Anda di halaman 1dari 37

Drg. Andrian Nova F.

PENDAHULUAN
Awal abad ke 4 Hippocrates menjelaskan infeksi

jamur pada manusia.


Penggunaan obat-obatan & penyakit sistemik

frekuensi infeksi jamur dalam mulut


Klasifikasi infeksi jamur superficial, subcutaneus/

sistemik

INFEKSI JAMUR SUPERFICIAL


Spesies Candida (Candida Albicans) penyebab

infeksi jamur paling sering.


Jumlah Candida indikasi patogenesis di regio

orofaring Orofaringeal Candidiasis

4 Sub group keadaan klinis

A. Erythematous B. Pseudomembranous C. Hyperplastic D. Candida-associated lesions

Candidiasis Eritematosa
Candidiasis Eritematosa sering disebut Athropic

Candidiasis
Intra-oral : bercak-bercak kemerahan pada mukosa

patalum & dorsal lidah depapilasi


Penggunaan antibiotik spektrum luas & kortikosteroid

~ Candidiasis Eritematosa

Candidiasis Pseudomembranosa
Manifestasi intra-oral plak berwarna putih/

kuning pada mukosa bisa diseset & meninggalkan permukaan kasar


Plak akumulasi bakteri, keratin & jaringan nekrotik
Insidensi individu dengan sistim imun

balita, manula , pengguna obat-obatan immunosupresive

Candidiasis Hyperplastic
Disebut juga Chronic Hyperplastic Candidiasis,

Candidal Leukoplakia
Manifestasi intra-oral plak putih di regio komisura

& mukosa bukal tidak dapat diseset


Candidiasis

hyperplastic menyebabkan dysplasia epitel

dikatakan

Candida-associated lesions
Candida dari varian erithematous denture stomatitis/denture sore

mouth merupakan kondisi inflamasi mukosa mulut dari penggunaan geligi tiruan
Etiologi : akrilik pada geligi tiruan mempunyai porus-porus yang

mengakibatkan mudahnya kontaminasi jamur dan bakteri.


Situasi relatif asam dan suasana anaerob di bagian bawah

permukaan cetak geligi tiruan memberikan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan ragi dari jamur.
Selain itu, geligi tiruan menyebabkan saliva yang memiliki

substansi-substansi imun terhalang untuk berkontak dengan permukaan mukosa.

Median rhomboid glossitis candida kronis

berhubungan dengan infeksi

Gambaran klinis : hipertrofi berbentuk rhomboid atau plak atrofik di tengah-tengah dorsum lidah Prevalensi : hanya kurang dari 1%. Laki-laki terpengaruh tiga kali lebih sering daripada wanita. Melakukan disinfeksi pada geligi tiruan maupun aplikasi alat-alat dental lainnya merupakan kunci untuk memberantas infeksi candida

Angular cheilitis

campuran dari infeksi jamur maupun bakteri yang sering ditemukan pada kedua sisi sudut mulut Agen penyebab : Staphylococci ,streptococci & Candida albican Gambaran klinisnya : fisura eritematous yang sering dilapisi oleh membran pseudomembranous Faktor predisposisi : kerutan-kerutan pada daerah wajah dan menurunnya dimensi vertikal dimana kedua kondisi tersebut merupakan kondisi paling kondusif yang dapat menyebabkan angular cheilitis. Selain itu, dapat disebabkan oleh defisiensi nutrisi, antara lain defisiensi tiamin, riboflavin, dan asam folat.

Host Factors Associated with Candidiasis


Kandidiasis oral juga berhubungan dengan menurunnya

mekanisme pertahanan tubuh penderita, baik yang terjadi secara lokal maupun sistemik
Salah satu penyebab menurunnya mekanisme pertahanan tubuh

secara lokal ialah penggunaan obat-obatan topikal

Penggunaan kortikosteroid secara inhalasi berhubungan dengan meningkatnya resiko kandidiasis oral, terutama varian eritematous Alsaeedi dkk melaporkan bahwa pasien yang menderita penyakit paru-paru obstruktif kronis yang mendapatkan perawatan kortikosteroid inhalasi memiliki resiko infeksi kandidiasis oral dengan rasio 2,1. Hal ini karena steroid menekan imunitas selular lokal dan juga mengganggu proses fagositosis

Terganggunya flow saliva juga mungkin merupakan faktor

predisposisi dari infeksi kandida mekanisme imun loka saliva terdapat protein-protein antimikroba, seperti laktoferin, sialoperoksidase, dan lisozim
Obat-obatan yang sering menyebabkan berkurangnya ekskresi

kelenjar saliva

Xerostomia

Obat-obatan mengandung antikolinergik, seperti antihistamin,

tricyclic antidepressants, beberapa obat antihipertensi, obat hipnotic sedatif, serta yang mengandung antineoplastic dan immunosuppressive

Selain obat-obatan tersebut, antibiotik spektrum luas juga dapat menyebabkan meningkatnya infeksi kandida karena berubahnya kondisi flora di dalam mulut Faktor-faktor sistemik lain infeksi kandida di dalam rongga mulut diabetes mellitus, endokrinopati, kondisi immunosuppressive, keganasan, dan gangguan nutrisi

Diagnosa infeksi kandida di dalam rongga mulut


Diagnosa gambaran klinis & penunjang Keluhan utama rasa mulut terbakar dan bersifat lokal Diagnosa melalui uji laboratorium

Sitologi Membedakan antara bentuk ragi dengan bentuk hifa tetapi kurang sensitif dari metode culture Pewarnaan dengan KOH, pewarnaan gram, atau periodic acidschiff (PAS) stain KOH menghilangkan material-material organik sehingga fungi lebih jelas terlihat. Pewarnaan Gram memberikan warna biru gelap pada hifa maupun ragi dari jamur. Pewarnaan PAS memberikan warna merah sampai ungu

Imprint culture

Menggunakan foam pad steril/oral swab yang diberikan media pertumbuhan Pad diletakkan pada daerah terinfeksi dan ditransfer ke media agar untuk culture Biopsi Biopsi insisional dilakukan pada daerah terinfeksi dan selanjutnya hasil biopsi tersebut diberikan formalin 10% lalu dikirim ke bagian patologi oral Bagian patologi mendeteksi ragi maupun hifa pada lapisan keratin dari spesimen biopsi yang telah diberikan

Sitologi, swab cultures, biopsi insisional dapat digunakan untuk menentukan spesies kandida oral secara kualitatif tetapi teknik-teknik tersebut kurang sensitif Imprint cultures dan salivary rinse techniques digunakan untuk menentukan jumlah kualitatif spesies kandida oral dan juga digunakan untuk membedakan antara jumlah level kandida oral yang normal dengan meningkatnya jumlah level kandida oral yang disebabkan oleh infeksi kandida

Deep Fungal Oral Infection


Aspergillosis
Aspergillosis merupakan infeksi jamur paling sering terjadi

kedua pada manusia setelah infeksi kandida Spora aspergillus ditemukan pada sayuran-sayuran yang membusuk dan dapat juga terisolasi dari udara dan lingkungan, khususnya dalam area yang sedang dilakukan renovasi bangunan Insidensi meningkat dramatis pada penderita imunosupresan

Secara spesifik, resiko aspergillosis meningkat pada penggunaan kortikosteroid dosis tinggi, transplantasi organ, dan pengkonsumsi obat-obatan imunosupresive. Organisme aspergillus cenderung invasi melalui pembuluh darah dan menyebabkan trombosis dan infark pada jaringan perivaskular Aspergillus dapat juga, tetapi jarang, invasi ke sinus dan dapat menyebabkan lesi-lesi pada daerah palatal dan rongga mulut dengan gambaran klinis berupa lesi nekrotik berwarna hitam atau kuning pada jaringan mukosa

Cryptococcis
Cryptococcis

terutama mempengaruhi paru-paru dari penderita imunosupresan Agen penyebab : Cryptococcus neoformans, sering ditemukan pada feses burung Lesi kutaneus sering ditemukan pada wajah, keher, dan kulit kepala. Lesi daerah oral sangat jarang tetapi dapat terjadi Jika ditemukan di daerah oral, maka lesinya dapat berupa ulserasi superficial, nodul-nodul, granuloma, atau ulcerasi dan indurasi mirip seperti karsinoma

Histoplasmosis Histoplasma capsulatum adalah jamur dimorfik Infeksi jamur tersebut dapat menyebabkan penyakit pernafasan akut maupun kronis dan dapat juga terbentuk mucocutaneus kronis Bentuk mucocutaneus ini dapat menghasilkan lesi ulserasi maupun erosif yang secara umum ditemukan pada lidah, palatum, dan mukosa bukal.

Blastomicosis
Merupakan salah satu micoses endemik di amerika serikat Etiologi : fungi dimorfik, yaitu Blastomice dematitidis Fungus tersebut ditemukan di tanah dan apabila terhirup

akan menyebabkan penyakit lokal pada saluran pernafasan Apabila fungus menyebar dan mempengaruhi rongga mulut, maka akan timbul lesi berupa ulserasi

Mucormicosis Merupakan infeksi oportunistik akut yang disebabkan oleh fungus saprophytic yang ditemukan di tanah, roti, sayuran yang sudah busuk, dan pupuk hewan

Etiologi : mucorceae yang dapat ditemukan pada rongga mulut, saluran nasal, tenggorokan, dan feses dari individu yang sehat Mucormucosis biasanya menyerang daerah sinus paranasal atau rongga hidung

Infeksi pada rongga mulut merupakan infeksi sekunder dan biasanya berupa nekrosis palatal atau ulserasi, dan biasanya terjadi pada penderita immunocompromised Selain itu, infeksi mucormicosis dapat terjadi pada penderita diabetes mellitus yang terkontrol tanpa adanya resiko immunocompromised Infeksi dapat menyebar ke jaringan-jaringan sekitarnya dan dapat sampai ke otak Diagnosa dini yang disertai dengan perawatan dini akan mengurangi dampak morbiditas dan mortalitas pada pasien

PENGOBATAN PENYAKIT JAMUR


Tiga kelas antigen jamur: azoles, poliena, dan

echinocandins. Selain itu : pirimidin digunakan bersama agen azole atau polyene

Azoles
Dibagi menjadi 2 : imidazoles dan triazoles
Azoles menghambat ergosterol {sitokrom P-450

(CYP)-tergantung 14 - -demethylation }

Imidazoles
Clotrimazole: mengikat fosfolipid membran sel jamur

Permeabilitas membran sel terganggu Mengobati eritematosa dan pseudomem-branosa kandidiasis oral
Miconazole mirip dengan clortrimazole dalam spektrum

biologic
Indikasi : kandidiasis sistemik dan lokal

Ketokonazol salah satu dari imidazol Indikasi : kandidiasis orofaringeal, kandidiasis mukokutan kronis, Deep Fungal Oral Infection

Triazoles
Kelarutannya meningkat dan lebih spesifik untuk enzim

jamur

toksiksitas berkurang

Flukonazol : efektif untuk berbagai mikosis Indikasi: kandidiasis mukosa, meningitis kriptokokal, dan

histoplasmosis
Itraconazole : spektrum luas
Indikasi: Kandidiasis orofaringeal dan esofagus akibat

HIV/AIDS

Vorikonazol : agen terbaru Efektif terhadap semua species Candida, termasuk C krusei, C glabrata, dan C. Albicans Indikasi : aspergilosis Vorikonazol : biovailabilitas tidak dipengaruhi oleh pH lambung.

Polyene

AMFOTERISIN B NISTATIN

Amfoterisin B
Diproduksi oleh streptomyces nodosus
Efektif untuk ragi dan filamen jamur

NISTATIN
Paling sering digunakan untuk infeksi candida topikal
Tersedia dalam krim, gel,obat kumur dan pastiles Pastiles dan obat kumur di anjurkan untuk orang yang

rentan terserang candida


Bentuk tablet yang paling efektif

Echinocandins
The Food and Drug Administration mensahkan obat

caspofungin pada Januari 2001


Menghambat -(1,3)-D-glukan sintase kompleks enzim

sintetis dinding sel jamur tergangu


Efektif terhadap species Candida dan Aspergilus

Pemakaiannya untuk orang tua

Pirimidin
Flusitosin : antimetabolit mengganti uracil pada RNA

jamur dengan 5-fluorourasil


Efektif untuk Cryptocaccus,aspergilus, dan beberapa strain

Candida

KESIMPULAN
Candidiasis merupakan salah satu infeksi jamur yang

paling sering. Candidiasis dapat disebabkan oleh disfungsi sistem imun atau dikarenakan perawatan dengan obatobatan lokal maupun sistemik. Beberapa varian tidak merespon secara baik pengobatan topikal Dokter gigi diharapkan dapat mendiagnosis serta memberi perawatan yang tepat untuk infeksi jamur ini