Anda di halaman 1dari 19

Kelompok II

Beni Setiadi Sopiyana Rina Fitriana Elsalya

Tipe data adalah jenis data yang mampu ditangani oleh suatu bahasa pemrograman pada komputer. Tiap-tiap bahasa pemrograman memiliki tipe data yang memungkinkan: Deklarasi terhadap variabel tipe data tersebut Menyediakan kumpulan operasi yang mungkin terhadap variabel bertipe data tersebut Jenis obyek data yang mungkin

Simple Data Type (Jenis Data Sederhana)


Item data individual
Contoh: Numerik, Karakter, Boolean, dll

Data Structures / data aggregates (struktur data)


Kombinasi dari item data individual Membentuk item data lain
Contoh: String, Array, Record, dll

Representasi Eksternal adalah suatu cara untuk

merepresentasikan dan memanipulasi informasi oleh programmer dengan suatu bahasa pemrograman atau notasi bahasa perintah lainnya Agar nyaman bagi programmer/user.

Representasi Internal adalah suatu cara untuk


menyimpan dan memanipulasi informasi secara aktual di dalam sistem komputer Agar mudah dalam membangun perangkat keras.

Bilangan adalah representasi fisik dari data yg diamati. Bilangan dapat direpresentasikan dalam berbagai bentuk yg mempunyai arti sama Dapat dikonversi ke sistem bilangan lain tanpa mengubah makna 0 0 0000 Sistem bilangan dalam komputer 1 1 0001 2 2 0010 Biner 3 3 0011 4 4 0100 Oktal 5 5 0101 Desimal 6 6 0110 7 7 0111 Hexadesimal
8 9 A B C D E F 8 9 10 11 12 13 14 15 1000 1001 1010 1011 1100 1101 1110 1111

Unit Informasi Dasar dalam sistem komputer dimana 1 byte atau 8 bit.
Sebuah word dapat merupakan: ukuran register ukuran suatu tipe data jumlah data dalam sekali transfer lebar alamat suatu memori Satuan word adalah byte 1 word = 16 bit = 2 byte

Contoh : Komputer 32-bit mempunyai register 32-bit (4 byte).

Representasi karakter yang dominan adalah :

- ASCII (American Standard Code for Information Interchange) - EBCDIC (Extended Binary-Coded Decimal Interchange Code)

ASCII (7 bit/code) vs standar format numerik (kelipatan 8 bit)

ASCII diimplementasikan dalam 8 bit Bit ke-8: selalu bernilai 0 flag untuk mendefinisikan character set expansion error detection (parity genap/ganjil) ASCII 00110000 00110001 00110010 00110011 Symbol 0 1 2 3 EBCDIC 11110000 11110001 11110010 11110011

Oct Dec Hex Name 000 0 0x00 NUL 001 1 0x01 SOH, Control-A 002 2 0x02 STX, Control-B 003 3 0x03 ETX, Control-C 004 4 0x04 EOT, Control-D 005 5 0x05 ENQ, Control-E 006 6 0x06 ACK, Control-F 007 7 0x07 BEL, Control-G 010 8 0x08 BS, Control-H, backspace ..................

Utk representasi bilangan fixed-point diperlukan : a. lokasi atau register penyimpanan computer yg ukurannya memadai utk menyimpan seluruh digit bilangan b. kemungkinan utk menjaga track tempat beradanya point tersebut

10

1. Representasi Sign-Magnitude/Nilai tanda


-

Untuk merepresentasikan bilangan integer negatif dan positif. Dengan menggunakan MSB (Most Significant Bit) sebagai bit tanda 0 = positif, 1 = negatif

Contoh : - Sign-Magnitude +9 dalam 8 bit = 00001001 - Sign-Magnitude 4 dalam 4 bit = 1100 - Magnitude dari bilangan positif dan negatif sama yang membedakan hanya MSB saja

11

2. Representasi Komplemen-1

Untuk mendapat komplemen-1 maka bilangan nol diubah menjadi satu dan satu menjadi nol. 3. Representasi Komplemen-2
-

Langkah-langkah pengubahan bilangan desimal bertanda ke bilangan komplemen-2 (8-bit) Tentukan bit tanda/MSB 0 = positif, 1 = negatif. Ubah desimal ke biner (7-bit) Ubah ke komplemen-1 (setiap 0 diubah ke 1 dan setiap 1 diubah ke 0) Ubah ke komplemen-2 (tambahkan +1 ke komplemen-1 untuk mendapat bilangan komplemen2) Gabung menjadi satu yaitu MSB sebagai tanda bit dan 7-bit sebagai besarannya
12

Langkah-langkah Pengubahan bil. kompl-2 (8-bit) ke bilangan desesimal Bertanda :


Tentukan bit tanda/MSB Ubah 7-bit komplemen-2 tersebut ke komplemen-1 Ditambah +1 ke komplemen-1 Ubah biner ke desimal

13

Representasi Floating-Point terdiri dari empat bagian:


Sign (S) Mantissa atau koefisien (M) Radix atau base eksponen (R) Eksponen (E)

14

Menyatakan suatu bilangan yang sangat besar/sangat kecil dengan menggeser titik desimal secara dinamis ke tempat yang sesuai dan menggunakan eksponen 10 untuk menjaga titik desimal itu. Sehingga range bilangan yang sangat besar dan sangat kecil untuk direpresentasikan hanya dengan beberapa digit saja. Dinyatakan dengan notasi a= m x r e dimana : r = radiks m = mantissa e = eksponen
15

Contoh :

Tunjukkan bilangan-bilangan berikut ini dalam notasi floating point.


a. (45.382)10 0.45382 x 102 = (0.45382,2) b. (-21,35)8 -2135,0 x 8 -2= (-2135.0,-2)

16

1. Kode Biner yg berbobot BCD (Binary coded Decimal)

Kode BCD 8421 artinya MSB = Most Significant Bit mempunyai bobot 8, sedang LSB = Least Significant Bit mempunyai bobot 1. Konversi BCD ke sistem bilangan basis yang lain : BCD ke basis X ubah BCD ke Desimal kemudian ubah Desimal ke basis X.
Contoh : a. 000101011 . 00100101BCD = 2 b. 0 0010 1001 . 0010 0101 = 29,2510 =11101, 01 0 2 9 , 2 5

17

2. Kode Biner yang tidak berbobot a. Kode Excess-3 kode yang tiga angka lebih besar dari BCD 8421. Contoh : 6210 = .xs3 Caranya : Tambah desimal 3 di setiap digit desimalnya Ubah desimal tersebut ke BCD
6 2 3 3 + 9 5 1001 0101(xs3)

18

3. Kode Gray kenaikan hitungan (penambahan) dilakukan hanya dengan pengubahan keadaan satu bit saja.
Contoh : 210 = ..kode gray Caranya : 1. ubah desimal ke biner dahulu 0010

BINER KELABU

0 0

0 0 0

0 1 1

1 0 + 1

Kode Gray sering digunakan dalam situasi dimana kode biner yang lainnya mungkin menghasilkan kesalahan atau kebingungan selama dalam transisi dari satu word kode ke word kode yang lainnya, dimana lebih dari satu bit dari kode diubah.

19