Anda di halaman 1dari 132

Metodologi Penelitian

Disusun oleh :
Putu Brama Aya Diputra
12/2/2011 1
12/2/2011 2
Pengertian PeneIitian
(Research
1. Suatu metode studi yang dilakukan oleh
seseorang/kelompok melalui penyelidikan yang
hati-hati dan sempurna terhadap suatu
masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang
tepat terhadap masalah tersebut (Hillway, 1956)
2. Pencarian sesuatu (inquiry) secara sistematis
dengan penekanan bahwa pencarian ini
dilakukan terhadap masalah-masalah yang
dapat dipecahkan (Whitney, 1960).
12/2/2011 3
3. nvestigasi yang sistematis, terkontrol,
empiris dan kritis dari suatu proposisi
hipotesis mengenai hubungan tertentu
antar fenomena (Kerlinger dalam
Mudrajad, 2003).
4. Suatu uapaya sistematis dan
terorganisasi untuk menyelidiki suatu
masalah yang muncul dalam dunia kerja
yang memerlukan solusi (Sekaran dalam
Murajad, 2003)
12/2/2011 4
Motivasi dan Tujuan Penelitian
Penelitian merupakan refleksi dari keinginan
manusia yang selalu berusaha untuk
mengetahui sesuatu. Keinginan untuk
memperoleh dan mengembangkan
pengetahuan merupakan kebutuhan dasar
manusia yang umumnya menjadi motivasi
untuk melakukan penelitian.
12/2/2011 5
Tujuan Penelitian
1. Penelitian merupakan refleksi dari
keinginan proaktif manusia untuk
meningkatkan pengetahuannya
mengenai sesuatu;
2. Keinginan reaktif manusia untuk
menjawab pertanyaan atau
memecahkan masalah dalam kehidupan
sehari-hari.
12/2/2011 6
Penelitian dan lmu
Penelitian merupakan kegiatan yang
bertujuan untuk mengembangkan
pengetahuan.
lmu merupakan bagian dari pengetahuan
yang memiliki kriteria tertentu.
lmu adalah suatu pengetahuan yang
sistematis dan terorganisasi
12/2/2011 7
Hubungan lmu dan Penelitian
lmu dan penelitian mempunyai hubungan
yang sangat erat. Menurut Almack (1930),
hubungan antara ilmu dan penelitian
adalah seperti hasil dan proses. Penelitian
adalah proses, dan ilmu adalah hasil dari
penelitian.
12/2/2011 8
Jenis-Jenis Penelitian
PeneIitian Menurut Tujuan:
1. Penelitian Dasar/Penelitian Murni (Basic
Research); dan
2. Penelitian Terapan.
PeneIitian Dasar:
Penelitian untuk pengembangan ilmu
pengetahuan dan tidak secara langsung bertujuan
untuk memecahkan suatu masalah atau untuk
mengetahui konsep tertentu secara lebih
mendalam.
12/2/2011 9
Jenis-Jenis Penelitian
(Lanjutan)
Penelitian Terapan (Applied Research),
merupakan penelitian yang menyangkut aplikasi
teori untuk memecahkan permasalahan tertentu.
Ada 3 macam contoh penelitian terapan:
1. PeneIitian evaIuasi: penelitian yang
diharapkan dapat memberikan masukan atau
mendukung pengambilan keputusan tentang
nilai relatif dari dua atau lebih alternatif tindakan
12/2/2011 10
Jenis-Jenis Penelitian
(lanjutan)
2. PeneIitian dan Pengembangan
(Research and Development: penelitian
yang bertujuan untuk mengembangkan
produk sehingga produk tersebut
mempunyai kualitas yang lebih tinggi.
3. PeneIitian Tindakan (ction Research:
penelitian yang dilakukan untuk segera
dipergunakan sebagai dasar tindakan
pemecahan masalah yang ada.
12/2/2011 11
Penelitian Menurut Metode:
PeneIitian Survei:
Penelitian yang dilakukan pada populasi besar
maupun kecil, tetapi data yang dipelajari
adalah data sampel yang diambil dari populasi
tersebut.
Dilakukan untuk mengambil suatu generalisasi
dari pengamatan yang tidak mendalam.
Contoh: penelitian untuk mengungkapkan
kecenderungan masyarakat dalam
mengkonsumsi jenis minuman.
12/2/2011 12
2. PeneIitian Ex Post Facto:
Penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang
telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang untuk
mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan
kejadian tersebut.
Contoh: Penelitian untuk mengungkapkan sebab-sebab
terjadinya penurunan produktivitas penjualan.
12/2/2011 13
3. PeneIitian Eksperimen
Penelitian yang berusaha mencari pengaruh
variabel tertentu terhadap variabel yang lain
dalam kondisi yang terkontrol secara ketat.
Penelitian eksperimen ini pada umumnya
dilakukan pada labolatorium.
Misal: Pengaruh unsur kimia tertentu terhadap
kelezatan makanan.
12/2/2011 14
4. PeneIitian NaturaIistic:
Metode penelitian ini disebut juga metode
kualitatif. Penelitian yang dilakukan pada
kondisi objek alamiah (lawan dari
eksperimen)
Misalnya: Penelitian untuk
mengungkapkan makna upacara ritual
atau adanya sesaji terhadap keberhasilan
bisnis.
12/2/2011 15
5. PeneIitian Kebijakan
Penelitian ini dimulai karena adanya masalah oleh para
pengambil keputusan pada suatu organisasi.
Suatu penelitian terhadap masalah-masalah sosial yang
mendasar, sehingga temuan-temuannya dapat
direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk
bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah.
Contoh: Penelitian tentang sistem penggajian karyawan,
jenis barang apa yang perlu diproduksi secara besar-
besaran.
12/2/2011 16
6. PeneIitian Tindakan
Penelitian yang bertujuan untuk
mengembangkan metode kerja yang
paling efisien, sehingga biaya produksi
dapat ditekan dan produktivitas lembaga
dapat meningkat.
Contoh: Penelitian untuk memperbaiki
prosedur dan metode kerja dalam
pembuatan suatu jenis makanan yang
diproduksi masal.
12/2/2011 17
7. PeneIitian EvaIuasi:
(Sudah di jelaskan sebelumnya)
8. PeneIitian Sejarah:
Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian
dimasa lalu.
Penelitian ini gunanya adalah untuk merekonstruksi kejadian-
kejadian masa lalu secara sistematis dan objektif.
Penelitian ini untuk menjawab tentang : Kapan kejadian itu
berlangsung, siapa pelaku-pelakunya, dan bagaimana prosesnya.
Contoh: Penelitian untuk mengetahui perkembangan bisnis di
ndonesia antara tahun 1600 s/d 1945.
12/2/2011 18
Penelitian Menurut Tingkat
Ekplanasinya
Tingkat Ekplanasi adalah tingkat
penjelasan. Dimaksudkan untuk
menjelaskan kedudukan variabel yang
diteliti serta hubungan antara satu variabel
dengan variabel yang lain.
12/2/2011 19
1. Penelitian Deskriptif
Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui
nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau
lebih tanpa membuat perbandingan atau
menghubungkan dengan variabel lain.
Suatu penelitian yang berusaha untuk
menjawab pertanyaan seperti: Bagaimana profil
pelaku bisnis di ndonesia, Bagaimana etos
kerja dan prestasi kerja karyawan PT. X, dll.
12/2/2011 20
2. Penelitian Komparatif
Penelitian yang bersifat membandingkan.
Pada penelitian ini, variabelnya masih
mandiri tetapi untuk sampel yang lebih
dari satu atau dalam waktu yang berbeda.
Contoh: Adakah perbedaan keuntungan
antara BUMN dengan Swasta. Adakah
perbedaan laba tahun 2007 dengan 2008?
12/2/2011 21
3. Penelitian Asosiatif/Hubungan
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara dua variabel atau lebih.
Penelitian ini mempunyai tingkatan yang
tertinggi jika dibandingkan dengan jenis
penelitian deskriptif dan komparatif.
Dengan penelitian ini dapat dibangun suatu teori
yang dapat berfungsi untuk menjelaskan,
meramalkan, dan mengontrol suatu gejala.
Pada penelitian ini minimal terdapat dua variabel
yang dihubungkan.
12/2/2011 22
Bentuk Hubungan Variabel
1. Hubungan Simetris:
Suatu bentuk hubungan karena
munculnya bersama-sama, misalnya ada
hubungan antara datangnya kupu-kupu
dengan tamu. Jika ada kupu-kupu masuk
rumah, diramalkan akan ada tamu yang
akan datang. Sebetulnya yang
menyebabkan tamu datang, bukanlah
kupu-kupu.
12/2/2011 23
Bentuk Hubungan Variabel
(Lanjutan)
2. Hubungan Kausal
Hubungan sebab akibat. Bila X. maka
Y..
Contoh: Bila gaji PNS dan pegawai swasta
naik, maka daya beli masyarakat akan
naik. Jadi yang menyebabkan daya beli
naik adalah adanya kenaikan gaji
pegawai.
12/2/2011 24
Bentuk Hubungan Variabel
(Lanjutan)
3. Hubungan nteraktif/Timbal balik
(Resiprocal):
Hubungan yang saling mempengaruhi.
Bila pengeluaran untuk iklan naik, maka
nilai penjualan akan naik. Bila nilai
penjualan naik, maka biaya untuk iklan
juga akan naik.
12/2/2011 25
Contoh Judul Penelitian
uduI PeneIitian Deskriptif:
1. Kinerja BUMN tahun 2008
2. Kerugian pedagang di Jakarta akibat
kerusuhan
uduI PeneIitian Komparatif:
1. Perbandingan kinerja BUMN dengan
perusahaan swasta
2 Perbandingan kerugian pedagang di Jakarta
dengan pedagang di Solo akibat kerusuhan
12/2/2011 26
Contoh Judul Penelitian
(Lanjutan)
uduI Asosiatif:
1 Pengaruh iklan terhadap nilai penjualan.
2. Hubungan antara tingkat pendidikan
masyarakat dengan daya beli.
3. Pengaruh peran Direksi, Komite Audit,
dan nternal Auditor terhadap
pelaksanaan ood Corporate
overnance (GCG)
12/2/2011 27
KRTERA ATAU CR-CR
PENELTAN
Penelitian harus berkisar di sekeliling
masalah yang ingin dipecahkan;
Penelitian sedikit-dikitnya harus
mengandung unsur-unsur originalitas;
Penelitian harus didasarkan pada
pandangan "ngin tahu;
Penelitian harus dilakukan dengan
pandangan terbuka;
12/2/2011 28
KRTERA ATAU CR-CR
PENELTAN (Lanjutan)
Penelitian harus berdasarkan pada asumsi
bahwa suatu fenomena mempunyai hukum dan
peraturan;
Penelitian berkehendak untuk menemukan
generalisasi atau dalil;
Penelitian merupakan studi tentang sebab
akibat;
Penelitian harus menggunakan pengukuran
yang akurat; dan
Penelitian harus menggunakan teknik yang
secara sadar diketahui.
12/2/2011 29
SYARAT UTAMA BERHASLNYA
SUATU PENELTAN
Adanya kesadaran masyarakat tentang
pentingnya penelitian untuk suatu negara atau
daerah;
Harus ada sarana dan pembiayaan yang cukup;
Hasil penelitian harus dengan segera
diterapkan;
Harus ada kebebasan dalam melakukan
penelitian; dan
Peneliti harus mempunyai kualifikasi yang
diperlukan.
12/2/2011 30
METODE LMAH
SUATU PENGEJARAN TERHADAP
KEBENARAN YANG DATUR OLEH
PERTMBANGAN-PERTMBANGAN LOGS.
CARA MENERAPKAN PRNSP-PRNSP
LOGS TERHADAP PENEMUAN
PENGEJARAN TERHADAP SESUATU UNTUK
MEMPEROLEH SUATU NTERELAS
12/2/2011 31
BUATKAN SKEMA METODE LMAH
(LHAT NASR HALAMAN 49)
12/2/2011 32
METODE ILMIAH DALAM MENELITI
MEMPUNYAI KRITERIA SERTA LANGKAH-
LANGKAH TERTENTU
KRITERIA
1. BERDASAKAN FAKTA;
2. BEBAS DAR PRASANGKA;
3. MENGGUNAKAN PRNSP ANALSS;
4. MENGGUNAKAN HPOTESA;
5. MENGGUNAKAN UKURAN OBJEKTF;
6. MENGGUNAKAN TEKNK KUANTFKAS
12/2/2011 33
METODE ILMIAH DALAM MENELITI
MEMPUNYAI KRITERIA SERTA LANGKAH-
LANGKAH TERTENTU (Lanjutan
Langkah-Langkah
1. Memilih dan mendefinisikan masalah;
2. Survei terhadap data yang tersedia;
3. Memformulasikan hipotesa;
4. Membangun kerangka analisis serta alat-alat dalam
menguji hipotesis;
5. Mengumpulkan data primer;
6. Mengolah, menganalisis, serta membuat interpretasi;
7. Membuat generalisasi; dan
8 Membuat Iaporan
12/2/2011 34
Langkah-Langkah Penelitian
Merumuskan serta mendefinisikan masalah;
Mengadakan studi kepustakaan;
Memformulasikan hipotesa;
Menentukan model untuk menguji hipotesa;
Mengumpulkan data;
Menyusun, menganalisis dan memberikan
interpretasi,
Membuat generalisasi dan kesimpulan; dan
Membuat laporan ilmiah.
12/2/2011 35
PERUMUSAN MASALAH
Setiap pekerjaan penelitian harus mempunyai
masalah penelitian untuk dipecahkan.
Masalah timbul karena adanya tantangan,
adanya kesangsian ataupun kebingungan kita
terhadap suatu hal atau fenomena, adanya
kemenduaan hati (ambiguity), adanya halangan
dan rintangan, adanya celah (gap) baik antar
kegiatan atau antar fenomena.
Penelitian diharapkan dapat memecahkan
masalah-masalah, atau sedikitnya menutup
celah yang terjadi.
12/2/2011 36
DEFNS MASALAH
ANY SITUATION WHERE A AP AXISTS
BETWEEN THE ACTUAL AND THE
DESIRED IDEAL STATES
STUAS DMANA TERDAPAT CELAH
ANTARA KEADAAN AKTUAL DAN
KEADAAN DEAL YANG DHARAPKAN
12/2/2011 37
CR-CR MASALAH YANG BAK
MASALAH YANG DPLH HARUS
MEMPUNYA NLA PENELTAN;
MASALAH YANG DPLH HARUS
MEMPUNYA FSBLTAS; dan
MASALAH YANG DPLH HARUS
SESUA DENGAN KUALFKAS S
PENELT
12/2/2011 38
MASALAH HARUS MEMPUNYA
NLA PENELTAN
Masalah haruslah mempunyai keaslian;
Masalah harus menyatakan suatu
hubungan;
Masalah harus merupakan hal yang
penting;
Masalah harus dapat diuji;
Masalah harus dinyatakan dalam bentuk
pertanyaan.
12/2/2011 39
DATA HARUS FSBEL
Data serta metode harus tersedia;
Equipment dan kondisi harus
mengizinkan;
Biaya untuk memecahkan masalah harus
seimbang;
Masalah harus didukung oleh sponsor
yang kuat;
Tidak bertentangan dengan hukum dan
adat.
12/2/2011 40
MASALAH HARUS SESUA
DENGAN KUALFKAS PENELT
Menarik bagi si peneliti;
Masalah harus sesuai dengan kualifikasi;
12/2/2011 41
SUMBER UNTUK MEMPEROLEH
MASALAH
Pengamatan terhadap kegiatan manusia;
Bacaan;
Analisis bidang pengetahuan;
Ulangan serta perluasan penelitian;
Pengalaman dan catatan pribadi;
Praktik serta keinginan masyarakat;
Pelajaran dan mata ajaran yang sedang diikuti;
Pengamatan terhadap sekeliling; dan
Diskusi-diskusi ilmiah.
12/2/2011 42
CARA MERUMUSKAN MASALAH
MASALAH DRUMUSKAN DALAM BENTUK
PERTANYAAN;
RUMUSAN MASALAH HENDAKLAH JELAS
DAN PADAT;
RUMUSAN MASALAH HARUS BERS
MPLKAS ADANYA DATA UNTUK
MEMECAHKAN MASALAH;
RUMUSAN MASALAH HARUS MERUPAKAN
DASAR DALAM MEMBUAT HPOTESS; dan
MASALAH HARUS MENJAD DASAR BAG
JUDUL PENELTAN.
12/2/2011 43
Contoh perumusan masalah
Sejauhmana pengaruh peran Direksi,
Komite Audit, dan nternal Auditor
terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip
ood Corporate overnance (GCG)
Faktor-faktor dominan apakah yang
mempengaruhi kinerja Komite Audit pada
PT. ABC, Tbk.
12/2/2011 44
ADA DUA JALAN UNTUK
MEMFORMULASKAN MASALAH:
DENGAN MENURUNKAN MASALAH DAR
TEOR YANG ADA, SEPERT MASALAH PADA
PENELTAN EKSPERMENTAL; dan
DAR OBSERVAS LANGSUNG D LAPANGAN.
JKA MASALAH TERSEBUT DPEROLEH D
LAPANGAN, MAKA SEBAKNYA MASALAH
TERSEBUT DHUBUNGKAN DENGAN TEOR
YANG TELAH ADA SEBELUM MASALAH
TERSEBUT DFORMULASKAN.
12/2/2011 45
SESUDAH MEMFORMULASKAN
MASALAH, MAKA LANGKAH
SELANJUTNYA ADALAH
MENETAPKAN
TUUAN PENELITIAN"
12/2/2011 46
TUJUAN PENELTAN
ADALAH SUATU PERNYATAAN
TENTANG APA YANG NGN KTA CAR
ATAU YANG NGN KTA TENTUKAN.
JKA MASALAH PENELTAN
DNYATAKAN DALAM KALMAT
PERTANYAAN, MAKA TUJUAN
PENELTAN DNYATAKAN
DALAMKALMAT PERNYATAAN"
(BENTUK DEKLARATF)
12/2/2011 47
TUJUAN PENELTAN
(LANJUTAN)
TUJUAN PENELTAN BASANYA
DMULA DENGAN KALMAT:
"Untuk menentukan apakah..
Jika masalah merupakan konsep yang
masih abstrak, maka tujuan penelitian
haruslah konstrak yang lebih konkrit
12/2/2011 48
Contoh tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan:
1.Sejauhmana pengaruh peran Direksi,
Komite Audit, dan nternal Auditor
terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip
ood Corporate overnance (GCG)
2.Faktor-faktor dominan apakah yang
mempengaruhi kinerja Komite Audit pada
PT. ABC, Tbk.
12/2/2011 49
TEOR
SEBUAH KUMPULAN PROPOSS UMUM YANG SALNG
BERKATAN DAN DGUNAKAN UNTUK MENJELASKAN
HUBUNGAN YANG TMBUL ANTARA BEBERAPA VARABEL
YANG DOBSERVAS
FORMULAS TEOR ADALAH UPAYA UNTUK
MENGNTEGRASKAN SEMUA NFORMAS SECARA LOGS
SEHNGGA ALASAN ATAS MASALAH YANG DTELT DAPAT
DKONSEPTUALSASKAN DAN DUJ
KERANGKA TEORTS ADALAH MODEL KONSEPTUAL YANG
BERKATAN DG BGMANA SESEORANG MENGHUBUNGKAN
SECARA LOGS BEBERAPA FAKTOR YANG DANGGAP
PENTNG UNTUK MASALAH
12/2/2011 50
TEOR (LANJUTAN)
TEOR MERUPAKAN ALAT UNTUK
MENJELASKAN DAN MEMPREDKS
FENOMENA YANG DTELT
TUJUAN UTAMA TEOR UNTUK
MENJELASKAN DAN MEMPREDKS
KENYATAAN ATAU REALTAS.
KERANGKA TEOR MERUPAKAN FONDAS
DMANA SELURUH KEGATAN PENELTAN
DDASARKAN.
12/2/2011 51
MANFAAT KAJAN TEOR
MEMPERDALAM PENGETAHUAN
TENTANG BDANG YANG DTELT;
MENGETAHU HASL PENELTAN
YANG BERHUBUNGAN, DAN SUDAH
PERNAH DLAKSANAKAN PHAK LAN;
DAN
MEMPERJELAS MASALAH PENELTAN.
12/2/2011 52
SUMBER KAJAN TEOR
LAPORAN PENELTAN (ABSTRAK,
JURNAL LMAH, TESS, DSERTAS)
TERUTAMA PENELTAN TERBARU;
BUKU-BUKU TEKS
12/2/2011 53
HAL MENDASAR YANG PERLU
DPERHATKAN DALAM KAJAN TEOR
VERABEL YANG DANGGAP RELEVAN UNTUK PENELTAN HARUS
DDENTFKAS DAN DNAMA DENGAN JELAS DALAM PEMBAHASAN;
PEMBAHASAN HARUS MENYEBUTKAN MENGAPA DUA VARABEL
ATAU LEBH SALNG BERKATAN SATU DENGAN YANG LAN;
BLA SFAT DAN ARAH HUBUNGAN DAPAT DTEORKAN
BERDASARKAN TEMUAN PENELTAN SEBELUMNYA, MAKA HARUS
ADA NDKAS DALAM PEMBAHASAN MENGENA APAKAH HUBUNGAN
POSTF ATAU NEGATF;
HARUS ADA PENJELASAN YANG GAMBLANG MENGENA MENGAPA
KTA MEMPERKRAKAN HUBUNGAN TERSEBUT BERLAKU; DAN
SUATU DAGRAM SKEMATS KERANGKA TEORTS HARUS
DBERKAN AGAR PEMBACA DAPAT MELHAT DAN DENGAN MUDAH
MEMAHAM HUBUNGAN YANG DTEORKAN.
12/2/2011 54
TABUNGAN MEMPENGARUH
PERTUMBUHAN
Model SOLOW menyatakan bahwa:
Jika tingkat tabungan tinggi,
perekonomian akan mempunyai
persediaan modal yang besar dan tingkat
output yang tinggi. Jika tingkat tabungan
rendah, perekonomian akan memiliki
persediaan modal yang kecil dan tingkat
output yang rendah.
12/2/2011 55
BEBERAPA HAL YANG PERLU
DPERHATKAN DALAM KUTPAN
KUTPAN YANG DAMBL DAR BUKU ATAU
JURNAL YANG MEMLK HAK CPTA
DZNKAN SELAMA TDAK MELEBH 250
KATA. JKA DAMBL DAR BUKU TEKS ATAU
TDAK MELEBH 5% PANJANG TULSAN JKA
DAMBL DAR SUATU ARTKEL DALAM
JURNAL.
SUMBER DAR MANA KUTPAN DPEROLEH,
HARUS DSEBUTKAN.
12/2/2011 56
NVESTAS MEMPENGARUH
PENDAPATAN PER KAPTA
MODEL SOLOW MEMBUKTKAN PADA 84
NEGARA, DMANA NVESTAS YANG TNGG
AKAN MENNGKATKAN PENDAPATAN PER
KAPTA.
PENNGKATAN PERTUMBUHAN POPULAS,
AKAN BERPENGARUH TERHADAP
PENURUNAN PENDAPATAN PER KAPTA.
KEMAJUAN TEKNOLOG BSA MENGARAH
KEPADA PERTUMBUHAN EKONOM YANG
BERKELANJUTAN DALAM OUTPUT PER
KAPTA.
12/2/2011 57
PARTSPAS ANGKATAN KERJA WANTA
DPENGARUH OLEH KARAKTERSTK
PEKERJAAN SUAM
KARAKTERSTK PEKERJAAN SUAM:
1. LAPANGAN PEKERJAAN SUAM;
(pertanian, industri, jasa, dll)
2. SEKTOR PEKERJAAN SUAM;
(formal, informal)
3. JENS PEKERJAAN SUAM;
4. KEWRAUSAHAAN SUAM;
(Wirausaha, non wirausaha)
5 JUMLAH JAM KERJA SUAM.
12/2/2011 58
PENAWARAN JUMLAH UANG
BEREDAR DTENTUKAN OLEH NET
FOREGN ASSETS (NFA) DAN NET
DOMESTC ASSETS (NDA)- AULA
POHAN, 2008
12/2/2011 59
PERTUMBUHAN EKONOM
MEMPENGARUH JUMLAH
PENGANGGURAN TERDDK
DALAM KURUN WAKTU 1970-1995,
PERTUMBUHAN EKONOM SUMBAR
MENGALAM PERTUMBUHAN EKONOM
YANG CUKUP TNGG SEKTAR 6%
SETAHUN. SEKTOR PENDDKAN JUGA
MENGALAM PENNGKATAN. HAL TERSEBUT
AKAN MENNGKATKAN JUMLAH TENAGA
KERJA TERDDK, SEHNGGA MENMBULKAN
PENNGKATAN PENGANGGURAN TERDDK.
12/2/2011 60
Menurut De Gergoriondan (1993) dan Fry
(1995) dalam World Development Report
1991, bahwa pertumbuhan ekonomi
dipengaruhi oleh 1) pertumbuhan investasi
asing; 2) Tingkat bunga riil; dan 3)
Pertumbuhan ekspor.
12/2/2011 61
VARABEL
SESUATU YANG DAPAT MEMBEDAKAN ATAU
MENGUBAH NLA;
APAPUN YANG DAPAT MEMBEDAKAN ATAU
MEMBAWA VARAS PADA NLA(nilai dapat berbeda
pada berbagai waktu untuk objek atau orang yang sama,
atau pada waktu yang sama untuk objek atau orang
yang berbeda);
SEGALA SESUATU YANG DAPAT DBER BERBAGA
MACAM NLA. (nilai variabel dapat berupa angka yang
menggunakan ukuran atau skala dalam suatu kisaran
nilai).
12/2/2011 62
KONSEP, KONSTRUK, DAN
PROPOSS
KONSEP, SEJUMLAH PENGERTAN
ATAU KARAKTERSTK YANG
DKATKAN DENGAN PERSTWA,
OBJEK, KONDS, STUAS, DAN
PERLAKU TERTENTU. KONSEP
MERUPAKAN PENDAPAT ABSTRAK
YANG DGENERALSAS DAR FAKTA
TERTENTU
12/2/2011 63
KONSEP, KONSTRUK, DAN
PROPOSS (LANJUTAN)
KONSTRUK, JENS KONSEP TERTENTU
YANG BERADA DALAM TNGKATAN
ABSTRAKS YANG LEBH TNGG DAN
DCPTAKAN UNTUK TUJUAN TEORTS
TERTENTU. MSAL: KEPUASAN KONSUMEN
PROPOSISI, PERNYATAAN YANG
BERKATAN DENGAN HUBUNGAN ANTARA
KONSEP-KONSEP YANG ADA DAN
PERNYATAAN DAR HUBUNGAN UNVERSAL
ANTARA KEJADAN-KEJADAN YANG
MEMLK KARAKTERSTK TERTENTU.
12/2/2011 64
JENS-JENS VARABEL
VARABEL DEPENDEN, variabel yang menjadi perhatian utama
dalam sebuah pengamatan/penelitian.
VARABEL NDEPENDEN, variabel yang dapat mempengaruhi
perubahan dalam variabel dependen dan mempunyai hubungan
yang positif atau negatif bagi variabel dependen.
VARABEL MODERATNG, variabel yang mempunyai dampak
kontinjensi yang kuat pada hubungan variabel independen dan
dependen;
VARABEL NTERVENNG, variabel yang mempengaruhi hubungan
antara variabel inde[penden dan dependen menjadi hubungan tidak
langsung.
12/2/2011 65
EVALUAS TERHADAP HASL
PENELTAN TERDAHULU
NAMA PENELT/TAHUN PENELTAN;
SUMBER PUBLKAS/JUDUL
PENELTAN;
REKOMENDAS;
PERSAMAAN DENGAN PENELTAN
YANG AKAN DLAKSANAKAN; dan
PERBEDAAN DENGAN PENELTAN
YANG AKAN DLAKSANAKAN.
12/2/2011 66
KERANGKA KONSEPTUAL
DAR KATA KERANGKA" KTA BSA
MENEBAK BAHWA YANG DMAKSUD D SN
ADALAH GAMBARAN HUBUNGAN ANTARA
SATU BAGAN DENGAN BAGAN YANG LAN.
DAR BERBAGA TEOR YANG TELAH
DKUMPULKAN, AKAN DPEROLEH
BEBERAPA KONSEP. APABLA KONSEP-
KONSEP N DHUBUNGKAN SATU DENGAN
YANG LAN, MAKA HUBUNGAN ANTARA
KONSEP NLAH YANG DSEBUT
KERANGKA KONSEPTUAL"
12/2/2011 67
CONTOH KERANGKA
KONSEPTUAL
Keberadaan dan peran Komite Audit
selalu tercantum dalam pedoman GCG.
The good corporate governance
amphasises the importance of the
independence of the Audit committee"
Direksi bertugas melaksanakan tanggung
jawab sosial perusahaan dan juga harus
memperhatikan berbagai kepentingan
stakeholders.
12/2/2011 68
CONTOH KERANGKA
KONSEPTUAL
Terdapat 10 pilar pelaksnaan GCG,
diantaranya adalah:
a public companies should maintain an
efective, full-tune internal audit function
that reports directly to the audit committee
12/2/2011 69
GAMBAR KERANGKA
KONSEPTUAL
HUBUNGAN SEBAB AKBAT, DGUNAKAN
ANAK PANAH SATU ARAH;
HUBUNGAN KORELAS, DGUNAKAN ANAK
PANAH DUA ARAH;
HUBUNGAN SALNG MEMPENGARUH
(SALNG MENUNJUKAN SEBAB AKBAT),
DGUNAKAN DUA ANAK PANAH SATU ARAH
YANG MASNG-MASNG MENUNJUKAN
KEARAH YANG BERLAWANAN.
12/2/2011 70
PENGANTAR HPOTESS
Setelah kita mengidentifikasi variabel
penting dalam suatu situasi dan
menetapkan hubungan antar variabel
melalui kerangka pemikiran logis, kita
berada dalam posisi untuk menguji
apakah hubungan yang diteorikan benar-
benar terbukti kebenarannya.
12/2/2011 71
DEFNS HPOTESS
HUBUNGAN YANG DPERKRAKAN SECARA LOGS
DANTARA DUA VARABEL ATAU LEBH YANG
DUNGKAPKAN DALAM BENTUK PERNYATAAN
YANG DAPAT DUJ.
JAWABAN SEMENTARA YANG DSUSUN OLEH
PENELT, YANG KEMUDAN AKAN DUJ
KEBENARANNYA MELALU PENELTAN YANG
DLAKUKAN.
PERNYATAAN HUBUNGAN YANG DDUGA SECARA
LOGS ANTARA DUA VARABEL ATAU LEBH YANG
DAPAT DUJ SECARA EMPRS.
JAWABAN SEMENTARA ATAS SUATU
PERMASALAHAN PENELTAN YANG
KEBENARANNYA MASH PERLU DUJ.
12/2/2011 72
PENJELASAN HPOTESS
DUGAAN, HARUS DDASARKAN ATAS SUATU ATAU
BEBERAPA DASAR PEMKRAN/KERANGKA
KONSEPTUAL;
DASAR KERANGKA KONSEPTUAL, DPEROLEH
DAR TEOR;
HPOTESS TDAK DAPAT DBUAT TANPA DASAR
TEOR YANG KUAT;
TEOR DPEROLEH DAR HASL PENELTAN
TERBARU DAN BUKU TEKS; dan
HPOTESS YANG DBUAT HARUS KONSSTEN
DENGAN MASALAH PENELTAN YANG TELAH
DRUMUSKAN.
12/2/2011 73
FUNGS HPOTESS
SEBAGA PEDOMAN UNTUK DAPAT MENGARAHKAN
PENELTAN AGAR SESUA DENGAN APA YANG
DHARAPKAN
MENJELASKAN MASALAH PENELTAN DAN
PEMECAHANNYA SECARA RASONAL
MENYATAKAN VARABEL-VARABEL PENELTAN
YANG PERLU DUJ SECARA EMPRS
DGUNAKAN SEBAGA PEDOMAN UNTUK MEMLH
METODE-METODE PENGUJAN DATA
DASAR UNTUK MEMBUAT KESMPULAN
PENELTAN.
12/2/2011 74
RUMUSAN HIPOTESIS YANG BAIK,
SEBAIKNYA MEMPERTIMBANGKAN
BERUPA PERNYATAAN YANG MENGARAH
PADA TUJUAN PENELTAN;
BERUPA PERNYATAAN YANG DRUMUSKAN
DENGAN MAKSUD UNTUK DAPAT DUJ
SECARA EMPRS;
BERUPA PERNYATAAN YANG
DKEMBANGKAN BERDASARKAN TEOR-
TEOR YANG LEBH KUAT DBANDNGKAN
DENGAN HPOTESS LAWANNYA.
12/2/2011 75
RUMUSAN HPOTESS
PERNYATAAN "JKA MAKA
Proposisi yang menyatakan hubungan antar
variabel dan perbedaan antara dua kelompok
atau lebih dalam kaitannya dengan variabel
tertentu yang dapat diuji.
HPOTESS NOL (NULL HYPOTHESES)
Hipotesis yang menyatakan suatu hubungan
antar variabel yang definitif atau eksak sama
dengan nol, atau secara umum dinyatakan
bahwa tidak ada hubungan atau perbedaan
signifikan antar variabel yang diteliti.
12/2/2011 76
RUMUSAN HPOTESS
(lanjutan)
HPOTESS ALTERNATF
Lawan pernyataan dari format hipotesis
nol yang menunjukan adanya hubungan
atau perbedaan signifikan antar variabel
yang diteliti.
12/2/2011 77
Contoh hipotesis
Jika karyawan mengalami tekanan dalam
bekerja, maka mereka akan memperoleh
kepuasan kerja yang lebih tinggi;
Tidak ada perbedaan signifikan antara persepsi
akuntan dan mahasiswa terhadap etika bisnis;
dan
Pekerja pada perusahaan asing mempunyai
motivasi kerja yang lebih tinggi daripada pekerja
pada perusahaan nasional.
12/2/2011 78
JENS-JENS HPOTESS
HPOTESS DRECTONAL
Hipotesis directional juga dikenal dengan istilah
one tilled test hypothesis, yaitu hipotesis yang
dapat menunjukan arah jawaban dari hipotesis
penelitiannya (hipotesis alternatif), apakah lebih
besar (>) atau lebih kecil (<)
Contoh:
Hipotesis Nol: Tidak ada perbedaan tinggi
badan pria dan wanita (H
0
: p
pria
= p
wanita
)
Hipotesis alternatif: Pria lebih tinggi dari wanita.
(H
1
: p
pria
> p
wanita
)
12/2/2011 79
Hipotesis Non Directional
Dikenal dengan two tailed test hypothesis, yaitu
hipotesis yang tidak dapat menunjukan arah jawaban
atas hipotesis penelitiannya (H
1
).
Pada hipotesis alternatif menggunakan simbol " = ".
Simbol ini tidak dapat menunjukan arah, karena = dapat
berarti bisa > atau bisa juga <. tulah sebabnya hipotesis
ini disebut hipotesis tanpa arah (Non Directional
Hypothesis)
Contoh:
Tidak ada perbedaan tinggi badan pria dan wanita
(p
pria
= p
wanita
)
H
1
: Terdapat perbedaan tinggi badan antara pria dan
wanita
(p
pria
= p
wanita
)
12/2/2011 80
POPULAS (POPULATION)
SEKELOMPOK ORANG, KEJADAN
ATAU SEGALA SESUATU YANG
MEMPUNYA KAREKTERSTK
TERTENTU.
ANGGOTA POPULAS DSEBUT
ELEMEN POPULASI
12/2/2011 81
SAMPLE
JKA PENELT MENELT SELURUH
ELEMEN POPULAS, DSEBUT DENGAN
SENSUS.
SUATU HMPUNAN BAGAN (SUBSET)
DAR UNT POPULAS.
SEBAGAN DAR POPULAS YANG
TERPLH SEBAGA SUMBER DATA
DSEBUT SAMPEL PENELTAN ATAU
SAMPEL.
12/2/2011 82
Alasan Penelitian Sampel
Jumlah elemen populasi relatif banyak, peneliti
tidak mungkin mengumpulkan seluruh elemen
populasi, karena akan memerlukan biaya,
tenaga, dan waktu yang cukup banyak;
Kualitas data yang dihasilkan sering lebih baik
dibandingkan dengan penelitian sensus;
Waktu yang digunakan untuk penelitian lebih
cepat; dan
Menghindarkan pengujian yang bersifat
merusak.
12/2/2011 83
KRTERA SAMPEL YANG
REPRESENTATF
AKURAS
Sampel yang akurat adalah sejauhmana statistik sampel
dapat mengestimasi parameter populasi dengan tepat.
Akurasi berkaitan dengan tingkat keyakinan (confidence
level). Semakin akurat suatu sampel, akan semakin
tinggi tingkat keyakinan bahwa statistik sampel
mengestimasi parameter populasi dengan tepat. Tingkat
keyakinan dalam statistik dinyatakan dengan
persentase. Mis: 95%, maka akurasi statistik sampel
dapat mengestimasi parameter populasinya dengan
benar adalah 95% dan probabilitas bahwa estimasi hasl
penelitian tidak benar adalah 5%.
12/2/2011 84
KRTERA SAMPEL YANG
REPRESENTATF (Lanjutan)
Presisi
Sampel yang presisi adalah sejauhmana hasil
penelitian berdasarkan sampel dapat
merefleksikan realitas populasinya dengan teliti.
Presisi menunjukan tingkat ketepatan hasil
penelitian berdasarkan sampel yang dapat
menggambarkan karakteristik populasinya.
Presisi biasanya dinyatakan dalam interval
keyakinan dari sampel yang dipilih. Misal: angka
65 diantara 60-70 lebih presisi dibandingkan
antara 50-70.
12/2/2011 85
PROSEDUR PEMLHAN SAMPEL
MENGIDENTIFIKASI POPULASI TARGET (Populasi spesifik yang
relevan dengan tujuan atau masalah penelitian);
MEMILIH KERANGKA SAMPEL (Daftar elemen2 populasi yang
dijadikan dasar untuk mengambil sampel);
MENENTUKAN METODE PEMILIHAN SAMPEL (Probabilitas dan
Non Probabilitas);
MERENCANAKAN PROSEDUR PENENTUAN UNIT SAMPEL
(tergantung kepada tersedianya waktu, biaya dan tenaga serta
tujuan dan masalah penelitian);
MENENTUKAN UKURAN SAMPEL (Penentuan ukuran sampel
tergantung kepada variasi populasinya. Semakin besar dispersi atau
variasi suatu populasi, maka semakin besar ukuran sampel yang
diperlukan agar estimasi terhadap parameter populasi dapat
dilakukan dengan akurat dan presisi); DAN
MENENTUKAN UNIT SAMPEL.
12/2/2011 86
TAHAPAN PROSES PEMLHAN
SAMPEL
PENENTUAN POPULAS
PENENTUAN UNT PEMLHAN SAMPEL
(KELOMPOK-KELOMPOK ELEMEN)
PENENTUAN KERANGKA PEMLHAN
SAMPEL (DAFTAR ELEMEN DAR
SETAP UNT PEMLHAN SAMPEL)
PENENTUAN DESAN SAMPEL
12/2/2011 87
JENS DESAN SAMPEL
PROBABLTAS
NON PROBABLTAS
12/2/2011 88
SAMPEL PROBABLTAS
SETAP SAMPEL DPLH BERDASARKAN
PROSEDUR SELEKS DAN MEMLK PELUANG
YANG SAMA UNTUK DPLH.
ENIS SAMPEL PROBABILITAS
1. SAMPEL RANDOM SEDERHANA
(Simple Random Sampling)
2. SAMPEL SSTEMATS
(Systematic Sampling)
3. SAMPEL STRATFKAS
(Stratified Random Sampling)
4. SAMPEL KLUSTER (Clustered Sampling)
5. SAMPEL AREA (Area Sampling)
12/2/2011 89
SAMPEL NON PROBABLTAS
ELEMEN-ELEMEN POPULAS TDAK
MEMPUNYA KESEMPATAN YANG
SAMA UNTUK TERPLH MENJAD
SAMPEL.
SAMPEL YANG DPLH SECARA TDAK
ACAK, AKAN MEMBERKAN HASL
YANG DRAGUKAN KEMAMPUAN
GENERALSASNYA.
12/2/2011 90
JENS-JENS SAMPEL NON
PROBABLTAS
SAMPEL BERDASARKAN KEMUDAHAN
(Convenience Sampling)
Sampel Bertujuan (Purposive Sampling)
1. Sampel Berdasarkan Pertimbangan
(Judgment Sampling)
2. Sampel Berdasarkan Kuota
(Quota Sampling)
3. Snowball Sampling
12/2/2011 91
JENS DATA
DATA SUBYEK (SELF-REPORT DATA
Jenis data penelitian yang berupa opini,
sikap, pengalaman atau karakteristik dari
seseorang atau sekelompok orang yang
menjadi subyek penelitian (responden).
Klasifikasi data subyek berdasarkan
bentuk tanggapan yang diberikan yaitu:
lisan, tertulis dan ekspresi
12/2/2011 92
JENS DATA (LANJUTAN)
DATA PSK (PHYSICAL Data )
Merupakan jenis data penelitian yang
berupa obyek atau benda pisik, antara lain
dalam bentuk bangunan, pakaian, buku,
dll. Data pisik merupakan benda berwujud
yang menjadi bukti suatu keberadaan atau
kejadian pada masa lalu. Data pisik
dikumpulkan melalui observasi.
12/2/2011 93
JENS DATA (LANJUTAN)
DATA DOKUMENTER (DOCUMENTARY
Data)
Jenis data penelitian yang antara lain
berupa: faktur, jurnal. Surat-surat, notulen
rapat, memo, dll.
12/2/2011 94
SUMBER DATA
DATA PRMER (PRIMARY DATA)
Sumber data penelitian yang diperoleh
secara langsung dari sumber asli (tidak
melalui media perantara). Data ini
dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan
penelitian.
2 metode untuk mengumpulkan data
primer: a) metode survei, dan b) metode
observasi.
12/2/2011 95
SUMBER DATA (LANJUTAN)
DATA SEKUNDER (SECONDARY DATA)
MERUPAKAN SUMBER DATA
PENELTAN YANG DPEROLEH
SECARA TDAK LANGSUNG MELALU
MEDA PERANTARA (DPEROLEH DAN
DCATAT OLEH PHAK LAN)
DATA N UMUMNYA BERUPA BUKT,
CATATAN, LAPORAN HSTORS YANG
TELAH TERSUSUN.
12/2/2011 96
BEBERAPA ASPEK DARI DATA SEKUNDER
YANG HARUS DIEVALUASI PENELITI ADALAH
Kemampuan data yang tersedia untuk menjawab masalah atau
pertanyaan penelitian;
Kesesuaian antara periode waktu tersedianya data dengan periode
waktu yang diinginkan dalam penelitian;
Kesesuaian antara populasi data yang ada dengan populasi yang
menjadi perhatian peneliti;
Relevansi dan konsistensi unit pengukur yang digunakan;
Biaya yang diperlukan untuk mengumpulkan data sekunder;
Kemungkinan bias yang ditimbulkan oleh data sekunder; dan
Dapat atau tidaknya dilakukan pengujian terhadap akurasi
pengumpulan data.
12/2/2011 97
PENELUSURAN DATA
SEKUNDER
PENELUSURAN SECARA MANUAL
UNTUK DATA DALAM FORMAT KERTAS
HASL CETAKAN; DAN
PENELUSURAN DENGAN KOMPUTER
UNTUK DATA DALAM FORMAT
ELEKTRONK.
12/2/2011 98
METODE SURVE
METODE PENGUMPULAN DATA PRMER YANG
DPEROLEH SECARA LANGSUNG DAR SUMBER
ASLNYA.
DATA PRMER DKUMPULKAN OLEH PENELT
UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN PENELTAN.
METODE SURVE MERUPAKAN METODE
PENGUMPULAN DATA PRMER YANG
MENGGUNAKAN PERTANYAAN LSAN DAN
TERTULS.
METODE N MEMERLUKAN KONTAK ANTARA
PENELT DENGAN SUBYEK PENELTAN
(RESPONDEN) UTK MEMPEROLEH DATA YANG
DPERLUKAN.
12/2/2011 99
TEKNK PENGUMPULAN DATA
DALAM METODE SURVE
WAWANCARA
KUESONER
Ad 1. WAWANCARA
MEMERLUKAN PERTANYAAN LSAN KEPADA
RESPONDEN. DATA YANG DKUMPULKAN
UMUMNYA BERUPA MASALAH TERTENTU YANG
BERSFAT KOMPLEKS, SENSTF ATAU
KONTROVERSAL, SEHNGGA JKA DAJUKAN
SECARA TERTULS TDAK AKAN DTANGGAP OLEH
RESPONDEN. HASL WAWANCARA DCATAT OLEH
PENELT SEBAGA DATA PENELTAN. DAPAT
DLAKUKAN MELALU TATAP MUKA (FACE-TO-FACE
INTERVIEWS) ATAU TELEPON (TELEPHONE
NTERVEWS).
12/2/2011 100
TEKNK WAWANCARA
WAWANCARA DENGAN TATAP MUKA
1. Komunikasi langsung antara pewawancara dengan
responden
2. Memungkinkan untuk mengajukan pertanyaan yang
lebih banyak
3. Dapat memahami kompleksitas masalah dan
menjelaskan maksud penelitian kepada responden
4. Kemungkinan jawaban responden bias, karena
terpengaruh oleh pewawancara
5. Memerlukan biaya yang banyak (lokasi yang
terpencar).
12/2/2011 101
TEKNK WAWANCARA (lanjutan)
Wawancara dengan telepon
1. Letak geografis dapat diatasi dan biaya lebih
murah
2. Jumlah tenaga pengumpul data lebih sedikit
3. Tidak dapat mengamati ekspresi wajah
responden
4. Memungkinkan bagi responden untuk
memutuskan telepon, karena keberatan
menjawab pertanyaan
5. Tidak semua responden mempunyai telepon.
12/2/2011 102
TEKNK PENGUMPULAN DATA DALAM
METODE SURVE (Lanjutan)
Ad. 2 KUESONER (QUESTONNARES)
PERTANYAAN PENELT DAN JAWABAN
RESPONDEN DAPAT DKEMUKAKAN
SECARA TERTULS MELALU SUATU
KUESONER.
TEKNK N MEMBERKAN TANGGUNG
JAWAB KEPADA RESPONDEN UNTUK
MEMBACA DAN MENJAWAB
PERTANYAAN.
12/2/2011 103
Kuesioner secara personal
Biaya akan murah jika responden
terkelompk pada suatu tempat
Peneliti dapat berkomunikasi langsung
dan memerikan penjelasan seperlunya
kepada respnden
Biaya relatif mahal, jika tempat responden
tersebar dan responden relatif banyak.
12/2/2011 104
Kuesioner lewat pos
Peneliti memperoleh jawaban dari
responden yang jaraknya terpencar.
Responden sering menolak untuk
menjawab dengan tidak mengirimkan
kembali kuesioner
Tingkat tanggapan (response rate) yang
rendah, apalagi jika peneliti tidak
mebubuhkan perangko balasan.
12/2/2011 105
PENGUKURAN
PENUNJUKAN ANGKA-ANGKA PADA
SUATU VARABEL MENURUT ATURAN
YANG TELAH DTENTUKAN
12/2/2011 106
TPE SKALA PENGUKURAN
Ukuran NOMNAL
Skala pengukuran yang menyatakan kategori, kelompok atau
klassifikasi yang diukur dalam bentuk variabel.
Pada ukuran ini tidak ada asumsi jarak maupun urutan antara
kategori-kategori dalam ukuran itu. Dasar penggolongan hanyalah
kategori yang tidak tumpang tindih (mutually exclusive) dan tuntas
(exhaustive)
Angka yang ditunjuk untuk suatu kategori tidak merefleksikan
bagaimana kedudukan ketegori tsb terhadap kategori lainnya, akan
tetapi hanyalah sekedar label atau kode.
Misal: jenis kelamin merupakan variabel yang terdiri atas 2 kategori,
yaitu 1) pria dan 2) wanita.
Skala pengukuran jenis kelamin dapat dinyatakan dengan angka 1
(pria) dan 2 (wanita)
12/2/2011 107
Misal: 1) slam, 2) Katolik, 3) Protestan, 4)
Hindu, 5) Konghucu.
Angka tersebut tidak dapat dipandang sebagai
NLA untuk mengukur bahwa derajat
keagamaan pemeluk Konghucu adalah 5X lebih
tinggi dari pemeluk agama slam. Angka
tersebut hanya berfungsi sebagai label atau
kode saja.
Dengan tingkat ukuran nominal, peneliti dapat
mengelompokan respondennya ke dalam
beberapa kategori menurut variabel tertentu.
12/2/2011 108
TPE SKALA PENGUKURAN
(lanjutan)
UKURAN ORDINAL
Memungkinkan peneliti mengurutkan respondennya dari
tingkatan paling rendah ke tingkatan paling tinggi
menurut suatu atribut tertentu.
Ukuran ini tidak menunjukan angka rata-rata, dan tidak
memberikan informasi berapa besar interval atara kelas-
kelas tertentu.
Ukuran ordinal memberikan kode 1 untuk yang
terbawah, 2 untuk menengah, dan 3 untuk kelas atas.
Kita tidak dapat mengatakan bahwa kelas atas berarti
3X lebih ..dari kelas bawah.
Ukuran ordinal banyak digunakan dalam penelitian
sosial terutama untuk mengukur kepentingan, sikap,
atau persepsi.
12/2/2011 109
TPE SKALA PENGUKURAN
(lanjutan)
Ada peneliti yang menggunakan jenjang skor 3,
5 atau 7.
Jenjang mana yang paling cocok untuk
digunakan, sangat tergantung dari populasi
penelitian. Bila populasi penelitian adalah
kelompok terdidik, sehingga mampu
membedakan pendapatnya secara lebih tajam,
maka digunakan jawaban yang berjenjang lebih
besar.
12/2/2011 110
TPE SKALA PENGUKURAN
(lanjutan)
Ukuran nterval
Ukuran interval adalah mengurutkan orang atau
obyek berdasarkan suatu atribut. Ukuran ini
memberikan informasi tentang interval atau
jarak antara satu orang atau obyek dengan
orang atau obyek lainnya.
nterval atau jarak yang sama pada skala
interval dipandang sevagai mewakili interval
atau jarak yang sama pula pada obyek yang
diukur.
12/2/2011 111
TPE SKALA PENGUKURAN
(lanjutan)
Misal: Mhs A ber P 4, B=3,5, C=3, D=2,5,
dan E=2.
Maka dapat disimpulkan bahwa interval
antara P Mhs A dan C (4-3=1) adalah
sama dengan interval antara Mhs C dan E
(3-2=1)
nterval antara dua objek penelitian dapat
dikurangi atau ditambahkan dengan
interval dua obyek lainnya.
12/2/2011 112
TPE SKALA PENGUKURAN
(lanjutan)
nterval A dan C ditambah interval C dan E
adalah sama dengan interval A dan E.
nterval A dan E dikurangi interval A dan
C, sama dengan interval C dan E.
Karena P ini adalah nilai interval, kita
tidak dapat mengatakan bahwa
mahasiswa A adalah 2X lebih pintar dari
mahasiswa E.
12/2/2011 113
TPE SKALA PENGUKURAN
(lanjutan)
Ukuran Rasio
Ukuran rasio merupakan skala pengukuran yang
menunjukan kategori, peringkat, jarak dan
perbandingan dari variabel yang diukur.
Skala Ratio menggunakan nilai absolut.
Misal: Jika berat badan A= 50 kg dan Berat
badan B=100kg, maka peneliti dapat
menyimpulkan bahwa berat badan B adalah 2X
lebih berat dari A.
12/2/2011 114
NSTRUMEN PENELTAN
Pekerjaan meneliti adalah melakukan
pengukuran terhadap fenomena sosial maupun
alam. Untuk itu diperlukan alat ukur yang baik.
Alat ukur dalam penelitian, disebut "nstrumen
Penelitian, yaitu: suatu alat yang digunakan
mengukur fenomena alam maupun sosial yang
diamati.
Secara spesifik, fenomena disebut Variabel
Penelitian.
12/2/2011 115
NSTRUMEN PENELTAN
strumen yang digunakan untuk mengukur
variabel dalam ilmu alam sudah banyak
tersedia dan telah teruji validitas dan
reliabilitasnya. Misal untuk Panas,
pengukurnya calorimeter, suhu adalah
termometer, dll.
Dalam bidang sosial, peneliti sering
menyusun sendiri instrumen dan menguji
validitas dan reliabilitasnya.
12/2/2011 116
NSTRUMEN PENELTAN
Jumlah instrumen penelitian tergantung kepada jumlah
variabel penelitian.
Misal; nstrumen untuk mengukur variabel A, B, C, dll.
Dasar penyusunan instrumen penelitian adalah variabel
penelitian, selanjutnya variabel penelitian tersebut
diberikan defenisi operasionalnya, selanjutnya ditetapkan
indikatornya, berdasakan indikator, ditetapkan butir-butir
pernyataan/pertanyaan kuesioner.
Untuk memudahkan penyusunan instrumen penelitian,
maka dibuatkan "KS-KS NSTRUMEN PENELTAN.
12/2/2011 117
VALDTAS
SEJAUHMANA SUATU ALAT PENGUKUR
MAMPU MENGUKUR APA YANG NGN D
UKUR.
Melakukan uji coba instrumen pada sejumlah
responden di luar responden penelitian.
Disarankan paling kurang 30 orang.
Menghitung korelasi antara masing-masing
pernyataan dengan skor total dengan
menggunakan rumus teknik korelasi product
moment".
12/2/2011 118
RUMUS VALIDITAS
(HALAMAN
12/2/2011 119
VALDTAS (LANJUTAN)
Secara statistik, angka korelasi dibandingkan
dengan angka kritik tabel korelasi r. Dengan
melihat baris N-2. Jadi jika responden 10 orang,
maka pada 10-2=8, untuk taraf signifikat 5%,
maka angka kritik adalah 0,632. atau pada taraf
signifikan 1% diperoleh 0,765.
Jika r hitung > r tabel, maka butir pernyataan
adalah valid, dan sebaliknya.
Jika angka korelasi negatif, menunjukan bahwa
pernyataan tersebut bertentangan dengan
pernyataan lainnya. Atau Pernyataan tsb tidak
konsisten dengan pernyataan yang lainnya.
12/2/2011 120
VALDTAS (LANJUTAN)
APABLA DALAM PERHTUNGAN TERDAPAT
BUTR PERNYATAAN YANG TDAK VALD
(TDAK SGNFKAN PADA TNGKAT 5%),
KEMUNGKNAN TEM PERNYATAAN
TERSEBUT KURANG BAK SUSUNAN KATA-
KATANYA ATAU KALMATNYA.
KALMAT YANG DPAKA MENMBULKAN
PENAFSRAN YANG BERBEDA.
12/2/2011 121
CONTOH SOAL (HALAMAN 8
12/2/2011 122
RELABLTAS
NDEKS YANG MENUNJUKAN SEJAUHMANA
SUATU ALAT PENGUKUR DAPAT
DPERCAYA ATAU DAPAT DHANDALKAN.
BLA SUATU ALAT PENGUKUR DPAKA 2X
UNTUK MENGUKUR GEJALA YANG SAMA
DAN HASL PENGUKURAN YANG
DPEROLEH RELATF KONSTAN, MAKA ALAT
UKUR TERSEBUT RELABEL.
Maksudnya, alat ukur tersebut konsisten dalam
mengukur gejala yang sama.
12/2/2011 123
RELABLTAS (LANJUTAN)
KRTERA PENGUKURAN:
< 0,6 tidak reliabel
0,6 0,7 dapat diterima
0,7 0,8 Baik
0,8 1,0 Reliabel
12/2/2011 124
PEMBUATAN KUESONER
Pada penelitian survei, penggunaan
kuesioner merupakan hal yang pokok
untuk pengumpulan data.
Hasil kuesioner tersebut akan terjelma
dalam angka-angka, tabel-tabel.
Analisis data kuantitatif dilandaskan pada
hasil kuesioner tsb.
12/2/2011 125
PEMBUATAN KUESONER
(Lanjutan)
SUSUNAN PERTANYAAN
1. Nama responden;
2. Alamat;
3. Nama Pewawancara;
4. Tanggal wawancara;
5. Umur;
6. Dll ?
12/2/2011 126
JENS PERTANYAAN
Pertanyaan Tertutup
Kemungkinan jawabannya sudah ditentukan
terlebih dahulu dan responden tidak diberi
kesempatan memberikan jawaban yang lain.
Contoh:
Apakah Komite audit mengevaluasi
perencanaan kerja dan anggaran Divisi Audit
intern?
1) Ya 2) Tidak
12/2/2011 127
JENS PERTANYAAN
(Lanjutan)
Pertanyaan Terbuka
Kemungkinan jawabannya tidak
ditentukan terlebih dahulu dan responden
bebas memberikan jawaban.
Contoh:
Menurut pendapat Bapak/Ibu, apakah
Divisi audit intern telah melaksanakan
pemeriksaan sesuai dengan Standar
Profesional Fungsi Audit Intern Bank?
12/2/2011 128
JENS PERTANYAAN
(Lanjutan)
Kombinasi Tertutup dan Terbuka
Jawabannya sudah ditentukan, tetapi
kemudian disusul dengan pertanyaan
terbuka.
Contoh:
Komite audit menseleksi calon Akuntan
Publik perusahaan.
1) Setuju 2) Tidak Setuju
Jika tidak setuju, apakah alasan Sdr?
12/2/2011 129
JENS PERTANYAAN
(Lanjutan)
Pertanyaan Semi Terbuka
Pada pertanyaan semi terbuka,
jawabannya sudah tersusun, tetapi masih
ada kemungkinan tambahan jawaban.
Contoh:
Berapa kali jumlah rapat Komite audit
dengan Dewan Komisaris dalam 1 bulan?
a) 4x b) 3x c) 2x d) Lainnya..
12/2/2011 130
PETUNJUK MEMBUAT
PERTANYAAN
Apakah pertanyaan penelitian merupakan
bentuk pengukuran atau bukan. Setiap
pertanyaan/pernyataan harus dapat diukur.
Bahasa yang digunakan disesuaikan dengan
kemampuan berbahasa responden.
Pertanyaan tidak mendua. Bagaimana pendapat
anda tentang kuantitas dan kualitas produk?
Jangan menanyakan pertanyaan yang
kemungkinan responden telah lupa. Mis:
Bagaimana peran internal audit sebelum tahun
1980an?
12/2/2011 131
PETUNJUK MEMBUAT
PERTANYAAN (lanjutan)
Pertanyaan tidak menggiring ke jawaban yang
paling baik. Mis: bagaimana jika bonus
ditingkatkan?, sebaiknya: bagaimana prestasi
kerja anda selama setahun terakhir?
Panjang pertanyaan. Pertanyaan tidak terlalu
panjang, sehingga akan membuat responden
jenuh membaca. Disarankan jumlah pertanyaan
antara 20-30 item.
Urutan pertanyaan. Dimulai dari yang umum
sampai dengan yang spesifik, atau dari yang
mudah sampai ke yang sulit.
12/2/2011 132
PETUNJUK MEMBUAT
PERTANYAAN (lanjutan)
Penampilan pisik angket. Penampilan pisik
angket sebagai alat pengumpulan data
akan mempengaruhi respon responden
atau keseriusan responden dalam mengisi
angket. Misal: kuesioner yang dibuat pada
kertas yang buram dibandingkan dengan
kertas berwarna yang bagus.