain tetapi R dan Lo harus dalam satuan yang sama)
Tabel. 5.2. Nilai L0 dan k untuk estimasi Gas Metan pada Landfill Parameter K L0 Nilai Asumsi 0,03 y-1 100 m3/Mg berat kering limbah

26

 Untuk mengestimasi terlepasnya gas CH4 ke atmosfer, dapat digunakan persamaan dibawah ini: CH4 (m3/tahun) yang terlepas ke atmosfer = [(CH4 P - CH4 M) x (1-OX)] + [CH4 M x (1-FRBURN)] Dimana: CH4 P CH4 M OX FRBURN ..... Pers (2)

= dari pers (1) = jumlah metan yang terkumpul, ditentukan sesuai lahan spesifik = fraksi metan yang teroksidasi di lapisan permukaan landfill sebelum terlepaskan ke atmosfer, diasumsikan 0,1 = fraksi dari metan yang terkumpul dan dibakar, ditentukan sesuai lahan spesifik

27

1.3. Perhitungan Emisi Gas Carbon Pada Proses Insinerasi


Banyak industri pulp dan kertas yang menggunakan lebih dari setengah dari energi yang dibutuhkannya dari bahan bakar biomasa hasil dari recovery limbah proses industrinya. Energi yang berasal dari biomasa tersebut dapat berasal dari kulit kayu, serbuk gergaji, limbah rejek kertas bekas, dan limbah padat lainnya termasuk sludge IPAL, yang kemudian dimanfaatkan untuk proses produksi. Emisi gas CO2 yang dihasilkan saat bahan bakar biomasa dibakar, tidak termasuk dalam total emisi GRK. Emisi CO2 yang dihasilkan dari insinerator dihitung berdasarkan kandungan total karbon dalam limbah padat dengan perbandingan komponen yang terdapat dalam campuran aliran limbah yang dibakar. Insinerator yang dilengkapi dengan instalasi pembangkit tenaga listrik dapat menghasilkan listrik 400 500 kwh/ton limbah dengan faktor emisi rata-rata 222 kg CO2/kwh. Sedangkan dalam bentuk panas menghasilkan 1.185 kwh/ton limbah dengan faktor emisi 529 kg CO2/kwh.
28

1.4. Emisi dari Proses Pengomposan


Emisi GRK dari kompos sebagian besar gas CO2 biogenik dan juga sedikit gas NO2 dan CH4. Karena CO2 gas biogenik (US EPA, 1998), tidak dimasukkan dalam perhitungan total emisi gas GRK. Emisi CO2 dari pengomposan = 182,6 -193,2 kg CO2/ton atau (49,8-52,7 kg karbon / ton) (Valzano et al, 2001). Metoda perkiraan perhitungan emisi karbon biogenik pada proses pengomposan dari bahan baku organik (Valzano, 2001) adalah sebagai berikut :
Tentukan berat organik karbon dalam limbah Hitung jumlah mol CO2 yang terbentuk dari proses degradasi organik karbon 3 per ton limbah (asumsi 100 m CO2/ton bahan baku segar pada suhu (T) o 25 C), dengan rumus :

Hitung CO2 ekivalen = mol CO2 x 0,44 kg/mole


29

Contoh Perhitungan : Karakteristik awal bahan baku : Karbon total = 47,87% 3 Volume = 75 m 3 Density = 537,9 kg/m Kadar air = 71,4% Berat kering = 11,52 ton Perhitungan : Berat karbon = 11,52 x 0,4787 = 5,52 ton karbon 3 3 Berat segar = 537,9 kg/m x 75 m = 40,34 ton Perhitungan menurut Jakobsen, (1994) dalam Valzano, 2001 3 o Asumsi : 100 m CO2 lepas/ton bahan baku segar (T=25 C)

Berat CO2 = 44 g/mol Jadi jumlah CO2 ekivalen per bahan baku segar = 4.157 x 0,044 x 1 = 182 kg (Jakobsen, (1994) dalam Valzano, 2001)
30

1.5. Digestasi anaerobik


Biogas merupakan produk samping dari dekomposisi zat organik yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Komposisi emisi biogas umumnya terdiri dari CH4 = 55-70%; CO2 = 27- 45%; N2 = 0-3%; H2 =0-1%; H2S <3%. Metoda perhitungan emisi CO2 ekivalen adalah sebagai berikut : 1). Tentunya jumlah total karbon dalam limbah 2). Hitung jumlah emisi gas metana yang terbentuk dengan bahan organik karbon, dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :

Dimana : Coe adalah jumlah karbon tersedia untuk pembentukan biogas, kg/kg limbah) Co adalah jumlah total karbon ( data dari hasil analisa TOC) T adalah temperatur 16 = BM gas metana 12= BA karbon 3). Hitung emisi CO2 ekivalen = 21 x (A B) Dimana : A = jumlah gas metana yang terbentuk B = jumlah gas metana yang dimanfaatkan sebagai energi.
(sumber : http://www.anaerobic-digestion.com/html/how-to-calculate-greenhouse-ga.php)
31

32