Anda di halaman 1dari 26

KELOMPOK 8

Kavin Ronalson Sirait Tami Endriani Wulan Meilani Yaneva Oxi

KOLOID, LIOFIL, DAN KOLOID LIOFOB


Koloid yang medium dispersinya cair
dibedakan atas : Koloid liofil Koloid liofob

KOLOID LIOFIL
Suatu koloid disebut koloid liofil apabila terdapat gaya tarikmenarik yang cukup besar antara zat terdispersi dengan mediumnya. Liofil berarti suka cairan (Yunani : lio = cairan, philia = suka). Jika medium dispersinya menggunakan yang dipakai adalah air maka disebut koloid hidrofil

KOLOID LIOFOB
Suatu koloid disebut koloid liofob jika gaya tarik menarik antara zat terdispersi dengan mediumnya tidak ada atau sangat lemah. Liofob berarti takut cairan (Yunani : phobia = takut / benci). Jika medium dispersinya menggunakan yang dipakai adalah air maka disebut koloid hidrofob

KOLOID HIDROFIL DAN KOLID HIDROFOB


Koloid Hidrofil Koloid hidrofil mempunyai gugus ionik atau gugus polar dipermukaannya, sehingga mempunyai interaksi yang baik dengan air. Butir butir koloid liofil/hidrofil dapat mengadsorpsi molekul mediumnya, sehingga membentuk suatu selubung atau jaket yang disebut dengan solvatasi/hidratasi. Dengan begitu butir-butir koloid terhindar dari agregasi.

Contoh: Koloid hidrofil : protein, sabun, detergen, agar-agar, kanji, dan gelatin Koloid hidrofob : susu, mayonaise, sol belerang, sol e(OH)2, sol sulfida, dan sol-sol logam
sol hidrofil tidak akan menggumpal pada penambahan sedikit elektrolit. Zat terdispersi dari sol hidrofil dapat dipisahkan dengan pengendapan atau penguapan. Apabila zat padat tersebut dipisahkan kembali dengan air, maka dapat membentuk kembali sol hidrofil. Dengan kata lain sol gidrofil bersifat reversible (dapat kembali seperti semula)

Koloid hidrofob tidak akan stabil dalam medium polar (seperti air) tanpa kehadiran zat pengemulsi atau koloid pelindung. Zat pengemulsi akan membungkus partikel koloid hidrofob, sehingga terhindar dari koagulasi. Susu (emulsi lemak dalam air) distabilkan oleh sejenis protein susu, yaitu kasein; sedangkan mayonaise

PENGOLAHAN AIR BERSIH

Pengolahan Air Bersih


Berdasarkan sifat koloid : koagulasi dan Adsorpsi Bahan-bahan yang yang diperlukan dalam pengolahan air : 1. Tawas (aluminium sulfat) 2. Pasir 3. Klorin atau Kaporit 4. Kapur Tohor 5. Karbon Aktif

Lanjutan
Fungsi tawas 1. menggumpalkan lumpur koloidal, sehingga mudah disaring 2. membentuk koloid (Al(OH)3 yang dapat mengadsorpsi zat-zat warna atau zat-zat pencemar seperti deterjen dan pestisida Fungsi pasir 1.

PEMBUATAN SISTEM KOLOID

Ukuran partikel koloid terletak antara larutan dan suspensi Koloid dapat dibuat dengan pengelompokkan (agregasi) partikel larutan atau menghaluskan bahan dalam bnetuk kasar kemudian didispersikan ke dalam medium dispersi

Cara Kondensasi
Dengan cara ini partikel larutan sejati (molekul atau ion) bergabung menjadi koloid Cara ini dapat dilakukan dengan 1. reaksi redoks 2. hidrolisis 3. dekomposisi rangkap 4. penggantian pelarut

Reaksi Redoks
Adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi
Contoh

Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2), yaitu dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2 . 2 H2S(g) + SO2 (aq) 2H2O(l) + 3S (koloid)

Hidrolisis
Adalah reaksi suatu zat dengan air

Contoh

Pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3. Apabila ke dalam air mendidih ditambahkan larutan FeCl3 akan terbentuk sol Fe(OH) 3. FeCl3 (aq) + 3H2O(l) Fe(OH) 3 (koloid) + 3 HCl(aq)

Dekomposisi Rangkap
Contoh
Contoh

Sol As2S3 dapat dibuat dari reaksi antara larutan H3AsO3 dengan larutan H2S. 2 H3AsO3(aq) + 3H2S(aq) As2S3 (koloid) + 6H2O (l)

Penggantian Pelarut
Contoh
Contoh

Apabila larutan jenuh kalsium asetat dicampur dengan alkohol akan terbentuk suatu koloid berupa gel

Cara Dispersi
Dengan cara ini partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid Dapat dilakukan dengan : 1. mekanik 2. peptisasi 3. busur bredig

Mekanik
Menurut cara ini, butir kasar digerus dengan lumpang atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium dispersi
Contoh

Sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan suatu zat inert (seperti gula pasir), kemudian mencampir serbuk halus itu dengan air

Cara peptisasi
Adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah)
Contoh

Agar-agar dipeptisasi oleh air, nitroselulosa oleh aseton, karet oleh bensin, dll. Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S dan endapan Al(OH)3 dipeptisasi oleh AlCl3

Cara Busur Bredig


Digunakan untuk membuat sol-sol logam Cara ini merupakan gabungan dispersi dan kondensasi

Koloid Asosiasi
Molekul sabun atau detergen terdiri atas bagian polar (kepala) dan nonpolar (ekor) Kepala sabun merupakan gugus yang hidrofil (tertarik ke air), sedangkan gugus hidrokarbon bersifat hidrofob Jika sabun dilarutkan ke air, moleku sabun akan mengadakan asosiasi karena gugus nonpolarnya saling terdesak, sehingga terbentuk koloid

Koloid dan Polusi


Masalah lingkungan yang terkait dengan koloid adalah Asbut Sebanyak 4000 orang meninggal dalam kasus asbut di London (1952) Asbut adalah campuran yang rumit yang terdiri dari berbagai gas dan partikel-partikel zat cair dan zat padat
Asbut (smog) smoke (asap) + fog (kabut)

Lanjutan
Kabut merupakan dispersi partikel air di dalam udara. Kabut terjadi jika udara panas yang mengandung uap air tiba-tiba mengalami pendinginan, sehingga sebagian uap air mengalami kondensasi Jika asap bergabung dengan kabut, maka kabut mengahalangi asap. Akibatnya asap tetap berada disekitas kita

Lanjutan
Asap mengandung oartikel yang dapat mengiritasi paru-paru dan membuat kita batuk Mengandung SO2 yang dapat membentuk asam sulfat Dan asam sulfat salah satu penyebab hujan asam

Terima Kasih