Anda di halaman 1dari 41

Spektroskopi UV-Vis

Oleh: FITRYA, S.Si.,M.Si,Apt.

Spektrum Elektromagnetik

Dasar Spektroskopi UV-VIS


Serapan cahaya oleh molekul tergantung pada struktur elektronik dari molekul Spktrum UV-VIS Senyawa2 organik berkaitan erat dg transisi diantara tingkatan tenaga elektronik, karna itu serapan radiasi uv-vis disebut jg spektroskopi elektronik

aik radiasi UV maupun VIS berenergi lebihtinggi daripada radiasi IR. Absorbsi UV-Vis mengakibatkan transisi elektronik yaitu promosi e dari orbital keadaan dasar berenergi rendah ke orbital keadaan tereksitasi berenrgi lebih tinggi. Transisi ini memerlukan 40-300 kkal/mol. Energi terserap selanjutnya terbuang sbg kalor, cahaya atau tersalurkan dlm reaksi kimia.

Latar Belakang spektroskopi UV/Vis


Dasar penyerapan sinar UV Spektroskopi Ultraviolet/visible spectroscopy melibatkan penyerapan sinar ultraviolet/visible oleh molekul sehingga menyebabkan terjadinya perpindahan elektron dari keadaan dasar (ground state) ke keadaan elektron tereksitasi.
Sinar Ultraviolet/Visible Panjang gelombang (l) antara 190 dan 800 nm

Panjang gel. UV-Vis tergantung pada mudahnya promosi e. Molekul yg memerlukan lebih banyak energi untuk promosi e, akan menyerap pada lebih pendek dan sebaliknya.

Serapan oleh senyawa Bila molekul menyerap sinarultraviolet/tampak pada tenaga tertentu maka elektron akan dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi. Kbolehjadian transisi delta E akan timbul dari HOMO ke LUMO

Tipe transisi Ada beberapa tipe transisi elektronik pada molekul yaitu : s to s* (alkana) s to p* (senyawa karbonil) p to p* (alkena, senyawa karbonil, alkuna, senyawa azo) h to s* (oksigen, nitrogen, sulfur, and senyawa halogen ) h to p* (senyawa karbonil) Gambar 1. Tipe transisi elektronik

Contoh eksitasi elektron pada spektra

Transisi dari orbital molekul tertinggi yang terisi (HOMO) ke orbital molekul terendah yang Tak terisi (LUMO) memerlukan jumlah energi yang paling sedikit sehingga hal inilah yang biasanya terjadi.

Beberapa istilah pada Spektroskopi UV/Vis


Kromofor adalah atom atau gugusan atom yang menyerap cahaya baik itu menghasilkan warna atau tidak Auksokrom adalah gugusan atom yang dapat memperpanjang konjugasi pada kromofor (-OH, OR, -NH2) Pergeseran batokromik (pergeseran merah ) adalah pergeseran ke arah panjang gelombang yang lebih tinggi Pergeseran hipsokromik (pergeseran biru) adalah pergeseran ke arah panjang gelombang yang lebih pendek Efek hiperkromik adalah efek yang dapat menaikan intensitas serapan Efek hipokromik adalah efek yang dapat menurunkan intensitas serapan

Hukum dasar pada UV/Vis Spektroskopi


Hukum Lambert-Beer Spektra UV dari suatu senyawa biasanya diperoleh dengan melewatkan cahaya pada panjang gelombang tertentu (sinar monokromatik) melalui larutan encer pada senyawa di dalam pelarut yang tidak dapat memberikan serapan. Intensitas serapan diukur dengan persentase dari cahaya yang masuk melalui sampel sehingga melewati sampel % Transmitansi = (I / I0) * 100% Dimana : I = intensitas of cahaya yang diteruskan I0 = intensitas of cahaya yang diberikan

Karena serapan cahaya merupakan fungsi konsentrasi dari penyerapan molekul, maka cara yang lebih tepat untuk menyatakan intensitas serapan adalah dengan menggunakan hukum LambertBeer. Absorbance = -log(I / I0) = cl dimana = absorptivitas molar c = konsentrasi molar zat terlarut l = panjang sel sampel (cm)

Pemilihan pelarut
Tabel 1. Pelarut yang umum digunakan dan panjang gelombang minimum yang dihasilkan dari pengukuran menggunakan kuvet setebal 1 cm

Pelarut
asetonitril air sikloheksana hexane metanol etanol Dietil eter diklorometana kloroform karbon tetraklorida

Panjang gelombang minimum (nm)


190 191 195 195 201 204 215 220 237 257

Secara Umum tentang lmax


Jika spektrum senyawa menunjukkan serapan dengan intensitas lemah
( = 10-100) pada daerah 270-350 nm dan tidak ada serapan lain di atas 200 nm, senyawa tersebut mengandung kromofor tak terkonjugasi yang mempunyai elektron n. Serapan lemah disebabkan karena transisi dari h ke p*. Jika spektrum senyawa menunjukkan banyak pita serapan, dan sebagian muncul pada daerah visible, kemungkinan besar senyawa tersebut mempunyai konjugasi yang panjang atau kromofor aromatik polisiklik. Jika senyawanya berwarna, ada kemungkinan paling sedikit terdapat 4 sampai 5 kromofor dan auksokrom. Perkecualian : beberapa senyawa nitro-, azo-, diazo-, dan nitrosoakan menyerap sinar tampak.

Zat warna alami

Secara Umum tentang max


Harga antara 10,000 and 20,000 biasanya menyatakan ,keton atau diena tidak jenuh sederhana.

Serapan dengan harga e antara 1,000 and 10,000 biasanya


menunjukkan adannya sistem aromatik. Adanya substituen atau gugus fungsi pada inti aromatik dapat memperpanjang kromofor dan memebrikan harga > 10,000 dan masih tetap memiliki harga < 10,000.

Serapan dengan harga < 100 menyatakan treansisi h ke p*.

Tipe serapan kromofor sederhana


Kromofor
nitril alkuna alkena alkohol eter keton aldehid amina asam ester amida thiol nitro azo

Transisi
h to p* p to p* p to p* h to s* h to s* p to p* h to p* p to p* h to p* h to s* h to p* h to p* h to p* h to s* h to p* h to p*

l max
160 170 175 180 180 180 280 190 290 190 205 205 210 210 271 340

log()
<1.0 3.0 3.0 2.5 3.5 3.0 1.5 2.0 1.0 3.5 1.5 1.5 1.5 3.0 <1.0 <1.0

Aturan Wooward Fiesher untuk diena


Homoannular Heteroannular (cisoid) (transoid) Induk Kenaikan untuk: Ikatan rangkap 2 yang memperpanjang konjugasi Substituen alkil atau residu pada cincin Ikatan rangkap eksosiklis Gugus polar -OC(O)CH3 -OR -Cl, -Br -NR2 -SR 0 6 5 60 30 0 6 5 60 30 30 5 5 30 5 5 l=253 nm l=214 nm =217 (asiklis)

Contoh 1:

Contoh 3:

Contoh 2:

Contoh spektra senyawa diena

Contoh spektra senyawa poliena dan alkuna

Senyawa Karbonil terkonjugasi

Pengelompokan polar : -OH -OC(O)CH3 -OCH3 -Cl -Br -NR2 Koreksi pelarut*: lmax (perhitungan) 35 30 50 6 35 30 17 31 15 12 30 25 95 bervariasi total

Pergeseran pelarut: Pelarut air kloroform eter Sikloheksana dioksan heksana Pergeseran l max (nm) +8 -1 -7 - 11 -5 - 11

Contoh spektra senyawa karbonil terkonjugasi

Aturan Wooward Fiesher untuk benzena monosubstitusi

Substituen penarik elektron -F -Cl -Br -I -NH3+ p-Conjugating Substituents -C=CH2 -CCH -C6H5 -CHO -C(O)R -CO2H -CN -NO2 202 248 248 250 242 238 226 224 252 280 276 272 271 280 330 328 320 282 278 204 210 210 207 203 254 257 257 258 254

benzena disubstitusi

Contoh spektra senyawa benzena disubstitusi

Perbandingan spektra senyawa Poli-aromatis

Senyawa turunan benzoil

-O-Cl -Br -NH2 -NHC(O)CH3 -NHCH3 -N(CH3)2

o,m p o,m p o,m p o,m p o,m p p o,m p

11 20 0 10 2 15 13 58 20 45 73 20 85

Prinsip kerja alat

Skema 1. 2. 3. 4. 5.

alat terdiri dari komponen berikut : Sumber sinar (UV dan visible) Monokromator Tempat sampel Detektor Prosesor signal

Sumber sinar UV
Lampu deuterium atau hidrogen
Memancarkan radiasi pada 160-375 nm Kuvet kuarsa hrs digunakan, kuvet gelas menyerap radisi pada l < 350 nm

Sumber sinar tampak/Visible :


Filamen tungsten atau Lampu Tungsten/hidrogen
Memancarkan radiasi pada 350-2500 nm Lampu Tungsten/hidrogen waktu hidupnya dua kali dari tungsten, sangat efisien dan banyak digunakan pada spektrofotometer modern.

Kuvet :
Kuarsa dan silika
Gelas silika dapat digunakan untuk l : 350-2000 nm

Detektor :
Tabung fotomultiplier
fotomultiplier sangat sensitif dan waktu responnya cepat Terbatas untuk radiasi dengan kekuatan rendah

Monokromator
Penyeleksi Panjang gelombang Semua monokromator mempunyai komponen berikut : Celah masuk Lensa pengumpul Alat pendispersi (biasanya prisma atau grating) Lensa pemfokus Celah keluar Czerney-Turner grating monokromator

Review
You should now have an understanding of the separate components which make up a spectrophotometer, and how they fit together. Have a look at this schematic of the Hitachi 100-60 manual double-beam spectrophotometer;

Transisi elektronik