Anda di halaman 1dari 22

Menurut pengertiannya Protein merupakan : Biopolymer polipeptida yang tersusun dari sejumlah asam amino yang dihubungkan oleh

h ikatan peptida. Protein merupakan biopolymer yang multifungsi, sebagai struktural pada sel maupun jaringan dan organ, sebagai enzim suatu biokatalis, sebagai pembawa senyawa ketika melalui biomembran sel, dan sebagai zat pengatur. Protein merupakan makromolekul yang paling berlimpah di dalam sel dan menyusun lebih dari setengah berat kering pada hampir semua organisme.

Hasil analisis berbagai protein menunjukkan bahwa unsur- unsur dalam protein adalah sebagai berikut : -Karbon : 50 - 55% -Hidrogen : 6,5 - 7,3% -Oksigen : 20 - 24% -Nitrogen : 15 18% -Belerang : 0,4 2,5% -Fosfor : 0,1 1%

DESTRUKSI Adalah tahap pemecahan molekul protein dengan menambahkan asam sulfat sehingga terbentuk garam ammonium sulfat

DISTILASI
Tahap pelepasan nitrogen dari cairan hasil destruksi , ion NH4+ diubah menjadi NH3. Agar NH4+ berubah menjadi NH3, dengan menambahkan basa kedalam sistem larutan. Selanjutnya NH3 yang telepas ditangkap larutan asam yang telah diketahui molaritasnya.

Titrasi Amoniak yang dilepaskan selama proses distilasi akan bereaksi dengan asam membentuk garam amonium. jumlah asam yang masih tersisa dapat diketahui melalui titrasi alkalimetri. untuk menentukan kadar protein diperlukan faktor konversi yang menghubungkan berat protein dengan berat N total dalam bahan seperti persamaan berikut : (Berat Protein ) = (Faktor konversi) x (Berat N) Pada umunya faktor konversi adalah 6,25

ALAT: Destruksi
Labu kjehdal 500ml Kompor Listrik Pipet Volum Pipet Ukur Neraca Analitik Statif Kaca Arloji Gelas Beker

Destilasi Pemanas Mantel Pendingin balik Labu Kjehdahl Gelas Beker Adapter Ember Plastik Pipa Bengkok Penyumbat

Titrasi Buret Erlenmeyer Statif

BAHAN:
Kuning telur 1,5gr K2SO4 10 gr CuSO4 0,3 gr H2SO4 pekat 35 ml Aquades 175ml Logam Zn 2 butir Indicator PP Larutan NaOH (45%) 100ml Larutan NaOH (0,1 N) 75ml Indikator metil merah Larutan HCl 75 ml

a.Destruksi Satu setengah gram bahan yang akan dianalsis dimasukan kedalam labu kjeldahl bersama-saama dengan 10 gr K2SO4, 0,25 gr CuSO4 dan 35ml H2SO4 pekat Panaskan dengan kompor listrik dalam lemari asam Lakukan pemanasaan sampai berkabut dalam labu hilang dan cairan menjadi jernih Dinginkan diudara terbuka tetap dalam lemari asam

c. Titrasi Ambil larutan HCl yang telah bercampur sebanyak 10 ml Tetesi dengan indikator PP Titrasi dengan larutan KOH 0,1581 N hingga mencapai titik akhir titrasi dengan berubahnya warna larutan daari merah menjadi bening Catat volume KOH yang digunakan

DESTRUKSI

DISTILASI

KOH

Hasil destruksi

HASIL PENGAMATAN
Destruksi: 1. Waktu: 120 menit 2. Perubahan warna: gelap hijau jernih Distilasi : 1. Waktu: 30 menit 2. Larutan penangkap, VA awal = 75 mL NA = 0,1 N Vakhir = 100 mL

PEMBAHASAN
Proses Destruksi Protein nitrogen dipisah dari molekul protein dengan penambahan asam sulfat pekat dengan reaksi sebagai berikut N (dalam protein) + H2SO4 (NH4)2SO4 ,sedangakan penambahan K2SO4 dan CuSO4 adalah sebagai katalisator.

Untuk melepaskan nitrogen dari cairan hasil destruksi ion NH4+ harus diubah menjadi ion NH3+ yaitu dengan menambah konsentrasi ion OH- yang dilakukan dengan cara penambahan larutan basa seperti KOH atau NaOH penambahan Zn adalah untuk mencegah terjadinya Setelah itu kemudian bisa dilakukan proses pemisahan secara destilasi

Titik didih NH3 yang rendah membuatnya menguap lebih dulu dalam proses destilasi, agar NH3 tidak terlepas ke udara maka disediakan larutan asam sebagai larutan penangkap NH3 yang bersifat basa Untuk mengetahui konsentrasi NH3 dalam HCl dapat dilakukan dengan cara titrasi,

Reaksi yang terjadi antara NH3 dan HCl penangkap : NH3 + HCl NH4 Cl

Titrasi yang dipilih adalah menggunakan larutan basa sebagai titran karena cairan hasil destilasi yang dicek dengan indikator MO berwarna merah yang menunjukkan bahwa cairan tersebut masih kelebihan asam karena jumlah NH3 yang dihasilkan lebih sedikit Volume titran yang terpakai selanjutnya dapat digunakan dalam perhitungan kadar NH3 tersebut

KESIMPULAN
Analisa kadar protein terdiri dari tiga tahap yaitu destruksi,distilasi dan titrasi Kadar protein dalam 1,5 gram kuning telur dari hasil perhitungan praktikum adalah 7,4% Kadar protein dalam telur kuning berdasarkan teori yang telah ada adalah sebesar 16% Perhitungan kadar protein sangat dipengaruhi oleh konsentrasi larutan pada saat titrasi