PUISI LAMA

PUISI BARU

PUISI KONTEMPORER

Click to edit Master subtitle style

PUISI

4/21/12

PUISI LAMA

PUISI BARU

PUISI KONTEMPORER

PUISI LAMA
Ciri-ciri Yang Diperhatikan
Jenis-Jenis Puisi Lama

Faktor NonKebahasaan

4/21/12

PUISI LAMA

PUISI BARU

PUISI KONTEMPORER

PUISI LAMA
Ciri-ciri Yang Diperhatikan
Jenis-Jenis Puisi Lama

Faktor NonKebahasaan

Irama Sama -Tiap baris 4 perkataan -Memiliki bentuk tetap -Rima mengikat -Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya -Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan -Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima
-

4/21/12

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI LAMA Ciri-ciri Yang Diperhatikan Jenis-Jenis Puisi Lama Faktor NonKebahasaan Lafal -Intonasi -Tekanan -Ekspresi - 4/21/12 .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI LAMA Ciri-ciri Yang Diperhatikan Jenis-Jenis Puisi Lama Faktor NonKebahasaan 1. 2. 5. 3. 4. Ketenangan Ekspresi Gerak Gerik Mimik Volume Jelas Deklamasi 4/21/12 .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI LAMA Ciri-ciri Yang Diperhatikan Pantun Karmina Jenis-Jenis Puisi Lama Seloka Faktor NonKebahasaan Syair Mantra Gurindam SELENGKAPNYA 4/21/12 .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Pengerti an Ciri-Ciri Contoh .

.PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Pengerti an Ciri-Ciri Contoh Mantra adalah ucapanucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

baris dan persajakan. abcde-abcde.PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Pengerti an Ciri-Ciri Contoh Ciri-ciri: Ø Berirama akhir abc-abc. Ø Bersifat lisan. sakti atau magis Ø Adanya perulangan Ø Metafora merupakan unsur penting Ø Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius Ø Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata. abcd-abcd. .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Pengerti an Ciri-Ciri Contoh Assalammu’alaikum putri satulung besar Yang beralun berilir simayang Mari kecil. kemari Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Ciri-Ciri: Ø Setiap bait terdiri 4 baris Ø Baris 1 dan 2 sebagai sampiran Ø Baris 3 dan 4 merupakan isi Ø Bersajak a – b – a – b Ø Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata Ø Berasal dari Melayu (Indonesia) .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Kalau ada jarum patah Jangan dimasukkan ke dalam peti Kalau ada kataku yang salah Jangan dimasukan ke dalam hati .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Ciri-Ciri Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Pantun kilat seperti pantun tetapi pendek .

Ø Semua baris diakhiri koma. Ø Semua baris diawali huruf capital.PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Ciri-Ciri Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Ciri-ciri karmina Ø Setiap bait merupakan bagian dari keseluruhan. . hanya memiliki isi. Ø Mengandung dua hal yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah. Ø Tidak memiliki sampiran. Ø Bersajak aa-aa. kecuali baris ke-4 diakhiri tanda titik. aa-bb Ø Bersifat epik: mengisahkan seorang pahlawan.

sekarang besi (a) Dahulu sayang sekarang benci (a) .PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Ciri-Ciri Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Dahulu parang.

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Pantun Berkait .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Ciri-ciri seloka Ø Ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair. . Ø Namun ada seloka yang ditulis lebih dari empat baris.

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Lurus jalan ke Payakumbuh. Kayu jati bertimbal jalan Di mana hati tak kan rusuh. Ibu mati bapak berjalan .

berisi nasihat .PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris. bersajak a-a-a-a.

masalah atau perjanjian Ø baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Ciri-ciri gurindam Ø Baris pertama berisikan semacam soal. .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Kurang pikir kurang siasat (a) Tentu dirimu akan tersesat (a) Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b ) Bagai rumah tiada bertiang ( b) Jika suami tiada berhati lurus (c) Istri pun kelak menjadi kurus .

bersajak a-a-a-a. berisi nasihat atau cerita .PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris.

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Ciri-ciri syair Ø Terdiri dari 4 baris Ø Berirama aaaa Ø Keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Pada zaman dahulu kala (a) Tersebutlah sebuah cerita (a) Sebuah negeri yang aman sentosa (a) Dipimpin sang raja nan bijaksana (a) .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh 4/21/12 .

Mempunyai persajakan akhir (yang teratur) Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis) Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata. Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh 4/21/12 .PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri a) b) c) d) e) f) Bentuknya rapi. Sebagian besar puisi empat seuntai. simetris.

2. 3. 4/21/12 Alat Ucap Pelafal an Intonas i .PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh 1.

2. Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh 3. 4. Sikap Gerak Mimik Volume Suara Kelancaran Kecepatan . 4/21/12 5.PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n 1.

tanah air. atau pahlawan c) Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa d) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup e) Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih f) Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan 4/21/12 g) Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik .PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh Menurut isinya. puisi dibedakan atas : a) Balada adalah puisi berisi kisah/cerita b) Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan.

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain: a) Distikon b) Terzina c) Quatrain d) Quint e) Sektet f) Septime g) Oktaf/Stanza h) Soneta 4/21/12 .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh Contoh jenis puisi menurut isinya : a) BALADA Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “ Balada Matinya Aeorang Pemberontak” 4/21/12 .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh b) HYMNE Bahkan batu-batu yang keras dan bisu Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri Menggeliat derita pada lekuk dan liku bawah sayatan khianat dan dusta.K) . (Saini S. Tanpa luka-luka yang lebar terbuka dunia kehilangan sumber kasih Besarlah mereka yang dalam nestapa mengenal-Mu tersalib di datam hati. Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu menitikkan darah dari tangan dan kaki 4/21/12 dari mahkota duri dan membulan Yang dikarati oleh dosa manusia.

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh c) ODE Generasi Sekarang Di atas puncak gunung fantasi Berdiri aku. ke tempat berjuang Generasi sekarang di panjang masa Menciptakan kemegahan baru Pantoen keindahan Indonesia Yang jadi kenang-kenangan Pada zaman dalam dunia 4/21/12 (Asmara Hadi) . dan dari sana Mandang ke bawah.

merekalah yang di depan Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas. (Iqbal) 4/21/12 .PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh d) EPIGRAM Hari ini tak ada tempat berdiri Sikap lamban berarti mati Siapa yang bergerak.

Berjalan menyisir semenanjung. masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat. pada cerita tiang serta temali. Kapal. Ada juga kelepak elang menyinggung muram. rumah tua. Tiada lagi. perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam.PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh e) ELEGI Senja di Pelabuhan Kecil Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang. sedu penghabisan bisa terdekap (Chairil Anwar) . Aku sendiri. desir hari lari 4/21/12 berenang Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh f) SATIRE Aku bertanya tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur jidad penyair-penyair salon. dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan. sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya. 4/21/12 termangu-mangu dl kaki dewi . yang bersajak tentang anggur dan rembulan.

 6 f½ f   f¾ 6 f¾ f°¾ f–f¾f¯½f° 6 f¾ f°¯ ½ff°¾ 6 ¾f©ff  f 6 f½ f¾   f  ¾ff 6 f¾f f. f%° ° ¾f% f .

 9D D 9D-@.f°f 9f°° .9  °¾  °¾9¾f¯f .9D.

 .

 f¯°f  f .

° fff f©f¯½ff f°–f° ¯f¾f°  ff¯½  fff ffff°–¾ff f°–f° ¯f¾f°  ff¯f ° f¯ f .

 9D D 9D-@.9  °¾  °¾9¾f¯f .f°f 9f°° f¯°f .9D.

 .

  f .

° 9f°°f¾ ½ ½f°°  f½½ °  ° f¯ f .

 9D D 9D-@.f°f 9f°° f¯°f .9  °¾  °¾9¾f¯f .9D.

 .

  f .

° .

°–f° °– fff°–  °f°–f° fff° f°½ °f ° f¯ f . nf¯°f 6 f½ f¯ ½ff° f–f° f  ¾ f° 6 ¾f©fff ff ff 6 ¾€f ½ ¯ °–¾ff°¾ f°– ½fff° 6@ f¯ ¯¾f¯½f° f°f¯ ¯¾ 6 ¯f f¾ ff€nf½f 6 ¯f f¾ f¯f  nf f¾  ff° f 6.

9D.f°f 9f°° f¯°f .9  °¾  °¾9¾f¯f . 9D D 9D-@.

 .

  f .

° f½ff°– ¾ ff°– ¾%f% f¾ff°–¾ ff°– °n%f% ° f¯ f .

9D.9  °¾  °¾9¾f¯f .f°f 9f°° . 9D D 9D-@.

 .

 f¯°f  f .

° 9f°° f ° f¯ f .

f°f 9f°° .9  °¾  °¾9¾f¯f . 9D D 9D-@.9D.

 .

 f¯°f  f .

° .

 n¾ f 6¾ ¯½f f¾¯ ¯ff °½f°° ff¾f  6-f¯°f f¾ ff°– ¾  f ¯½f f¾ ° f¯ f .

9  °¾  °¾9¾f¯f . 9D D 9D-@.9D.f°f 9f°° .

 .

 f¯°f  f .

° ¾©ff° 9ff¯  f©f ¯ f©ff° ¯f°ffff°¾  ¯f f½f ©ff° ° f¯ f .

9  °¾  °¾9¾f¯f . 9D D 9D-@.9D.f°f 9f°° .

 .

 f¯°f  f .

° ½¾ f°–  f° f½ f  f¾  ¾f©f f f f f  ¾ °f¾f ° f¯ f .

9  °¾  °¾9¾f¯f . 9D D 9D-@.9D.f°f 9f°° .

 .

 f¯°f  f .

° ° f¯ .

 n–° f¯ 6 f¾½ f¯f ¾f° ¾ ¯fnf¯¾f ¯f¾ffff ½ ©f°©f° 6 f¾ f ¾f° ©ff f°°ffff f f ¯f¾ffff½ ©f°©f°½f f f¾ ½ f¯ff  f .

f°f 9f°° . 9D D 9D-@.9D.9  °¾  °¾9¾f¯f .

 .

 f¯°f  f .

° ° f¯ f°–½f°–¾f¾f%f% @ ° ¯ff° ¾ ¾f%f% ff°–¾f½f°––ff° ¾ ¯ ff°–% % f–f¯ff f f°–% % f¾f¯f f f¾%n% ¾½° f¯ °©f ¾%n% f .

 9D D 9D-@.9D.9  °¾  °¾9¾f¯f .f°f 9f°° .

 .

 f¯°f  f .

° ½¾f°– ¾¯  f f  °–f°nf½ f f¾  ¾f©ff f f f  ¾ °f¾fffn f ° f¯ f .

9D.9  °¾  °¾9¾f¯f . 9D D 9D-@.f°f 9f°° .

 .

 f¯°f  f .

° ° f¯ .

 n¾f 6@   f f¾ 6 f¯fffff 6 ¯½f f¾ ¾  ¯ °–f° °–fff¯f¾  ½ °f f .

9  °¾  °¾9¾f¯f .f°f 9f°° . 9D D 9D-@.9D.

 .

 f¯°f  f .

° 9f ff¯f° fff%f% @ ¾ f¾ fn f%f%  f° – f°–f¯f°¾ °¾f %f% ½¯½°¾f°–f©f°f° ©f¾f°f%f% ° f¯ f .

9D.9 9D D . 9D D 9D-@.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

° .

 9D D 9D-@.9 9D D .9D.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

° f% °°f f½ ¾¯ ¾ % . ¯½°f ½ ¾f©ff° f %f°– f% n% f°f ¯ ¯½ –°ff° ½f ¾f©f ½f°° f° ¾f ¯ ¾½° f f ½f f°–f° %  f–f° ¾f ½¾ ¯½f ¾ °f % @f½ f½ f¾°f ff¾ ¾ f –ff % ¾ff° ¾°f¾¾% €% @f½ –ff°f    ff¾ f ff %¾ f–f° ¾f%  ¾ ff .

 9D D 9D-@.9 9D D .9D.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

°  f Dnf½  9 f€ff°  °°f¾ .

 9D D 9D-@.9D.9 9D D .

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

°      f½  f .¯ I¯ ff  f°nff°  n ½ff° .

9D.9 9D D . 9D D 9D-@.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

° . °¾°f ½¾  ff°ff¾ f% ff ff ff½¾ ¾¾f$n f %¯° f ff½¾½©ff°°@f° f°ff ff ½fff° n% f ff½¾¾f°©°–f°°f°–f°– ©f¾f %½–f¯f ff½¾f°– ¾°°f°$f©ff° ½ %¯f°n f ff½¾f°– ¾f½f°½ f¾ff°n°ff¾ €% –f ff½¾f°– ¾ff½f°–¾$ ¾ f° –%f f ff½¾f°– ¾¾° f°$ .

 9D D 9D-@.9D.9 9D D .

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

° %   €% ½¯  –%f€$f°f %° f .ff° %.°  f°–f°¯fnf¯ ¯fnf¯½¾ f f f °°ff°fff° f%¾° %@ °f n%.

9 9D D .9D. 9D D 9D-@.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

° .

f°f f°– 9 ¯ °f# .°© °¾½¾¯ °¾°f f%  9¾fff½f ©f¯°f°– © # ff f.

9 9D D . 9D D 9D-@.9D.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

 °–f°nff ¾ °  . °–– f f½f f  f° ff¾fff°f°f f° ¾f  °–f°¯f¾ f½f° f°–½f°– . ¯ °f° ff ff°–f° f°f f¯ff  f°¯ ¯ f°½f f°– ff  ¾f¯f°¾f @f°½ff ff°– f  f °f f°–f°¾¯ f¾ ¾ff¯  ff°– ff¯° ¾f½f ¯ °– °f . °–f–°–f°°f¯f . ¾f   ff¯f %f° % .° %.- ff° f ff°– f¾ f° ¾ .

 9D D 9D-@.9 9D D .9D.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

° n%  ° f¾ ff°– ff¾½°nf–°°–€f°f¾  f  f° f¾f°f . °n½ff° ¯ –ff° f 9f° ° ° ff°° ° ¾f f°–©f  °f°–  °f°–f° 9f ff¯f° ff¯ °f %¾¯fff % .f° f°–  ff   ¯½f ©f°–  ° f¾¾ ff°– ½f°©f°–¯f¾f .

9 9D D . 9D D 9D-@.9D.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

f°ff f ¯½f   f½f¯ f° f¯f f½ff°– – f ¯  fff°–  ½f° f°–¯ °°––¾ © °f¾ f½°½f¾  –f¾ % f% .° %9.

9 9D D . 9D D 9D-@.9D.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

° %  °©f 9 f f° n °f ff ff°–¯ °nfn°f f°ff– f°– ¯ff ½f fn f f°–¾ f ¯f f½f ½ ff f f ¯ °– ¯ ¾  ff¯¯ ¯½ nff¯f ½f  ¯¾¯ ¯½ n ½f f¯  f©–f   ½f f°– ¯ °°––°–¯f¯  ¾ff  °f°– ¯ ° ¯ ©½f°–fff°f°  @ f – f f°°f°f f°f f°–¯ f @f ff– ¾ °   ©ff° ¯ °¾¾ ¯ °f°©°– ¯f¾½ °–f½ ff½ ¾ f f ©°– f°¾ ff°¾ f¯f ©ff° f½f°f ¯½f ¾ ½ °–f ¾f° ¾f  f½ %.

f°f% .

9 9D D . 9D D 9D-@.9D.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

° €%@  f°f  f½½ f°ff° ½ f°ff° ¯ ¯ °© f ½ °f ½ °f¾f° f°– ¾f©f °f°–f°–– f° ¯ f° ¾ ¯ °ff  ff f° ©f  ¾f¯½°–°f f° f½f°©ff°f f°ff°½f ½ °  f°  ¯f°– ¯f°– f  ¾ °f° % ° f% .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful