PERDARAHAN SALURAN CERNA BAGIAN ATAS DAN BAWAH

Dr. Darmadi SpPD, FINASIM

PERDARAHAN SALURAN CERNA BAGIAN ATAS PENDAHULUAN

 Suatu keadaan gawat darurat
 Insidensi : ●AS 300.000 pasien masuk RS/ tahun ●terbanyak pada sosioekonomi , manula Mortalitas : 6-10 %  sering manula  ± 80 %  PSCA self limited  Def. PSCA  semua penyebab perdarahan proximal dari Lig.Treitz  Def. Hematemesis  muntah darah, warna bervariasi  Def. Melena  kotoran berisi darah, warna hitam

ETIOLOGI
1. Tukak peptik 2. Gastritis erosiva 3. Esofagitis 4. Sindroma Mallory Weiss 5. Keganasan

6. Varises Esophagus
1. TUKAK PEPTIK

kerusakan lap.mukosa –muskularis mukosa lambung atau duodenum pinggir tukak dikelilingi infiltrat sel inflamasi akut atau kronik

laboratorium .tukak lambung  perbatasan fundus antrum .anamnese .tukak duodenum  bulbus ● etiologi tukak peptik terbanyak : HP dan NSAID ● diagnosa ditegakkan berdasarkan : .● lokasi terbanyak .radiologi .gejala klinis .endoskopi .pemeriksaan fisik .

GASTRITIS EROSIVA ● Penyebab terbanyak  obat-obatan (aspirin. sebagian tampak bekas perdarahan atau perdarahan aktif sekitar erosi tampak hiperemis. H2 bloker atau sukralfat. 3. ● Endoskopi : erosi pada antrum yang multipel. ESOFAGITIS ● radang di esofagus dimana adanya infiltrasi dan nflamasi difus pada seluruh mukosa dan sub mukosa ● terapi spesifik : PPI dosis tinggi ● endoskopi terapi : ulserasi esofagus dan visible vessel . dll) yang menimbulkan iritasi pada mukosa lambung ● terapi profilaksis : antasida.2.NSAID.

● Endoskopi terapi : koagulasi bipolar.epinefrin atau kombinasi keduanya  dilakukan sebagai kontrol perdarahan sebelum pembedahan . suntikan epinefrin. KEGANASAN ● penyebab terbanyak : Gastric adenocarcinoma ● Endoskopi : hanya untuk diagnostik ● Tindakan operatif sebagai pilihan ● Endoskopi terapi : termal probe. . SINDROMA MALLORY WEISS ● muntah-muntah yang hebat  ruptur dari mukosa dan submukosa sehingga timbul perdarahan.haemoclip 5.4.

8%  Indonesia penyebab terbanyak : VE.60%) .warna hematemesis merah terang VE : TL = 76% : 49% . GE. Varices esophagus  Varises Esofagus penyebab tunggal ter- 30% dr seluruh kasus .6. TP  Pada SH etio PSCA tidak selalu VE (hanya 40% .mortalitas 30%  non-varises 2.

KGD . faktor pembekuan. faal hati.PENDEKATAN DIAGNOSTIK a. multi organ failure b.lempadenopati (keganasan) c. teraba massa ● Stres ulcer : luka bakar. Anamnese ● NSAID atau aspirin ● Sindroma Mallory Weiss : muntah-muntah yang hebat ● Keganasan : BB. Laboratorium darah rutin.trauma kapitis. anoreksia. gastritis erosiva) ● massa di abdomen. faal ginjal. Pemeriksaan fisik ● amati dulu tanda-tanda vital. syok resusitasi ● Nyeri epigastrium (tukak peptik.

d. Radiologi : Ba meal. Angiografi (diagnostik dan terapi) . Radionuclide scanning sumber perdarahan g. kontras ganda f. Endoskopi ( diagnostik dan terapi) e.

golongan darah / cross match .RESUSITASI .koreksi koagulopati ( .pasang NG tube .PENANGANAN PASIEN DENGAN PSCA MASIF A.tranfusi darah (bila perlu) .koreksi cairan yang hilang pasang IVFD .

hemostatik Gawat I / II Perdarahan terus Perdarahan berhenti Operasi Terapi konservatif .Gambar-1 : Algoritma Dikutip dari ref.7 Algoritme Penatalaksanaan Hematemesis dan HEMATEMESIS MELENA Melena Dengan gangguan hemodinamik Tanpa ggn hemodinamik -Atasi hipovolemia + NaCl. Tumor Terapi konservatif (antasida. varises esofagus -Terapi konservatif diteruskan Gastritis erosifa.darah -Anamnesis & pemeriksaan fisik Perdarahan terus Perdarahan berhenti Esofagogastroduodenoskopi Dengan varises Tanpa varises -Skleroterapi darurat -Selang SB -Obat penurun tekanan portal -Obat penurun tek. sukralfat. Plasma Expander + Transfusi darah biasa (PRC) -Selang nasogastrik + bilas dgn air es tiap 6 jamsampai jernih -Anamnesis & pemeriksaan fisik -Infus/transfusi sesuai kebutuhan -Selang nasogastrik -Bilas air es -Obat hemostatik -Monitor Hb/HT. Ulkus peptikum Robekan Mallory Weiss. H2RA. PPI. tek. RL.

. pH >6 diperlukan untuk menstabilkan adherent clot. Hasilnya tidak berbeda bermakna dengan pemberian Omeprazole. Pantozol 2 fls ( 80 mg) dlm 100 cc NaCl selama 30 menit diberi 1x sehari selama 3 hari. PPI/Pantozol bolus 2 fls diikuti 40 mg/ 6jam atau infus 5 fls/24 jam. Tukak dengan adherent clot pemberian obat sama dengan regime diatas hasilnya pH meningkat dari 2 menjadi 5 dlm waktu 24 jam. Terapi farmakologi 1. pepsin mencairkan bekuan darah. atau 2 fls/10 jam drip. pH 4 dapat dicapai hanya dalam 20 menit.. Perdarahan berhenti 85 % dalam waktu 24 jam. Ranitidin 100 mg/6 jam atau bolus 50 mg diikuti 3 amp/ 10 jam. Monitoring perdarahan dengan NG tube. 3.PENATALAKSANAAN SECARA UMUM PSCA A. 2.

. Eradikasi HP (+) akan mengurangi rekurensi tukak dan perdarahan yang terjadi. mengurangi jumlah tranfusi darah/tindakan bedah dengan komplikasi yang terjadi.Terapi medikamentosa memberikan hasil yang lebih baik terutama pada ulkus bleeding adherent clot atau non bleeding visible vessel.

Endoskopi hemostasis Termal Metode Endoskopik hemostatik Bipolar probe Heater probe Laser Argon plasma coagulation Monopolar probe Microwave Efinefrin Alcohol Etanolamin Cyanoacylate Polidocanol Trombin Fibrin Hemoclips Sewing Band ligation Endoloop Epinefrin + termal Epinefrin + Hemoclips Epinefrin + laser Injeksi Mekanikal Kombinasi .B.

KESIMPULAN  Penatalaksanaan penderita dengan perdarahan saluran cerna bagian atas adalah sama .  Penderita dengan PSCA dibagi atas 2 golongan besar yaitu dengan gangguan hemodinamik dan tanpa gangguan hemodinamik  Pemberian PPI lebih efektif dalam menurunkan perdarahan dan pembedahan dibanding H2RA  Bila terjadi kegagalan dengan terapi endoskopi maka dirujuk ke bagian bedah digestif .

Occult . berat ) kronik (occult ) PSCB. sedang. Melena . Hematokezia.PERDARAHAN SALURAN CERNA BAGIAN BAWAH Perdarahan saluran cerna bawah (PSCB) saluran cerna bawah --> usus halus dan usus besar dibawah ligamentum Treitz PSCB : akut (ringan. Pseudo melena .

Hematokezia  BAB darah segar warna merah terang yg berasal dari SCBB. pinggir dijumpai warna merah terang Occult bleeding  BAB tanpa perubahan warna. perdarahan tersembunyi . Melena  BAB berwarna merah tua kehitam-hitaman seperti ter Pseudo melena  = melena . Benzidin Test .

Common ETIOLOGI Haemorrhoids Proctitis Inflamatory Bowel Disease Diverticulosis Ischemic Colitis Angiodysplasia Rectal or colonic polyps Anal fissure Infectious enterocolitis Carcinoma of the colon Radiation colitis Meckel’s diverticulum Brisk bleeding from an upper gastrointestinal source Amyloidosis vascular-enteric fistula Antibiotic-associated colitis Occasional Rare .

banyak Menetes  Haemorrhoid .DIAGNOSA * Anamnese   Volume sedikit . anorexia  keganasan !!  Post radiasi. BB. darah kolitis radiasi . Melena  Darah segar menyertai tinja coklat Recto sigmoid area  Darah campur tinja Proximal Rectosigmoid  BAB sakit + urgensi  Rectum  Diare kronik + darah +krampt  IBD  Usia lanjut + sakit +sedikit darah Kolitis iskemik  Usia lanjut.

9%.Fissura Haemorrhoid Cancer . Transfusi Ht 30  PSCB : Ringan  massive = PSCA ? Kronik liver sigmata ? Tukak peptik  Rectal Toucher (RT) : .•Fisik Diagnostik  Syok hipovolemik : TD<100 mmHg Nadi > 100x/menit Hb < 9 gr% Pucat Resusitasi / ICU IVFD.inspeksi perianal area . NaCI 0. Plasma Expander.

Gastroskopi .Hb. Lab : .trombosit  Radiologis : foto abdomen. Surgery PSCB kronik Kolonoskopi. leukosit .PT . Ht.kolonoskopi PSCB masif Sigmoidoscopi.gol darah. Push enteroscopi. Radionuclide scintigrafi. Kolonoskopi. Barium enema. faal hati/ginjal .Anoscopi. Angiografi. BNO  Endoscopy : Sigmoidoscopi.

HAEMORRHOID selalu dijumpai ringan .skleroth / ligation. photo coagulati. jarang massif dihubungkan dengan konstipasi pregnansi dan diit rendah serat Pengobatan: kronik. intermitten . obesitas . electrocoagulati Surgical Hemorrhoidectomy . cryosurgeri. Medis : Suppositoria (+/-) steroid Diit tinggi serat Anoscopi Th/ : Inj.

Fe Skrening CEA. konstipasi . diarhea Tumor colon pd sisi kanan. proctoscopi CA KOLOREKTAL Tumor pd colon desenden . PSCB simptom alarm perubahan bowel habit . rektum (sisi kiri ). letih ok. selama atau sesudah defekasi Diagnosa : RT . anemi def. sigmoid . akut .FISSURA ANI perdarahan ringan sakit didaerah anal . Pengobatan reseksi bedah . silent. Diagnosa Kolonoskopi PA.

differensisi sel Pengobatan : polipektomi . besar. occult bleeding atau hematochezia adenoma histologi. precusor cancer. polip > 1 cm .POLIP KOLON dijumpai ileum (20%) colon ( 80% ).

Afrika(1%). perdrhan yg tdk terkontrol . rendah Asia. inj. dijumpai sisi kiri kolon. recurrent . perdarahan ringan s/d masif . dihub.epinephrin Kolektomi .DIVERTIKEL KOLON Prev.submukosa kelapisan muskularis kolon.tinggi Negara Barat (50%). asimtomatik .diit serat dijumpai pada usia lanjut Divertikel kolon herniasi mukosa. discomfort perut kiri bawah Pengobatan koagulasi.

difficle akut.KOLITIS INFEKSI Salmonella.nyeri perut. E. diarhea. blood (+). C.coli . demam Diagnosa : kultur feses Pengobatan : tergantung penyebab & keparahan Antibiotik. . Shigella . Campylobacter jejuni .

KOLITIS RADIASI Radiasi. striktur.dijumpai beberapa minggu. kolonoskopi telangiectase. sucralfat enema . kerusakan akut.dijumpai setelah 5 thn radiath/ hematokesia. steroid . multiple sakit pada rektum. tukak dan radang Pengobatan : koagulasi laser. bulan radiath/ Kolitis Radiasi lanjut. heaterprobe.surgery . kronik kolon dan rektum Kolitis Radiasi dini.

dijumpai mukus. . ringan atau berat.Dihubungkan dengan pertumbuhan yang berlebihan dari clostridium difficile . rifampicin .mual dan muntah .lincomycin. darah beberapa hari atau minggu.antibiotik related colitis .nyeri perut ringan sampai berat .KOLITIS PSEUDOMEMBRANOUS .diare. clindamycin sering.

takikardia .Antibiotik : vancomycin & metronidazole .kolonoskopi mukosa difus eritem dgn flaques putih kekuning-kuningan (pseudomembran) Pengobatan : . megakolon .demam.dehidrasi.pada kasus berat : distention abdomen (selalu pd umur tua).. leukositosis .

nyeri perut bawah kiri .demam atau normal . kolitis iskemik striktur c. kolitis iskemik gangrenosa b. kolitis iskemik transien Gambaran Klinis : .KOLITIS ISKEMIK kelainan kolon yg disebabkan gangguan vaskuler Insiden : Daldiyono dkk.denyut nadi normal atau takikardia . 8/2379 kolonoskopi Klasifikasi : a.mual.tergantung berat ringannya kolitis iskemik .timbul mendadak . diare berdarah/tanpa darah . muntah.

Pengobatan : 1. Medis konservatif 2.angka kematiannya tinggi Skema terapi pada kolitis iskemik Transient ( Striktur Gangren Konservatif medikamentosa Bedah . Pembedahan Pilihan pengobatan ?ok.

jarang masif diarhea . sedang. pentagastrin atau cimetidine. dewasa muda diagnosa 99mTc sodium pertechnetate scan. nyeri pada perut . tenesmus MECKEL’S DIVERTICULUM Penyebab perdarahan yang sering dijumpai pada anak . Angiografi pengobatan reseksi bedah divertikulum .INFLAMATORY BOWEL DISEASE (IBD) Perdarahan ringan.

perdarahan ringan. Sumber perdarahan PSCB perlu diketahui untuk tindakan terapeutik Perdarahan masif  angiografi.KESIMPULAN PSCB symptom yang selalu dijumpai ok berbagai penyebab. laser terapi bermakna menurunkan tindakan oeprasi . berkurang ataupun berhenti  kolonoskopi Endoskopi terapeutik seperti koagulasi heaterprobe.

/. #& :.5 095..9. .39.39...!##$&## #91.5 095. /.5 :.

.

5 :: /:. 29652 6003. 95.4 '9. :: . #:16 .62.5 :1.3: 1.. 35.2.9 1/.45.5 /9. 435. 3. "003. #& 4. #&  ...

62..4.  /9. /315  .9 #:16 435.5 . .57..5 "003..9 .3 1.9.95.4.9 & 35.95..5  /9.. :. .  435. . 79/. . 49. 2. 49.:.9.95.95.9. 759 147.  1. 49. . :79.

4.9. .5 791..5 ..9:4/5 515 ':..

:.: .: 9. 06365 %.:03.. 6 .469961: #960.65 063. %0.3 ::9 50.036:: :040 63.9..3 :690 43616:: .96063.64465 '"" .4.034 9:2 /315 964 .: 023: 19.6: 5.90564.: 561:73.1.: 53.5.3 69 063650 7637: 5.69 63 :...5 779 .:.965.:.

/6.90 :.0. 5.3.5.

9 .1 063..::60..:65.: "00.3 %.

 263.: .5. :.469961 35.9.2.  :.5.479 .2 5.6 :461 . G .5.!"& 5.9 459. #964.9. /. 3.5.: 9.4   . 29.5   #6:.1.: . :. 0623. 2.1.2.. 0.6:461   :. 1. 63.5. %0.9 29652 1.9.3 %0. 9.  .  .9. 95: %0.9. .569.47.5. 3.45:   634 :12.: :242  :..9.:.: 1. :12.

W:2 .2  %0.5 4..::  #&  9652 39 :4.  '2..2 77..1  45.:    !.. /   9 #0.3 '609 %'  .2  &62 766342  ' 44 !.    #&  %5. %::.56:..

3 .9. 5:72: 79.5. .

509 #3.5:: . .:4. ::9. 7.  .519 '9.469961 .

 ./  .

/ . . 326:.

#' .

63 1.. ..5.3 .3 .9.

:.96:267 .964/6:.165031 :05. .1636:  6.9.96:067 &99 #& 29652 63656:267 .6 .94 54./1645 !"  516:067  &4616:067 56:067 263656:267 #& 4. . %. #: 5.  %.: &4616:067 63656:267 569.

:: 1/52. 951.5 1:  &776:.9. .5: 1.5 ....5 15. "%%" :3. #56/.3 147.94.5 265:.69.. :9.7. 95.5 5.: 795.5 4.5 1.

. 30.5 :9.3. &90.. 56:067 '  5 :2396..3 4699610..65 096:99 76.6 06. .3.64 29652 6/:..  3. :.961 .9606.: .

..5.5 :..7. 265:.2.3 . 63656:267 # #56/.94 79/.5.%' 7960.4. 3. '469 06365 71 :: 2.2.56:.5 /63 .3.12.595.: ..9..&&% ! 791.9.5 :35.4 :: 29 #& :47..11.6:067  ""%' '469 71 06365 1:515 :461 92.::1.56:. :3.: 1. 62 ..64 .5 9:2: /1..54 1  &2955  . .9./.

1564. :.636 790:69 0.64 . .#"# ""! 147.509 /:.60.. 4..5  76372. 34  06365  /315 7637   04 6003... .9 195:: :3 #56/..

 7..9265.9.:4. .1.  !.5. 23.9.3. #56/.5 :1 4.%'""! #9 . 3.963 90995. 9.  951. :. 1/ 1. :/426:.: 1:06469.9: 26365 147. 92. 29 /..12 .: 426:..5  .: 5 75795 632.. .7:.23 26365 95. 79. 147. :9. :: 29 26365 .9.64.2 791.5 :.5 4:23.64 7919.5 95.5 26....

 1.9 5  063  103 .346533.9. &33.5 5.9:: #56/.5."'& !& &.23. /3661 5979.0..9.4736/.2..9.2 .5 75/. .5 ../6.56:.  14.4 ./ 27.

5.4 63.3.2.3.:9 .3..1.: %..5 .. //9.1..1.. :99 .5 92.50.. 4.5 9.5  26.2.: 3.1. 147.73 :.961 :09.  .4 263656:267 . 63.2 1."'& %& %.62:. 92..5 9. 45 /3.3..9 .1.92.2.5 9.: :.: %.5 #56/.9796/ :. :. 54.: 29:. 43. 7.1. 29652 26365 1.7.: 3.2.1.: 15 147.

"'& #&"  %!"& .

./6.5.293.1063.: ..

4705 .405:95 9. 3506405 0351.

5 1.579.515.5. /52.9036:.914103 .5 /93/.4/.

5..9 95.45 .7... //9.9./9.42: 1... 147..9. 1.

95..47. ./9.5:. 5979.

4.31.545. ..

.

14.22. ..4 .91.

1.  1:..65 . 7.3 71 49 . 4.:: /9.5. 2../1645 :3.26365 .

119.: 326:.6:: .

 2255.8: 7. 1: 9. 263656:267 426:.4 15 3.

255.5  ..5 7:1644/9..5 #56/.

5.9651./6.63 .2  .506405 4.

"'& &  23.5:5 .92.9 0 263.5 .5956:.: :242 :. / 263.4/.: :242 .5 35:  .: :242 ./2. 263.:239 5:15  .31656 122  263656:267 3.9.:  .5 26365  1:/.5 .5.5.9.:2.

55.: :242 .5 /9.. 263.9. 95.5. .

1.2 . .4/3 451.

. 59 79. 29 . /.

..9. 1.9. .3 45. 1. 4..57.9 /91.

14..4 .3 .. 5694.

1 5694.22.. . . 5..3 . 15..91.

  #4/1.77.55.5 &24.5 756/.263.5:5.5   1: 265:9. 1...::242 '9.#56/. .92. 412.45.9. .6:.5 62 ........1.5 #3.. 24.595 &.52.9 65:9. .

. 41..! '"% " &&  #91.9.95 . 59 7.5 :95 147.5 .5 . :0.5.5 4.9. 4'0 :614 79.2 1. 79./ 791. 756/.1.5:4: & %' #5/.: 1. 7. 1.5 :1.9.:. 19. .56:..15 569. 04..5 75...5 9:2: /1.234 . ....05.1.9.5 95.:..

2.:9 .9.2 :79. 791.7. 62 /9/.3 147..9796/ 3...9. 45952.2 .3.2 #91.51.9.25.5 #& 793 12.5 263656:267 /929.5 4. 75/./ &4/9 791.5 ..7 /94.51.2.5 . 516:267 .9.9..: .9.569.5 679.: . 26...& #! #& :47.: ..5 :3.7.64 . 5.75 /95.5 95.5 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful