Anda di halaman 1dari 30

TAJUK 3

RASULULLAH SEBAGAI PENDIDIK

DISEDIAKAN OLEH:

MOHD ROSLI YUSOFF

MOHD KHAIRUL AZUAN ABDULLAH

M. HAFIY SAFIUDDIN HASHIM

MUHD MUKHLIS ABDULLAH

ANALISIS SAHSIAH RASULULLAH S.A.W SEBAGAI SEORANG PENDIDIK


pengenalan

Sahsiah diri rasulullah s.a.w


Cara dan kaedah penyampaian rasulullah s.a.w

Pengenalan

ROBERT L. GULLICK JR. DALAM BUKUNYA MUHAMMAD, THE EDUCATOR


Muhammad merupakan seorang pendidik yang membimbing manusia menuju kemerdekaan dan kebahagiaan yang lebih besar. Tidak dapat dibantah lagi bahwa Muhammad sungguh telah melahirkan ketertiban dan stabilitas yang mendorong perkembangan Islam, suatu revolusi sejati yang memiliki tempo yang tidak tertandingi dan gairah yang menantang Hanya konsep pendidikan yang paling dangkallah yang berani menolak keabsahan meletakkan Muhammad diantara pendidikpendidik besar sepanjang masa, karena -dari sudut pragmatis- seorang yang mengangkat perilaku manusia adalah seorang pangeran di antara pendidik.

MICHAEL HART DALAM BUKUNYA 100 TOKOH


DUNIA

Meletakkan Rasulullah Muhammad di posisi pertama sebagai sosok paling berhasil dan tak tergantikan oleh sosok lainnya berkaitan dengan memimpin dan mendidik umat dalam kurun waktu singkat sehingga terwujud kehidupan yang mulia.

Sahsiah diri Rasulullah s.a.w sebagai seorang pendidik

KASIH SAYANG

Wajib dimiliki oleh setiap pendidik sehingga proses pembelajaran yang diberikan menyentuh hingga ke kalbu. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orangorang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka (QS.Al-Fath : 29)

SABAR

kemampuan memahami apa yang yang hendak dimiliki oleh anak didik menjadi cabaran bagi pendidik. Terutama bagi anak didik yang lembam dalam memahami materi memerlukan kesabaran yang lebih dari pendidik untuk terus mencari cara agar si anak didik boleh setara pemahamannya dengan yang lainnya.

Antara contoh sifat sabar rasulullah dalam berdakwah ialah kisah nabi dengan perempuan tua yang buta Maksud firman allah taala : Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS.Al-Baqoroh : 153).

CERDAS

Seorang pendidik harus mampu menganalisis setiap masalah yang muncul dan memberikan solusi yang tepat untuk mengembangkan anak didiknya .
Kecerdasan yang diperlukan tidak cuma intelektual namun juga emosi dan spiritual.

TAWADHU

Rasulullah mencontohkan sifat tawadhu kepada siapa saja baik kepada yang tua maupun yang lebih muda dari beliau. Sehingga tidak ada jurang yang renggang antara pendidik dengan anak didik dan akan memudahkan pembelajaran dan memperkuat pengaruh baik pendidik kepada anak didik karana penghormatan.

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. (HR.Bukhori)

BIJAKSANA

Seorang pendidik umat tidak boleh mudah terpengaruh dengan kesalahan bahkan oleh keburukan yang dihadapinya tetapi perlu bijaksana dan lapang dada sehingga akan mempermudah baginya menyelesaikan sebab-sebab permasalahan tersebut

PEMBERI MAAF

Anak didik yang ditangani oleh pendidik tentunya tidak boleh lari dari kesalahan maupun sikap-sikap yang tidak terpuji. Maka dari itu pendidik dituntut untuk mudah memberikan maaf kepada anak didiknya

KEPRIBADIAN YANG KUAT

Hukuman boleh jadi tidak diperlukan dalam mengedukasi anak didik jika seorang pendidik memiliki keperibadian yang kuat (kewibawaan, tidak cacat moral, dan tidak diragukan kemampuannya) Sehingga secara automatik boleh mengelakkan berlakunya banyak kesalahan dan mampu menanamkan keyakinan dalam diri anak didik

YAKIN TERHADAP TUGAS PENDIDIKAN

Rasulullah dalam menjalankan tugas menguruskan umat selalu optimis dan penuh keyakinan terhadap tugas yang diamanahkannya. Patutlah jika pendidik umat juga mempunyai sifat ini iaitu yakin usaha, kerana Allah SWT akan mempercepatkan pemberian terhadap manusia yang memiilki keyakinan tinggi terhadap kejayaan setiap tugas yang dilakukan. Sesuai dengan hadis Qudsi bahawa Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.

Cara dan kaedah penyampaian Rasulullah s.a.w sebagai seorang pendidik

SPIRITUAL-MENTALITY BUILDING
Rasulullah meletakkan kedudukan mental berlandaskan aqidah yang kuat terhadap kaum muslimin semasa itu. Karena jika pendidikan tidak bermula dari dalam diri, maka apapun manifestasi pendidikan tersebut hanyalah manipulatiif. .

Pembentukan mental Islam yang kuat akan menghindarkan anak didik dari penyakit hati seperti benci, dengki, buruk sangka, sombong, bohong, dll. Jika seseorang telah mampu mengatasi penyakit hati, maka orang tersebut berpotensi besar untuk berjaya

APPLICABLE

Allah SWT tidak pernah memerintahkan keimanan kecuali disertai dengan tindakan nyata. Maka dari kenyataan ini, Rasulullah SWT melakukan penguatan pengetahuan teori dengan aplikasi praktis . Manfaat hakiki akan lahir dari aplikasi praktis terhadap pengetahuan teori Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik (QS.Ar-Rad : 29)

BALANCE IN CAPACITY

Ertinya sebagai seorang pendidik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah memberikan tugasan dan menjelaskan sesuatu sesuai dengan kemampuan dan pemahaman yang dimiliki oleh anak didik.

Metode ini sesuai dengan hadits Rasulullah

jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, maka tunaikanlah sesuai dengan kemampuan kalian (yang paling maksimal). (HR.Muslim no. 1307)

Kamu sekali-kali janganlah memberi penjelasan kepada suatu kaum, penjelasan yang tidak bisa dijangkau oleh akan mereka, kecuali ia akan menjadi fitnah bagi sebagian diantara mereka.(HR.Muslim)

RIGHT TREATMENT FOR DIVERSITY


Pendidikan Islami memerlukan tindakan tepat terhadap kepelbagaian anak didik. Kepelbagaian tersebut boleh diklasifikasi berdasarkan demografi. Rasulullah memberi layanan berbeza dalam mendidik antara lelaki dengan wanita, antara orang badwi dengan orang bandar, antara orang yang baru masuk Islam dengan yang sudah lama memeluk Islam. Sehingga jika tepat dalam memberi perlakuan terhadap kepelbagaian anak didik, apa yang disebut adil akan terwujud dari pendidik kepada anak didik.

PRIORITY & THING FIRST THING


Kemampuan untuk membuat keutamaan dan memilih yang terpenting daripada yang penting sangat diperlukan pendidik. Keutamaan dan mendahulukan hal terpenting dalam proses pendidikan islami bermaksud menanamkan kebiasaan kepada anak didik bertindak efektif dan efisien. Efektif ertinya melakukan sesuatu yang benar sedangkan cekap bermaksud melakukan sesuatu dengan betul.


Manfaatkan

lima perkara sebelum (datang) lima perkara : masa hidupmu sebelum (datang) matimu, masa sehatmu sebelum (datang) masa sakitmu, masa senggangmu sebelum (datang) masa sempitmu, masa mudamu sebelum (datang) masa tuamu, dan masa kayamu sebelum (datang) masa miskinmu. (GR. Tirmidzi)

GOOD ADVICE FOR GOOD TIME

Pendidik umat harus mampu memberikan kaunseling kepada anak didik yang sedang dilanda masalah ataupun berbuat kesalahan fatal tanpa disedarinya. Ada yang perlu diperhatikan dalam pemberian nasihat / advice kepada anak didik iaitu kuantiti dan timing. Kuantiti maksudnya nasihat yang diberikan tidak banyak namun terkawal dalam pelaksanaan pada anak didiknya. Jika berlaku pengabaian pada nasihat pertama, maka boleh kemudian diberi nasihat yang selanjutnya dan lebih berat. Lantas, mengenai masa / timing penyampaian nasihat harus tepat. Pemilihan waktu yang tepat ketika memberikan nasihat akan memberikan kesan perubahan yang luar biasa kepada anak didik

ACHIEVEMENT MOTIVATION

motivasi berprestasi penting termasuk dalam proses pendidikan Islam kerana ia mengandungi dorongan positif yang kuat dari dalam pengaruh manusia pada sikap dan tindakan mengarah pada hal-hal positif juga. Sehingga kebajikan lebih dominan dan mampu melenyapkan kejahatan sesuai dengan ayat Al-Quran: ".... Sesungguhnya perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk ..".( QS.Huud: 114)

COERCIVE AND REWARD


Hukuman dan Hadiah boleh dianggap sebagai usaha memotivasi anak didik. Ada kalanya anak didik berbuat baik kerana takut dihukum dan ada yang memang menginginkan mendapat pujian dari gurunya. Sedangkan Rasulullah SAW mencontohkan mengedepankan penghargaan berbanding hukuman kerana Allah SWT mengutamakan menerima kerana suka daripada kerana takut. Menerima kerana suka akan memunculkan kerinduan untuk melakukan apa yang diperintahkan dengan lapang dada.

SELF-EVALUATION
Rasulullah mengajarkan kepada kaum muslimin waktu itu dalam kaedah pendidikan yang beliau jalankan adalah penilaian diri (muhasabah). Anak didik yang selalu diajak untuk melakukan evaluasi diri dalam penglibatannya dalam proses pendidikan islami akan memacu diri anak didik untuk melakukan penambahbaikan sehingga akan peningkatan prestasi yang lebih baik lagi.

SUSTAINABLE TRANSFER

Pendidikan islami merupakan pembentukan diri dan prilaku yang tidak boleh diperolehi dalam masa sekejap. Perlu kesinambungan proses baik pemindahan mahupun kawalan terhadap hasilnya. Proses pendidikan yang dilakukan oleh Rasulullah juga berjalan dalam jangka waktu yang tidak singkat. Waktu 13 tahun dihabiskan selama di Makkah dan dilanjutkan di Madinah di sisa usia beliau hingga kembali ke pangkuan tidak pernah berhenti untuk terus dan terus mendidik umat.