Anda di halaman 1dari 24

GNSS-CONTINUOUSLY OPERATING REFERENCE STATIONS (CORS)/JRSP.

BPN-RI
SEPT, 2011 YULIANTO DWI PRASETYO. APTH, M.H BPN GRESIK

DEPUTI BIDANG SURVEY, PENGUKURAN DAN PEMETAAN BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

Global Positioning System (GPS)


Nama resminya NAVSTAR GPS (NAVigation Satellite Timing and Ranging Global Positioning System). Sistem navigasi dan penentuan posisi berbasiskan satelit. Sistem militer yang dioperasikan oleh Dept. Pertahanan Amerika Serikat dan dikelola secara bersama oleh IGEB. Pengembangan sistem : 1973 - April 1994. Cakupan seluruh dunia. Beroperasi secara kontinyu. Tidak tergantung cuaca. Dapat digunakan oleh banyak orang pada saat yang sama. Didesain untuk memberikan informasi tentang posisi dan kecepatan tiga-dimensi, serta informasi waktu. Prinsip dasar penentuan posisi adalah reseksi dengan jarak, yaitu dengan mengukur jarak ke beberapa satelit sekaligus.

KEMAMPUAN GNSS

Ketelitian posisi beberapa mm sampai beberapa meteran

GNSS dapat memberikan informasi tentang posisi, kecepatan, dan waktu secara cepat, akurat, murah, dimana saja di bumi ini pada setiap saat tanpa tergantung cuaca. GNSS adalah satu-satunya sistem navigasi ataupun sistem penentuan posisi, selama beberapa abad ini, yang mempunyai karakteristik prima seperti tersebut.

Ketelitian kecepatan beberapa cm/detik

Ketelitian waktu beberapa nanodetik

SATELIT . 21 + 3 satelit . periode orbit : 12 jam . altitude : 20200 km

3 Segmen GPS
PENGGUNA Mengamati sinyal GPS Hitung posisi dan kecepatan Dapatkan informasi mengenai waktu Estimasi parameter lainnya

SISTEM KONTROL . Sinkronisasi waktu . Prediksi orbit . Injeksi data . Monitor kesehatan satelit

PERAN SATELIT GPS


Satelit dapat dianggap sebagai stasion radio di angkasa yang memancar sinyal dan data ke permukaan Bumi. Sinyal dan data tersebut kemudian diterima menggunakan receiver GPS oleh pengguna di Bumi, untuk menentukan posisi, kecepatan ataupun waktu. Satelit GPS juga dapat dilihat sebagai titik kontrol bergerak yang koordinatnya telah diketahui.

Untuk menentukan posisinya, pengguna di permukaan Bumi mengukur jarak ke beberapa satelit yang posisinya telah diketahui tersebut.

Konfigurasi Orbit Satelit GPS


bentuknya mendekati lingkaran (e <0.02) 6 bidang orbit 4 satelit per orbit inklinasi 55 derajad altitude rata-rata : 20.200 km periode orbit : 11 jam dan 58 menit

Metoda Penentuan Posisi GNSS


Statik : Absolut (stand Alone, Navigasi) (m) Differensial (relatif) (mm). Kinematik: Stop and Go Real Time Kinematik (RTK) Single RTK (radio, ppm) Network RTK CORS (NTRIP) Networked Transport of RTCM via Internet Protocol (cm) Post Processing (Rinex, mm)

Masalah yang dihadapi (1)


No. 1. 2. Orde II Target 8.990 Realisasi 6.407 Sisa 2.686 Harga Satuan 5 juta 2,5 juta Dana 13.4 triliun 22 triliun Kec/Thn 100 Waktu 27 thn

III 900.000

13.285 886.715

3.300 268 thn

Total Harga Pengadaan Titik Dasar Teknik Orde II dan III 35.4 Triliun rupiah untuk seluruh wilayah Republik Indonesia selama 268 Tahun Dari sekitar 80 juta bidang Tanah, sekitar 50 juta bidang belum bersetipikat.

Masalah Yang Dihadapi (2) Peta Pendaftaran Tanah Masih lokal belum mengacu TM3, misal lokasi Transmigrasi, PRPTE, DLL. Masih terdapatnya sengketa Batas dimana hal ini timbul akibat dari belum tersedianya data spasial/peta pertanahan sehingga Sertipikat tidak dipetakan. Belum tersedianya data batas kawasan (hutan, tambang) & batas wilayah administrasi provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, desa dimana hal ini mengakibatkan Konflik Pertanahan

MAKSUD DAN TUJUAN


Mempercepat proses tersedianya basis data spasial bidang tanah guna mendukung program Reforma Agraria dan Program lainnya.

Menyelesaikan Pembukuan dan Legalisasi Aset 50 juta Bidang Tanah pada Tahun 2015
Mengurangi jumlah penggunaan tenaga juru ukur dari 3 orang menjadi 1 org istilahnya one man one instrument, efisiensi tenaga & waktu Mengurangi pembangunan Titik Dasar Teknik (TDT) karena TDT bisa virtual, pengembalian batas mudah dengan tracking koordinat

30km

Ref. Station (Kantor Pertanahan)

Ref. Station (Kantor Pertanahan)


30 km

Server BPN-RI User

30 km

Ref. Station (Kantor Pertanahan)

Ref. Station (Kantor Pertanahan)

Komponen GNSS RTK CORS


Stasiun Referensi (Base Stations) VPN (Virtual Private Network)
Terdiri dari Antena dan Receiver GNSS Geodetik yang bekerja 24/7. Sensor Meteorologi dan tilt. Antenna Mount (tribrach yg dapat dirotasi) Kabel antena, kabel power, kabel Data. UPS Komputer dan Receiver. Modem, Koneksi internet (Router) Penangkal Petir

Komponen CORS
Pusat Kontrol CORS/JRSP
Komputer untuk Server Software Applikasi (Spider)
Receiver GNSS Rover (RTCM, Radio Technical Commission for Marine Service) - Antenna, Receiver, Controller. - Memiliki radio modem dan GSM/GPRS

BPN GNSS CORS DEVELOPMENT

GNSS CORS DEVELOPMENT TIME FRAME

GNSS-CORS Users predictions

Rightside is CORS Users Prediction in the future

Future Development of BPN GNSS CORS

1. CONTROL CENTRE 2. ROOM SERVER 3. CLUSTER SERVER 4. SUPORTING TEAM 5. BACK UP COMMUNICATION 6. BACK UP INSTRUMENT 7. REFERENCE SYSTEM 8. HEIGHT SYSTEM 9. WEB BASE APPLICATION 10.PROCESSING ENGINE 11.COOPERATION WITH OTHER AGENCY

CORS Coordinates on AutoCad

CORS VS TOTAL STATION


KDKN2-KDKN3 menggunakan TS KDKN2-KDKN3 menggunakan CORS Selisih 1173.0126 1173.0069 0.0057

KDKN1-KDKN3 menggunakan TS KDKN1-KDKN3 menggunakan CORS Selisih

6931.9829 6932.0301 -0.0472

KDKN1-KDKN2 menggunakan TS KDKN1-KDKN2 menggunakan CORS Selisih

8063.6133 8063.6629 -0.0496

CORS STATIONS owned by BAKOSURTANAL

BPN A Class CORS Stations Built in 2011

EXISTING BPN CORS BASE STATIONS IN JAWA AND BALI

Thankyou