Anda di halaman 1dari 41

ANALISIS EJAAN

Oleh : Eka Silitonga (10150148) Elisabeth Yulianti Tani (10150142) Desi Retnosari (10150158) Natalia Farmia N.S (10150165)

empatpuluh limaribu rupiah

empatpuluh limaribu rupiah

ANGKA?

BILANGAN?

Angka? Bilangan?
Dua 23

empatpuluh limaribu rupiah ?

Bilangan

di atas adalah bilangan

yang menyatakan nilai uang. Hal ini dapat terlihat dengan adanya kata rupiah.
Bagaimana

cara penulisannya?

Cara Penulisan

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan

Nasional Republik Indonesia nomor 46


Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, penulisan bilangan yang menyatakan nilai uang dapat dilakukan dengan beberapa

cara, yaitu :

1. Dieja Sebagian
Ketentuannya Angka

yang menunjukkan

bilangan utuh besar dapat dieja


sebagian supaya lebih mudah

dibaca.

Sehingga bilangan empatpuluh limaribu rupiah dapat ditulis 45 ribu rupiah. Contoh : Karena kehabisan uang, ia meminjam uang sebanyak 45 ribu rupiah dari teman kantornya

2. Dengan Angka
Ketentuannya Penulisan

lambang mata uang,

seperti Rp, US$, , dan tidak

diakhiri dengan tanda titik dan


tidak ada spasi antara lambang itu

dan angka yang mengikutinya,


kecuali di dalam tabel.

Sehingga bilangan empatpuluh limaribu rupiah dapat ditulis RP45.000,00

Contoh : Harga buku itu adalah Rp45.000,00.

3. Dengan Huruf

Ketentuannya?

Penulisannya harus tepat. Setiap


bilangan ditulis secara terpisah, tidak

disambung.

Sehingga bilangan empatpuluh limaribu

rupiah dapat ditulis empat puluh lima


ribu rupiah.

Contoh

Contoh : Masing-masing peserta wajib membayar uang kontribusi sebesar empat puluh lima ribu rupiah.

Catatan : Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan

huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam


dokumen resmi, seperti akta dan kuitansi).

Contoh : Bukti pembelian alat tulis seharga Rp45.000,00 (empat puluh lima ribu rupiah ) diserahkan

kepada bendahara kelas.

Surat saudara sudah saya terima.

Surat saudara sudah saya terima.


Pada

kalimat di atas masih ada

kesalahan pada penulisannya,

yaitu pada kata saudara


Bagaimana

penulisan yang

benar?

Surat Saudara sudah saya terima.

Kata saudara ditulis dengan huruf awal


kapital. Mari kita lihat alasannya...

Alasannya...

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara,

kakak, adik, dan paman, yang digunakan


dalam penyapaan atau pengacuan.

Contoh :
Ibu berkata,Jangan nakal, Nak!

Tetapi...

Huruf kapital tidak dipakai sebagai

huruf pertama kata penunjuk hubungan


kekerabatan yang tidak digunakan

dalam pengacuan atau penyapaan.

Contoh :

Kita harus menghormati bapak dan ibu


kita.

menguji-cobakan

menguji-cobakan

Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Sehingga penulisan yag benar adalah

mengujicobakan.

Contoh

Contoh : Minggu depan, dokter Heru akan mengujicobakan hasil penemuan obat kanker yang baru pada tikus putih.

Mengapa tidak menggunakan tanda hubung (-)?

Frekwensi

Frekwensi

Menurut KBBI, penulisan yang benar adalah

frekuensi.

Mengapa?
Frekuensi adalah kata serapan yang berasal dari

bahsa Inggris yaitu "frequency", sehingga


ketika diserap ke dalam bahasa Indonesia akan mengikuti ejaan yang paling mendekati bahasa aslinya.

Penulisan Unsur Serapan

Contoh

Contoh kata yang lain : "kualitas", bukan "kwalitas" - berasal dari bahasa Inggris "quality".

Contoh kalimat :
Karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya,

frekuensi pertemuan Pak Joko dengan anak


laki-lakinya menjadi berkurang.

jam 10.00-12.00

jam 10.00-12.00
Penulisan

waktu di atas

adalah salah.
Bagaimana

penulisan waktu

yang benar?

pukul 10.00-12.00

Mengapa?

Penasaran?
Bagaimana penulisan yang benar?

Mari kita cari tahu bersama-sama...

Kata jam dan pukul masing-masing

mempunyai makna sendiri, yang berbeda


satu sama lain. Hanya saja, sering kali

pemakaian bahasa kurang cermat dalam


menggunakan kedua kata itu masing-

masing sehingga tidak jarang digunakan


dengan maksud yang sama.

JAM

Jika yang ingin diungkapkan itu 'masa' atau 'jangka waktu', kata yang tepat digunakan adalah jam, seperti pada kalimat contoh berikut: Kami bekerja selama delapan jam sehari. Jarak tempuh Jakarta-Bandung dengan kereta api sekitar dua jam.

1. 2.

PUKUL

Jika maksud yang ingin diungkapkan

adalah 'waktu atau saat', kata yang


tepat digunakan adalah pukul, seperti

pada contoh berikut:


1.

Rapat itu akan dimulai pada pukul

10.00.
2.

Toko kami ditutup pada pukul 21.00.

Belanda menjalankan politik devide et impera di Indonesia.

Belanda menjalankan politik devide et impera di Indonesia.


SALAH?? BENAR?? Secara struktur, kalimat di atas sudah baik dan benar. Dimana letak kesalahannya?

Penyerapan istilah asing tanpa penyesuaian ejaan dan lafal dilakukan jika ejaan dan lafal istilah asing itu tidak berubah dalam banyak bahasa modern, istilah itu dicetak

dengan huruf miring.

Contoh lain : Status quo, Aufklarung

Sehingga penulisan yang benar dari kalimat


tersebut adalah Belanda menjalankan

politik devide et impera di Indonesia.

Kesimpulan...

Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk,

terutama dalam bahasa tulis.

Keteraturan bentuk akan berimplikasi

pada ketepatan dan kejelasan makna.

Ibarat sedang mengemudi kendaraan, ejaan adalah rambu lalu lintas yang harus dipatuhi

oleh setiap pengemudi.

Jika para pengemudi mematuhi ramburambu yang ada, terciptalah lalu lintas yang tertib dan teratur. Seperti itulah kira-kira bentuk hubungan antara pemakai bahasa dengan ejaan.

Daftar Pustaka
1.

http://rubrikbahasa.wordpress.com/20 11/02/23/jam-dan-pukul/

2.

http://id.wikisource.org/wiki/Buku_Pra ktis_Bahasa_Indonesia_2

3.

http://hasan2u.blogspot.com/2011/04/ makalah-ejaan-yangdisempurnakan.html

4.

Peraturan Menteri Pendidikan


Nasional Republik Indonesia nomor 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

5.

Pedoman Umum Pembentukan Istilah


Edisi Ketiga Cetakan Keempat, Pusat

Bahasa Departemen Pendidikan


Nasional tahun 2007

TERIMA KASIH