Anda di halaman 1dari 28

- ALIT KAMAYOGA - ARY DHARMA - SUWARJANA -WISNU ARISUDANA -- SUADNYANA -- YULIUS ADDY AGUS --

Disebut hukum Segregasi. Persilangan monohibrid menghasilkan pewarisan 1 karakter dengan 2 sifat berbeda.
GENERASI 1

P1

FENOTIPE : TANAMAN BERBUNGA UNGU >< TANAMAN BERBUNGA PUTIH


GENOTIPE : GAMET : UU U uu u

F1

100 % Uu Tanaman anakan berbunga ungu

GENERASI 2 P1 FENOTIPE : TANAMAN BERBUNGA UNGU >< TANAMAN BERBUNGA UNGU

GENOTIPE :
GAMET :

Uu
U

Uu
U

F2
75%

UU
Uu Uu 25 % uu TANAMAN ANAKAN BERBUNGA PUTIH TANAMAN ANAKAN BERBUNGA UNGU

HUKUM II MENDEL
Disebut juga sebagai The Mendelian Law of Independent assortment
Dipelajari melalui persilangan dihibrid

Testcross (Uji Silang)


Merupakan persilangan antara individu yang tidak diketahui genotipnya dengan induk yang genotipnya homozigot resesif.

Persilangan Testcross Monohibrid P Fenotip : Genotip : Gamet : F1 Testcross Bb >< tanaman berbiji bulat B b b Bb bb 50% tanaman berbiji bulat Bb 50% tanaman berbiji keriput bb bb tanaman berbiji keriput

tanaman berbiji bulat BB B

><

tanaman berbiji keriput bb b

100%Bb tanaman berbiji bulat

Backcross
Merupakan persilangan antara anakan F1 yang heterozigot dengan induknya yang homozigot dominan. Oleh karena itu, gamet dari parental kemungkinannya hanya satu macam. Dengan demikian, analisa karakter akan lebih mudah diamati

Persilangan Backcross P Fenotip Genotip Gamet F1 : : : tanaman tinggi TT T >< tanaman pendek tt t

100%Tt tanaman tinggi Tt Tanaman tinggi

Backcross
>< TT tanaman tinggi

T t

T TT Tt

Hasil backcross 100% tanaman tinggi

Persilangan Resiprok
Persilangan Resiprok adalah persilangan ulang dengan jenis kelamin yang dipertukarkan. Namun, persilangan ini tidak mempengaruhi hasil dari persilangan.

INTERAKSI ALEL
1. Dominansi Tidak Sempurna Pada dominansi tidak sempurna, alel dominan tidak dapat menutupi alel resesif sepenuhnya. Akibatnya, individu yang heterozigot memiliki sifat yang setengah dominan dan setengah resesif. Contoh : Persilangan bunga Snapdragon merah dan Snapdragon putih .

2. Kodominan Kodominan adalah dua alel suatu gen yang menghasilkan produk berbeda dengan alel yang satu tidak dipengaruhi alel yang lain. Contoh : sapi merah (RR) yang kodominan terhadap putih (rr) menghasilkan anak sapi (Rr) yang berwarna merah atau kuning dengan sedikit percikan warna putih. 3. Alel Ganda Alel ganda merupakan fenomena adanya 3 atau lebih alel dari suatu gen. Contoh : gen warna rambut kelinci (C,cch, ch, c) 4. Alel Letal Alel letal merupakan alel yang dapat menyebabkan kematian bagi individu yang memilikinya. Alel letal terjadi pada keadaan homozigot. Jika alel dalam keadaan heterozigot, biasanya mengakibatkan subletal atau hidup sehat sampai dewasa. Alel letal dibagi menjadi 2, yaitu alel letal resesif dan alel letal dominan.

INTERAKSI GENETIK
1. Atavisme Atavisme adalah munculnya suatu sifat akibat interaksi dari beberapa gen. contoh: sifat genetis jengger ayam (walnut, rose, pea, single). Persilangan ayam jengger rose (RRpp) dengan ayam jengger pea (rrPP) menghasilkan F1 100% walnut (RrPp). Kemudian perkawinan sesama F1 akan menghasilkan F2 dengan perbandingan walnut : rose : pea : single = 9 : 3 :3 : 1 Penyimpangan pada atavisme yaitu munculnya sifat baru, yaitu walnut dan single

2. Polimeri
Polimeri merupakan bentuk interaksi gen yang bersifat saling menambah. Polimeri disebabkan akibat interaksi antara 2 gen atau lebih, sehingga disebut juga sifat gen ganda. contoh: persilangan gandum biji merah gelap (M1M1M2M2) dengan gandum biji putih (m1m1m2m2). F1 = gandum biji merah sedang (M1m1M2m2). Perkawinan antara F1 akan menghasilkan F2 dengan perbandingan merah : putih = 15 : 1.

3. Kriptomeri

Kriptomeri adalah sifat gen dominan yang tersembunyi, jika gen dominan tersebut berdiri sendiri. Namun, jika gen dominan tersebut berinteraksi dengan gen dominan lainnya, akan muncul sifat gen dominan yang sebelumnya tersembunyi. Contoh: Persilangan tumbuhan Linaria maroccana berwarna merah (AAbb) dengan bunga berwarna putih (aaBB). F1 = 100% berwarna ungu (AaBb). Perkawinan sesama F1 akan menghasilkan perbandingan ungu : merah : putih = 9 : 3 : 4
4. Epistasis a. Epistasis dominan Pada epistasis dominan, gen dengan alel dominan menutupi kerja gen lain. Contohnya epistatis dominan pada labu. Gen untuk warna labu memiliki alel K dan k. K dominan terhadap k menghasilkan warna kuning, k dalam keadaan homozigot akan menghasilkan warna hijau. Kerja kedua gen tersebut dipengaruhi oleh gen lain, yaitu P dan p. Alel P akan menutupi alel K dan k sehingga menghasilkan labu putih. Warna hijau atau kuning baru dapat muncul jika gen epistatisnya dalam keadaan homozigot resesif (pp). Jika labu putih (PPKK) dikawinkan dengan labu hijau (ppkk), F1 100% labu putih (PpKk). Perkawinan sesaman F1 akan menghasilkan perbandingan putih : kuning : hijau = 12 : 3 :1

b.Epistasis Resesif Pada peristiwa ini, gen dengan alel homozigot resesif memengaruhi kerja gen lain. Contohnya penentuan warna pada rambut tikus. Warna rambut tikus ditentukan oleh alel A dan a. Alel A dominan terhadap a dan akan menghasilkan warna rambut abu-abu agouti. Alel a homozigot akan menghasilkan warna hitam. Kerja gen A dan a dipengaruhi oleh gen H (menyebabkan gen warna tetap bekerja) dan h (menyebabkan gen warna tidak bekerja). Apabila h dalam keadaan homozigot, akan menghasilkan warna putih. Jika dilakukan persilangan antara tikus hitam (Hhaa) dan tikus putih (hhAA), F1 100% Abu-abu agouti (HhAa). Perkawinan sesama F1 akan menghasilkan perbandingan warna abu-abu agouti : hitam : putih = 9 : 3 : 4 c.Epistasis gen dominan rangkap Peristiwa dua gen dominan atau lebih yang bekerja untuk menghasilkan 1 fenotip tunggal. Contoh : Perkawinan tanaman berbiji segitiga (AABB) dengan biji membulat (aabb) menghasilkan F1 (AaBb) berbiji segitiga. Perkawinan antar F1 akan menghasilkan perbandingan biji segitiga : biji membulat = 15 : 1 (biji membulat hanya akan muncul jika tidak ada gen dominan satupun).

e. Epistasis gen resesif rangkap (Komplementer) Jika salah satu gen bersifat homozigot resesif, pemunculan karakter oleh gen lain menjadi tidak sempurna atau terhalang. Contoh : persilangan bunga Lathyrus odoratus putih (CCpp) dengan warna putih (ccPP) akan menghasilkan F1 (CcPp) berwarna ungu. Perkawinan antar F1 akan menghasilkan perbandingan ungu : putih = 9 : 1

1. Tautan Autosomal Merupakan gen-gen yang terletak pada kromosom yang sama, tidak dapat bersegregasi secara bebas dan cenderung diturunkan bersama. Percobaan Thomas Hunt Morgan : lalat abu-abu dengan sayap normal (BbVv) dikawinkan dengan lalat hitam dengan sayap vestigeal (bbvv). Hasil persilangan yang diharapkan adalah 4 kelas fenotip yang jumlahnya hampir sama, yaitu 1 abu-abu sayap normal : 1 hitam sayap vestigeal : 1 abu-abu vestigeal : 1 hitam sayap normal. Ternyata hasil dari persilangan yang didapat adalah 965 : 944 : 206 : 185 . Kesimpulan Morgan, warna tubuh dan bentuk sayap biasanya diwarisi secara bersama-sama dalam kombinasi yang spesifik karena gen untuk kedua karakter itu berada pada kromosom yang sama.

2. Tautan Kelamin Artinya, gen terletak pada kromosom kelamin dan sifat yang ditimbulkan gen pada kromosom ini diturunkan bersama dengan jenis kelamin. a. Gen tertaut kromosom X b. Gen tertaut kromosom Y

3. Pindah Silang
Pindah silang adalah peristiwa pertukaran gen-gen suatu kromatid dengan gengen kromatid homolognya. Peristiwa pindah silang diikuti oleh patah dan melekatnya kromatid sewaktu profase dalam pembelahan meiosis. Saat kromosom homolog berpasangan dan membentuk sinapsis, terjadi pindah silang antara 2 kromatid yang tidak berpasangan. Untuk menentukan nilai pindah silang, digunakan rumus :

jumlah tipe rekombinan Nps 100% jumlah individu seluruhnya

1. Golongan Darah Sistem ABO


Golonga n Darah A B AB O

Genotip IAIA, IAi IBIB, IBi IAIB ii

Antigen A B A,B -

Antibodi Anti-B Anti-A Anti-A, Anti-B

Antigen merupakan glikoprotein yang terdapat pada permukaan sel darah merah Antibodi merupakan molekul protein untuk merespon adanya antigen

2. Golongan Darah Sistem MN Penggolongan darah sistem MN berdasarkan adanya perbedaan salah satu jenis antigen glikoprotein yang terdapat pada membran sel darah merah yang disebut glikoforin A. Fenotip (Gol.Darah) M N MN Genotip Membran LMLM LNLN LMLN Macam Glikoforin Membran Glikoforin M Glikoforin N Glikoforin M dan N Reaksi dengan Anti-M + + Anti-N + +

3. Golongan Darah Sistem Rh Antigen lain yang sangat penting dalam tubuh manusia adalah faktor rhesus (Rh). Tipe Rh + Genotip Reaksi dengan anti serum Rh +

RhRh, Rhrh

rhrh

Resipien Rhesus + mendapat donor dari : a. Rhesus + aman b. Rhesus - aman Resipien Rhesus mendapat donor dari : a. Rhesus - aman b. Rhesus + I. Aman II. Terjadi penggumpalan

a. Tipe Z-W Ketentuan : ZZ = jantan, ZW = betina Contoh : burung (unggas), kupu-kupu, ikan, ngengat b. Tipe X-O Ketentuan : XO = jantan, XX = betina Contoh : serangga dan belalang c. Tipe X-Y Ketentuan : XY = jantan, XX = betina Contoh : manusia dan lalat buah

I . Cacat Menurun yang Bersifat Resesif Contoh : Albino, Alkaptonuria, Galaktosemia, Sistis Fibrosis, Fenilketonuria
P G F1 : : : AA normal A x aa albino a

Aa normal karier Aa A,a x Aa A,a AA = Normal Aa = Normal karier aa = Albino Perbandingan Normal : Albino = 3 : 1

P2 G2

: :

A
AA

a
Aa

Aa

aa

II. Cacat Menurun yang Bersifat Dominan Cacat bawaan yang bersifat dominan, artinya dalam keadaan homozigot dominan akan tampak ekspresinya. Misalnya, sindaktili (jari-jari saling berleketan)yang disebabkan oleh gen homozigot dominan SS. Apabila seseorang yang normal heterozigot (karier) melakukan perkawinan dengan sesamanya, kemungkinan anaknya adalah P G F1 : : : SS Ss Ss ss Ss Normal karier S,s x Ss Normal karier S,s

SS,Ss,Ss,ss = sindaktili = normal karier = normal karier = normal

Contoh Lain : Talasemia.

1. Eugenetika

Eugenetika adalah melakukan perbaikan generasi dengan penggunaan hukum hereditas. Beberapa saran yang dapat digunakan untuk menerapkan eugenetika antara lain: a. Melakukan penyuluhan pada masyarakat, agar memahami hukum hereditas dan bagaimana hukum ini bekerja. b. Sedapat mungkin masyarakat tidak mendukung adanya perkawinan antarorang sakit. Misalnya, perkawinan antarorang idiot. c. Orang-orang yang akan melakukan pernikahan agar mengetahui asal usul pasangannya ataupun riwayat kesehatannya agar tidak menyesal di kemudian hari. d. Menghindari perkawinan antar saudara yang masih dekat pertalian darahnya.

2. Euteknik Euteknik merupakan usaha perbaikan generasi mendatang dengan peningkatan mutu lingkungan, seperti pemberian makanan yang bergizi. Dengan euteknik, orang akan makin mudah memperoleh kemajuan terutama teknologi yang bertujuan untuk kesejahteraan manusia.

OM SANTIH, SANTIH, SANTIH OM