Anda di halaman 1dari 17

AssAlAmuAlAikum wr.

wb

Rezky Utamy D/ 110207008

Andi Farras Wati/ 110207041


Zachra Risqy Utami/ 110207085

INTRODUCTION
RABIES
Penyakit infeksi akut yang menyerang susunan saraf pusat pada manusia ataupun hewan (mamalia)

Kematian (mortality) 55.000 orang/ tahun di seluruh dunia

Kasus terbanyak di Asia dan Afrika daerah endemis rabies

ETIOLOGI
Di dalam saraf dan air liur binatang yang sudah terinfeksi rabies (bergejala)

Lyssa Virus

Binatang: -Agresif -Menyerang tanpa provokasi -Perubahan perilaku

PATOFISIOLOGI RABIES
Virus tidak mudah terdeteksi Masa inkubasi: 3-8 minggu Via aksoplasma S.Saraf perifer Sistem saraf perifer Sistem saraf Pusat Kontak Binatang

Virus bereplikasi dan pecah lalu virion menginfeksi sel saraf lainnya

Semakin dekat jarak luka dengan sistem saraf pusat akan semakin kurang angka harapan hidup dari penderita rabies

Kriteria Diagnosis
Anamnesis riwayat pernah digigit/cakar/kontak dengan mamalia
-Positif rabies -Mati dalam waktu 10-14 hari -Binatang tidak dapat diobservasi -Suspect rabies

Gejala Klinis Prodromal 2-10 hari. non spesifik (like flu illness), spesifik (gatal,parastesia pada luka yang sudah sembuh gigitannya) stadium neurologis akut hiperaktif,disorientasi, halusinasi, hydrophobia, hipersalivasi dan kejang Koma hingga kematian

Positif dFA

Pemeriksaan Histopatologi: mononuclear infiltrat perivaskular cuffing limfosit atau sel polimorfonuklear Badan negri (nilai diagnostik 100% rabies) PCR atau kultur virus pada otak sampel yg diambil setelah kematian

Negri body in infected neuron.

Darah: leukosit: 8.000-13.000/mm3 hemoglobin normal atau sedikit menurun Hematokrit berkurang Urinalisis albuminuria+sedikit leukosit CSF protein dan sel leukosit normal atau sedikit meninggi

KOMPLIKASI

Gangguan neurologik : peningkatan TIK Gangguan hipotalamus : diabetes insipidus, disfungsi

otonomik hipertensi, hipotensi, hipo/hipertermia, aritmia dan henti jantung. Kejang lokal atau generalisata Stadium Prodromal hiperventilasi dan alkalosis respiratorik Stadium Neurologik akut hipoventilasi dan depresi pernafasan

DIAGNOSIS BANDING
Tetanus Ensefalitis Intoksikasi obat-obatan Guillain Barre Syndrome (GBS), myelitis transversa,

Japanese Encephalitis, Herpes Simplex Encephalitis, poliomyelitis, ensefalitis post-vaksinasi Rabies histerik

PENGOBATAN
Pengobatan didasarkan 3 kategori kontak: Kategori I: menyentuh atau memberi makan hewan tersangka, tetapi kulit masih intak Kategori II: goresan kecil tanpa pendarahan dari kontak, atau jilatan pada kulit yang tidak terkena. Kategori III: satu atau lebih gigitan, goresan, jilatan pada kulit rusak, atau kontak lainnya yang melukai kulit, atau tergigit dengan kelelawar

Perawatan post exposure rabies:


Pembersihan dan disinfeksi luka/kontak dengan sabun

dan air mengalir 5 menit. Jika ada, beri antiseptik virusidal seperti povido iodine, yodium tincture, larutan yodium atau alkohol (ethanol) Pemberian imunisasi anti rabies sedini mungkin (khusus kategori II dan III)

Prosedur Pengobatan
NO 1 INDIKASI TINDAKAN JENIS VAR BOOSTER DAN DOSIS ---KETERANGAN Menunda penjahitan luka, jika penjahitan diperlukan gunakan antiserum lengkap Bila diindikasikan dapat diberikan tetanus toxoid, antibiotik, anti inflamasi dan analgetik Luka gigitan 1. Dicuci dengan ---air sabun (deterjen) 5-10 menit lalu dibilas dengan air mengalir 2. Berikan alkohol 40-70% 3. Berikan yodium, betadine solution atau senyawa amonium kuartener 0.1% 4. Penyuntikan SAR secara infiltrasi sekeliling luka.

NO 2.

INDIKASI

TINDAKAN

JENIS VAR DAN DOSIS ----

BOOSTER ----

KETERANGAN ----

Kontak tetapi ---tanpa lesi, kontak tak langsung, tak ada kontak Menjilat kulit, garukan atau abrasi kulit, gigitan kecil (daerah tertutup), lengan badan dan tungkai Imovax atau verorab IM

3.

0.5 ml deltoideus kiri & 0.5 ml deltoideus kanan 0.5 ml deltoideus kiri @ kanan

----

Dosis untuk semua umur sama

Hari 7, 1x suntikan IM

Hari 21 1x suntikan

0.5 ml deltoideus kiri @ kanan

NO 4.

INDIKASI Menjilat mukosa, luka gigitan besar atau dalam, multiple, luka pada muka, kepala, leher, jari tangan dan jari kaki

TINDAKAN A. SAR dosis disuntikkan secara infiltrasi disekitar luka.

JENIS VAR DAN DOSIS Imovag rabies 20 IU/kg BB

BOOSTE R

KETERANGAN

dosis yang sisa disuntikkan IM diregio glutea


B. VAR Sesuai poin 3A &B Imovag,verorab Hari 90, 0.5 ml IM pada deltoideus kiri atau kanan

5.

Kasus gigitan ulang A. < 1 tahun

Berikan VAR hari 0, 30

Imovag, verorab, SMBV

----

B. > 1thn

Berikan VAR + SAR secara lengkap

Imovax, verorab, SMBV, imogan rabies

0.5 ml IM deltoideus umur <3thn, 0.1 ml IC flexor lengan bawah umur >3thn, 0.25 ml IC flexor lengan bawah sesuai 1,3,4,5

6.

Bila ada reaksi penyuntikan reaksi local misalnya kemerahan, gatal, pembengkakan

Berikan antihistamin sistemik atau local Tidak boleh diberikan kortikosteroid

7. Bisa timbul efek samping pemberian VAR berupa meningoensefalitis R/ - kortikosteroid dosis tinggi

PROGNOSIS
Kematian dapat mencapai 100% apabila virus rabies mencapai SSP Prognosis selalu fatal kerana sekali gejala rabies terlihat, hampir selalu kematian terjadi dalam 2-3 hari sesudahnya sebagai akibat gagal napas/henti jantung Jika dilakukan perawatan awal setelah digigit anjing pengidap rabies, seperti pencucian luka, pemberian VAR dan SAR, maka angka survival 100%.

WASSALAM