Anda di halaman 1dari 13

Doni Pakpahan Martha Kristina Purba Vicky F Sihombing Maria TH Panggabean Hadian Tamam Ahmad Syarif Rezki Parhorasan

Kebanyakan cacat dalam pengeringan

atau masalah yang timbul dalam produksi kayu selama pengeringan dapat dikelompokkan seperti retak atau distorsi, pembengkokan , atau perubahan warna. Suhu pengeringan adalah faktor pengolahan yang paling penting karena dapat responsif terhadap cacat pada setiap kategori.

1.Retak

Distorsi

Atau

Retak yang terdapat pada permukaan terjadi pada awal pengeringan ketika kulit papan ditekan dalam ketegangan yang cukup untuk peretakan kayu.Retak ini terjadi paling sering pada bagian permukaan pada papan flatsawn yang diilustrasikan dalam Gambar 1

Gambar 1.

Retak pada ujung

(Gambar 2) yang mirip dengan retak pada permukaan tetapi tampak pada ujung papan. Retak pada ujung terjadi karena gerakan longitudinal yang cepat pada kelembaban yang menyebabkan ujung papan kering dengan sangat cepat dan meningkatkan tegangan tinggi , sehingga retak.

Gambar 2

Pada kasus yang

buruk(Gambar 3), kehancurannya biasanya muncul sebagai lekuk atau kerut , seperti efek papan pencuci

Gambar 3

Honeycomb(Gambar 4)

adalah retak internal yang terjadi setelah tahap pengeringan pada alat ketika bagian dalam papan mengalami tegangan.Hal ini disebabkan ketika inti masih kadar air yang relatif tinggi dan suhu pengeringan terlalu tinggi untuk periode pengeringan kritis yang terlalu panjang

Gambar 4

Mata kayu dapat

merenggang selama pengeringan karenapenyusutan tidak merata antara mata kayu dan sekitar kayu (Gambar 5). Gambar 5

Pembengkokan dapat

ditelusuri pada dua penyebab: (a) perbedaan antara penyusutan pada bagian radial, tangensial, dan longitudinal karena pengeringan atau (b) menekankan pertumbuhan. Pembengkokan diperburuk oleh pori yang tidak teratur atau terdistorsi dan adanya jenis kayu yang abnormal, seperti kayu juvenile dan kayu reaksi. Enam jenis utama dari pembengkokan adalah bow, crook, twist, oval, diamond, dan cup

Gambar 6

A. Perubahan warna

kimia adalah hasil reaksi oksidasi dan enzim dengan komponen kimia dalam kayu. Kerusakan perubahan warna berkisar dari warna merah muda, biru, dan kekuningan bahkan abu-abu dan cokelat kemerahan sampai coklat gelap.

Gambar 7

Perubahan warna kimia warna cokelat tua keabu- abuan dapat terjadi dalam jenis hardwood jika pengeringan awal terlalu lambat (Gambar 8). Gambar 8

Noda jamur, sering

disebut sebagai biru atau getah noda, yang disebabkan oleh jamur yang tumbuh di kayu gubal (Gambar 9). noda biru jamur tidak menyebabkan pembusukan gubal, dan jamur umumnya tidak tumbuh dalam heartwood. Noda biru dapat berkembang jika pengeringan awal terlalu lambat.

Gambar 9

Jenis tipe lain yang

umum adalah pelekat bawah (Gambar 10). Noda ini merupakan hasil dari kontak stiker dengan papan. Noda stiker(kadangkadang disebut bayangan) yang cetakan pelekat yang lebih gelap atau lebih terang dari kayu antara noda dan dapat disebabkan oleh baik secara kimia atau jamur, ataupun keduanya.

Gambar 10