Anda di halaman 1dari 24

KILANG MINYAK

KELOMPOK 2:
1. 2. 3. 4.

Anggi Dhaniswara Fitri Widhiastuti Intan Novitasari

(I8309002)

Ayu Permatasari (I8309005) (I8309017) (I8309021)

4/14/12

KILANG MINYAK BUMI


Unit to edit Master subtitle style ClickPengolahan V di Balikpapan Kalimantan Timur

4/14/12

PETA KILANG MINYAK INDONESIA

4/14/12

4/14/12

KILANG MINYAK BALIKPAPAN

Kilang minyak ini terletak di tepi teluk Balikpapan, seluas 2,5 Km2 . Kilang ini merupakan kilang tua yang dibangun tahun 1922. Saat pecah Perang Dunia II kilang ini hancur akibat pemboman hebat yang dilancarkan oleh pihak Sekutu dan pembangunan kembali kilang yang hancur ini dimulai tahun 1950. Kilang minyak Balikpapan terdiri dari areal kilang, yaitu Kilang Balikpapan I dan Kilang Balikpapan II. Kilang Balikpapan I terdiri dari :

2 Unit pengilangan minyak kasar (mentah). Hasil dari unit ini adalah Naphta, kerosene, gasoline, diesel, dan residue. 1 Unit penyulingan hampa (High Vacuum Unit) hasil unit ini adalah : parafinic oil destilate (POD), yang dipakai untuk bahan baku untuk 1 unit pabrik lilin dengan kapasitas 100 ton lilin perhari. Lilin yang dihasilkan terdiri dari berbagai jenis (grade) yang dipasarkan didalam negeri maupun keluar negeri.

Kilang Balikpapan II terdiri dari :

Kilang ini diresmikan tanggal 1 Nopember 1983, terdiri dari dua kelompok kilang, yaitu : Kilang Hydroskiming dan kelompok Kilang 4/14/12 Hydrocracking. Hasil dari kilang balikpapan II ini adalah : gas (refinery gas),

Pengilangan Minyak Bumi

4/14/12

CDU

Di CDU (Crude Distilling Unit) ini minyak mentah diolah melalui proses distilasi berdasarkan titik didih. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia distilasi merupakan proses memanaskan benda cair atau padat hingga berubah menjadi uap, yang disalurkan ke dalam bejana yang terpisah. Di dua kompleks kilangnya, UP V Balikpapan memiliki dua CDU, yaitu CDU-V di Kilang Balikpapan I yang memiliki kapasitas 60 MBSD; dan CDU-IV di Kilang Balikpapan II dengan kapasitas 200 MBSD. Dari dua CDU inilah mengalir berbagai jenis produk.

4/14/12

HVU

High Vacuum Unit (HVU) merupakan unit

yang mengolah Long Residue dari proses distilasi dan mengubahnya menjadi LVGO, HVGO, dan Short Residue.

Ada dua HVU, yaitu HVU-III yang ada di

Kilang Balikpapan I berkapasitas 25 MBSD, dan HVU-II di Kilang Balikpapan II dengan kapasitas 81 MBSD.

4/14/12

WAX PLANT

Ini merupakan pabrik lilin yang melengkapi

Kilang Balikpapan I. Dari pabrik dihasilkan lilin dengan tipe HSR, HHP, BW, MW, dan FRW, semuanya diekspor ke Jepang.

4/14/12

LPG RECOVERY

Dengan kapasitas 6.800 barel per hari, unit

pengolah Gas/LPG menjadi produk LPG mixed sebagai bahan bakar rumah tangga.LPGRecovery berada di lingkungan Balikpapan I.

4/14/12

NHT

Naphtha Hydro Treater (NHT) berfungsi memurnikan Naphtha sebelum diolah diPlatformer. NHT dengan kapasitas produksi 20MBSD terletak di komplek Kilang Balikpapan II.

4/14/12

PLATFORMER

Unit ini menghasilkan reformate (komponen

premium) dengan angka oktan tinggi. Kapasitas Platformer yang ada di Kilang Balikpapan II ini adalah 20 MBSD.

4/14/12

HCU

Hydro Cracking Unibon (HCU) berfungsi

memproses Hydrocarbon berat menjadi Hydrocarbon ringan melalui proses perengkahan secara katalis dengan injeksi gas H2.

HCU ada di kompleks Kilang Balikpapan

II, yaitu HCU-A dengan kapasitas 27,5 MBSD dan HCU-B dengan kapasitas sama, 27,5 MBSD.

4/14/12

H2 PLANT

Ini adalah Hydrogen Plant. Fungsinya menghasilkan

gas H2 dengan tingkat kemurnian 97 persen. Gas H2 ini digunakan untuk menunjang proses di HCU.

Ada dua H2 Plant, dan keduanya ada di

Kilang Balikpapan II, yaitu H2 Plant-A dan H2 Plant-B.

4/14/12

Produk-produk yang dihasilkan

CDU-V di Kilang Balikpapan I menghasilkan

produk Gas/LPG, Light Naphtha, Heavy Naptha, Kerosene, Gas Oil, dan Wax. Tapi Wax ini diproses terlebih dulu di HVU-III dan Wax Plant.

Sedangkan CDU-IV yang ada di Kilang

Balikpapan II mengeluarkan produk Gas/LPG, Light Naphtha, Heavy Naphtha, Kerosene, Gas Oil, dan Avtur.Dari produk-produk tersebut, sebagian ada yang tidak mengalami proses lagi, yaitu Heavy Naphtha, Kerosene, dan Gas Oil. Tapi sebagian besar dari produk-produk yang mengalami
4/14/12

Yang mengalami proses lain adalah Gas/ LPG yang diolah lagi di LPG Recovery untuk menjadi produk LPG siap pakai.

Lalu untuk membuat lilin (Wax) juga harus

melalui HVU III dan Wax Plant. Begitupun untuk sampai menjadi Mogas, maka Heavy Naphtha dari Kilang Balikpapan II harus masuk ke NHT dan Platformer terlebih dulu.Di luar itu ada Long Residue dari proses pengolahan di CDU-IV diolah lagi di HVUII (menghasilkan HVGO). Dari situ HVGO, seterusnya masuk HCU-A dan HCU-B.

4/14/12

Yang keluar dari HCU-A berupa Light Naphtha dan Heavy

Sementara itu produk yang keluar dari

HCU-B berupa Kerosene/Avtur tetap sebagai Avtur, dan Gas Oil menjadi Smouth Fluid.

Sementara itu dari unit H2 Plant-A dan H2

Plant-B yang mengolah Natural Gas keluar produk HVGO yang diolah lebih lanjut, sebagian di HVU-II, menghasilkan LVGO. Sebagian lagi keluar produk HVGO yang lantas diolah berikutnya di HCU-A dan HCU-B menghasilkan sejumlah produk, yaitu Light Naphtha, Heavy Naphtha, Kerosene, dan Gas Oil.

Namun demikian, dari H2 Plant-A dan H2

4/14/12 Plant-B ini mengeluarkan residue atau

KELENGKAPAN ALAT

Selain unit-unit inti, layaknya sebuah kilang

minyak, Kilang UP V Balikpapan dilengkapi sejumlah kelengkapan sesuai standar baku yang ada.

4/14/12

FLARE GAS RECOVERY

Flare Gas Recovery System di UP V Balikpapan

merupakan proyek antara Pemerintah Republik Indonesia yang diwakili Ditjen Migas Departemen ESDM dengan NEDO mewakili Pemerintah Jepang.

Tujuan proyek ini adalah untuk memberikan

kontribusi penggunaan energi yang lebih efisien dan mencegah polusi lingkungan atau lindungan lingkungan di Indonesia, khususnya di Balikpapan. 4/14/12

MANFAAT

(1) Mengurangi emisi CO2 sekitar 221.881 ton


4/14/12

TANGKI

UP V Balikpapan memiliki fasilitas tangki penyimpanan minyak mentah sebanyak 35 buah berkapasitas 7.326 MB. UP V Balikpapan juga mempunyai tujuh tangki raksasa di Terminal Lawe-lawe dengan kapasitas masing-masing 800.000 barel. Selain itu ada juga 74 buah tangki produksi dengan kapasitas 5.502 MB

4/14/12

Jetty & SBM

Kilang UP V memiliki delapan buah Jetty

dengan kapasitas 1.000 - 35.000 DWT dan Single Buoy Mooring (SBM), yang digunakan sebagai fasilitas unloading crude oil dengan kapasitas 150.000 DWT.

4/14/12

KELENGKAPAN ALAT-ALAT YANG LAIN:

Water Treatment Plant Laboratorium Hydrogen Recovery Unit

Tujuan proyek Hydrogen Recovery adalah untuk mengefisienkan penggunaan energi di kilang UP V.

Nitrogen Plant Nitrogen Plant ini menghasilkan 170 nm3 nitrogen cair dan 350 nm3 gas nitrogen.

4/14/12

Produk Kilang Minyak


1.

Produk Gas/LPG Light Naphtha Heavy Naptha Kerosene Gas Oil Wax Avtur

2.

3.

4.

5.

6.

7.

4/14/12