Anda di halaman 1dari 13

Tujuan Hukum Islam

STUDI FIQH 2011

Tujuan Hukum Islam

Tujuan hukum lslam adalah menciptakan kemaslahatan terhadap kehidupan manusia dengan memelihara unsur-unsur pokok kemaslahatan manusia.

Al-Quran dan al-sunnah sebagai sumber ajaran lslam yang lengkap dalam arti prinsip-prinsip dasar tentang hukum dengan berbagai aspeknya harus dipahami dengan metodemetode ijtihad dengan memberi penekanan pada maqashid alsyariah.
STUDI FIQH 2011 2

Tujuan Hukum Islam

Al-Syatibi mengatakan bahwa kesatuan hukum lslam berarti kesatuan dalam asal-usulnya dan terlebih lagi dalam tujuan hukumnya. Untuk menegakkan tujuan hukum ini, ia mengemukakan tentang maqashid al-syariah dengan penjelasaan bahwa tujuan hukum adalah satu, yaitu kebaikan dan kesejahteraan umat manusia.

STUDI FIQH 2011

Dalam mewujudkan kemaslahatan di dunia dan akhirat, berdasarkan penelitian para ahli usul fikih, ada lima unsur pokok yang harus dipelihara dan diwujudkan kelima unsur pokok tersebut :

1. Agama (hifz al-din) 2. Jiwa (hifz al-nafs)

3. Akal (hifz al-aql)


4. Keturunan (hifz al-nast)

5. Harta (hifz al-mal).STUDI FIQH 2011

Al-Syatibi membagi kepada tiga tingkatan maqashid atau tujuan syariah, yaitu:

1. Maqashid Al-Dharuriyaf (tujuan primer). 2. Maqashid Al-Hajiyat (tujuan sekunder). 3. Maqashid Al-Ahsiniyar (tujuan tertier).

STUDI FIQH 2011

Tujuan Hukum Islam dapat dilihat dari 2 (dua) segi, yaitu :

Segi pembuat Hukum Islam (Allah dan Rasul). Untuk memenuhi kebutuhan manusia yang bersifat primer, skunder dan tersier.

Tujuannya :

Untuk ditaati dan dilaksanakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.


Segi Manusia

Sebagai subyek : Tercapainya keridhoan Allah

STUDI FIQH 2011

Aspek-aspek Tujuan Hukum Islam

Aspek pemberian dan pembebanan taklief dan mukallaf. Aspek disyariatkan hukum Islam. Aspek mukallaf dalam menerima taklief.

STUDI FIQH 2011

Aspek pemberian dan pembebanan taklief dan mukallaf

Perintah-perintah syara yang dibebankan kepada mukallaf tidaklah dituntut kecuali yang sanggup kita kerjakan. Kerenanya tidak dibebankan bagi kita untuk meninggalkan segala yang telah menjadi tabiaat manusia seperti makan minum, karena yang demikian adalah hal-hal yang harus terpenuhi untuk melangsungkan kehidupan.

STUDI FIQH 2011

Tujuan hukum syara adalah untuk dilaksanakan oleh hamba. Ulama ushul menetapkan bahwa syarat pembebanan hukum ialah kemampuan mukallaf untuk melaksanakannya, karenanya sesuatu yang tidak sangggup dikerjakan mukallaf maka tidak boleh dibebani baik menurut syara maupun akal.

STUDI FIQH 2011

Dalam ilmu ushul fiqh mukallaf adalah orang yang telah dianggap mampu bertindak hukum, baik yang berhubungan dengan perintah Allah maupun larangan-Nya.

Seorang mukallaf dapat dibebani hukum apabila ia telah berakal dan dapat memahami taklf secara baik yang ditujukan kepadanya.

STUDI FIQH 2011

10

Aspek disyariatkan hukum Islam

Hukum syara dalam istilah ushul, yaitu pembicaraan syari bersangkut paut dengan perbuatan mukallaf. Esensi dari syariat Allah yang ditujukan kepada manusia adalah untuk membina dan memelihara keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia dengan menjalin hubungan baik pribadi manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, manusia dengan makhluk lain serta alam lingkungannya.
STUDI FIQH 2011 11

Aspek mukallaf dalam menerima taklief

Taklif adalah tanggungjawab melaksanakan syariat dalam segala aspek kehidupan. Pemikul tanggung jawabnya adalah mukallaf. Mukallaf yang memilih taqlid sebagai sumber dan cara melaksanakan taklif disebut muqallid. Sedangkan mukallaf yang memilih ijtihad sebagai sumber dan cara melaksanakan taklif disebut mujtahid.

STUDI FIQH 2011

12

Muqallid memikul tanggungjawabtanggungjawab sebagai berikut :

1. Melakukan istifta 2. Melakukan tahkim 3.Menyerahkan dana-dana syari (al-huquq asysyariyah)

4.Merujuk kepada marja alam lain yang memberikan fatwa berkenaan dengan masalah yang sama
STUDI FIQH 2011 13 5.Bertaqlid dalam masalah-masalah ibadah yang