Anda di halaman 1dari 39

STATISTIKA DASAR

Oleh
Suryo Guritno
• cara penyajian data
- tabel
- grafik

• menghitung harga-harga penting :


- ukuran lokasi
- ukuran sebaran/penyimpangan

• apabila data mempunyai observasinya cukup banyak perlu


disusun secara sistematik

Susunan data secara sistematik disebut distribusi atau


deretan (runtun)
data disusun menurut : hasilnya disebut :

a. besarnya a. distribusi
(kuantitasnya) frek. kuanti.
b. kategorinya b. distribusi
(kualitasnya) frek. kualit.
c. waktu c. runtun waktu
(terjadinya) (time series)

d. letak geografisnya d. distribusi


spasial
Penyusunan distribusi frekuensi kuantitatif

- data dibagi menjadi kelompok yang biasa disebut kelas interval


- banyaknya kelompok dipilih antara 5 dan 15
- syarat :
antara satu kelompok dengan kelompok yang lain tidak saling
overlap
artinya :
satu observasi hanya menjadi anggota satu kelompok saja
HARGA-HARGA TENGAH
Suatu harga yang dapat menggambarkan distribusi
khusunya ukuran letak (lokasi)

a) rata-rata (= mean)
b) median
c) modus
d) geometrik mean
e) Harmonic mean
UKURAN LETAK

a) Median

b) Kuartil
c) Desil

d) Persentil

e) Kuantil
67 44 35 48 22 51
52 56 61 47 37 61
72 48 44 41 66 26
42 44 51 62 49 73
21 69 52 72 69 33
55 56 77 85 42 71
47 27 82 25 54 64
66 34 57 72 59 57
54 47 63 54 58 55
37 59 73 52 75 56
37 20 49 108 61 47
34 51 67 28 66 87
59 42 33 93 99 68
51 78 78 37 97 97
Distribusi Frekuensi Penghasilan 84 keluarga di ABC

Penghasilan Banyak keluarga


(dalam ribuan rupiah)

20,0 – 29,9 7
30,0 – 39,9 9
40,0 – 49,9 16
50,0 – 59,9 21
60,0 – 69,9 14
70,0 – 79,9 9
80,0 – 89,9 4
90,0 – 99,9 3
100,0 – 109,9 1

84
Distribusi Frekuensi Penghasilan 84 keluarga di ABC

Penghasilan Banyak keluarga


(dalam ribuan rupiah)

19,5 – 29,5 7
29,5 – 39,5 9
39,5 – 49,5 16
49,5 – 59,5 21
59,5 – 69,5 14
69,5 – 79,5 9
79,5 – 89,5 4
89,5 – 99,5 3
99,5 – 109,5 1

84
3 8 4 . . . 5 6 4

8 5 3 . . . 3 5 6

5 8 7 . . . 6 8 7

9 5 4 . . . 5 7 6

6 5 6 . . . 6 3 5
Nilai Banyaknya
Ujian Statistik Mahasiswa
2 1
3 6
4 11
5 16
6 18
7 9
8 7
9 2
10
K K G S . . . D D
D Ks Ks D . . . B S
171531 . . . . . . . . .
. . . . . . . . .
. . . . . . . . .
B B D Ks G K G K S
Distribusi Frekuensi Kualitatif

Jenis Plombir Banyak


Kendaraan Terjual
Kereta 1585
Gerobag 873
Sepeda 161206
Becak 3456
Dwico 4057
Keseran 354
171531
a) Mean :
Jumlah data dibagi banyak data
n angka, X1 , X 2 ,..., X n
X1 + X 2 + ... + X n
X=
n
n
1
=
n i =1

Xi

notasi untuk mean sampel

μ atau μ x
notasi untuk mean populasi
Contoh :
Ada 5 macam beras harganya per kilogram
Rp. 340, Rp. 525, Rp. 450, Rp. 210, Rp. 275
=> Mean harga beras per kilogram
340 + 525 + 450 + 210 + 275
X=
5
= 360
Suatu sifat mean yang baik :
Dapat digunakan untuk menghitung mean kelompok
gabungan, jika mean masing-masing kelompok
diketahui.
n f2 , X2
f 3 , X3
f1 , X1
f4 , X4
f 6 , X6
f 5 , X5

f1X1 + f 2 X 2 + ... + f 6 X 6
X=
f1 + f 2 + ...f 6
6 6

∑f X
i =1
i i ∑f X
i =1
i i
= 6
=
n
∑i =1
fi
=> n
Seharusnya mudah dimengerti, sebab

f1 , X1 = jumlah data dalam kelompok 1


f 2 , X 2 = jumlah data dalam kelompok 2

.
.
.
dst

⇒ f1 , X1 + f 2 , X 2 + ... + f 6 , X 6
= jumlah data dalam kelompok gabungan
Penghasilan fi xi fixi fixi2
19,5 – 29,5 7 24,5 171,5
29,5 – 39,5 9 34,5 310,5
39,5 – 49,5 16 44,5 712,5
49,5 – 59,5 21 54,5 1144,5
59,5 – 69,5 14 64,5 903,5
69,5 – 79,5 9 74,5 670,5
79,5 – 89,5 4 84,5 338,0
89,5 – 99,5 3 94,5 283,5
99,5 – 109,5 1 104,5 104,5
JUMLAH 84 4638,0
fi = frekuensi interval ke-i
xi = titik tengah interval ke-i
9

∑f x
i =1
i i
4638,0
X= 9
=
84
∑f
i =1
i

= 55,21 ribu rupiah

kalau dihitung dari data asli (= raw data = data kasar)

67 + 52 + 72 + ... + 42 + 51
X=
84
= 55,21 ribu rupiah
b) Median :
angka yang letaknya ditengah setelah data diurutkan

contoh :
- banyaknya data ganjil :
270, 210, 450, 340, 525
urutkan

210, 270, 340, 450, 525


median

- banyaknya data genap :


210, 275, 340, 450, 485, 525
340 + 450
median = = 395
2
Median untuk distribusi frekuensi dapat dicari dengan 2 cara
- menggunakan gambar (histogram)
- cara interpolasi
- menggunakan histogram :
a = jarak antara 49,5 ke median
luas daerah diarsir 100
= = = 4,76
frekuensi int. median 21

=> median = 49,5 + 4,76


= 54,26

- menggunakan cara interpolasi :


n
−F
rumus : Median = L md + 2 .c
f md
- Lmd = batas bawah interval median
- n = banyaknya data
-F = nomor urut data tertinggi sebelum interval median
(= jumlah frekuensi interval – interval sebelum interval
median
- fmd = frekuensi interval median
- c = lebar interval median
interval median adalah interval yang memuat median
untuk contoh 1, hal 8, modul 2
interval median adalah
49,5 – 59,5

=> Lmd = 49,5


=> n = 84
=> F = 7+9+16 = 32
=> fmd = 21
=> c = 10
84
− 32
=> Median = 49,5 + 2 .10
21
100
= 49,5 + = 54,26
21
c) Modus :
anggota data yang paling sering muncul (mempunyai
frekuensi tertinggi

- data boleh kualitatif

contoh
* 4, 8, 5, 6, 8, 7, 6, 7, 9, 7, 6, 7,5

=> modus = 7

* 63, 65, 65, 65, 70, 72, 74, 79, 79, 79, 82, 82, 85

=> modus = 65 dan 79


Untuk distribusi frekuensi
a
Modus = L mo + .c
a+b

- Lmo = batas bawah interval modus


- a = beda antara interval modus dengan interval sebelumnya
- b = beda antara interval modus dengan interval sesudahnya
- c = lebar interval modul

Interval modus adalah interval dengan frekuensi tertinggi


interval modus adalah
49,5 – 59,5

=> Lmo = 49,5


a = 21 – 16 = 5
b = 21 – 14 = 7
c = 10
5 − 32
=> Modus = 49,5 + .10
5+7
50
= 49,5 + = 52,67
12
Catatan :
interval modus dan interval median tidak harus sama
UKURAN LOKASI
Setelah data diurutkan
a) Median :
membagi data menjadi dua bagian yang sama

b) Kuartil :
membagi data menjadi empat bagian yang sama

c) Desil :
membagi data menjadi sepuluh bagian yang sama

d) Persentil :
membagi data menjadi seratus bagian yang sama

e) Kuantil/N-til :
membagi data menjadi n bagian yang sama
=> Suatu data akan mempunyai
• 1 Median
• 3 Kuartil
• 9 Desil
• 99 Persentil
• (n-1) Kuantil/N-til
Menghitung Kuartil, Desil, Persentil atau Kuantil suatu distribusi
frekuensi sesuai dengan cara menghitung median
i.n
−F
rumus : Kuantil = L ki + N .c
ke-i f ki

- i = 1, 2, …, (N-1)
- N = banyaknya kelompok
jika akan dihitung kuartil

(Q1, Q2, Q3)


dicari dulu interval yang memuat masing-masing Kuartil
1.n 84
untuk Q1 adalah interval yang memuat observasi bernomor = = 21
4 4
3.n 3.84
untuk Q3 adalah interval yang memuat observasi bernomor = = 63
4 4

=> Interval yang memuat Q1 adalah : 39,5 – 49,5 sehingga

21 − 16
Q1 = 39,5 + .10
16
= 39,5 + 3,13 = 42,63
HARGA-HARGA DEVIASI
Adalah ukuran yang menunjukkan sebaran/penyimpangan tiap
observasi data terhadap suatu harga tengah
a) Rentang/Range
b) Deviasi rata-rata
c) Variansi dan Deviasi Standar
d) Deviasi kuartil

a) Rentang/Range
beda antara maksimum data dengan minimum data
R = max. – min.
Contoh :
* 60, 60, 61, 63, 65, 65, 66, 67, 68, 90
=> R = 90 – 60 = 30
* 60, 65, 70, 72, 75, 78, 80, 85, 88, 90
=> R = 90 – 60 = 30
b) Deviasi rata-rata :
adalah harga rata-rata sebaran tiap observasi data terhadap meannya

n data ; x1 , x 2 ,..., x n
n
1
mean : X =
n
∑X
i =1
i

n
1
d.r. =
n
∑X
i =1
i −X

Contoh

340, 525, 450, 210, 275


1
X = (340 + 525 + 450 + 210 + 275)
5
= 360
Xi (X i − X) Xi − X
210 -150 150
275 -85 85
340 -20 20
450 90 90
525 165 165
0 510

510
=> d.r = = 102
5
Penghasilan fi Xi |Xi –X| fi |Xi –X|
19,5 – 29,5 7 24,5 30,71 214,97
29,5 – 39,5 9 34,5 20,71 186,39
39,5 – 49,5 16 44,5 10,71 171,36
49,5 – 59,5 21 54,5 0,71 14,91
59,5 – 69,5 14 64,5 9,29 130,06
69,5 – 79,5 9 74,5 19,29 173,61
79,5 – 89,5 4 84,5 29,29 117,16
89,5 – 99,5 3 94,5 39,29 117,87
99,5 – 109,5 1 104,5 49,29 49,29
JUMLAh 84 1175,62
fi = frekuensi interval ke-i
Xi = titik tengah interval ke-i 9

∑f X
i =1
i i
4638,0
X= 9
= = 55,21
84
∑f
i =1
i
c) Variansi dan standar Deviasi
n angka, X1, X2, … , Xn

(
S2 = 1
X − X ) 2
+ ( X 2 − X ) 2
+ ... + ( X n − X ) 2

n −1
n
(
∑ iX − X ) 2

i =1
=
n −1

notasi untuk variansi sampel


n

∑ i x
( X
i =1
− μ ) 2

σ 2 atau σ 2x =
N

notasi untuk variansi populasi


Standar deviasi = akar positif variansi

Notasi : s dan σ

untuk sampel untuk populasi

Contoh :
210, 340, 525, 450, 275

1
X = (340 + 525 + 450 + 210 + 275)
5
= 360
Xi (X i − X) (X i − X) 2
210 -150 22500
275 -85 7225
340 -20 400
450 90 8100
525 165 37225
0 65450

65450
=> Variansi : s 2 = = 16362,5
4
deviasi standar : s = 16362,5 = 127,916
untuk distribusi frekuensi
k

∑f ( X − X)
2 1 2
s = i i
n i =1

∑f X i i k
X= i =1
n
, n= ∑f
i =1
i

2
k
  k
n ∑f i X i −  f i X i 
 i =1
2



s 2 = i =1
n (n - 1)

fi = frekuensi interval ke-i

Xi = titik tengah interval ke-i


2
84 x 283441,00 - (4638,0)
=> s 2 =
83 x 84

= 329,6041

=> s = 329,6041 = 18,155


d) Deviasi kuartil :
Q 3 − Q1
d.k. =
2
d.k. = deviasi kuartil
Q1 = kuartil 1
Q3 = kuartil 3

Contoh :

66,64 − 42,625
d.k. = = 12,0075
2

karena Q1 = 42,625
Q2 = 66,64