Anda di halaman 1dari 12

VII

ANALISA PULANG POKOK (BREAK EVEN ANALYSIS)

Dalam hal ini, penggunaan fungsi digunakan untuk menggambarkan hubungan antara ongkos, hasil penjualan dan keuntungan di dalam perusahaan. Seorang manajer perusahaan harus membuat keputusan yang dapat menguntungkan bagi perusahaannya. Untuk itu, ia harus dapat menggambarkan hubungan antara ongkos, hasil penjualan dan keuntungan. Suatu perusahaan supaya bisa mendapatkan keuntungan (), haruslah total hasil penjualan (total revenue = TR = S) yang diperoleh melebihi total biaya (total cost = TC) yang dikeluarkan. = TR > TC Jika total hasil penjualan (TR) lebih kecil dari total biaya (TC), ini berarti perusahaan mendapat kerugian. Rugi = TR < TC Sedangkan jika total hasil penjualan (TR) sama dengan total biaya, maka berarti perusahaan mengalami pulang pokok (break even). Break even : TR = TC

Penentuan titik potong dua garis lurus dalam ekonomi terdapat juga pada penentuan titik impas oleh seorang produsen. Biaya produksi suatu barang terdiri dari biaya tetap (fixed cost = FC) dan biaya variabel (variable cost = VC). Jumlah antara biaya tetap dengan biaya variabel adalah biaya total (total cost = TC). TC = FC + VC Jika q adalah kuantitas yang diproduksi, maka yang disebut dengan biaya tetap (FC) tidak tergantung kepada q, sehingga liku atau garis dari FC adalah garis lurus sejajar sumbu x. Sedangkan biaya variabel (VC), berbanding langsung dengan kuantitas yang diproduksi (q), sehingga liku atau garis VC adalah garis lurus melalui titik 0 dengan curam m. Penjualan hasil produksi memberikan pendapatan total (total revenue = TR) yang berbanding langsung dengan q, sehingga liku atau garisnya adalah garis lurus melalui titik 0 dengan curam mi.

Titik impas atau pulang pokok adalah titik potong garis TC dan TR. Sebelum titik impas tercapai, maka produsen masih rugi. Sedangkan setelah melewati titik impas, maka produsen mendapatkan keuntungan atau laba. Jika ordinat TC, TR dan VC adalah y dan kuantitas yang diproduksi adalah q sebagai absis, maka persamaannya adalah sbb : FC adalah y = c VC adalah y = mx TC adalah y = c + mx atau y = mx + c TR adalah y = mix Sehingga titik impas (E) yang merupakan perpotongan TC dan TR dapat dihitung, yaitu :

Titik impas (E) : TC = TR mx + c = mix mix mx = c (mi m) x = c


X E c ( m i m)

TR adalah y = mix, sehingga


Y E mi
i m) (m

mi .c YE (mi m)

Grafik yang Menggambarkan Garis-garis Biaya, Garis Pendapatan Total dan Titik Impas
Grafik BEP
13.5 13 12.5 12 11.5 11 10.5 10 9.5 9 8.5 8 7.5 7 6.5 6 5.5 5 4.5 4 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 0

TR
TFC = 3, VC = 2q, TC = TFC + TVC, TR = 2.5q

TC
LABA

Ruoiah (TC, FC, VC, & TR)

BEV

TVC

RUGI

TFC

3 Kunatitas (Q)

Garis biaya variabel (VC) dan biaya total (TC) berbentuk lurus (linier) dapat diperoleh pada pasar persaingan sempurna. Sedangkan pada pasar persaingan tidak sempurna, garis kedua variabel tersebut akan berbentuk lengkung (tidak linier), sehingga memungkinkan adanya dua titik potong TC dan TR alias titik impas. Grafik titik impas dapat digunakan untuk meneliti efek suatu perubahan. Jika kuantitas terjual Q, maka laba = luas segi tiga EAB. Misalkan harga jual persatuan (p) dirubah, maka titik impas baru dapat dihitung dan letak garis Qab baru ditaksir serta dihitung, apakah luas segitiga Eab (= laba) beru lebih besar dari luas segitiga EAB lama. Titik K adalah titik dimana biaya tetap kembali.

Contoh : Seorang produsen menjual produknya dengan harga Rp. 1.000,- per unit. Jika biaya tetap produksi Rp. 3 juta dan biaya variabel adalah 40% daripada pendapatan, maka hitunglah : a. Titik impas b. Titik kembalinya biaya tetap c. Gambarkan. Penyelesaian : TR : y = 1.000x VC : y = 40%.TR = 40% . 1000x = 400x FC : y = 3.000.000 TC : y = 3.000.000 + 400x

a. Titik impas TR = TC 1.000x = 3.000.000 + 400x 1.000x 400x = 3.000.000 600x = 3.000.000 x = 5.000 TR = 1000x TR = 1.000 . 5.000 TR = 5.000.000 VC = 400x VC = 400 . 5.000 VC = 2.000.000

VC = FC 400x = 3.000.000 X = 7.500


Titik kembalinya biaya tetap (K)

K : TR = FC 1.000x = 3.000.000 x = 3.000

TC = VC + FC TC = 2.000.000 + 3.000.000 TC = 5.000.000


BEP : TR = TC BEP : 5.000.000

c. Gambar titik impas (BEP)


TR, TC, FC, VC

TR

TC BEP VC Q

5.000.000 3.000.000

FC

Q 3.000 5.000 7.500

1. Seorang produsen menjual produknya seharga Rp. 50 per unit. Biaya tetap Rp. 30.000, dan biaya variabel = 40% dari harga jual. Tentukan : a. Titik impas b. Jika terjual 10.000 unit, berapa labanya c. Hitung titik impas jika harga dinaikkan menjadi Rp. 75 per unit d. Dalam soal c, hitunglah laba bila terjual 8.000 unit e. Hitung jumlah penjualan yang diperlukan pada harga Rp. 75 yang memberikan laba yang sama seperti penjualan 10.000 unit dengan harga Rp. 50 f. Gambarkan grafiknya 2. Sebuah perusahaan ingin menentukan jumlah produksi pulang pokok untuk barang baru yang dihasilkan. Biaya untuk advertensi, promosi dan biaya tetap lainnya sebesar Rp. 4.000.000. Biaya variabel per unit Rp. 3.500. Harga jual barang per unit Rp. 6.000. Tentukan : a. Produksi pulang pokok b. Keuntungan jika ada pada penjualan 2.000 unit c. Gambarkan hubungan antara penjualan, biaya total, dan keuntungan dalam satuan diagram

3. Sebuah perusahaan memproduksi suatu barang. Biaya produksi meliputi biaya tetap Rp. 50.000.000 dan biaya variabel Rp. 10.000 per unit. Perusahaan merencanakan menjual barang dengan harga Rp. 25.000 per unit. Berapakah banyak barang yang harus terjual jika perusahaan menargetkan laba sebesar Rp. 100.000.000.

Anda mungkin juga menyukai