Anda di halaman 1dari 14

KONSTRUKSI TEORI AKUNTANSI

Pendahuluan..
Dalam mempelajari dan menilai teori akuntansi maka pendekatan yang digunakan adalah dengan menggolongkan berdasarkan asumsi yang digunakannya, bagaimana teori itu dirumuskan dan bagaimana pendekatan yang digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan peristiwa-peristiwa sebenarnya. Teori akuntansi berisi keseluruhan analisis dan komponennya yang menjadi sumber acuan untuk menjelaskan dan memprediksi gejala atau peristiwa dalam akuntansi. Seperangkat konsep, definisi dan proposisi yang saling berkaitan secara sistematis yang diajukan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena atau fakta, Seperangkat hipotesis tsb merupakan hasil penelitian dengan menggunakan metode ilmiah tertentu. Dengan demikian, status teori akuntansi akan menjadi sains setara dengan pengertian teori dalam astronomi, ekonomika, fisika , biologi dsbx.

Definisi..
Teori akuntansi merupakan teori yang membahas proses pemikiran atau penalaran untuk menjelaskan kelayakan prinsip atau praktik akuntansi tertentu yang sudah berjalan atau untuk memberikan landasan konseptual dalam penentuan standar atau praktik yang baru. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa teori akuntansi merupakan penalaran logis, gagasangagasan mendasar, atau gagasan-gagasan yang berkaitan dan konsisten. Proses penalaran logis tersebut dapat disebut sebagai perekayasaan. Hasil perekayasaan dalam hal ini dapat berupa seperangkat prinsip umum, seperangkat doktrin, atau suatu struktur/kerangka konsep-konsep yang terpadu.

Teori pragmatisme..
Teori pragmatis ini terbagi menjadi dua bagian yaitu: 1. Deskriptif Pendekatan pragmatis deskriktif terhadap kontruksi teori akuntansi adalah sebuah pendekatan induktif yang didasarkan pada observasi berkelanjutan terhadap perilaku dari akuntan dalam menyalin prosedur dan prinsip-prinsip akuntansi mereka, selanjutnya teori dapat dikembangkan melalui observasi terhadap bagaimana akuntan bertindak pada situasi tertentu. Teori dapat diuji dengan mengamati apakah akuntan benar-benar bertindak sejalan dengan teori tersebut.

Lanjutan..
Terdapat beberapa aspek kritis pendekatan pragmatis deskriptif terhadap kontruksi teori akuntansi yaitu: Pendekatan deskriptif ini tidak termasuk analisis terhadap kelayakan suatu kualitas tindakan akuntan. Pendekatan ini tidak menghendaki perubahan terhadap metode dan teknik-teknik akuntan dan juga tantangan-tantangannya. Pendekatan ini berfokus pada perilaku akuntan, bukan pada pengukuran atribut-atribut perusahaan seperti aset, kewajiban, dan laba.

Lanjutan..
2. Psikologik Bertolak belakang dari pendekatan sebelumnya, pendekatan pragmatis psikologik membutuhkan teori untuk mengamati respon pengguna terhadap output akuntan (seperti laporan keuangan). Reaksi dari pengguna diperlakukan seperti bukti bahwa finansial statement tersebut berguna dan berisi informasi yang relevan.

Teori sintetik dan semantik..


Salah satu interpretasi teoritis dari akuntansi biaya historis tradisional adalah teori sintetik. Beberapa ahli akuntansi mengkritik teori ini, mereka menganggap bahwa teori ini hanya memiliki komponen semantik pada basis inputnya. Tidak terdapat operasi empiris independen, misalnya laba atau total aset. Bagian tersebut tidak diamati, hanya merupakan penjumlahan sederhana dari akun-akun neraca dan proses auditing. Pada dasarnya merupakan suatu rekalkulasi yang sederhana. Teori ini berhubungan dengan struktur proses pengumpulan data dan pelaporan keuangan. Teori ini mencoba menerapkan praktek akuntansi yang sedang berjalan dan meramalkan bagaimana para akuntan harus bereaksi terhadap situasi tertentu atau bagaimana mereka akan melaporkan kejadian-kejadian tertentu.

Lanjutan..
Teori semantik diperlukan untuk memberikan pengertian tentang konsep-konsep akuntansi sehingga sehingga penafsiran konsep-konsep oleh pembuat (akuntan) sama dengan penafsiran para pemakai laporan akuntansi. Pada umumnya, konsep akuntansi tidak dapat diinterpretasikan dan tidak mempunyai arti selain sebagai hasil prosedur akuntansi itu sendiri. Misalnya, laba merupakan konsep buatan yang mencerminkan kelebihan pendapatan atas beban, setelah diterapkan suatu aturan untuk mengukur pendapatan dan beban.

Teori normatif..
Teori normatif ini berfokus pada dua hal yakni (deriving true income) penelusuran pendapatan sebenarnya (laba) untuk suatu periode akuntansi , atau diskusi tentang jenis informasi akuntansi yang akan berguana dalam membuat keputusan ekonomi. - True income: fokus pada suatu pengukuran tunggal untuk aset dan suatu bentuk / sifat laba yang unik. - Decision-usefulness: pendekatan ini berasumsi bahwa tujuan dasar dari akuntansi adalah membantu dalam proses pembuatan keputusan terhadap pengguna laporan keuangan tertentu dengan menyediakan data akuntansi yang relevan dan bermanfaat. Teori decision-usefulnes bersifat normatif karena didasarkan pada beberapa asumsi berikut: 1. Akuntansi merupakan suatu sistem pengukuran 2. Laba dan nilai dapat terukur dengan tepat 3. Akuntansi keuangan bermanfaat dalam membuat keputusan ekonomi 4. Akuntansi konvensional adalah tidak efisien 5. Terdapat satu pengukuran laba yang unik

Teori positif..
Selama tahun 1970-an teori akuntansi menerapkan metode empiris yang juga disebut sebagai metodologi positif atau empiris berarti pengujian, atau hipotesis atau teori akuntansi harus dikembalikan sesuai fakta dan kejadian yang ada dalam dunia nyata. Fokus utama kajian akuntansi positif adalah pada pengujian empiris beberapa asumsi-asumsi yang dibuat oleh teoritis akuntansi normatif. Contohnya dengan menggunakan kuisioner dan teknik survei lainnya, sifat atau bentuk dari manfaat teknik-teknik akuntansi yang berbeda akan ditentukan. Perbedaan utama antara teori positif dan normatif adalah teori normatif bersifat preskriptif sedangkan teori positif bersifat deskriptif, penjelasan atau prediksi. teori normatif menuntun utnuk memerintah bagaimana akuntan seharusnya bertindak untuk meraih outcome yang dianggap baik, cocok dan adil dan sebagainya. Sedangkan teori positif menggambarkan bagaiman seseorang bertindak dengan baik, menjelaskan mengapa orangorang harus bertindak dengan cara tepat,contohnya dalam meraih beberapa sasaran seperti memaksimalkan nilai saham atau meramalkan apa yang orang-orang telah lakukan atau akan dilakukan dengan cara yang baik dan tepat.

Perspektif berbeda..
Pada poin ini,kita akan berfokus pada apa yang mungkin dipertimbangkan yaitu pendekatan ilmiah.pedekatan ini juga digunakan oleh banyak peneliti atau ahli akuntansi dan dipublikasikan di sebagian jurnal atau akuntansi akdemik.perlu diingat bahwa ini didasarkan pada asumsi ontologi yang pasti (cara kita memandang dunia) yang mana berdampak pada epistemologi yang berbeda ( bagaimana kita belajar) dan metodepenelitian ilmiah untuk kajian yang berbeda. Pendekatan naturalistik dapat dibandingkan dengan penelitian akuntansi ilmiah yang lebih cendrerung untuk menggeneralisasi hasil pengujian sejumlah hipotesis dari teori-teori akuntansi umum.penelitan naturalistik berawal adalh untuk menjawab pertanyaan apa yang terjadi disini?tidak menyediakan generalisasi kondisi segmen segmen kondisi yang luas.

Perbedaan penelitian naturalistik dan ilmiah ..

Pendekatan ilmiah diaplikasikan ke akuntansi ..


Kekurang pahaman terbesar yang ada tentang usaha untuk menerapkan pendekatan ilmiah terhadap teori konstruksi dalam akuntansi adalah tidak tepat karena hal tersebut mencoba untuk memisahkan para pakar ilmiah mengasumsikan bahwa terdapat suatu kebenaran mutlak yang mana akuntansi harus mencapainya. Kedua pandangan ini adalah tidak tepat meskipun seseorang peneliti oleh pengamat akuntansi mungkin menerapkan metode ilmiah kedalam teori konstruksi, para praktisi tidak dapat bertindak sebagai para ahli, melainkan mereka menggunakan bukti empiris dan penjelasan logis melalui pendekatan praktek yang mendukungnya. Metode ilmiah tidak mengklaim adanya kebenaran melainkan berusaha menyediakan bukti persuasif yang mungkin tersedia sebagai suatu deskripsi yang baik,penjelasan atau prediksi seperti halnya teori.

..SEKIAN DAN TERIMAH KASIH..