Anda di halaman 1dari 13

Deret Taylor dan Analisis

Galat
Dr. M. Sarosa, Dipl. Ing. MT.
msarosa@yahoo.com
1. Deret Taylor

Misalkan f dan fi, fii, fiii, … dalam selang [a,b]


dan
Tugas
Tentukan nilai pendekatan fungsi di bawah ini ke
dalam deret Taylor:
ln(x) sampai orde ke-4 di sekitar x0=1, lalu
dekati dengan nilai ln(0,9)!
f(x)=ex-1 sampai orde ke-3 di sekitar x0=0,
lalu hitung nilai f(0,0001)!
sinh(x)=1/2(ex-e-x) di sekitar x0=0, lalu hitung
nilai pendekatan integral (0-1) sinh(x)dx
sin(x) sampai orde ke-3, lalu tentukan batas
atas galat sin(x) jika 0<=x<=0,5.
Deret Taylor Terpotong
Karena suku-suku pada deret Taylor tidak
berhingga jumlahnya, maka untuk alasan
kepraktisan, deret Taylor dipotong sampai suku
orde tertentu.
Deret Taylor terpotong adalah deret Taylor yang
dipotong sampai suku orde ke-n.
R =
2 n
− −
n

( x − x0) i ( x )
x 0 ii ( x )
x0 ( n)
f ( x ) = f ( x0) + f ( x0) + f ( x0) + ... + f ( x0) + R n ( x)
1! 2! n!
dengan n +1
( x − x 0) ( n +1)
Rn = f (c), dengan x0 < c < x
(n + 1)!

disebut galat atau sisa (residu)


Deret Taylor Terpotong (lanjutan 1)

Deret Taylor yang terpotong dapat dituliskan :


f ( x) = P n ( x) + R n ( x)
dengan ( x −x 0)
n
(k )
k

P n ( x) = ∑ f ( x0)
k =1 k!
n +1
( x − x 0) ( n +1)
Rn = f (c), dengan x0 < c < x
(n + 1)!

Sebagai contoh sin(x) jika didekati dengan deret Taylor


orde 4 di sekitar x0=1 adalah
2 3 4
( x − 1) ( x − 1) ( x − 1) ( x − 1)
sin( x) = sin(1) + cos(1) − sin(1) − cos(1) + sin(1) + R4 ( x)
1! 2! 3! 4!

5
( x 1)
dengan R 4
=
5!
cos(c), dengan x 0
<c< x
Contoh Latihan
Hitunglah nilai pendekatan cos(0,2) dengan deret
Maclaurin sampai orde n=6
cos(0,2)=1-0,22/2+0,24/24-0,26/720=0,9800667
2. Analisis Galat

Perhitungan menggunakan Metode Numerik


sangat bergantung pada analisis galat
Semakin kecil nilai galatnya berarti semakin teliti
solusi numerik yang diperoleh
Dua hal yang harus dipahami dalam analisis
Galat:
Bagaimana menghitung galat
Bagaimana galat timbul
Galat Relatif
Misalkan â adalah nilai pendekatan terhadap nilai
sejati a, maka selisihnya
ε=a-â
disebut galat
Sebagai contoh, jika â=10,5 dan nilai pendekatan dari
a =10,49, maka galatnya ε =-0,01
Jika tanda galat (positif atau negatif) tidak dipertim-
bangkan, maka galat mutlak didefinisikan sebagai:
|ε|=|a-â|
Galat relatif merupakan nilai galat yang dinormalkan
terhadap nilai sejati.
εR=ε/a atau dalam prosentase εR=ε/a x 100%
Galat Relatif Sejati
Misalkan :
Seutas tali panjang sejatinya 100cm,
sedangkan panjang pendekatan diperoleh
99cm maka galat relatif sejatinya adalah
1/100 atau 0,01
Sebatang pensil memiliki panjang sejati
10cm, sedangkan panjang pendekatan
diperoleh 9 cm, maka galat relatif
sejatinya adalah 1/10 atau 0,1
galat relatif sejati adalah galat yang
dihitung terhadap nilai sejatinya
Galat Relatif Pendekatan
Galat relatif pendekatan adalah nilai galat yang
dinormalkan terhadap nilai pendekatannya
εRA= ε/â
Misalkan nilai sejati 10/3 dan nilai pendekatan
3,333, maka nilai:
Galat = 10/3 -3,333 = 10/3 – 3333/1000 = 0,000333
Galat mutlak = 0,000333….
Galat relatif = (1/3000)/(10/3) = 1/10000 = 0,0001
Galat relatif pendekatan = (1/3000)/3,333 = 1/9999
Galat Relatif Pendekatan Iterasi
Galat relatif pendekatan tetap membutuhkan pengetahuan
nilai sejati a (dalam praktek kita jarang mendapatkan nilai
a). Oleh karena itu, penghitungan nilai galat pendekatan
digunakan cara lain yaitu menggunakan pendekatan
iterasi,

εRA= (ar+1-ar)/ar+1
dengan ar+1 nilai pendekatan iterasi saat ini dan ar nilai
pendekatan iterasi sebelumnya.

Proses iterasi dihentikan apabila εRA<εS

dengan εs toleransi galat yang dispesifikasikan. Nilai εS


menentukan ketelitian solusi numerik, semakin kecil nilai
εS semakin teliti solusinya.
Contoh Latihan

Misalkan ada prosedur iterasi sebagai berikut:


xr+1= (-xr3+3)/6, dengan r = 0, 1, 2, 3 …..
Iterasi dihentikan bila kondisi |εRA|<εS, dalam hal ini εS
adalah toleransi galat yang diinginkan. Misalkan dengan
memberikan x0=0,5 dan εS=0,00001 maka diperoleh:
x0=0,5
x1=0,4791667 ; |εRA=(x1-x0)/x1|=0,043478>εS
x2=0,4816638 ; |εRA=(x2-x1)/x2|=0,0051843>εS
x3=0,4813757 ; |εRA=(x3-x2)/x3|=0,0005984>εS
x4=0,4814091 ; |εRA=(x4-x3)/x4|=0,0000693>εS
x5=0,4814052 ; |εRA=(x5-x4)/x5|=0,0000081<εS
Berhenti, pada iterasi ke 5 kondisi εS=0,00001 terpenuhi.
Latihan

Hitung nilai galat relatif pendekatan itarasi dari:


xr+1= (xr2-0.08)/2, dengan r = 0, 1, 2, 3 …..
Iterasi dihentikan bila kondisi εS=0,0001
terlampaui dengan x0=0,2

Hitung nilai galat relatif pendekatan itarasi dari:


xr+1= (2xr2-3)/9, dengan r = 0, 1, 2, 3 …..
Iterasi dihentikan bila kondisi εS=0,0001
terlampaui dengan x0=0,3