Anda di halaman 1dari 33

PROGRAM DINAMIS PROGRAM DINAMIS

DYNAMIC PROGRAMMING
1
Program Dinamis
Merupakan metode pemecahan
masalah dengan cara menguraikan
solusi menjadi sekumpulan langkah
(step atau tahapan (stage sedemikian
sehingga solusi dari persoalan dapat
dipandang dari serangkaian keputusan
yang saling berkaitan.
Dalam ilmu matematika dapat juga
diartikan sebagai.
2
Program Dinamik dalam Ilmu Matematika
Program Dinamik adalah salah satu
tehnik matematika yang digunakan
untuk mengoptimalkan proses
pengambilan keputusan secara
bertahap ganda.
Konsep dalam program dinamik :
Konsep Tahap
Konsep Keadaan
Konsep Perolehan

Perbedaan
Non Linear Programming
Tidak ada standar formulasi
matematis (Algoritma
Melakukan pendekatan dengan
banyak tahap (Multi Stage untuk
mencari solusi Optimal
4
Pada penyelesaian persoalan dengan
metode ini:
1. Terdapat sejumlah berhingga pilihan
yang mungkin,
2. Solusi pada setiap tahap dibangun dari
hasil solusi tahap sebelumnya,
. Kita menggunakan persyaratan
optimasi dan kendala untuk
membatasi sejumlah pilihan yang
harus dipertimbangkan pada suatu
tahap.
5
Prinsip Optimalitas
Pada program dinamis, rangkaian
keputusan yang optimal dibuat
dengan menggunakan Prinsip
Optimalitas.
Prinsip Optimalitas: a solus total
opt2al, 2aa bagan solus sa2pa
tahap e- uga opt2al.
6
Prinsip optimalitas berarti bahwa jika
kita bekerja dari tahap ke tahap +
1, kita dapat menggunakan hasil
optimal dari tahap tanpa harus
kembali ke tahap awal.
ongkos pada tahap +1 =
(ongkos yang dihasilkan pada tahap
+
(ongkos dari tahap ke tahap + 1

Dengan prinsip optimalitas ini dijamin


bahwa pengambilan keputusan pada
suatu tahap adalah keputusan yang
benar untuk tahap-tahap selanjutnya.
Pada metode greedy hanya satu
rangkaian keputusan yang pernah
dihasilkan, sedangkan pada metode
program dinamis lebih dari satu
rangkaian keputusan. Hanya rangkaian
keputusan yang memenuhi prinsip
optimalitas yang akan dihasilkan.
8
Konsep dari Pemograman Dinamik (i
erdasarkan prinsip optimisasi ell2an (1950:
An opt2al pol.y has the property that
whatever the ntal de.son are, the re2anng
de.sons 2ust .onsttute an opt2al pol.y wth
regard to the state resultng fro2 the frst
de.son
Suatu kebifakan optimal mempunyai sifat bahwa apapun
keadaan dan keputusan awal, keputusan selanfutnya harus
membentuk suatu kebifakan optimal dengan memperhatikan
keadaan dari hasil keputusan pertama.
9
Konsep dari Pemograman Dinamik (ii
Suatu masalah dapat dibagi menjadi beberapa
tahap
Dalam rangkaian keputusan yang telah
diambil, hasil dari masing-masing terpengaruh
pada hasil keputusan sebelumnya.
Rangkaian keputusan yang diambil mesti
membentuk kebijakan yang optimal secara
keseluruhan
agi tahap persoalan yang masih tersisa kita
diizinkan mengambil keputusan yang layak
tanpa tergantung dari keputusan-keputusan
yang telah diambil sebelumnya optimisasi
prinsip
10
Konsep dari Pemograman Dinamik (iii
Prosedur pemecahan masalah dalam
program dinamik dilakukan secara
rekursif
Pada setiap tahap, nilai keadaan tahap
sebelumnya merupakan masukan
untuk tahap sekarang dan keluarannya
menjadi masukan untuk tahap
berikutnya. Pada setiap tahap kita
diharuskan mengambil keputusan
optimal.
11
Konsep dari Pemograman Dinamik (iv
I
1
r
1
(S
1
,d
1
)
1
S
1
d
1
2
S
2
I
2
r
2
(S
2
,d
2
)
d
2
S
3
1
S
n-1
I
n-1
r
n-1
(S
n-1
,d
n-1
)
d
n-1
S
n
..
S
n
: Peubah keadaan (state variable)
d
n
: Peubah keputusan (decision variable)
I
n
: Fungsi perolehan (stage return)
12
ontoh dari Transportasi

2
4
3
E
F
G
7
4
6
3
2
4
4
5
1
H
I
1
4
6
3
3
3
H
3
4
Jalur tercepat
1
ontoh dari Manajemen Proyek (i
Sebuah perusahaan kontraktor mempunyai 5
buldoser dan ingin mengalokasi kelima
buldoser tersebut ke tiga proyek terpencil
yang ditangani perusahaan tersebut
14
ontoh dari Manajemen Proyek (ii
uldoser
Tanah yg dikeruk |m
3
/minggu|
Proyek
1 2 3
0 0 0 0
1 45 20 50
2 70 45 70
3 90 75 80
4 105 110 100
5 120 150 130
15
ontoh dari Manajemen (i
!03,3,7,3
Sebuah perusahaan ingin mempeluas ketiga jalan tol yang
dimiliki perusahaan tersebut. ana yang tersedia untuk
proyek ini berjumlah 500 milyar rupiah. Jalan pertama
mempunyai alternatiI perluasan sebanyak 3 macam, jalan
kedua sebanyak 4 macam dan jalan ketiga sebanyak 2
macam. ata untuk dana yang diperlukan untuk perluasan
dan perolehan yang mungkin diterima setelah perluasan
adalah b
ij
dan p
ij
16
ontoh dari Manajemen (ii
Proposal Jalan I Jalan II Jalan III
b
ij
P
ij
b
ij
b
ij
1 0 0 0 0 0 0
2 1 5 2 8 1 3
3 2 6 3 9 ---- ----
4 ----- ---- 4 12 ---- ----
1
Kasus
Dalam Presentasi kali ini kita akan
mencoba membahas lebih dalam
tentang Permasalahan Rute
Terpendek.
Namun sebelumnya, ada satu
pembahasan yang harus kita ketahui,
yaitu :
18
Pemecahan masalah dengan menggunakan
pemrograman dinamis mempunyai 4 tahapan :
Memecah permasalahan asli (Original Problem
menjadi bagian permasalahan (Subproblem yang
juga disebut sebagai tahapan (stage, dengan aturan
keputusan di tiap-tiap tahapan
Memecahkan tahapan terakhir dari permasalahan
dengan semua kondisi dan keadaan yang
memungkinkan
ekerja mundur dari tahap terakhir, dan
memecahkan tiap tahap. Hal ini dikerjakan dengan
mencari keputusan optimal dari tahap tersebut
sampai dengan tahap terakhir
Solusi optimal dari permasalahan didapatkan jika
semua tahap sudah terpecahkan
19
Permasalahan Rute Terpendek
Agus akan melakukan perjalanan dari
Jakarta menuju andung, dengan
meliwati kota/tempat seperti terlihat
di peta perjalanan Gambar 1. Tanda
bulatan (node mewakili kota, tanda
panah (arc mewakili jalan raya antar
kota/tempat, jarak antar kota tertulis
di tanda panah.
Perhatikan gambar berikut.
20
21
LANGKAH 1 :
Tahap pertama adalah membagi
permasalahan menjadi subproblem.
Gambar 2 menunjukkan tahapan
dalam problem ini. Dalam
pemrograman dinamis, biasanya
dimulai dari bagian terakhir problem,
sebagai tahap 1, dan bekerja mundur
sampai dengan permulaan problem
atau jaringan.
22
2
Tabel Stage - Pemecahan Sederhana
Stage 1 Stage 2 Stage
1 - 4 : 4 km 4 - 5 : 10 km 5 - 7 : 14 km
1 - : 5 km
3 - 5 : 12 km
6 - : 2 km
1 - 2 : 2 km
- 6 : 6 km
2 - 5 : 4 km
2 - 6 : 10 km
Total Jarak Terpendek adalah : 5 + 6 + 2 = 1 km
24
LANGKAH 2 :
Pada langkah berikut, kita memecahkan
stage 1, bagian terakhir dari jaringan.
iasanya bagian ini mudah dilakukan. Kita
cari jalur terpendek ke akhir jaringan, dalam
problem ini node . Pada tahap 1, jalur
terpendek hanya terdiri dari node 5 dan
node 6 ke node . Kita gambarkan jarak
minimum tersebut dalam kotak di node awal
di tahap 1, yaitu node 5 dan node 6.
25
Node Awal Jarak Terpendek ke Node Arc dalam Jalur
5 14 5 -
6 2 6 -
26
LANGKAH :
Solusi stage 2 dapat dilihat di gambar 4.
Pada node 4, jarak terpendek ke node
adalah arc 4 - 5 dan 5 - dengan jarak total
14. Pada node , jalur terpendek adalah arc
- 6 dan 6 - dengan jarak minimum 8. Pada
node 2, jalur terpendek adalah 2 - 6 dan 6 -
dengan jarak minimum 12.
2
28
Solusi Stage 2
Node Awal Jarak Terpendek ke Node Arc dalam Jalur
4 24 4 - 5 : 10 km
5 - : 14 km
8 - 6 : 6 km
6 - : 2 km
2 12 2 - 6 : 10 km
6 - : 2 km
29
0
Solusi Stage
Node Awal Jarak Terpendek ke Node Arc dalam Jalur
1 1 1 - : 5 km
- 6 : 6 km
6 - : 2 km
28 1 - 4 : 4 km
4 - 5 : 10 km
5 - : 14 km
20 1 - 2 : 2 km
2 - 5 : 4 km
5 - : 14 km
- Solusi akhir dari Problem tersebut adalah seperti terlihat
di table diatas, jalur yang ditempuh adalah 1 -3, 3 - 6
dan 6 - 7 seperti terlihat di gambar 6, dengan panah
dicetak tebal.
1
Jadi rute terpendek yang dapat ditempouh oleh Agus
adalah Jakarta - iawi - Puncak - andung
2
TERIMA KASIH TERIMA KASIH
elompok 1