Anda di halaman 1dari 28

Crected by 6roup ll

PAlmInsyah
PAgrIawan AlhIkmah
P7anIa Trysa S.
PUmI |uchtIa
PLezdyana NurIslamI
PWIwIk AryanI
PAulIa FadhIlah TasrudIn
PErshantI Fahayu
P0Ian SarI EnImosa
PEka FamadhanI
PHanum ParIanum
PSeorang IakI-IakI umur 15 tahun datang ke
Puskesmas dengan rIwayat menderIta pIIek
seIama kIra-kIra satu tahun. Kadang-kadang
pIIek InI dIsertaI IendIr pada tenggorokang
yang dIrasakan berasaI darI beIakang
hIdung. Pada waktu kecII Ia serIng
menderIta sesak nafas.
PLakIlakI 15 tahun
PPIlek selama 1 tahun
PPIlek dI sertaI lendIr
PWaktu kecIl serIng sesak nafas
1. 8agaImana AnatomI, fIsIologI organ yang terlIbat
2. Jelaskan PatologI AnatomI darI organ yang terlIbat
J. Apa 00 dan pemerIksaan tambahan untuk
menegakan dIagnosIs
4. 8agaImana patomekanIsme dan faktorfaktor yang
mempengaruhI pIlek menahun
5. 8agaImana respon Imun terhadap penyakIt tersebut
6. Jelaskan pembagIan reaksI hIpersensItIvItas oleh
Cell dan Coombs yang berpengaruh pada reaksI
tersebut
7. Adakah hubungan pIlek yang dIderIta dengan
rIwayat penyakItnya yaItu sesak nafas
8. Adakah pengaruh umur dan jenIs kelamIn
9. 8agaImana pencegahan dan terapI serta komplIkasI
yang dItImbulkan
DD Riwayat
Pilek 1
tahun
PND Sesak
Nafas
kecil
Menahun
Rhinitis
alergi
+ + + +
Rhinitis
vasomotor
- + -
+ + - +
sinusitis + + + +
P HIdung
S Terbentuk darI tulang rawan yang dI lapIsI kulIt jarIngan
Ikat
S Fongga hIdung (bentuk terowongan)
S Sel respIratorI ; Sel goblet, sel basal, toraks bersIlIa,
bergranula kecIl, dan sel sIkat.
S 7askularIsasI : rongga hIdung atas dan rongga hIdung
bawah
S FungsI :
Jalan nafas/ udara
|engatur suhu dan kelembapan udara
|engatur kondIsI udara, penyarIng dan pelIndung
|embantu resonansI udara
TelInga
TelInga luar terdIrI atas
O 0aun telInga
O Lubang telInga
O Cendang telInga
TelInga tengah dIhubungkan dengan mulut oleh saluran
eustachIus. TelIang tengah terdIrI darI
O Tulang martIl (malleus)
O Tulang landasan (Inkus)
O Tulang sanggurdI (stapes
%eIInga HIdung %enggorokan SInus ParanasaI
WPengumpul
suara
WMemperbesa
r suara
WPenghilang
hambatan
udara dan
cairan
W Reseptor
keseimbanga
n dan
pendengaran
Walan nafas
WPengatur
kondisi
udara
WPenyaring &
pelindung
Wndra
penghidu
WResonansi
suara
WProteksi
jalan nafas
WRespirasi
Wonasi
WMencegah
masuknya
bahan padat
dan cair dari
mulut saat
menelan
WPenghasil
suara
W Pengatur
kondIsI udara
W Penahan
suhu
W
KeseImbangan
kepala
W FesonansI
suara
W ProduksI
mukus
|akrofag
/monosIt
HLA

Alergen
mukosa
|HC

Th
0
Th
1,
Th

LJ,L4,L5 E L1J
Sel 8
gE
Sel |ast
Sel
8asofIl
degranulasI
HIstamIn,prote
ase, bradIkInIn
FInore, prurItIs, nasal
congestI, dll
L 1
SEL APC
PAPAFAN
KE2
EFFEKTDF
alergen
Pemaparan allergen ke IndIvIdu.
AntIbodI gE dIproduksI oleh sel plasma
berIkatan dengan reseptor spesIfIk FccF
pada sel mast dan sel basofIl.
Pemaparan ulang darI allergen
Ikatan antIbodI gE mencetuskan pengeluaran
beberapa medIator kImIawI darI sel mast dan
basofIl
8erupa medIator prImer melIputI hIstamIn,
protease, ECF, dan NCF,
|edIator sekunder mIsalnya leukotrInes 84,
C4, 04, ProstaglandIn 02, dan sebagaInya.
P DbstruksI saluran napas akIbat hIpersekresI
kelenjar mukosa sehIngga terjadI perubahan
mukosa, perubahan struktural, atau pun
keduanya.
P Perubahan mukosa InI dapat bersIfat patologIs
(vIrus, bakterI, jamur, alergI, vasomotor, F|,
mukosa hIpertrofI, dan atrofI).
P Perubahan struktur yang dapat menyebabkan
obstruksI saluran pernapasan hIdung bIsa
mengenaI septum (deformItas septum nasI,
trauma septum nasI, hematoma septum, abses
septum, dan perforasI septum) atau
pertumbuhan baru (polIp hIdung, papIlloma,
papIlloma InversI, dll).
PKelaInan mukosa bIsa mengenaI septum atau
pertumbuhan baru.
PSekret yang jernIh atau mukopurulen dengan
konka yang merah, membengkak, dan
edema.
PSelama perIode aktIf (eksaserbasI) reaksI
hIdung alergI , atau vasomotor dapat dIlIhat
sekresI yang jernIh, konka yang pucat
keunguan, membengkak dan edema.
P8Ila hIdung tenang (remIsI) maka penderIta
reaksI hIdung alergI atau vasomotor akan
mempunyaI mukosa yang normal
P . Faktorfaktor yang mempengaruhI penyakIt dengan gejala pIlek adalah genetIk,
lIngkungan, sIstem Imun, dan kebugaran.
P a. CenetIk
P Seseorang dengan rIwayat keluarga memIlIkI penyakIt yang bergejala pIlek memIlIkI
kemungkInan yang lebIh besar untuk menderIta penyakIt yang sama.
P b. LIngkungan
P LIngkungan juga sangat mempengaruhI tImbulnya penyakIt dengan gejala pIlek.
Alergen lIngkungan dapat berupa outdoor alergen dan Indoor alergen. Dutdoor
alergen berupa pollen, spora jamur, bunga, dan rumput. ndoor alergen berupa
debu, jamur, dan bInatang pelIharaan.
P c. SIstem Imun
P Seseorang yang memIlIkI sIstem Imun yang baIk tIdak akan mudah terkena penyakIt.
Akan tetapI, sebalIknya seseorang yang memIlIkI sIstem Imun yang kurang baIk akan
mudah terkena penyakIt.
P d. Kebugaran
P Seseorang yamng memIlkI tubuh yang sehat dan bugar tIdak akan mudah terkena
penyakIt.
P
P . A. Fespons prImer
P Pada respon Imun prImer terjadI proses elImInasI dan fagosItosIs
antIgen. FeaksI InI bersIfat nonspesIfIk dan dapat berakhIr sampaI
dIsInI. 8Ila antIgen tIdak berhasIl seluruhnya dIhIlangkan maka
reaksI berlanjut menjadI respons sekunder.
P b. Fespons sekunder
P FeaksI yang terjadI bersIfat spesIfIk, yang mempunyaI tIga
kemungkInan Ialah sIstem ImunItas selular atau humoral atau
keduanya dIbangkItkan. 8Ila antIgen berhasIl dIelImInasI pada
tahap InI maka reaksI selesaI. 8Ila antIgen masIh ada atau
memang sudah ada defek darI sIstem ImunonogIk maka respons
berlanjut menjadI respons tersIer.
P c. Fespons tersIer
P FeaksI ImunologIk yang terjadI InI tIdak menguntungkan tubuh.
FeaksI InI dapat bersIfat sementara atau menetap tergantung
darI daya elImInasI antIgen oleh tubuh.
1. Fase sensItasI yaItu waktu yang dIbutuhkan untuk
pembentukan gE sampaI dIIkat sIlang oleh reseptor
spesIfIk pada permukaan sel
2. Fase aktIvasI, yaItu waktu yang dIperlukan antara
pajanan ulang dengan antIgen yang spesIfIk dan sel
mast/basofIl melepas IsInya yang berIsIkan granul
yang menImbulkan reaksI. Hal InI terjadI oleh Ikatan
antara antIgen dan gE
J. Fase efektor , yaItu waktu terjadI respon yang
kompleks ( anafIlaksIs ) sebagaI efek medIator
medIator yang dIlepas sel mast/basofIl dengan
aktIvItas farmakologIk
P Activation oI mast cells
in type I hypersensitivity
and release oI their
mediators. ECF,
eosinophil chemotactic
Iactor; NCF, neutrophil
chemotactic Iactor; PAF,
platelet-activating Iactor.
(From Robbins Basic
Pathology ,2003
PSesak napas sewaktu kecIl bIsa berpengaruh
terhadap pIlek menahun. Asma bIsa
menyebabkan hypersensItIvItas mukosa pada
saluran napas yang berakIbat pada
perubahan struktur sel yang ada pada
mukosa saluran napas termasuk mukosa
hIdung. SelaIn Itu reseptor hIstamIn pada
mukosa hIdung sama dengan yang ada dI
saluran napas. |eskIp[un sesak napas yang
dIdIagnosIs sebagaI asma telah sembuh,
reseptor hIstamIn kemungkInan masIh ada dI
hIdung. Saat terpapar oleh alergen terjadIlah
rInItIs alergI.
1. |enghIndarI kontak dengan alergen
penyebab dan elImInasI
2. TerapI sImtomatIk obat
obatan/farmakoterapI: antIhIstamIn,
kortIkosteroId, mast sell stabIlIzer,
antIkolInergIk, decongestan
J. munoterapI: InjeksI alergen, desensItasI,
dan hIposensItasI
4. TerapI bedah atau operatIf : konkotomI
medIa InferIor
AnamnesIs
1. |enanyakan rIwayat penyaktI alergI dalam
keluarga.
2. PasIen juga perlu dItanya mengenaI gangguan
alergI selaIn yang menyerang hIdung, sepertI
asma, ekzema, urtIkarIa, atau sensItIvItas
obat. Saatsaat dImana gejala serIng tImbul
juga membantu menentukan alergI musIman.
J. 0Itanyakan pula lIngkungan kerja dan tempat
tInggal, aktIvItas dI luar rumah, hewan
pelIharaan, IdIosInkrasI terhadap makanan
tertentu, dan sebagaInya.
S Perer||saar r|durg re|a|u| l|noskop| alau Enooskop|.
a. Vu|osa r|durg pas|er o|asarya oasar, pucal, dar lerjad|
peruoarar Warra, |or|a reroerg|a|.
o. J||a lerdapal |rle|s| peryerla, se|rel dapal oervar|as| dar|
ercer r|rgga |erla| dar puru|er; pada saal yarg sara
ru|osa r|durg rerjad| rerar |arera |rl|aras|,
leroerdurg alau |er|rg sara se|a||.
c. 0apal pu|a lerjad| peruoarar degereral|l po||po|d pada
se|urur ru|osa r|durg.
S #ad|ograr s|rus pararasa||s l|da| spes|l|| lelap| dapal
rerurju||ar pereoa|ar ru|osa dar pergurpu|ar se|rel.
PPemerIksaan penunjang
I. ujI makanan provokatIf dan elImInasI
bIla pasIen dIcurIgaI alergI terhadap
makanan tertentu.
II. Tes antIbodI gE total (PFST) atau gE
spesIfIk (FAST atau ELSA).
III. Tes kulIt mIsalnya ujI cukIt, SET, hItung
basofIl, netrofIl, dan sebagaInya
bergantung pada kebutuhan.