Anda di halaman 1dari 81

LAIS kLSA LNGIkA1 DAN LAIS

LkLkA1
Lapls 8esap englkaL harus dlhampar dl aLas
permukaan pondasl Lanpa bahan penglkaL aspal aLau
semen (mlsalnya Lapls ondasl AgregaL) sedangkan
Lapls erekaL harus dlhampar dl aLas permukaan
berbahan penglkaL semen aLau aspal(seperLl Semen
1anah 8CC C18 erkerasan 8eLon Lapls eneLrasl
Macadam LasLon LaLasLon dll)
8ahan Lapls 8esap eglkaL
Aspal emulsl reaksl sedang (medlum seLLlng) aLau
reaksl lambaL (slow seLLlng) yang memenuhl Snl 03
47981998 umumnya hanya aspal emulsl yang dapaL
menun[ukkan peresapan yang balk pada lapls pondasl
Lanpa penglkaL yang dlseLu[ul Aspal emulsl harus
mengandung resldu hasll penyullngan mlnyak buml
(aspal dan pelaruL) Lldak kurang darl 60 dan
mempunyal peneLrasl aspal Lldak kurang darl 80/100
ulreksl eker[aan dapaL mengl[lnkan penggunaan aspal
emulsl yang dlencerkan dengan perbandlngan 1 baglan
alr berslh dan 1 baglan aspal emulsl dengan syaraL
Lersedla alaL pengaduk mekanlk yang dlseLu[ul oleh
ulreksl eker[aan
8ahan Lapls 8esap eglkaL
Aspal semen en80/100 aLau en60/70 memenuhl
AASP1C M20 dlencerkan dengan mlnyak Lanah
(kerosen) roporsl mlnyak Lanah yang dlgunakan
sebagalmana dlperlnLahkan oleh ulreksl eker[aan
seLelah percobaan dl aLas lapls pondasl aLas yang
Lelah selesal sesual dengan asal 614(2) kecuall
dlperlnLah laln oleh ulreksl eker[aan perbandlngan
pemakalan mlnyak Lanah pada percobaan perLama
harus darl 80 83 baglan mlnyak per 100 baglan
aspal semen (80 pph 83 pph) kurang leblh eklvalen
dengan vlskoslLas aspal calr hasll kllang [enls MC30)
8llamana lalu llnLas dll[lnkan lewaL dl aLas Lapls
8esap englkaL maka harus dlgunakan bahan
penyerap (blottet motetlol) darl hasll pengayakan
kerlkll aLau baLu pecah Lerbebas darl buLlranbuLlran
bermlnyak aLau lunak bahan koheslf aLau bahan
organlk 1ldak kurang darl 98 persen harus lolos
ayakan AS1M 3/8" (93 mm) dan Lldak leblh darl 2
persen harus lolos ayakan AS1M no8 (236 mm)
8ahan Lapls erekaL
Aspa| emu|s| reaks| cepat (rap|d sett|ng) yang
memenuh| ketentuan SNI 0369322002 atau SNI
0347981998 D|reks| eker[aan dapat meng|[|nkan
penggunaan aspa| emu|s| yang d|encerkan dengan
perband|ngan 1 bag|an a|r bers|h dan 1 bag|an aspa|
emu|s| dengan syarat tersed|a a|at pengaduk
mekan|k yang d|setu[u| o|eh D|reks| eker[aan
8ahan Lapls erekaL
Aspal semen en60/70 aLau en80/100 yang memenuhl
keLenLuan AASP1C M20 dlencerkan dengan 23 30
baglan mlnyak Lanah per 100 baglan aspal (23 pph 30
pph)
!lka dlgunakan aspal emulsl modlflkasl [enls aspal emulsl
yang dlgunakan adalah [enls kaLlonlk reaksl cepaL (rapld
seLLlng) 8ahan modlflkasl yang dlgunakan haruslah laLex
dengan kandungan kareL kerlng mlnlmum 60 kadar
bahan modlflkasl dalam aspal emulsl haruslah 23
Lerhadap beraL resldu aspal ualam kondlsl apapun aspal
emulsl modlflkasl Lldak boleh dlencerkan dl lapangan
Aspal emulsl modlflkasl yang dlgunakan (C8S1) yang
dlgunakan harus memenuhl 1abel 612(1)
1abel 612(1) ersyaraLan Aspal Lmulsl
Modlflkasl
No. Pengujian Metode Persyaratan
1.
Viskositas Aspal pada 50
o
C, SSF
(detik)
SNI 03-6721-2002 20 100
2. Pengendapan 5 hari ( berat) ASTM D 244 Maks 5
3.
Stabilitas Penyimpanan 24 jam (
berat)
ASTM D 244 Maks 1
4.
Analisa Saringan (tertahan saringan
no. 20) ( berat)
SNI 03-3643-1994 Maks 0,1
5. Muatan Partikel SNI 03-3644-1994 PositiI
6. Sisa (residu) Minimum Destilasi () SNI 03-3642-1994 Min 60
7. Destilasi Minyak ( volume) SNI 03-3642-1994 Maks 3
8.
Pengujian dari hasil pengujian
destilasi:
- Penetrasi
- Titik Lembek (
o
C)
- Daktilitas (cm)
- Kelarutan dalam Toluene (
berat)
SNI 06-2456-1991
SNI 06-2434-1991
SNI 06-2432-1991
ASTM D5546
100 200
Min 48
Min 50
Min 97,5
8lla lapls perekaL dlpasang dl aLas lapls beraspal
aLau berbahan penglkaL aspal gunakan aspal
emulsl kaLlonlk 8lla lapls perekaL dlpasang dl aLas
perkerasan beLon aLau berbahan penglkaL semen
gunakan aspal emulsl anlonlk 8lla ada keraguan
aLau blla blla aspal emulsl anlonlk sullL
dldapaLkan ulreksl eker[aan dapaL
memerlnLahkan unLuk menggunakan aspal
emulsl kaLlonlk
1akaran dan 1emperaLur emakalan 8ahan Aspal
enis Aspal
Takaran (liter per meter persegi) pada
Permukaan Baru
atau Aspal atau
Beton Lama Yang
Licin
Permukan Porous
dan Terekpos
Cuaca
Permukaan
Berbahan
Pengikat Semen
Aspal Cair 0,15 0,15 - 0,35 0,2 1,0
Aspal Emulsi 0,20 0,20 - 0,50 0,2 1,0
Aspal Emulsi
yang diencerkan
(1:1)
0,40 0,40 - 1,00 0,4 2,0
Aspal Emulsi
ModiIikasi
0,20 0,20 - 0,50 0,2 1,0
Tabel 6.1.4.(1) Takaran Pemakaian Lapis Perekat
1abe| 614(2) 1emperatur enyemprotan
enis Aspal
Rentang Suhu
Penyemprotan
Aspal cair, 25-30 pph
minyak tanah
110 10 C
Aspal cair, 80-85 pph
minyak tanah
(MC-30)
45 10 C
Aspal emulsi, emulsi
modiIikasi atau aspal
emulsi yang diencerkan
Tidak dipanaskan
AMUkAN 8LkASAL ANAS
!enls campuran dan keLebalan laplsan harus seperLl
yang dlLenLukan pada Cambar 8encana
Lapls 1lpls Aspal aslr (Sand SheeL SS) kelas A dan 8
Lapls 1lpls Aspal aslr (LaLaslr) yang selan[uLnya
dlsebuL SS Lerdlrl darl dua [enls campuran SSA dan
SS 8 emlllhan SSA dan SS8 LerganLung pada Lebal
nomlnal mlnlmum Sand SheeL blasanya
memerlukan penambahan flller agar memenuhl
kebuLuhan slfaLslfaL yang dlsyaraLkan
Lapls 1lpls Aspal 8eLon (PoL 8olled SheeL
P8S)
Lapls 1lpls Aspal 8eLon (LaLasLon) yang selan[uLnya
dlsebuL P8S Lerdlrl darl dua [enls campuran P8S
ondasl (P8S 8ase) dan P8S Lapls Aus (P8SWearlng
Course P8SWC) dan ukuran makslmum agregaL
maslngmaslng campuran adalah 19 mm P8S8ase
mempunyal proporsl fraksl agregaL kasar leblh besar
darlpada P8S WC
Lapls Aspal 8eLon (AsphalL ConcreLe AC)
Lap|s Aspa| 8eton (Laston) yang se|an[utnya d|sebut
A terd|r| dar| t|ga [en|s campuran A Lap|s Aus
(AW) A Lap|s Antara (A8|nder ourse A8)
dan A Lap|s ondas| (A8ase) dan ukuran
maks|mum agregat mas|ngmas|ng campuran
ada|ah 19 mm 2S4 mm 37S mm Set|ap [en|s
campuran A yang menggunakan bahan Aspa|
o||mer atau Aspa| d|mod|f|kas| dengan Aspa| A|am
atau Aspa| Mu|t|grade d|sebut mas|ngmas|ng
sebaga| AW Mod|f|ed A8 Mod|f|ed dan A
8ase Mod|f|ed
1ebal Laplsan dan 1oleransl
1ebal seLlap laplsan campuran beraspal harus dlperlksa
dengan benda u[l lnLl (note) perkerasan yang dlambll
oleh enyedla !asa sesual peLun[uk ulreksl eker[aan
1ebal akLual hamparan lapls beraspal dl seLlap segmen
dldeflnlslkan sebagal Lebal raLaraLa darl semua benda u[l
lnLl yang dlambll darl segmen LersebuL
Segmen adalah pan[ang hamparan yang dllapls dalam
saLu harl produksl AM
1ebal akLual hamparan lapls beraspal lndlvldual yang
dlhampar harus sama dengan Lebal rancangan yang
dlLenLukan dalam Cambar 8encana dengan Loleransl
yang dlsyaraLkan dalam asal 631(4)f)
8llamana campuran beraspal yang dlhampar leblh darl saLu
lapls Lebal maslngmaslng Llap laplsan campuran beraspal
Lldak boleh kurang darl Lebal nomlnal mlnlmum rancangan
seperLl yang dlLun[ukkan pada Label 631(1) dan Loleransl
maslngmaslng yang dlsyaraLkan dan Lebal rancangan yang
dlLenLukan dalam Cambar 8encana
1oleransl Lebal unLuk Llap laplsan campuran 8eraspal
LaLaslr Lldak kurang darl 20 mm
LaLasLon Lapls Aus Lldak kurang darl 30 mm
LaLasLon Lapls ondasl Lldak kurang darl 30 mm
LasLon Lapls Aus Lldak kurang darl 30 mm
LasLon Lapls AnLara Lldak kurang darl 40 mm
LasLon Lapls ondasl Lldak kurang darl 30 mm
1abel 631(1)
1ebal nomlnal Mlnlmum Campuran beraspal
enis Campuran Simbol
Tebal Nominal
Minimum (cm)
Latasir Kelas A SS-A 1,5
Latasir Kelas B SS-B 2,0
Lataston
Lapis Aus HRS-WC 3,0
Lapis
Pondasi
HRS-Base 3,5
Laston
Lapis Aus AC-WC 4,0
Lapis Antara AC-BC 6,0
Lapis
Pondasi
AC-Base 7,5
unLuk semua [enls campuran beraL akLual
campuran beraspal yang dlhampar harus dlpanLau
dengan menlmbang seLlap muaLan Lruk yang
menlnggalkan pusaL lnsLalasl pencampur aspal
unLuk seLlap ruas peker[aan yang dlukur unLuk
pembayaran bllamana beraL akLual bahan
Lerhampar yang dlhlLung darl Llmbangan adalah
kurang aLaupun leblh llma persen darl beraL yang
dlhlLung darl keLebalan raLaraLa benda u[l lnLl (note)
maka D|reks| eker[aan harus mengamb|| t|ndakan
untuk menye||d|k| sebab ter[ad|nya se||s|h berat |n|
sebe|um menyetu[u| pembayaran bahan yang te|ah
d|hampar Invest|gas| o|eh D|reks| eker[aan dapat
me||put| tetap| t|dak terbatas pada ha|ha| ber|kut |n|
Memer|ntahkan enyed|a Iasa untuk |eb|h ser|ng
mengamb|| atau |eb|h banyak mengamb|| atau mencar|
|okas| |a|n benda u[| |nt| (n)
Memer|ksa peneraan dan ketepatan t|mbangan serta
pera|atan dan prosedur pengu[|an d| |aborator|um
Mempero|eh has|| pengu[|an |aborator|um yang
|ndependen dan pemer|ksaan kepadatan campuran
beraspa| yang d|capa| d| |apangan
Menetapkan suatu s|stem perh|tungan dan pencatatan
truk secara ter|nc|
8laya unLuk seLlap penambahan aLau
menlngkaLnya frekwensl pengambllan benda
u[l lnLl (core) unLuk survel geomeLrlk
Lambahan aLaupun pengu[lan laboraLorlum
unLuk pencaLaLan muaLan Lruk aLaupun
Llndakan lalnnya yang dlanggap perlu oleh
ulreksl eker[aan unLuk mencarl penyebab
dllampaulnya Loleransl beraL harus dlLanggung
oleh enyedla !asa sendlrl
keraLaan MellnLang
8llamana dlukur dengan mlsLar lurus sepan[ang 3 m
yang dlleLakkan LepaL dl aLas permukaan [alan Lldak
boleh melampaul 3 mm unLuk lapls aus dan lapls
anLara aLau 10 mm unLuk lapls pondasl erbedaan
seLlap dua LlLlk pada seLlap penampang mellnLang
Lldak boleh melampaul 3 mm darl elevasl yang
dlhlLung darl penampang mellnLang yang
dlLun[ukkan dalam Cambar 8encana
keraLaan Meman[ang
Set|ap ket|dakrataan |nd|v|du b||a d|ukur dengan
ko|| rof||ometer t|dak bo|eh me|ampau| S mm
8||amana campuran beraspa| d|gunakan sebaga|
|ap|s perata seka||gus sebaga| |ap|s perkuatan
(strengthen|ng) maka teba| |ap|san t|dak bo|eh
me|eb|h| 2S ka|| teba| nom|na| yang d|ber|kan
da|am 1abe| 631(1)
enga[uan keslapan ker[a
Sebelumdan selama peker[aan enyedla !asa harus
menyerahkan kepada ulreksl eker[aan
Pasll pemerlksaan kelalkan peralaLan laboraLorlum
dan pelaksanaan khusus peralaLan lnsLalasl
pencampur aspal (olt Mlxloq lloot AM) harus
dlLun[ukkan serLlflkaL "lalk produksl" yang dlLerblLkan
oleh ulrekLoraL !enderal 8lna Marga
engukuran pengu[|an permukaan sepert| d|syaratkan da|am
asa| 637(1) da|am bentuk |aporan tertu||s
Laporan tertu||s mengena| kepadatan dar| campuran yang
d|hampar sepert| yang d|syaratkan da|am asa| 637(2)
Data pengu[|an |aborator|um dan |apangan sepert| yang
d|syaratkan da|am asa| 637(4) untuk pengenda||an har|an
terhadap takaran campuran dan mutu campuran da|am
bentuk |aporan tertu||s
atatan har|an dar| se|uruh muatan truk yang d|t|mbang d|
a|at pen|mbang sepert| yang d|syaratkan da|am asa|
637(S)
atatan tertu||s mengena| pengukuran teba| |ap|san dan
d|mens| perkerasan sepert| yang d|syaratkan da|am asa|
638
erbalkan ada Campuran beraspal ?ang
1ldak Memenuhl keLenLuan
8llamana persyaraLan keraLaan hasll hamparan Lldak
Lerpenuhl aLau bllamana benda u[l lnLl darl laplsan
beraspal dalam saLu segmen Lldak memenuhl
persyaraLan Lebal aLau kepadaLan sebagalmana
dlLeLapkan dalam speslflkasl lnl maka pan[ang yang
Lldak memenuhl syaraL harus dlbongkar aLau dllapls
kemball dengan Lebal laplsan nomlnal mlnlmum yang
dlpersyaraLkan dalam 1abel 631(1) dengan [enls
campuran yang sama an[ang yang Lldak memenuhl
syaraL dlLenLukan dengan benda u[l Lambahan
sebegalmana dlperlnLahkan oleh ulreksl peker[aan dan
selebar saLu hamparan
Laplsan eraLa
ALas perseLu[uan ulreksl eker[aan maka seLlap [enls
campuran dapaL dlgunakan sebagal laplsan peraLa
Semua keLenLuan darl Speslflkasl lnl harus berlaku
kecuall
8ahan harus dlsebuL P8SWC(L) P8S8ase(L) AC
WC(L) AC8C(L) aLau AC8ase(L) dsb
Agregat Umum
enyerapan alr oleh agregaL makslmum 3
8eraL [enls (elfln qtovlty) agregaL kasar dan halus
Lldak boleh berbeda leblh darl 02
1abel 632(1a) keLenLuan AgregaL kasar
Pengujian Standar Nilai
Kekekalan bentuk agregat terhadap larutan natrium dan
magnesium sulIat
SNI 3407:2008 Maks.12
Abrasi dengan mesin Los
Angeles
Campuran AC bergradasi
kasar
SNI 2417:2008
Maks. 30
Semua jenis campuran
aspal bergradasi lainnya
Maks. 40
Kelekatan agregat terhadap aspal SNI 03-2439-1991 Min. 95
Angularitas (kedalaman dari permukaan 10 cm)
DoT`s
Pennsylvania
Test Method,
PTM No.621
95/90
1
Angularitas (kedalaman dari permukaan _ 10 cm) 80/75
1
Partikel Pipih dan Lonjong
ASTM D4791
Perbandingan 1 :5
Maks. 10

Material lolos Ayakan No.200 SNI 03-4142-1996 Maks. 1


1abel 632(1b) ukuran nomlnal AgregaL kasar
enampung ulngln unLuk Campuran Aspal
enis Campuran
Ukuran nominal agregat kasar
penampung dingin (.4/-3) minimum
yang diperlukan (mm)
5 - 10 10 - 14 14 - 22 22 - 30
Lataston Lapis Aus Ya Ya
Lataston Lapis Pondasi Ya Ya
Laston Lapis Aus Ya Ya
Laston Lapis Pengikat Ya Ya Ya
Laston Lapis Pondasi Ya Ya Ya Ya
AgregaL Palus
AgregaL halus harus merupakan bahan yang berslh
keras bebas darl lempung aLau bahan yang Lldak
dlkehendakl lalnnya 8aLu pecah halus harus dlperoleh
darl baLu yang memenuhl keLenLuan muLu dalam asal
632(1) Apablla fraksl agregaL halus yang dlperoleh
darl hasll pemecah baLu Lahap perLama (tlmoty
ntoet) Lldak memenuhl pengu[lan SLandar SeLara
aslr sesual 1abel 632(2a) maka fraksl agregaL harus
dlplsahkan sebelum masuk pemecah baLu Lahap kedua
(enooJoty ntoet) dan Lldak dlperkenankan unLuk
campuran aspal [enls apapun
1abel 632(2a) keLenLuan AgregaL Palus
Pengujian Standar Nilai
Nilai Setara Pasir SNI 03-4428-
1997
Min 50 untuk SS,
HRS dan AC bergradasi
Halus
Min 70 untuk AC
bergradasi kasar
Material Lolos Ayakan
No. 200
SNI 03-4428-
1997
Maks. 8
Kadar Lempung SNI 3423 :
2008
Maks 1
Angularitas (kedalaman
dari permukaan 10 cm) AASHTO TP-
33 atau
ASTM C1252-
93
Min. 45
Angularitas (kedalaman
dari permukaan K 10 cm)
Min. 40
8ahan englsl (llller) unLuk Campuran
8eraspal
8ahan penglsl yang dlLambahkan Lerdlrl aLas debu
baLu kapur (llmetooe Jot) kapur padam (yJtoteJ
llme) semen aLau abu Lerbang yang sumbernya
dlseLu[ul oleh ulreksl eker[aaan
8ahan penglsl yang dlLambahkan harus kerlng dan
bebas darl gumpalangumpalan dan blla dlu[l dengan
pengayakan sesual Snl 0319681990 harus
mengandung bahan yang lolos ayakan no200 (73
mlcron) Lldak kurang darl 73 Lerhadap beraLnya
8llamana kapur Lldak Lerhldrasl aLau Lerhldrasl
sebaglan dlgunakan sebagal bahan penglsl yang
dlLambahkan maka proporsl makslmum yang dll[lnkan
adalah 10 darl beraL LoLal campuran beraspal kapur
yang seluruhnya Lerhldrasl yang dlhasllkan darl pabrlk
yang dlseLu[ul dan memenuhl persyaraLan yang
dlsebuLkan pada asal 632(4)(b) dlaLas dapaL
dlgunakan makslmum 2 Lerhadap beraL LoLal agregaL
Semua campuran beraspal harus mengandung bahan
penglsl yang dlLambahkan Lldak kurang darl 1 dan
makslmum 2 darl beraL LoLal agregaL
1abel 6323 Amplop Cradasl AgregaL
Cabungan unLuk Campuran Aspal
&uran
Ayaan
(mm)
Berat Yang Lolos terhadap Total Agregat dalam Campuran
Latasir (SS) Lataston (HRS) Laston (AC)
Gradasi
Senjang
3
Gradasi Semi
Senjang
2
Gradasi Halus Gradasi Kasar
1
Kelas
A
Kelas
B
WC Base WC Base WC BC Base WC BC Base
37,5 100 100
25 100 90 - 100 100 90 - 100
19 100 100 100 100 100 100 100 90 - 100 73 - 90 100 90 - 100 73 - 90
12,5
90 -
100
90 -
100
87 -
100
90 - 100 90 - 100
74 -
90
61 - 79 90 - 100 71 - 90 55 - 76
9,5
90 -
100
75 - 85 65 - 90 55 - 88 55 - 70 72 - 90 64 82 47 - 67 72 - 90 58 80 45 - 66
4,75 54 - 69 47 - 64 39,5 - 50 43 - 63 37 - 56 28 - 39,5
2,36
75 -
100
50
72
3
35 -
55
3
50
62
32 - 44 39,1 - 53 34,6 - 49 30,8 - 37 28 - 39,1 23 - 34,6 19 - 26,8
1,18 31,6 - 40 28,3 - 38 24,1 - 28 19 - 25,6 15 - 22,3 12 - 18,1
0,600 35 - 60 15 - 35
20
45
15 - 35 23,1 - 30 20,7- 28 17,6 - 22 13 - 19,1 10 - 16,7 7 - 13,6
0,300
15
35
5 - 35 15,5 - 22 13,7- 20 11,4 - 16 9 - 15,5 7 - 13,7 5 - 11,4
0,150 9 - 15 4 - 13 4 - 10 6 - 13 5 11 4,5 - 9
0,075 10 - 15 8 13 6 - 10 2 - 9 6 10 4 - 8 4 - 10 4 - 8 3 - 6 4 - 10 4 - 8 3 - 7
CaLaLan
LasLon (AC) bergradasl kasar dapaL dlgunakan pada daerah yang
mengalaml deformasl yang leblh Llnggl darl blasanya seperLl pada daerah
pengunungan gerbang Lol aLau pada dekaL lampu lalu llnLas
LaLasLon (P8S) bergradasl seml sen[ang sebagal pengganLl LaLasLon
bergradasl sen[ang dapaL dlgunakan pada daerah dlmana paslr halus yang
dlperlukan unLuk membuaL gradasl yang benarbenar sen[ang Lldak dapaL
dlperoleh
unLuk P8SWC dan P8S8ase yang benarbenar sen[ang pallng sedlklL
80 agregaL lolos ayakan no8 (236 mm) harus lolos ayakan no30 (0600
mm) LlhaL 1abel 6324 sebagal conLoh baLasbaLas 8ahan 8ergradasl
Sen[ang" dl mana bahan yang lolos no 8 (236 mm) dan LerLahan pada
ayakan no30 (0600 mm)
unLuk semua [enls campuran ru[uk 1abel 6321(b) unLuk ukuran agregaL
nomlnal makslmum pada Lumpukan bahan pemasok dlngln
Apablla Lldak dlLeLapkan dalam Cambar penggunaan pemlllhan gradasl
sesual dengan peLun[uk dlreksl peker[aan dengan mengacu pada panduan
seksl 63 lnl
GRADASI AC-WC KONVENSIONAL & SUPERPAVE
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
0.01 0.1 1 10 100
Ukuran PartikeI (mm)
%

B
e
r
a
t

Y
a
n
g

L
o
I
o
s
Batas Bawah AC-WC
Batas Atas AC-WC
Batas Atas AC Lama
Batas Bawah AC Lama
DAERAH LARANGAN
GRADASI HRS "LAMA", HRS-WC & GARIS FULLER
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
0.01 0.1 1 10 100
Ukuran PartikeI (mm)
%

B
e
r
a
t

Y
a
n
g

L
o
I
o
s
Batas Bawah HRS-WC
Batas Atas HRS-WC
Garis Fuller
Contoh Gradasi HRS-WC
Batas Atas HRS Lama
Batas Bawah HRS Lama
60
min = 80% x 60 = 48
#8 = 2,36 mm #30 = 0,6 mm
AC-WC1 DIBAWAH DAERAH LARANGAN -
MEMOTONG FULLER ANTARA #8 & #4
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
0.01 0.1 1 10 100
Ukuran PartikeI (mm)
%

B
e
r
a
t

Y
a
n
g

L
o
I
o
s
Batas Bawah AC-WC
Batas Atas AC-WC
Contoh Gradasi AC-WC
Garis Fuller
DAERAH LARANGAN
Perkiraan Batas Atas Gradasi
Perkiraan Batas Bawah Gradasi
GRADASI AC-WC DIATAS DAERAH LARANGAN
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
0.01 0.1 1 10 100
Ukuran PartikeI (mm)
%

B
e
r
a
t

Y
a
n
g

L
o
I
o
s
Batas Bawah AC-WC
Batas Atas AC-WC
Contoh Gradasi AC-WC
Garis Fuller
DAERAH LARANGAN
Perkiraan Batas Atas Gradasi
Perkiraan Batas Bawah Gradasi
L88AnulnCAn 1Lx1u8L ACWC
ACWC1 33
ul8AWAP LA8AnCAn
A8SC8Sl ASAL 1
ACWC2 72
ulA1AS LA8AnCAn
A8SC8Sl ASAL 14
LnCAMA1An vlSuAL 1L8PAuA
C8AuASl P8SWC ?AnC 8LnA8
C8AuASl SLn!AnC SuLl1 ulAMA1l uA8l
1Lx1u8L L8MukAAn
C8AuASl SLn!AnC uAA1 ulAMA1l uLnCAn
!LLAS uA8l L8MukAAn ulnulnC CC8lnC
1abel 6324 ConLoh 8aLasbaLas 8ahan
8ergradasl Sen[ang"
&uran
Ayaan
Alternatif 1 Alternatif 2 Alaternatif
3
Alternatif 4
lolos No.8 40 50 60 70
lolos No.30 paling
sedikit 32
paling
sedikit 40
paling
sedikit 48
paling
sedikit 56

kesenjangan
8 atau
kurang
10 atau
kurang
12 atau
kurang
14 atau
kurang
1abel 6323 keLenLuankeLenLuan unLuk
Aspal keras
No. 1enis Pengujian
Metoda
Pengujian
Tipe I
Aspal
Pen. 60-70
Tipe II Aspal yang
Dimodifiasi
A
(1)
B C
Asbuton yg
diproses
Elastomer
Alam
(Latex)
Elastome
r Sintetis
Penetrasi pada 25HC (dmm)
SNI 06-2456-
1991
60-70 40-55 50-70 Min.40
Viskositas 135HC (cSt)
SNI 06-6441-
2000
385 385 2000 2000
(5)
3000
(5)
Titik Lembek (HC)
SNI 06-2434-
1991
~48 - - ~54
Indeks Penetrasi
4)
- ~ -1,0 _ - 0,5 ~ 0.0 ~ 0,4
Duktilitas pada 25HC, (cm)
SNI-06-2432-
1991
~100 ~ 100 ~ 100 ~ 100
Titik Nyala (HC)
SNI-06-2433-
1991
~232 ~232 ~232 ~232
Kelarutan dlm Toluene () ASTM D5546 ~99 ~ 90
(1)
~99 ~99
Berat enis
SNI-06-2441-
1991
~1,0 ~1,0 ~1,0 ~1,0
Stabilitas Penyimpanan (HC)
ASTM D 5976
part 6.1
- 2,2 2,2 2,2
Pengujian Residu hasil TFOT atau RTFOT :
-
Berat yang Hilang ()
SNI 06-2441-
1991
0.8
2)
0.8
2)
0.8
3)
0.8
3)
Penetrasi pada 25HC ()
SNI 06-2456-
1991
~ 54 ~ 54 ~ 54 _54
Indeks Penetrasi
4)
- ~ -1,0 ~ 0,0 ~ 0,0 ~ 0,4
Keelastisan setelah
Pengembalian ()
AASHTO T 301-
98
- - ~ 45 ~ 60
Duktilitas pada 25HC (cm) SNI 062432-1991 ~ 100 ~ 50 ~ 50 -
Partikel yang lebih halus dari
150 micron (3m) ()
Min. 95
(1)
Min. 95
(1)
Min. 95
(1)
CaLaLan
Pasll pengu[lan adalah unLuk bahan penglkaL yang dlekLraksl dengan menggunakan meLoda
Snl 24902008 kecuall unLuk pengu[lan kelaruLan dan gradasl mlneral dllaksanakan pada
seluruh bahan penglkaL Lermasuk kadar mlneral
unLuk pengu[lan resldu aspal 1lpe l 1lpe ll A dan 1lpe ll 8 resldunya dldapaL darl
pengu[lan 1lC1 sesual dengan Snl 06 2440 1991
unLuk pengu[lan resldu aspal 1lpe llC dan 1lpe llu resldunya dldapaL darl pengu[lan 81lC1
sesual dengan Snl0368332002
nllal lndeks eneLrasl menggunakan rumus lnl
lndeks eneLrasl (20300A) / (30A+1)

A log (eneLrasl pada 1emperaLur 1lLlk lembek) log (peneLrasl pada 23HC) / (LlLlk
lembek 23HC )
abrlk pembuaL bahan penglkaL 1lpe ll dapaL menga[ukan meLoda pengu[lan alLernaLlf unLuk
vlskoslLas bllamana slfaLslfaL elasLomerlk aLau lalnnya dldapaLl berpengaruh Lerhadap akurasl
pengu[lan peneLrasl LlLlk lembek aLau sLandar lalnnya MeLoda pengu[lan vlskoslLas
8rookfleld harus dlgunakan unLuk 1lpe ll u
engu[lan dllakukan pada aspal dasar dan bukan pada aspal yang Lelah dlmodlflkasl
vlscoslLas dl u[l [uga pada LemperaLur 100HC dan 160HC unLuk Llpe l unLuk Llpe ll pada
LemperaLur 100 HC dan 170 HC
ConLoh bahan aspal harus dleksLraksl darl benda u[l sesual
dengan cara Snl 0336401994 (meLoda sokleL) aLau Snl 03
68942002 (meLoda senLrlfus) aLau AASP1C 1 164 06
(meLoda Lungku pengaplan) !lka meLoda senLrlflLus
dlgunakan seLelah konsenLrasl laruLan aspal yang LereksLraksl
mencapal 200 mm parLlkel mlneral yang Lerkandung harus
dlplndahkan ke dalam suaLu alaL senLrlfugal emlndahan lnl
dlanggap memenuhl bllamana kadar abu dalam bahan aspal
yang dlperoleh kemball Lldak meleblhl 1 (dengan
pengaplan) !lka bahan aspal dlperlukan unLuk pengu[lan leblh
lan[uL maka bahan aspal lLu harus dlperoleh kemball darl
laruLan sesual dengan prosedur Snl 0368942002

Aspal harus dlu[l pada seLlap kedaLangan dan


sebelum dlLuangkan ke Langkl penylmpan AM
unLuk peneLrasl pada 23
o
C (Snl 0624361991)
dan 1lLlk Lembek (Snl 0624341991) Aspal yang
dlmodlflkasl [uga harus dlu[l unLuk sLablllLas
penylmpanan sesual dengan AS1M u3976 parL
61 dan dapaL dlLempaLkan dalam Langkl
semenLara sampal hasll pengu[lan LersebuL
dlkeLahul 1ldak ada aspal yang boleh dlgunakan
sampal aspal LersebuL Lelah dlu[l dan dlseLu[ul
8ahan Ad|t|f Ant| enge|upasan
AdlLlf kelekaLan dan anLl pengelupasan (ootl ttlloq
oqeot) harus dlLambahkan dalam benLuk calran kedalam
campuran agregaL dengan mengunakan pompa penakar
(Jozloq om) pada saaL proses pencampuran basah dl
pugmll kuanLlLas pemakalan adlLlf anLl sLrlplng dalam
renLang 02 03 Lerhadap beraL aspal AnLl sLrlplng
harus dlgunakan unLuk semua [enls aspal LeLapl Lldak
boleh Lldak dlgunakan pada aspal modlflkasl yang
bermuaLan poslLlf !enls adlLlf yang dlgunakan haruslah
yang dlseLu[ul ulreksl eker[aan enyedlaan adlLlf
dlbayar Lerplsah darl peker[aan aspal
Aspal yang ulmodlflkasl
Aspal yang dlmodlflkasl haruslah [enls MulLlgrade
aLau AsbuLon elasLomerlk laLex aLau slnLeLls
memenuhl keLenLuankeLenLuan 1abel 6323
roses modlflkasl aspal dl lapangan Lldak
dlperbolehkan kecuall ada llsensl darl pabrlk
pembuaL aspal modlflkasl dan pabrlk pembuaLnya
menyedlakan lnsLalasl pencampur yang seLara
dengan yang dlgunakan dl pabrlk asalnya
Aspal modlflkasl harus dlklrlm dalam Langkl yang
dllengkapl dengan alaL pembakar gas aLau mlnyak yang
dlkendallkan secara LermosLaLls embakaran langsung
dengan bahan bakar padaL aLau calr dldalam Labung
Langkl Lldak dlperkenankan dalam kondlsl apapun
englrlman dalam Langkl harus dllengkapl dengan
slsLem segel yang dlseLu[ul unLuk mencegah
konLamlnasl yang Ler[adl apakah darl pabrlk
pembuaLnya aLau darl penglrlmannya Aspal yang
dlmodlflkasl harus dlsalurkan ke Langkl penampung dl
lapangan dengan slsLem slrkulasl yang LerLuLup penuh
enyaluran secara Lerbuka Lldak dlperkenankan
SeLlap penglrlman harus dlsalurkan kedalam Langkl
yang dlperunLukkan unLuk kedaLangan aspal dan harus
segera dllakukan pengu[lan peneLrasl LlLlk lembek dan
sLablllLas penylmpanan 1ldak ada aspal yang boleh
dlgunakan sampal dlu[l dan dlseLu[ul
Aspal mulLlgrade harus dlbuaL dengan proses
penyullngan yang mengubah slfaLslfaL flslk darl bahan
penglkaL dan bukan hanya sekedar mencampurkan
dengan bahan Lambah (adlLlf)
!angka wakLu penylmpan unLuk aspal modlflkasl
dengan bahan dasar laLex Lldak boleh meleblhl 3 harl
kecuall [lka [angka wakLu penylmpanan yang leblh lama
dlseLu[ul oleh ulreksl eker[aan erseLu[uan LersebuL
hanya dapaL dlberlkan [lka slfaLslfaL akhlr yang ada
memenuhl nllalnllal yang dlberlkan dalam 1abel
6323
enenLuan proporsl Lakaran agregaL darl pemasok dlngln
unLuk dapaL menghasllkan komposlsl yang opLlmum
erhlLungan proporsl Lakaran agregaL darl bahan Lumpukan
yang opLlmum harus dlgunakan unLuk penenLuan awal
bukaan pemasok dlngln ConLoh darl pemasok panas harus
dlambll seLelah penenLuan besarnya bukaan pemasok
dlngln Selan[uLnya proporsl Lakaran pada pemasok panas
dapaL dlLenLukan SuaLu 8umusan Campuran 8ancangan
(elqo Mlx lotmolo uMl) kemudlan akan dlLenLukan
berdasarkan prosedur Marshall ualam segala hal uMl
harus memenuhl semua slfaLslfaL bahan dalam asal 632
dan slfaLslfaL campuran sebagalmana dlsyaraLkan dalam
1abel 633(1a) sd 633 (1d) mana yang relevan
1abel 633(1a) keLenLuan SlfaLslfaL Campuran
LaLaslr
SiIat-siIat Campuran
Latasir
Kelas A & B
Penyerapan aspal () Maks. 2,0
umlah tumbukan per bidang 50
Rongga dalam campuran ()
(2)
Min. 3,0
Maks. 6,0
Rongga dalam Agregat (VMA) () Min. 20
Rongga terisi aspal () Min. 75
Stabilitas Marshall (kg) Min. 200
Pelelehan (mm)
Min. 2
Maks. 3
Marshall Quotient (kg/mm) Min. 80
Stabilitas Marshall Sisa () setelah perendaman selama
24 jam, 60 C
(3)
Min. 90
1abel 633(1b) keLenLuan SlfaLslfaL Campuran
LaLasLon
SiIat-siIat Campuran
Lataston
Lapis Aus Lapis Pondasi
Senjang
Semi
Senjang
Senjang
Semi
Senjang
Kadar aspal eIektiI () Min 5,9 5,9 5,5 5,5
Penyerapan aspal () Maks. 1,7
umlah tumbukan per bidang 75
Rongga dalam campuran ()
(2)
Min. 4,0
Maks. 6,0
Rongga dalam Agregat (VMA) () Min. 18 17
Rongga terisi aspal () Min. 68
Stabilitas Marshall (kg) Min. 800
Pelelehan (mm) Min 3
Marshall Quotient (kg/mm) Min. 250
Stabilitas Marshall Sisa () setelah
perendaman selama 24 jam, 60 C
(3)
Min. 90
Rongga dalam campuran () pada
Kepadatan membal (reIusal)
(4)
Min. 3
1abel 633(1c) keLenLuan SlfaLslfaL Campuran
LasLon (AC)
SiIat-siIat Campuran
Laston
Lapis Aus Lapis Antara Pondasi
Halus Kasar Halus Kasar Halus Kasar
Kadar aspal eIektiI () 5,1 4.3 4,3 4,0 4,0 3,5
Penyerapan aspal () Maks. 1,2
umlah tumbukan per bidang 75 112
(1)
Rongga dalam campuran ()
(2)
Min. 3,5
Maks. 5,0
Rongga dalam Agregat (VMA) () Min. 15 14 13
Rongga Terisi Aspal () Min. 65 63 60
Stabilitas Marshall (kg)
Min. 800 1800
(1)
Maks. - -
Pelelehan (mm) Min. 3 4,5
(1)
Marshall Quotient (kg/mm) Min. 250 300
Stabilitas Marshall Sisa () setelah perendaman
selama 24 jam, 60 C
(3)
Min. 90
Rongga dalam campuran () pada
Kepadatan membal (reIusal)
(4)
Min. 2,5
1abel 633(1d) keLenLuan SlfaLslfaL Campuran LasLon
yang ulmodlflkasl (AC Mod)
SiIat-siIat Campuran
Laston
2
Lapis Aus Lapis Antara Pondasi
(6)
Kadar Aspal EIektiI () 4,5 4,2 4,2
Penyerapan aspal () Maks. 1,2
umlah tumbukan per bidang 75 112
(1)
Rongga dalam campuran ()
(2)
Min. 3,0
Maks. 5,5
Rongga dalam Agregat (VMA) () Min. 15 14 13
Rongga Terisi Aspal () Min. 65 63 60
Stabilitas Marshall (kg)
Min. 1000 2250
(1)
Maks. - -
Pelelehan (mm) Min. 3 4,5
(1)
Marshall Quotient (kg/mm) Min. 300 350
Stabilitas Marshall Sisa () setelah
perendaman selama 24 jam, 60 C
(3)
Min. 90
Rongga dalam campuran () pada
Kepadatan membal (reIusal)
(4)
Min. 2,5
Stabilitas Dinamis, lintasan/mm
(5)
Min. 2500
CaLaLan
Modlflkasl Marshall llhaL Lamplran 638
8ongga dalam campuran dlhlLung berdasarkan pengu[lan 8eraL !enls Makslmum
AgregaL (Cmm LesL Snl 0368932002)
ulreksl eker[aan dapaL aLau menyeLu[ul AASP1C 128389 sebagal alLernaLlf
pengu[lan kepekaan Lerhadap kadar alr engkondlslan beku calr (fteeze tow
nooJltlooloq) Lldak dlperlukan
unLuk menenLukan kepadaLan membal (refusal) dlsranakan menggunakan
penumbuk bergeLar (vlbraLory hammer) agar pecahnya buLlran agregaL dalam
campuran dapaL dlhlmdarl !lka dlgunakan penumbukan manual [umlah Lumbukan
per bldang harus 600 unLuk ceLakan berdlamaLer 6 lnch dan 400 unLuk ceLakan
berdlamaLer 4 lnch
engu[lan Wheel 1racklng Machlne (W1M) harus dllakukan pada LemperaLur 60 HC
rosedur pengu[lan harus menglkuLl serLl pada Manual unLuk 8ancangan dan
elaksanaan erkerasan Aspal !8A !apan 8oad AssoclaLlon (1980)
LasLon (AC Mod) harus campuran bergradasl kasar
8umus Campuran 8ancangan (elqo Mlx
lotmolo)
ualam Lu[uh harl seLelah uMl dlLerlma ulreksl
eker[aan harus
MenyaLakan bahwa usulan LersebuL yang memenuhl
Speslflkasl dan mengl[lnkan enyedla !asa unLuk
menylapkan lnsLalasl pencampur aspal dan peng
hamparan percobaan
Menolak usulan LersebuL [lka Lldak memenuhl
Speslflkasl
8umusan Campuran ker[a (!ob Mlx lormula
!Ml)
ercobaan campuran dl lnsLasl pencampur aspal
(olt Mlxloq lloot AM) dan penghamparan
percobaan yang memenuhl keLenLuan akan
men[adlkan uMl dapaL dlseLu[ul sebagal !Ml
Segera seLelah uMl dlseLu[ul oleh ulreskl
eker[aan enyedla !asa harus melakukan
penghamparan percobaan pallng sedlklL 30 Lon
unLuk seLlap [enls campuran yang dlproduksl
dengan AM dlhampar dan dlpadaLkan dengan
peralaLan dan prosedur yang dlusulkan
enerapan !Ml dan 1oleransl ?ang ull[lnkan
Agregat Gabungan Toleransi Komposisi Campuran
Sama atau lebih besar dari 2,36 mm 5 berat total agregat
Lolos ayakan 2,36 mm sampai No.50 3 berat total agregat
Lolos ayakan No.100 dan tertahan No.200 2 berat total agregat
Lolos ayakan No.200 1 berat total agregat
Kadar aspal Toleransi
Kadar aspal 0,3 berat total campuran
Temperatur Campuran Toleransi
Bahan meninggalkan AMP dan dikirim ke
tempat penghamparan
- 10 C dari temperatur
campuran beraspal di truk saat
keluar dari AMP
lnsLalasl encampur Aspal (olt Mlxloq
lloot AM)
8erupa pusaL pencampuran dengan slsLem penakaran
(botnloq) aLau Jtom mlx dan harus memlllkl kapaslLas
mlnlmum 800 kg dan mampu memasok mesln
penghampar secara Lerus menerus bllamana
menghampar campuran pada kecepaLan normal dan
keLebalan yang dlkehendakl
Parus dllengkapl dengan alaL pengumpul debu (Jot
nollentot) yang lengkap yalLu slsLem pusaran kerlng (Jty
nynlooe) dan pusaran basah (wet nynlooe) sehlngga Lldak
menlmbulkan pencemaran debu 8llamana salah saLu
slsLem dl aLas rusak aLau Lldak berfungsl maka AM
LersebuL Lldak boleh dloperaslkan
Mempunyal pengaduk %oq mlll) dengan kapaslLas
mlnlmum 800 kg [lka dlperlukan unLuk memproduksl
AC bergradasl kasar aLau AC8ase selaln darl
peker[aan mlnor
!lka dlgunakan unLuk pembuaLan campuran aspal
yang dlmodlflkasl harus dllengkapl dengan
pengendall LemperaLur LermosLaLlk oLomaLls yang
mampu memperLahankan LemperaLur campuran
sebesar 173
o
C
1angkl enylmpan AdlLlf
1angkl penylmpanan adlLlf dengan kapaslLas mlnlmal
dapaL menylmpan bahan adlLlf unLuk saLu harl produksl
campuran beraspal dan harus dllengkapl dengan Jozloq
om sehlngga dapaL memasok langsung adlLlf ke pugmll
dengan kuanLlLas dan Lekanan LerLenLu
eny|mpanan dan emasokan Aspa| A|am
!lka Aspal Alam 8erbuLlr dlgunakan unLuk peker[aan
sebuah LempaL penylmpanan yang Lahan cuaca dan
elevaLor yang cocok unLuk memasok yang dllengkapl
dengan slsLem penakaran beraL harus dlsedlakan
keraLaan permukaan perkerasan
keraLaan permukaan lapls perkerasan penuLup aLau
lapls aus segera seLelah peker[aan selesal harus
dlperlksa keraLaannya dengan menggunakan alaL
ukur keraLaan nAAS8AMeLer sesual Snl 033426
1994
Cara pengukuran/pembacaan keraLaan harus
dllakukan seLlap lnLerval 100 m
keLenLuan kepadaLan
kepadaLan semua [enls campuran beraspal yang
Lelah dlpadaLkan seperLl yang dlLenLukan dalam Snl
0367372002 Lldak boleh kurang darl 97
kepadaLan SLandar ker[a (ob 5tooJotJ eolty) yang
LerLera dalam !Ml unLuk LaLasLon (P8S) dan 98
unLuk semua campuran beraspal lalnnya
!umlah LoLal benda u[l lnLl yang dlambll acak dalam
seLlap eqmeo Lldak kurang darl 3 (Llga) benda u[l lnLl
duplo unLuk seLlap kellpaLan 200 meLer pan[ang dan
[umlah
3
b pan[ang unLuk slsa pan[ang yang kurang
darl 200 m dengan lokasl LlLlk u[l dlLenLukan secara
acak sesual dengan Snl 0368682002
1abel 637(1) keLenLuan kepadaLan
Kepadatan
yg.
disyaratkan
( SD)
umlah ben-da
uji per
segmen
Kepadatan Mini-
mum Rata-rata
( SD)
Nilai minimum
seti-ap pengujian
tunggal ( SD)
98
3 4 98,1 95
5 98,3 94,9
~ 6 98,5 94,8
97
3 4 97,1 94
5 97,3 93,9
~6 97,5 93,8
1abel 633(1) kepadaLan benda u[l raLaraLa
(Cmb) darl semua ceLakan Marshall yang dlbuaL
seLlap harl akan men[adl kepadaLan Marshall
Parlan
ulreksl eker[aan harus memerlnLahkan enyedla
!asa unLuk mengulangl proses campuran
rancangan dengan blaya enyedla !asa sendlrl
bllamana kepadaLan Marshall Parlan raLaraLa
darl seLlap produksl selama empaL harl berLuruL
LuruL berbeda leblh 1 darl kepadaLan SLandar
ker[a (!Su)
engambllan 8enda u[l lnLl dan u[l LksLraksl
Laplsan 8eraspal
8enda u[l lnLl Lldak boleh dlgunakan unLuk pengu[lan
eksLraksl u[l ekLraksl harus dllakukan menggunakan
benda u[l campuran beraspal gembur yang ambll dl
belakang mesln penghampar

1abel 637(2) engendallan MuLu


Bahan dan Pengujian Freensi pengujian
Aspal :
Aspal berbentuk drum
3
b dari jumlah drum
Aspal curah Setiap tangki aspal
enis pengujian aspal drum dan curah mencakup: Penetrasi dan Titik Lembek
Asbuton butir/AditiI Asbuton
3
b dari jumlah kemasan
- Kadar air
- Ekstraksi (kadar aspal)
- Ukuran butir maksimum
- Penetrasi aspal asbuton
Agregat :
- Abrasi dengan mesin Los Angeles Setiap 5.000 m
3
- Gradasi agregat yang ditambahkan ke tumpukan Setiap 1.000 m
3
- Gradasi agregat dari penampung panas (hot bin) Setiap 250 m
3
(min. 2 pengujian per hari)
- Nilai setara pasir (sand equivalent) Setiap 250 m
3
Campuran :
- Suhu di AMP dan suhu saat sampai di lapangan Setiap batch dan pengiriman
- Gradasi dan kadar aspal Setiap 200 ton (min. 2 pengujian per hari)
- Kepadatan, stabilitas, kelelehan, Marshall Quo-tient, rongga dalam campuran
pd. 75 tumbukan
Setiap 200 ton (min. 2 pengujian per hari)
- Rongga dalam campuran pd. Kepadatan Membal Setiap 3.000 ton
- Campuran Rancangan (Mix Design) Marshall Setiap perubahan agregat/rancangan
Lapisan yang dihampar :
- Benda uji inti (core) berdiameter 4 untuk parti-kel ukuran maksimum 1
dan 6 untuk partikel ukuran di atas 1, baik untuk pemeriksaan pema-datan
maupun tebal lapisan :
3 benda uji duplo untuk setiap 200 m panjang dan
kelipatannya. Untuk sisa panjang segmen 200 m,
jumlah benda uji ditentukan sebagai
3
b sisa panjang
segmen.
Toleransi Pelasanaan :
- Elevasi permukaan, untuk penampang melintang dari setiap jalur lalu
lintas.
Paling sedikit 3 titik yang diukur melintang pada paling
sedikit setiap 12,5 meter memanjang sepanjang jalan
tersebut.
LNGUkUkAN DAN LM8AAkAN
unLuk laplsan bukan peraLa (mlsalnya P8SWC P8S
8ase ACWC ACWC Mod AC8C AC8C Mod AC
8ase dan AC8ase Mod) [umlah Lonase berslh darl
campuran yang Lelah dlhampar dan dlLerlma yang
dlhlLung sebagal hasll perkallan luas lokasl yang
dlLerlma dan Lebal yang dlLerlma dengan kepadaLan
campuran yang dlperoleh darl pengu[lan benda u[l
lnLl (core) 1onase berslh adalah sellslh darl beraL
campuran dengan beraL aspal bahan anLl
pengelupasan (anLl sLrlpplng agenL) dan bahan
penglsl (flller) yang dlLambahkan
unLuk aspal adlLlf anLl pengelupasan dan bahan
penglsl (flller) yang dlLambahkan haruslah dalam
[umlah Lon unLuk aspal dan dalam [umlah kllogram
unLuk adlLlf anLl pengelupasan dan bahan penglsl
(flller) yang dlLambahkan
kuanLlLas yang dlLerlma unLuk pengukuran Lldak
boleh mellpuLl lokasl dengan Lebal hamparan kurang
darl Lebal mlnlmum yang dapaL dlLerlma aLau seLlap
baglan yang Lerkelupas Lerbelah reLak aLau menlpls
(toeteJ) dl sepan[ang Lepl perkerasan aLau dl
LempaL lalnnya Lokasl dengan kadar aspal yang
dlperoleh darl kadar aspal opLlmum yang dlLeLapkan
dalam !Ml dan Loleransl yang dlsyaraLkan dalam
1abel 633(2)) Lldak akan dlLerlma unLuk
pembayaran
Campuran beraspal yang dlhampar langsung dl aLas
permukaan aspal lama yang dllaksanakan pada
konLrak yang lalu menuruL pendapaL ulreksl
eker[aan memerlukan koreksl benLuk yang cukup
besar harus dlhlLung berdasarkan nllal Lerkecll
anLara a) [umlah Lonase darl bahan yang Lelah
dlhampar dan dlLerlma berdasarkan beraL campuran
beraspal yang dlperoleh darl penlmbangan muaLan dl
rumah Llmbang dan b) hasll perkallan anLara Lebal
raLaraLa yang dlLerlma dengan luas penghamparan
akLual yang dlLerlma dan kepadaLan lapangan raLa
raLa
8llamana Lebal raLaraLa campuran beraspal
yang Lelah dlperhlLungkan meleblhl darl
Lebal akLual dlbuLuhkan (dlperlukan unLuk
perbalkan benLuk) maka Lebal raLaraLa yang
dlLenLukan dan dlLerlma oleh ulreksl
eker[aan
kecuall yang dlsebuLkan dalam (c) dl aLas maka
Lebal campuran beraspal yang dlukur unLuk
pembayaran Lldak boleh leblh besar darl Lebal
nomlnal rancangan yang dlLun[ukkan dalam 1abel
631(1) dl aLas aLau Lebal rancangan yang
dlLenLukan dalam Cambar 8encana
ulreksl eker[aan dapaL menyeLu[ul aLau
menerlma suaLu keLebalan yang kurang
berdasarkan perLlmbangan Leknls aLau suaLu
keLebalan leblh unLuk lapls peraLa seperLl yang
dll[lnkan menuruL asal 638(1)(c) darl
Speslflkasl lnl
kuanLlLas hamparan dengan keLebalan yang meleblhl
Lebal nomlnal rancangan unLuk campuran beraspal
LersebuL yang dlhampar dl aLas permukaan yang [uga
dlker[akan dalam konLrak lnl kecuall [lka
dlperlnLahlan laln oleh ulreksl eker[aan harus
dlhlLung berdasarkan Lebal dlLun[ukkan dalam
Cambar 8encana
8llamana ulreksl eker[aan menerlma seLlap
campuran beraspal dengan kadar aspal raLaraLa
yang leblh Llnggl darl kadar aspal opLlmum LeLapl
maslh masuk dalam renLang kadar aspal yang
dlperoleh darl kadar aspal opLlmum yang dlLeLapkan
dalam !Ml dan Loleransl yang dlsyaraLkan dalam
1abel 633(2)) pembayaran aspal yang dlgunakan
pada campuran beraspal harus dlhlLung berdasarkan
beraL hamparan dlkallkan dengan kadar aspal
opLlmum yang dlLeLapkan dalam !Ml
8llamana ulreksl eker[aan menerlma seLlap
campuran beraspal dengan kadar aspal raLaraLa
yang leblh rendah darl kadar aspal opLlmum LeLapl
maslh masuk dalam renLang kadar aspal yang
dlperoleh darl kadar aspal opLlmum yang dlLeLapkan
dalam !Ml dan Loleransl yang dlsyaraLkan dalam
1abel 633(2)) pembayaran aspal yang dlgunakan
pada campuran beraspal harus dlhlLung berdasarkan
beraL hamparan dlkallkan dengan kadar aspal raLa
raLa LersebuL
1ldak ada pembayaran yang dapaL dllakukan unLuk
campuran yang kadar aspalnya dl bawah kadar aspal
mlnlmum darl renLang kadar aspal yang dlperoleh
darl kadar aspal opLlmum yang dlLeLapkan dalam
!Ml dan Loleransl yang dlsyaraLkan dalam 1abel
633(2))
Nomor Mata
Pembayaran
&raian Satuan Penguuran
6.3.1 Latasir Kelas A (tebal nominal) (SS-A) Ton
6.3.2 Latasir Kelas B (tebal nominal) (SS-B) Ton
6.3.3a Lataston Lapis Aus (HRS-WC) 3,0 cm (gradasi senjang/semi senjang) Ton
6.3.3b Lataston Lapis Aus Perata (HRS-WC(L)) (gradasi senjang/semi senjang) Ton
6.3.4a Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base) (gradasi senjang/semi senjang) Ton
6.3.4b Lataston Lapis Pondasi Perata (HRS-Base(L)) (gradasi senjang/semi
senjang)
Ton
6.3.5a Laston Lapis Aus (AC-WC) (gradasi halus/kasar) Ton
6.3.5b Laston Lapis Aus ModiIikasi (AC-WC Mod) (gradasi halus/kasar) Ton
6.3.5c Laston Lapis Aus Perata (AC-WC(L)) (gradasi halus/kasar) Ton
6.3.5d Laston Lapis Aus ModiIikasi Perata (AC-WC(L) Mod) (gradasi
halus/kasar)
Ton
6.3.6a Laston Lapis Antara (AC-BC) (gradasi halus/kasar) Ton
6.3.6b Laston Lapis Antara ModiIikasi (AC-BC Mod) (gradasi halus/kasar) Ton
6.3.6c Laston Lapis Antara Perata (AC-BC(L)) (gradasi halus/kasar) Ton
6.3.6d Laston Lapis Antara ModiIikasi Perata (AC-BC(L) Mod) Leveling (gradasi
halus/kasar)
Ton
6.3.7a Laston Lapis Pondasi (AC-Base) (gradasi halus /kasar) Ton
6.3.7b Laston Lapis Pondasi ModiIikasi (AC-Base Mod) (gradasi halus/kasar) Ton
6.3.7c Laston Lapis Pondasi Perata (AC-Base(L)) (gradasi halus/kasar) Ton
6.3.7d Laston Lapis Pondasi ModiIikasi Perata (AC-Base(L) Mod) (gradasi
halus/kasar)
Ton
6.3.8a
6.3.8b
6.3.9
6.3.10a
6.3.10a
6.3.10a
Aspal Minyak
Aspal ModiIikasi
1. Asbuton yang diproses
2. Elastomer Alam
3. Elastomer Sintetis
AditiI Anti Pengelupasan
Bahan Pengisi (Filler) Tambahan (Kapur)
Bahan Pengisi (Filler) Tambahan (Semen)
Bahan Pengisi (Filler) Tambahan Asbuton
Ton
Ton
Ton
Ton
Kg
Kg
Kg
Kg

Anda mungkin juga menyukai