Anda di halaman 1dari 12

Diet untuk Konstipasi Kronis dan Divertikulosi

Konstipasi
suatu keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan buang air besar atau jarang buang air besar. Konstipasi akut dimulai secara tiba-tiba dan tampak dengan jelas. Konstipasi menahun (kronik), kapan mulainya tidak jelas dan menetap selama beberapa bulan atau tahun. 1

Etiologi .. 2
1. 2. 3.

4.
5. 6.

7.

Kebiasaan buang air besar (b.a.b) yang tidak teratur Peningkatan stres psikologi Ketidaksesuaian diet Obat-obatan Latihan yang tidak cukup Umur Proses penyakit

Patofisiologi .. 3
makanan masuk ke dalam kolon

kolon akan menyerap air & membentuk bahan buangan sisa makanan (feses).

Kontraksi otot kolon akan mendorong feses ke arah rektum.

Ketika mencapai rektum, feses akan berbentuk padat karena sebagian besar airnya telah diserap.
Feses yang keras dan kering pada konstipasi terjadi akibat kolon menyerap terlalu banyak air. Hal ini terjadi karena kontraksi otot kolon terlalu perlahan-lahan sehingga menyebabkan tinja bergerak ke arah kolon terlalu lama.

Divertikulosis
yaitu adanya kantong-kantong kecil yang terbentuk pada dinding kolon yang terjadi akibat tekanan intrakolon yang tinggi pada konstipasi kronik.7

Etiologi .. 4
Penyebab utama dari penyakit divertikulum adalah

makanan rendah serat. Serat membantu memperlunak tinja sehingga mudah melewati usus. Serat juga mencegah sembelit (konstipasi).
Sembelit menyebabkan otot-otot menjadi tegang karena tinja yang terdapat di dalam usus terlalu keras. Hal ini merupakan penyebab utama dari meningkatnya tekanan di dalam usus besar. Tekanan yang berlebihan menyebabkan titik-titik lemah pada usus besar menonjol dan membentuk divertikula.

Patofisiologi .. 5
Divertikulosis terbentuk bila mukosa dan lapisan submukosa

kolon mengalami herniasi sepanjang dinding muskuler akibat tekanan intraluminal yang tinggi, volume kolon yang rendah (isi kurang mengandung serat), dan penurunan kekuatan otot dalam dinding kolon (hipertrofi muskuler akibat massa fekal yang mengeras). Divertikulum menjadi tersumbat dan kemudian terinflamasi bila obstruksi terus berlanjut. Inflamasi cenderung menyebar ke dinding usus sekitar, mengakibatkan timbulnya kepekaan dan spastisitas kolon. Abses dapat terjadi, menimbulkan peritonis, sedangkan erosi pembuluh darah (arterial) dapat menimbulkan perdarahan. Divertikulanya sendiri tidak berbahaya. Tetapi tinja yang terperangkap di dalam divertikulum, bukan saja bisa menyebabkan perdarahan, tetapi juga menyebabkan peradangan dan infeksi, sehingga timbul divertikulitisis.

kekurangan serat akan menyebabkan tinja mengeras

dan perlu kontraksi otot yang besar untuk mengeluarkannya. Artinya, perlu mengejan lebih kuat. Hal inilah yang sering menyebabkan konstipasi. Bila itu berlangsung terus-menerus, otot pun menjadi lelah dan melemah sehingga muncul penyakit divertikulosis. 6

Diet Serat Tinggi


Tujuan

Konsumsi serat makanan, khususnya serat tak larut (tak dapat dicerna dan tak larut air panas) menghasilkan kotoran yang lembek. Sehingga diperlukan kontraksi otot rendah untuk mengeluarkan feses dengan lancar. Dengan begitu mengurangi risiko konstipasi (sulit buang air besar). 6 memberi makanan sesuai kebutuhan gizi yang tinggi serat sehingga dapat merangsang peristaltik usus agar defekasi (pembuangan tinja) berjalan normal. 7

Diet Divertikulosis
Tujuan Meningkatkan volume konstipasi feses Menurunkan tekanan intra luminal Mencegah infeksi

Syarat Diet 7
1.

2.
3. 4. 5. 6.

7.

Energi cukup sesuai dengan umur, gender, dan aktivitas Protein cukup, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total Lemak cukup, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari kebutuhan energi total Vitamin dan mineral tinggi, terutama vitamin B untuk memelihara kekuatan otot saluran cerna Cairan tinggi, yaitu 2-2,5 liter untuk memperlancar defekasi. Pemberian minum sebelum makan akan membantu merangsang peristaltik usus Serat tinggi, yaitu 30-50 g/hari terutama serat tidak larut air yang berasal dari beras tumbuk, beras merah, roti whole wheat, sayuran, dan buah.

Daftar Pustaka
1. 2.

3. 4. 5. 6.

7.

http://medicastore.com/penyakit/473/Sembelit_Konstipasi.html SIREGAR, CHOLINA TRISA.KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ELIMINASI B.A.B dalam http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3597/1/kepera watan-cholina.pdf http://medlinux.blogspot.com/2007/09/konstipasi.html http://medicastore.com/penyakit/489/Divertikulosis.html http://tfiles-hakunamatata.blogspot.com/2011/04/penyakitdivertikular.html Herminingsih, Anik. MANFAAT SERAT DALAM MENU MAKANAN dalam http://journal.mercubuana.ac.id/data/baruAAT_SERAT_DALA M_MENU_MAKANAN.pdf Almatsier, Sunita.2004.Penuntun Diet.Jakarta:Gramedia