Anda di halaman 1dari 15

Ir. Henrikus, S.Psi, C.

Ht

1. Membantu memperoleh pengetahuan, memperbaiki teori, memperkuat argumen 2. Mampu merumuskan pertanyaan dengan jelas dan tepat 3. Mengumpulkan, menilai, dan menafsirkan informasi dengan Objektif, efektif, netral, logis dan benar. 5. Mampu membuat kesimpulan dan menemukan solusi masalah berdasarkan alasan yang kuat 6. Membiasakan berpikiran terbuka 7. Mengkomunikasikan gagasan, pendapat, dan solusi dengan jelas kepada lainnya

Berpikir kritis merupakan keterampilan universal. Berpikir kritis sangat penting di abad ke 21. Berpikir kritis penting untuk refleksi diri. Berpikir kritis meningkatkan keterampilan verbal dan analitik. Berpikir kritis meningkatkan kreativitas.

DEFENISI KRITIS
Secara etimologis, kata KRITIS dari bahasa Yunani yakni KRITOS = Mencerna penilaian dan KRITERION = Standar. Sehingga berarti mencerna penilaian berdasarkan standar. Jika dipadukan dengan kata berpikir, maka kita dapat mendefinisikan berpikir kritis sebagai berpikir secara eksplisit dilatari oleh penilaian yang beralasan dan berdasarkan standar yang sesuai dalam rangka mencari kebenaran, keuntungan, dan nilai sesuatu .

MAKNA BERPIKIR KRITIS


Menguji asumsi, melihat nilai nilai yang tersembunyi, evaluasi bukti bukti dan menguji hasil (wikipedia.org) Proses intelektual yang dilakukan secara aktif dan memakai konsep yang tersusun baik, teraplikasi, menganalisa, mengsintesa, mengevaluasi informasi yang didapat dari atau dihasilkan dari observasi, pengalaman, refleksi, reasoning atau komunikasi, sebagai acuan untuk mempercayai dan bertindak (criticalthinking.org)

MAKNA BERPIKIR KRITIS


Berpikir = Proses menghasilkan representasi mental yang baru melalui transformasi informasi melibatkan atribut atribut mental (penilaian, abtraksi, penalaran, imajinasi dan problem solving). Kemampuan untuk menganalisis fakta, mencetuskan dan menata gagasan, mempertahankan pendapat, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argumen dan memecahkan masalah (Chance,1986) Kemampuan untuk berpikir jernih dan rasional, yang meliputi kemampuan untuk berpikir reflektif dan independen ( Prof. Bhisma Murti)

Konsep Berpikir Lainnya


Habitual thinking (thinking based on past practices without considering current data) Brainstorming (saying whatever comes to mind without evaluation) Creative thinking (putting facts, concepts and principles together in new and original ways) Prejudicial thinking (gathering evidence to support a particular position without questioning the position itself) Emotive thinking (responding to the emotion of a message rather than the content)

Berpikir Kritis Mengkritik


Berpikir kritis tidak sama dengan sikap argumentatif atau mengecam orang lain Pemikir kritis mampu melakukan introspeksi tentang kemungkinan bias dalam alasan yang dikemukakannya. Berpikir kritis bersifat netral, objektif, tidak bias. Meskipun berpikir kritis dapat digunakan untuk menunjukkan kekeliruan atau alasan-alasan yang buruk, berpikir kritis dapat memainkan peran penting dalam kerja sama menemukan alasan yang benar maupun melakukan tugas konstruktif. (Prof. Bhisma Murti)

Pemikir kritis

Cepat mengidentifikasi informasi yang relevan, memisahkannya dari informasi yang irelevan Dapat memanfaatkan informasi untuk merumuskan solusi masalah atau mengambil keputusan, dan jika perlu mencari informasi tambahan yang relevan

Bukan pemikir kritis

Mengumpulkan fakta dan informasi, memandang semua informasi sama pentingnya Tidak melihat, menangkap, maupun memikirkan masalah inti

KRITERIA STANDAR PROSES BERPIKIR KRITIS


Kejelasan (clarity), Tingkat akurasi (accuracy), Tingkat kepresisian (precision) Relevansi (relevance), Logika berpikir yang digunakan (logic), Keluasan sudut pandang (breadth), Kedalaman berpikir (depth), Kejujuran (honesty), Kelengkapan informasi (information) dan Bagaimana implikasi dari solusi yang kita kemukakan (implication).

DO THESE
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Hindari generalisasi, mis. Wanita terlalu emosional Hindari menganggap enteng masalah yg rumit Menerima ragam pendapat yg ada Terbuka bagi ide baru atau ide yg lebih jelas Tahan keputusan hingga diperoleh kepastian Evaluasi diri terhadap pendapat atasan Minta penjelasan dari orang yg menentang pandangan anda Hindari cara berpikir yg stereotype

Analisis menganalisa, periksa, dan identifikasi gagasan / argumen. Inferensi proses questioning, memikirkan alternatif (misalnya, differential diagnosis), menarik kesimpulan, memecahkan masalah, mengambil keputusan Penjelasan menyatakan masalah, menyatakan hasil, mengemukakan kebenaran prosedur, mengemukakan argumen Evaluasi menilai klaim (pernyataan), menilai argumen Regulasi diri meneliti diri, mengoreksi diri Interpretasi kategorisasi, dekode, mengklarifikasi makna

Langkah Proses Berpikir Kritis

1. Tentukan apa yang anda harapkan untuk dicapai sebagai hasil dari apa yang sudah diputuskan.
2. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, baca baik-baik, diskusikan dengan orang yang banyak tahu mengenai isu itu.

Proses Berpikir Kritis


3. Buat daftar kemungkinan yang realistik dari setiap pilihan yg dilakukan: c. Pertimbangkan keuntungan / kerugian d.Bayangkan keadaan terburuk apa yg akan terjadi dengan keputusan tsb, dan pertimbangkan apakah dapat diatasi. c. Evaluasi setiap pilihan dengan mengestimasi konsekuensi jangka pendek dan panjang. d.Urutkan setiap faktor kepentingannya, dan bekerjalah dengan urutan prioritas. e. Buat pilihan