Anda di halaman 1dari 32

REFERAT

PENATALAK8ANAAN
ULKU8 KORNEA
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
P Ulkus kornea keadaan patologik kornea
P erupakan penyakit kornea yang dapat
menyebabkan menurunan penglihatan
sampai kebutaan.
P Tujuan penatalaksanaan terapi yang
cepat dan tepat mencegah perluasan
ulkus dan komplikasi.
TUJUAN PENUL8AN
P Untuk mengetahui dan memahami
tentang penatalaksanaan ulkus kornea.
P Untuk memenuhi sebagian syarat
mengikuti ujian di Bagian lmu Penyakit
ata.
TNJAUAN PU8TAKA
ULKU8 KORNEA
ANATOM KORNEA
P ornea Jaringan
transparan yang ukuran
dan strukturnya sebanding
dengan kristal sebuah jam
tangan kecil.
P Berfungsi sebagai alat
refraksi kekuatan
refraksinya +43 D.
ANATOM KORNEA
LAP8AN KORNEA
P pitelium
P embran Bowman
P Stroma
P embran Descemet
P ndotelium
ANATOM KORNEA
P aktor kejernihan kornea adalah :
1. Letak epitel kornea yang tertata sangat rapi.
2. Letak serabut kolagen yang tertata sangat
rapi dan padat.
3. adar airnya yang konstan.
4. Tidak adanya pembuluh darah.
P Vaskularisasi arteri siliares.
P nervasi n. siliaris ( cabang n. trigeminus)
DEFN8 ULKU8 KORNEA
P Ulkus kornea adalah hilangnya sebagian
permukaan kornea akibat kematian
jaringan kornea.
P erupakan keadaan patologik kornea.
ETOLOG
P Infeksi
1. nfeksi bakteri
2. nfeksi jamur
3. nfeksi virus
4. Acanthamoeba
P 4n-Infeksi
1. Trauma kimia
(asam atau basa)
2. Defisiensi vitamin A
3. Radiasi atau suhu
4. Sindrom Sjorgen
5. Obat-obatan
6. Sistem imun
PATOF8OLOG
Peradangan badan kornea, wandering cell,
dan sel yang terdapat dalam stroma kornea
(sebagai makrofag) dilatasi pembuluh darah
di limbus terjadi infiltrasi sel-sel
mononuklear, sel plasma, P timbul
nfiltrat erusakan epitel ulkus kornea.
KLA8FKA8
P &kus k47nea sent7a
a. Ulkus kornea bakterial
b. Ulkus kornea jamur
c. Ulkus kornea virus
d. Ulkus kornea acanthamoeba
P &kus k47nea pe7ife7
a. Ulkus marginal
b. Ulkus mooren
c. Ring ulcer
ULKU8 KORNEA BAKTERAL
P &kus St7ept4.4..us G74up A
W Penyebab Streptococcus beta-
hemolyticus.
P &kus Staphy4.4..us
W Penyebab Staphylococcus aureus,
staphylococcus epidermidis.
ULKU8 KORNEA BAKTERAL
P &kus Pseud424nas
W Penyebab Pseudomonas aeruginosa.
ULKU8 KORNEA BAKTERAL
P &kus Pneu24k4ka
W Penyebab Streptococcus Pneumoniae
W Terdapat ulkus serpen.
ULKU8 KORNEA JAMUR
W Penyebab organisme oportunis, seperti
candida, fusarium, aspergillus, penicillium,
cephalosporium dan lain-lain.
W nsiden meningkat akibat bertambahnya
pemakaian antibiotik dan steroid.
ULKU8 KORNEA VRU8
P &kus K47nea He7pes Z4ste7
W erpes zoster oftalmik infeksi erpes
zoster pada ganglion gasseri.
W Terdapat dendrit herpes zoster
ULKU8 KORNEA VRU8
P &kus K47nea Ze7pes Si2pex
W Disebabkan infeksi erpes Simplex
Virus (HSV).
W Terdapat dendrit herpes simplex.
ULKU8 ACANTHAMOEBA
W Disebabkan Acanthamoeba yang
merupakan protozoa hidup-bebas.
W Tanda klinik khas ulkus kornea indolen,
cincin stroma, infiltrat perineural.
W ejala awal rasa sakit yang tidak
sebanding dengan temuan klinisnya,
kemerahan, dan fotofobia.
ULKU8 KORNEA PERFER
P &kus Ma7ina
W erupakan peradangan kornea bagian
perifer timbulnya sekunder.
P &kus M447en
W Penyebabnya belum diketahui, tetapi
diduga autoimun.
W 60-80% kasusnya unilateral
ULKU8 KORNEA PERFER
P #in &.e7
W engenai seluruh lingkaran, bersifat
destruktif, unilateral.
ULKU8 DEF8EN8 VTAMN A
W Akibat defisiensi vitamin A karena
kekurangan vitamin A dari makanan atau
gangguan absorbsi di saluran cerna.
W Terletak di sentral, bilateral, berwarna
kelabu dan indolen, kehilangan kilau kornea
disekitarnya dan terdapat "bercak bitot
pada epitel konjungtiva.
GEJALA KLN8
P ejala primer mata merah, sakit mata
ringan hingga berat, fotofobia,
penglihatan menurun dan kekeruhan
kornea.
P ejala penyerta penipisan kornea,
hipopion, hifema, sinekia posterior,
hipertesi kornea.
DAGNO88
P Ana2nesa
W Riwayat trauma kornea.
W Riwayat penyakit kornea.
W Riwayat pemakaian obat topikal.
W Riwayat penyakit sistemik
DAGNO88
P Pe2e7iksaan Objektif.
W Pemeriksaan slit lamp
W Pemeriksaan keratoskop placido
W Uji fluorescein
W Uji sensitifitas kornea.
P Pe2e7iksaan Lab47at47iu2.
W Pemeriksaan kultur
W Pemeriksaan !olymerase Chain Reaction
(PCR)
PENATALAK8ANAAN
P Antibiotik topikal
P Antijamur
P Antivirus
P ortikosteroid topikal
P Sikloplegik
P Vitamin A
P Debridement
P Transplantasi kornea (keratoplasti).
KOMPLKA8
P ebutaan
P ndofthalmitis
P Panofthalmitis
P Prolaps iris
P Sikatrik kornea
P atarak
P laukoma sekunder
PROGNO88
P Tergantung tingkat keparahan,
penyebabnya, terapi yang cepat dan
tepat, dan komplikasi yang timbul.
P Ulkus luas penyembuhan lama.
KE8MPULAN
P Ulkus kornea hilangnya permukaan
kornea akibat hilangnya kematian
jaringan kornea.
P Ditandai infiltrat supuratif dan defek
kornea bergaung.
P Penatalaksanaan pemberian terapi
yang tepat dan cepat.
P Prognosis tergantung dengan
penatalaksanaan.
8ARAN
P Penelitian lebih lanjut penatalaksanaan
yang sesuai dan efisien untuk ulkus kornea.
P Penelitian lebih lanjut penatalaksanaan
terbaru.
P Pentingnya informasi untuk dokter umum
dan masyarakat mengenai
penatalaksanaan ulkus kornea.
UAl1AR Pu31AKA
P Anonim. About ye. Diunduh dari www.google.com diakses tanggal 14 ovember 2011.
P
P Anonim. Corneal Abrasion. Diunduh dari http://www.answers.com/topic/corneal-abrasion diakses
tanggal 14 ovember 2011.
P
P Anonim. Ulkus ornea. Diunduh dari http://idmgarut.wordpress.com diakses tanggal 12 ovember
2011.
P
P Anonim. Corneal & xternal Diseases. Digital Reference of Ophtalmology.
P
P Anonim. Ulkus ornea. Diunduh dari www.google.com diakses tanggal 12 ovember.
P
P Hollick, et al. Lamellar keratoplasty and intracorneal inlay: An alternative to corneal tattooing and
contact lenses for disfiguring corneal scars. British Journal of Ophtalmology. 2005.
P
P lyas, Sidarta. lmu Penyakit ata. disi etiga. Jakarta: Balai Penerbit U. 2004.
P
P lyas, Sidarta. edaruratan Dalam lmu Penyakit ata. Jakarta: Balai Penerbit U. 2009.
P
P lyas, Sidarta. Dasar-Teknik Pemeriksaan Dalam lmu Penyakit ata. disi etiga. Jakarta: Balai
Penerbit U. 2009.
P
P lyas sidarta. Penuntun lmu Penyakit ata. disi etiga. Jakarta : Balai Penerbit U. 2005
P Loh , Agarwal. Contact Lens Related Corneal Ulcer. alaysian amily Physician.2010; vol.5 (1); 6-
8.
P
P Perhimpunan Dokter Spesislis ata ndonesia. lmu Penyakit ata Untuk Dokter Umum dan
ahasiswa edokteran. disi edua. Jakarta: Sagung Seto. 2002.
P
P Richmond ye Assosiates. Ophthalmic edications. Ophthalmology Update.2001
P
P Suhardjo. Prognosis dan Penatalaksanaan eratitis Herpes Simpleks. Cermin Dunia edokteran,
o.104; 1995.
P
P Suhardjo, atah widido. %ingkat keparahan Ulkus Kornea di RS Sarjito Sebagai %empat !elayanan
Mata %ertier. Dikutip dari www.tempo.co.id. 2007.
P
P Suhardjo, Hartono. lmu esehatan ata. disi Pertama. ogyakarta: U. 2007.
P
P Tan HT, irana. Obat-obat Penting. disi eenam. Jakarta: ramedia. 2008.
P
P Vaughan, Daniel , et al . ftalmologi Umum. disi 17. Jakarta : C. 2010.
P ********, eratitis Virus. Diunduh dari http://coasssetengahdewa.blogspot.com/2010/10/keratitis-
virus.html di akses tanggal 14 ovembe 2011.
P
P 20. ********, Pentalaksanaan Ulkus ornea. Diunduh dari www.google.com diakses tanggal 12
ovember 2011.