Anda di halaman 1dari 67

TUJUAN

P Standard TIngkat Kesehatan KoperasI dapat


dIgunakan sebagaI toIok ukur bagI pengeIoIaan
KoperasI. apakah pengeIoIaan teIah dIIakukan
sesuaI dengan asas-asas dan kaIdah-kaIdah
berusaha yang baIk, benar dan sehat ; dan
apakah sesuaI dengan prInsIp-prInsIp muamaIah
syarIah IsIam, serta sesuaI dengan peraturan
perundang-undangan yang berIaku.
P TIngkat Kesehatan KoperasI dapat dIgunakan
sebagaI toIok ukur untuk menetapkan arah
pembInaan dan pengembangan KoperasI sebagaI
Iembaga keuangan mIkro
TATA 6ARA PEN|LA|AN
Menggunakan sistem kredit point (reward system)
dengan memberikan nilai kredit 0 sampai dengan
100 untuk setiap faktor yang dinilai.
Ukuran penilaian didasarkan pada rasio Umum
yang digunakan dalam pengelolaan Kop / LKM .
Penilaian pengelolaan dilakukan atas dasar
pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen baik untuk
manajemen umum maupun manajemen lainya
Unsur "judgement merupakan hal penting karena
penilaian kesehatan BMT pada dasarnya
merupakan penilaian kualitatif.

Community Development
Circle
Ruang L|ngkup Pen||a|an
Permodalan
Kualitas Aktiva Produktif
Manajemen
Effisiensi
Likuiditas
Kemandirian & Pertumbuhan
Jatidiri Koperasi dan
Perinsif Syariah
PERMODALAN PERMODALAN
Pen||a|an Terhadap
Permoda|an
#asio Modal Sendiri Terhadap
Total Modal (Kewajiaban + Modal)
#asio Kecukupan Modal ( CA# )
Capitan Adequacy #atio :
Modal
ATM#
ATM# : Aktiva Tertimbang
Menurut #esiko
Capita Adecuacy #atio
#asio Kecukupan Modal
CapitaI Adequacy Ratio / CAR CapitaI Adequacy Ratio / CAR
( Rasio Kecukupan ModaI ) ( Rasio Kecukupan ModaI )
CAR Digunakan digunakan Untuk Nengukur
kecukupan modal koperasi
Untuk menghitung rasio ini ada beberapa langkah yang
harus dilalui :
1.Hitung Aktiva Tertimbang Menurut #isiko
2.Hitung Modal yang dimiliki
3.Hitung CA# nya
Perhitungan CA#
MODAL MODAL
ATMR ATMR
Tips
Semakin Besar nilai l #asio Semakin Baik, Artinya Lembaga memili modal yang besar
dan cukup untuk keberlangsungan operasional lembaga
AKTVA TE#TMBANG MENU#UT
#SKO (ATM#)
CONTOH :
No Komponen ATMR JumIah Bobot ATMR
1 Kas 11,933,864 0% -
2 Simpanan di di Bank 40,000,000 20% 8,000,000
3 Simpanan Di Kop Iain 10,000,000 30% 3,000,000
4 PenyaIuran dana 1,090,000,000 100% 1,090,000,000
5 Investasi 15,000,000 100% 15,000,000
6 Aktiva tetap dan inventaris - 100% -
7 Aktiva Iainya - 100% -
JumIah ATMR 1,166,933,864 1,116,000,000
Komponen Modal
Komponen ModaI
JumIah Bbt
1 ModaI simpanan Pokok 30,000,000 100% 30,000,000
2 Simpanan Wajib 15,000,000 100% 15,000,000
3 Simpanan Pokok Khusus 50,000,000 100% 50,000,000
3 ModaI Hibah / donasi 140,000,000 100% 140,000,000
4 Cadangan Umum - 100% -
6 Laba di tahan / shu 35,933,864 50% 17,966,932
Jumlah Modal Inti 270,933,864 252,966,932
Pemberian Nilai Kredit & Skor
Pemenuhan #asio CA# dibawah 6% diberi
nilai kredit 25
setiap kenaikan 1% dari CA# 5%, Diberi
nilai 25 hingga nilai kredit mencapai
maksimum 100;
$or = NK x Bobot
Modal Sendiri :
Simp pokok
Simp Wajib
Penyertaan
Hibah
Cadangan
SHU
%otal Modal
ewajiban
Investasi Terikat
Investasi Tdk Terikat
Modal sendiri
Nilai Kredit
Untuk rasio permodalan lebih kecil atau
sama dengan 0 diberikan nilai kredit 0.
Untuk setiap kenaikan rasio permodalan
1% mulai dari 0% nilai kredit ditambah 5
dengan maksimum nilai 100.
NK x Bobot 5% = Skor #asio
Metode :
Rasio Penyaluran Dana Yg
Bermasalah terhadap total
penyaluran dana
Rasio Portofolio terhadap
penyaluran dana yg beresiko (PAR
/ Portofolio Asset Risk )
Rasio Penyisihan Penghapusah
Aktiva Produktif (PPAP) terhadap
Penyisihan Penghapusan Aktiva
Produktif Yg Wajib Dibentuk
(PPAPWD)
#asio Kualitas Aktiva
Produktif ( KAP )
APYD APYD
AP AP
Ket :
APYD : Aktiva Produktif Yg DikIasifikasikan / Yg BermasaIah
AP : Aktiva Produktif
Semakin Kecil nilai l #asio Semakin Baik, Artinya pembiayaan semakin aman dan
lancar, kebalikanya semakin besar rasio maka resiko yang harus di tanggung lembaga
semakin besar
= (50%KL + 75%D + 100%M) x 100%
(L + KL + D + M)
KIasifikasi
Aktiva Bobot
Aktiva Yg Di
KIasifikasikan
(APYD)
Produktif
(a) (b) (c) (d) = bx c
L 200,000,000.00 0% -
KL 10,000,000.00 50% 5,000,000
D 3,000,000.00 75% 2,250,000
M 50,000,000.00 100% 50,000,000
JumIah 263,000,000 57,250,000
Perhitungan APYD
Contoh :
Contoh ( KAP )
57.250.000,- 57.250.000,-
263.00,-0.000 263.00,-0.000
Ket :
APYD : Aktiva Produktif Yg DikIasifikasikan
AP : Aktiva Produktif
Semakin Kecil nilai l #asio Semakin Baik, Artinya pembiayaan semakin aman dan
lancar, kebalikanya semakin besar rasio maka resiko yang harus di tanggung lembaga
semakin besar
Untuk rasio lebih besar dari 12 sampai dengan 100
diberi nilai skor 2S.
b. Untuk setiap penurunan rasio 1 dimulai dari 13 nilai
kreditditambah dengan 3, 37S
sampai dengan maksimum 100.
Rasio Piutang Bermasalah dan Pembiayaan Bermasalah
terhadap Piutang dan Pembiayaan yang disalurkan
()NilaiKreditBobot()SkorKriteria> 122S102,S00 - < 2,S
Tidak lancar2,S - < S,00 Kurang LancarS,00 - <
7,S0 Cukup Lancar7,S0 - 10,00 Lancar3 -
12S010S,00S - 87S107,S0< S1001010,00
Nilai kredit dikalikan bobot 10 diperoleh skor penilaian.
PFasIo dIatas 12 nIlaI 25
PFasIo antara 9 12 NK = 50
PFasIo antara 5 8 NK = 75
PFasIo dIbawah 5 NK = 100
k|:o lor'oo:o 'cr|d|| k|:o lor'oo:o 'cr|d||
|cn,|ur|n d|n| ,q crc:o |cn,|ur|n d|n| ,q crc:o
(l^k ) (l^k )
lor'oo:o ^c' k: lor'oo:o ^c' k:
Perhitungan #asio PA# Perhitungan #asio PA#
:m. FortoIolio Yg terlambat
0-30 hr / Total Peny Dana
:m. FortoIolio Yg terlambat
31-60 hr / Total Peny Dana
:m. FortoIolio Yg terlambat
61-90 hr / Total Peny Dana
:m. FortoIolio Yg terlambat
~ 90 hr / Total Peny Dana
U M L A H
..
..
..
..
..
Pemberian Nilai Kredit Pemberian Nilai Kredit
#asio diatas 30 ata: lebih diberi N
25
Setiap Pen:r:nan #asio sebesar 1 N di
Tambah (75/11) ata: 6,81
#asio dibawah 21 N 100
k|:o lcn,::|n lcnq||u| ^':v|
lrodu': (ll^l) 'cr|d|| lcn,::|n
lcnq||u|n ^':v| lrodu': Yq \|j:
l:cn'u (ll^l\l)
#asio Kualitas Aktiva Produktif
( KAP )
PPAP PPAP
PPAPWD PPAPWD
Ket :
PPAP : Penyisihan Penghapusa Aktiva Produktif
PPAPWD : PPAP yg wajib di Cadangkan
NK
Seiap Kenaikan 1% #asio dimulai dari
0 NK di tambah 1
Hingga maks 100 %
Semakin besar rasio semakin baik artinya
kewajiban pencadangan dapat di penuhi ini
berarti pula bahwa resiko akibat
kemacetan dapat tertutupi
Bobot 30%
NN NN
Perhitungan NK Perhitungan NK
Pertanyaan Pertanyaan
Manajemen Umum Manajemen Umum
Kelembagaan Kelembagaan
Manajemen Permodalan Manajemen Permodalan
Manajemen Aktiva Manajemen Aktiva
Manajemen Likuiditas Manajemen Likuiditas
Jumlah Jumlah
12 12
66
55
10 10
55
NK NK
n x 100/12 n x 100/12
N x 100/6 N x 100/6
N x 20 N x 20
N x 10 N x 10
N x 20 N x 20
EFESIENSI
#asio biaya operasional terhadap #asio biaya operasional terhadap
pelayanan pelayanan
#asio aktiva tetap terhadap total #asio aktiva tetap terhadap total
asset asset
#asio efisiensi staf #asio efisiensi staf
4
Biaya OperasionaI PeIayanan Biaya OperasionaI PeIayanan
Terhadap Partisifasi Bruto Terhadap Partisifasi Bruto
Biaya OperasionaI Biaya OperasionaI
PARTISIFASI BRUTOI PARTISIFASI BRUTOI
#asio yang menunjukkan Tingkat Effisiensi / Mengukur Besar
kecilnya Biaya Operasional
Tips
Semakin Kecil #asio Semakin Effisien dan sebaliknya ( #atio ideal 75% - 85% )
Nilai Kredit Nilai Kredit
#asio lebih dari 100% Nk = 0 #asio lebih dari 100% Nk = 0
#asio mulai 100% sd 68% NK = 25 #asio mulai 100% sd 68% NK = 25
+ (n x 75/32) + (n x 75/32)
#asio di bawah 68 NK = 100 #asio di bawah 68 NK = 100
#asio Biaya Operasional
terhadap Pelayanan
(%)
Nilai Kredit Bobot
(%)
Skor Kriteria
> 100 25 4 1 Tidak Efisien
85 100 50 4 2 Kurang
Efisien
69 84 75 4 3 Cukup Efisien
0 68 100 4 4 Efisien
4
Rasio ModaI Terhadap Aktiva Tetap Rasio ModaI Terhadap Aktiva Tetap
Aktiva TETAP Aktiva TETAP
T OTAL MODAL T OTAL MODAL
#asio yang menunjukan maksimal yang diperbolehkan
penggunaan modal untuk aktiva tetap
Modal = Kewjiban + nvestasi + Modal sendiri
Untuk rasio lebih besar dari 76% Untuk rasio lebih besar dari 76%
diperoleh nilai kredit 25 diperoleh nilai kredit 25
Untuk setiap penurunan rasio Untuk setiap penurunan rasio
25% nilai kredit ditambahkan 25% nilai kredit ditambahkan
dengan 25 sampai dengan dengan 25 sampai dengan
maksimum nilai kredit 100. maksimum nilai kredit 100.
Nilai kredit dikalikan dengan bobot Nilai kredit dikalikan dengan bobot
sebesar 4% diperoleh skor sebesar 4% diperoleh skor
#asio aktiva tetap terhadap
Total Modal (%)
Nilai
Kredit
Bobot
(%)
Skor Kriteria
76 100 25 4 1 Tidak Baik
51 75 50 4 2 Kurang Baik
26 50 75 4 3 Cukup Baik
0 25 100 4 4 Baik
#asio Effisiensi Staff #asio Effisiensi Staff
Jumlah Staff Jumlah Staff
Jumlah Anggota Yg Di Biayai Jumlah Anggota Yg Di Biayai
Untuk rasio 1 org Staf berbanding 50 Untuk rasio 1 org Staf berbanding 50
Oanggota NK = 25 Oanggota NK = 25
Setiap kenaikan Jumlah Anggota sebanya Setiap kenaikan Jumlah Anggota sebanya
25 orang misal 1 staf /50 anggt, 1/75 dst. 25 orang misal 1 staf /50 anggt, 1/75 dst.
nilai skor ditambah dengan 25 sampai nilai skor ditambah dengan 25 sampai
dengan maksimum nilai kredit 100 dengan maksimum nilai kredit 100
Nilai kredit dikalikan dengan bobot Nilai kredit dikalikan dengan bobot
sebesar 2% diperoleh skor penilaian: sebesar 2% diperoleh skor penilaian:
#asio Efisiensi
1 org staff di banding
jumlah anggota
Nilai
Kredit
Bobot
(%)
Skor Kriteria
< 1 : 50 anggota 25 2 0,5 Tidak Baik
1 : 50 74 50 2 1 Kurang Baik
1 : 75 99 75 2 1,5 Cukup Baik
>1: 99 100 2 2 Baik
Dilakukan Penyesuaian dari BP
LIKUIDITAS
1
Likuiditas Likuiditas
Aktiva Lancar Aktiva Lancar
Kewajiban Lancar Kewajiban Lancar
#asio ini memperlihatkan kemampuan Kop dalam
menyediakan cadangan alat likuid untuk membayar
kewajiban lancarnya
Tips
Semakin tinggi prosentase rasionya maka semakin
likuid pula dana yang dimiliki oleh lembaga. Sebaiknya
dana yang harus tersedia di lembaga minimal 15%
.
1
Likuiditas ( Cash Ratio) Likuiditas ( Cash Ratio)
Kas + Bank+ AIat Likuid Lainya Kas + Bank+ AIat Likuid Lainya
Kewajiban Lancar Kewajiban Lancar
Prosentase IdeaI MinimaI 15 %
.
Nilai Kredit Nilai Kredit
#asio 15% atau lebih diberi Nilai #asio 15% atau lebih diberi Nilai
kredit 100 kredit 100
#asio 0%, Nilai Keredit diberi #asio 0%, Nilai Keredit diberi
nilai 0 nilai 0
Setiap kenaikan 0,15%, NK ( Setiap kenaikan 0,15%, NK (
Nilai Keredit ) ditambah 1 hingga Nilai Keredit ) ditambah 1 hingga
Maksimum 100 Maksimum 100
#umus NK = n / 0,15 atau n x #umus NK = n / 0,15 atau n x
6,667 6,667
Financing to Deposit Ratio ( FDR ) Financing to Deposit Ratio ( FDR ) 2
Jum Peny. dana Jum Peny. dana
Sumber Dana komersiaI Sumber Dana komersiaI
#asio ini digunakan untuk dua kepentingan analisa :
1. Likuiditas
2. Penggalokasian Sumberdana Komersial / Produktifitas
Tips :
1. Likuiditas : Semakin KeciI NiIai Rasio semakin baik Iikuiditasnya
2. Produktifitas : Semakin Besar rasio semakin Produktif.
3. Rasio IdeaI adaIah titik optimum : 85% - 90%
Nilai Kredit Nilai Kredit
#asio sama dgn 100% atau #asio sama dgn 100% atau
lebih Nk = 0 lebih Nk = 0
#asio 85% ke bawah NK = #asio 85% ke bawah NK =
100 100
#asio antara 85 dan 100 #asio antara 85 dan 100
NK = (100 NK = (100 n ) / 0,15 n ) / 0,15
Partisifasi Bruto Partisifasi Bruto
Partisifasi Bruto + Pend Lain ( Non Partisifasi Bruto + Pend Lain ( Non
Anggt ) Anggt )
#asio Partisifasi Bruto
Untuk rasio lebih kecil dari 25% Untuk rasio lebih kecil dari 25%
diberi nilai kredit 25 dan untuk setiap diberi nilai kredit 25 dan untuk setiap
kenaikan rasio 25% nilai kredit kenaikan rasio 25% nilai kredit
ditambah dengan 25 sampai ditambah dengan 25 sampai
dengan rasio lebih besar dari 75% dengan rasio lebih besar dari 75%
nilai kredit maksimum nilai kredit maksimum100. 100.
Nilai kredit dikalikan dengan bobot Nilai kredit dikalikan dengan bobot
5% diperoleh skor penilaian 5% diperoleh skor penilaian
#asio
Partisipasi
Bruto
(%)
Nilai
Kredit
Bobot
(%)
Skor Kriteria
< 25 25 5 1,25 #endah
25 49 50 5 2,50, Kurang
50 75 75 5 3,75 Cukup
> 75 100 5 5 Tinggi
MEA + SHU u Anggota MEA + SHU u Anggota
Simpanan Pokok & Wajib Simpanan Pokok & Wajib
PEA PEA
Rasio
PEA (%)
NiIai Kredit Bobot
(%)
Skor Kriteria
< 5 25 5 1,25 Tidak Bermanfaat
5 - 7,99 50 5 2,50, Kurang Bermanfaat
8 - 11,99 75 5 3,75 Cukup Bermanfaat
> 12 100 5 5 Bermanfaat
--~~.~~ -
RETURN ON ASSET
Return on Asset Return on Asset 3
SHU SHU
TotaI Asset TotaI Asset
#asio yang menunjukkan kemampuan lembaga dalam Produktifitas
menghasilkan laba / #eturn
Hot Tips
Semakin tinggi prosentase rasionya semakin baik, (
#asio 2 % Untuk Koperasi sdh dianggap cukup baik )
Untuk rasio rentabilitas aset lebih kecil
dari 5% diberi nilai kredit25,
untuk setiap kenaikan rasio 2,5% nilai
kredit ditambah 25
sampai dengan maksimum 100.
b. Nilai kredit dikalikan dengan bobot 3%
diperoleh skor penilaian
#asio
#entabilitas
Aset (%)
Nilai
Kredit
Bobot
(%)
Skor Kriteria
< 5% 25 3 0,75 #endah
5 7,4 50 3 1,50 Kurang
7,5 10 75 3 2,25 Cukup
> 10 100 3 3,00 Tinggi
Return on Equity ( ROE ) Return on Equity ( ROE ) 3
SHU Untuk Anggota SHU Untuk Anggota
ModaI Sendiri ModaI Sendiri
Untuk rasio rentabilitas ekuitas lebih
kecil dari 5% diberi nilai kredit 25, untuk
setiap kenaikan rasio 2,5% nilai kredit
ditambah 25 sampai dengan maksimum
100.
Nilai kredit dikalikan dengan bobot 3%
diperoleh skor penilaian.
#asio
#entabilitas
Ekuitas (%)
Nilai
Kredit
Bobot
(%)
Skor Kriteria
< 5% 25 3 0,75 #endah
5 7,4 50 3 1,50 Kurang
7,5 10 75 3 2,25 Cukup
> 10 100 3 3,00 Tinggi
Kemandirian OperasionaI Kemandirian OperasionaI 3
Pendapatan Pendapatan
Biaya OperasionaI Biaya OperasionaI
#asio Kemandirian
Operasional (%)
Nilai Kredit Bobot
(%)
Skor Kriteria
< 100 25 4 1 #endah
100 125 50 4 2 Kurang
126 150 75 4 3 Cukup
> 150 100 4 4 Tinggi
ETAATAN PADA PENERAPAN
NILAI-NILAI SYARIAH
Nilai Kredit Nilai Kredit
Untuk Komponen Penilaian ini Untuk Komponen Penilaian ini
penilaian kredit didasarkan pada penilaian kredit didasarkan pada
Jawaban Atas pertanyaan seputar Jawaban Atas pertanyaan seputar
Pelaksanaan Perinsip & Pelaksanaan Pelaksanaan Perinsip & Pelaksanaan
Nilai Nilai Syariah Pada Koperasi. Nilai Nilai Syariah Pada Koperasi.
Ada 10 Pertanyaan masing masing Ada 10 Pertanyaan masing masing
jawaban Ya atau Positif di beri nilai jawaban Ya atau Positif di beri nilai
10 10
Nilai Skor Nilai Skor
Nilai Skor diperoleh dengan cara Nilai Skor diperoleh dengan cara
mengkalikan Nilai Kredit dengan Bobot mengkalikan Nilai Kredit dengan Bobot
dari setiap faktor penilaian dari setiap faktor penilaian
Jumlahkan seluruh skor pada setiap Jumlahkan seluruh skor pada setiap
faktor untuk mendapatkan nilai total faktor untuk mendapatkan nilai total
skor skor
SKO#P#EDKAT
81 100 SEHAT
66 - < 81 CUKUP SEHAT
51 - < 66 KU#ANG SEHAT
0 - < 51 TDAK SEHAT

Anda mungkin juga menyukai