Anda di halaman 1dari 38

Andiko Tongga 1102004018

Status Pasien
I. IDENTIFIKASI PASIEN
Nama Jenis Kelamin Umur Status Perkawinan Alamat Suku bangsa Agama Masuk RS Ruang Jaminan : : : : : : : : : : Nn. Y Perempuan 44 Tahun Menikah Pekaja Tengah, Rt 02/ Rw 01, Kel. Batu Kuda, Cilegon Jawa Islam 26 September 2011 Bougenville Jamsostek

II.

ANAMNESIS

Diambil dari : Autoanamnesa Tanggal : 26 September 2011 a. Keluhan Utama Terdapat benjolan pada punggung kiri

b. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang dengan keluhan terdapat benjolan di punggung kanan bagian atas yang dirasakan sudah ada sejak kurang lebih dua tahun yang lalu. Sejak dua tahun yang lalu, benjolan dirasakan sebesar biji kelereng dan tidak sakit. Saat ini benjolan semakin bertambah besar dan terasa sakit pada daerah benjolan. Pasien juga mengatakan demam pada malam hari sejak tiga hari sebelum masuk rumah sakit. Selain itu pasien juga merasakan pegal-pegal pada seluruh badan. Pasien menyatakan pernah memeriksakan diri ke Puskesmas dan diberikan obat antiobiotik serta disarankan untuk memeriksakan benjolan tersebut ke poli bedah RSU Kota Cilegon ketika obat antibiotik tersebut telah habis diminum.

c. Riwayat penyakit dahulu Dua tahun yang lalu pasien pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya. d. Riwayat penyakit keluarga Pasien menyatakan tidak ada dalam keluarga yang pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya.

Pemeriksaan Umum
Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Respirasi Suhu : : : : : : Baik Compos mentis 120/80 mmHg 84 x/menit 20 x/menit 365 C

Pemeriksaan Fisik
Kepala : Normocephal Mata : Conjunctiva anemis -/-, Sklera ikterik -/Leher : KGB leher tidak teraba membesar Thoraks : Simetris, statis dan dinamis Cor : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-) Pulmo : Vesikuler (+), rhonki (-), wheezing (-) Abdomen : Supel, Tympani, BU (+) Normal Genitalia : Tidak ada kelainan Ekstrimitas : Akral hangat, Edema (-) di keempat ekstrimitas

Status lokalis a/r scapula dextra


L : Tampak benjolan pada punggung kanan dengan ukuran 3x4cm berwarna biru dengan titik hitam di tengah benjolan tersebut. Terlihat tanda-tanda peradangan. Teraba benjolan pada punggung kanan bagian atas dengan batas tegas, konsistensi keras, permukaan rata. Nyeri tekan (+) lokal. Immobile

F :

M:

DIAGNOSA KERJA Kista ateroma


RENCANA TERAPI 1. Rencana operasi tanggal 27 September 2011 2. Tindakan pembedahan : Eksisi kista ateroma 3. Pemeriksaan Lab. Darah lengkap PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad fungsionam

: ad bonam : ad bonam

Pasien datang dengan keluhan teraba benjolan di payudara kiri yang dirasakan sudah ada sejak 2 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan diagnosis sebagai Kista Ateroma Scapula Dextra. Direncanakan dilakukan operasi pada tanggal 27 September 2011.

Follow up

27 September 2011
07.00 S/ nyeri pada punggung bila ditekan. Puasa (+) O/ KU = Sakit sedang KS = Compos Mentis TD = 130/80 mmHg R = N = 80 x/menit S =

24 x/menit 365 C

Status lokalis a/r scapula dextra L = Tampak benjolan pada punggung kanan dengan ukuran 3x4cm berwarna biru dengan titik hitam di tengah benjolan tersebut. Terlihat tanda-tanda peradangan. F = Teraba benjolan pada punggung kanan bagian atas dengan batas tegas, konsistensi keras, permukaan rata. Nyeri tekan (+) lokal. M = Immobile

Hasil Pemeriksaan Lab. : HB : 12,8 g/dl L : 11.610 /ul HT : 35,8 % T : 306.000 /ul LED : 25 mm/jam GDS : 115mg/dl

Masa Pendarahan Masa Pembekuan Gol.darah SGOT SGPT HbsAg

: : : : : :

3 9 B / Rh + 14 u/l 15 u/l -

A/ Pre op kista atheroma scapula dextra P/ Rencana operasi hari ini

09.30 Dilakukan operasi dengan tindakan pembedahan : Eksisi pada kista atheroma. Terdapat jaringan diameter 4 cm.
A/ Th/ Post Op Eksisi a/i Kista Atheroma Scapula Dextra IVFD RL 20 tpm Pilastin inj. 2x1 Gentamisin inj 3x1 Remopain inj. 3x1

S/ O/
TD N

Nyeri pada luka post op, mual (-), muntah (-) KU = Sakit sedang KS = CM = 120/90 mmHg R = 24 x/menit = 74 x/menit S = 36,5 C

Status lokalis a/r scapula dextra L = Tampak luka operasi ditutup verband. Rembesan darah (-) F = Nyeri tekan (+) pd luka post op M = Nyeri gerak (+)

A/

Post Op Eksisi a/i Kista Atheroma Scapula Dextra (hari ke 1)


Pasien diperbolehkan pulang. Pasien kontrol ke poli 1 minggu lagi Ciprofloksacin Tab. 2x500mg Asam Mefenamat Tab 3x500mg Luka operasi tidak boleh terkena air

P/

Th/

Edukasi/

Tinjauan Pustaka

Struktur dan fungsi kulit


Kulit yang merupakan pelindung tubuh, beragam luas dan tebalnya. Luas kulit orang dewasa adalah 1,5 2m2. Tebalnya antara 1,5 5mm, bergantung pada letak kulit, umur, jenis kelamin, suhu dan status gizi. Kulit paling tipis di kelopak mata, penis, labium minor, dan bagian medial lengan atas; sedangkan kulit tebal terdapat di telapak kaki, punggung, bahu dan bokong.

Organ tambahan (apendiks) kulit pun berbeda menurut tempatnya. Kelenjar sebasea paling banyak terdapat di muka, tetapi tidak ada di telapak kaki atau tangan, sementara kelenjar keringat terdapat di seluruh tubuh. Asam laktat dalam keringat dan asam amino hasil keratinisasi mempertahankan pH permukaan kulit antara 4 6 sehingga pertumbuhan bakteri terhambat. Namun, beberapa jenis kuman streptokokkus dan stafilokokkus hidup komensal di kulit. Bakteri tersebut berada di lapisan keratin, muara rambut, serta kelenjar sebasea.

Selain sebagai pelindung terhadap cedera fisik, kekeringan, zat kimia, kuman penyakit, dan radiasi, kulit juga berfungsi sebagai pengindra, pengatur suhu tubuh dan ikut mengatur peredaran darah. Pengaturan suhu dimungkinkan dengan adanya jaringan kapiler yang luas di dermis (vasodilatasi dan vasokonstriksi), adanya lemak subkutan dan kelenjar keringat. Keringat yang menguap di kulit akan melepaskan panas tubuh yang dibawa ke permukaan oleh kapiler. Berkeringati ini juga menyebabkan tubuh kehilangan air (insisible water loss), yang dapat mencapai beberapa liter sehari. Faal perasa dan peraba dijalankan oleh ujung saraf sensoris Vater Pacini, Meissner, Krause, dan Ruffini yang terdapat di dermis.

Kista atheroma
Kista ateroma merupakan tumor jinak di kulit yang terbentuk akibat sumbatan pada muaranya. Oleh karena itu, kista ateroma ditemukan pada kelenjar yang mengandung sebasea. Kadang terdapat multiple dalam berbagai ukuran seperti yang ditemukan di kepala atau skrotum. Kista ini tidak pernah dijumpai di telapak tangan atau kaki.

ETIOLOGI Kista kelenjar sebasea karena sumbatan pada muaranya akibat penutupan saluran pori rambut yang terdiri dari jaringan ikat padat. Penyebab lain dari sumbatan pada muara kelenjar sebacea, dapat disebabkan oleh infeksi, trauma (luka/benturan),atau jerawat.

Tanda-tanda dan gejala


Bulat
Lonjong Lunak Letak subkutan Ada puncta (muara kelenjar di kulit yang tersumbat) Kistik Fluktuasi Mobile NT (-) Bebas dari dasar tapi melekat pada dermis atasnya.

Patofisiologi
Sekret kelenjar sebacea yaitu sebum dan sel-sel mati tertimbun dan berkumpul dalam katung kelenjar. Lama kelamaan membesar dan terlihat sebagai masa tumor yang berbetuk lonjong sampai bulat, berbatas tegas, berdinding tipis, tidak terfiksir ke dasar, tetapi melekat pada dermis di atasnya. Daerah muara yang tersumbat merupakan tanda khas yang disebut pungta. Isi kista adalah bubur eksudat berwarna putih abu-abu yang berbau asam.

Predileksi di bagian tubuh yang berambut (kepala, wajah, belakang telinga, leher, punggung, dan daerah genital) terutama pada bagian kepala,wajah,kulit kepala, leher, dan ekstremitas. Namun tidak pernah ditemukan pada telapak tangan dan kaki, karena bagian tersebut tidak memiliki kelenjar sebasea. Sering terjadi pada usia 20 sampai 30 -an, predileksi pada pria dua kali lebih banyak dibanding pada wanita.

Terapi
Terapi Antibiotik diberikan jika infeksi. Tanda infeksi yaitu kemerahan dan inflamasi, sering terinfeksi bakteri staphylococci, tanpa keadaan terinfeksi kista dapat tetap sangat berbau. Eksisi menyertakan kulit dan puncta untuk mengangkat seluruh bagian kista hingga ke dindingnya secara utuh. Bila terjadi infeksi sekunder dan terbentuk abses, dilakukan insisi, evakuasi dan drainase. Setelah tenang (3-6 bulan) dapat dilakukan operasi definitive.

Diagnosis Banding
Kista dermoid 2. Ganglion
1.