Anda di halaman 1dari 10

Istilah profesionalisme guru tentu bukan sesuatu yang

asing dalam dunia pendidikan. Secara sederhana, profesional berasal dari kata profesi yang bererti jabatan. Orang yang profesional adalah orang yang mampu melaksanakan tugas jabatannya secara berkesan, baik secara konseptual ataupun aplikasi. Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas sebagai guru.

sentiasa menambahkan pengetahuan


kemahiran pengajarannya Menurut Werd (1991), guru tanpa latihan menghadapi

masalah untuk mengendalikan kelas dengan baik. Menurut Abu Zahari (1987), guru kurang berketerampilan dengan tugasnya.

kurang mahir dan kreatif untuk menggunakan kaedah

pengajaran yang efektif bagi menyampaikan isi pengajaran tersebut. perlu mempunyai inisiatif dan kreativiti dalam menghasilkan alat bantu mengajar supaya pelajar berminat harus mahir dalam mengenal pasti, membuat keputusan untuk memilih bahan bantu mengajar yang paling berkesan

mengoptimumkan sumber untuk mencapai objektif

pengajaran yang dirancang. Menurut Ford (1982), menyatakan bahawa pengalaman secara terus yang dialami oleh seseorang membolehkan perkataan dan simbol memberi makna kepadanya memahami perbezaan individu.

kurang memahami tentang kaedah dan teknik

pengajaran dan pembelajaran di dalam bilik darjah (Ramachandran, 2005). pengetahuan pedagogi dalam pengajaran

Rebore (1991) mengemukakan enam ciri.


(1) pemahaman dan penerimaan dalam melaksanakan

tugas, (2) kemahuan melakukan kerja sama secara efektif dengan murid, guru, ibubapa dan masyarakat, (3) kemampuan mengembangkan visi (4) mengutamakan tugas, (5) membantu perkembangan tingkahlaku murid (6) melaksanakan kod etika perguruan.

Glickman (1981) memberikan ciri profesionalisme guru


kemampuan berfikir abstrak (abstraction)kemampuan

berfikir abstrak yang tinggi, yaitu mampu merumuskan konsep, menangkap, mengidentifikasi, dan memecahkan berbagai macam persoalan yang dihadapi dalam tugas komitmen (commitment). Guru yang memiliki komitmen yang tinggi dalam melaksanakan tugas. Komitmen adalah kemahuan kuat untuk melaksanakan tugas dengan rasa penuh tanggung jawab.

Welker (1992) mengemukakan bahwa profesionalisme

- guru ahli (expert) dalam melakasnakan tugas, selalu mengembangkan diri (growth). Glatthorm (1990) mengemukakan bahwa kemampuan dalam melaksanakan tugas, juga aspek komitmen dan tanggung jawab (responsibility), serta kemandirian (autonomy)..

profesionalisme guru, -pengembangan profesi guru itu sendiri. (1) pengembangan intensif (intensive development), Pengembangan intensif (intensive development) adalah bentuk pengembangan yang dilakukan terhadap guru yang dilakukan secara intensif berdasarkan keperluan guru. Model ini biasanya dilakukan melalui langkah-langkah yang sistematik, mulai dari perancangan, pelaksanaan, dan refleksi. Teknik pengembangan yang digunakan antara lain melalui latihan , penataran, kursus, hasilan karya, dan lain-lain (2) pengembangan kooperatif (cooperative development), Pengembangan kooperatif (cooperative development) adalah suatu bentuk pengembangan guru yang dilakukan melalui kerja sama dengan teman sekerja .Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan profesional guru melalui perkongsian . Teknik ini disebut juga dengan istilah peer supervision atau collaborative supervision.
(3) pengembangan kendiri (self directed development) (Glatthorm, 1991). Pengembangan kendiri(self directed development) adalah bentuk pengembangan yang dilakukan melalui pengembangan diri sendiri. Bentuk ini memberikan otonomi secara luas kepada guru. Guru berusaha untuk merancang kegiatan, melaksanakan kegiatan, dan menganalisis untuk pengembangan diri sendiri. Teknik yang digunakan bisa melalui evaluasi diri (self evaluation) atau penelitian tindakan (action research).