Anda di halaman 1dari 18

PERBEDAAN INDIVIDUAL

FOCUS GROUP 2 Denia Ghaisani Awanis Dita Aljelia Fifi Ana

Setiap manusia adalah unik. Tidak ada orang yang benar-benar sama. Perbedaan-perbedaan membawa pada keaneka ragaman cara dalam memandang sesuatu, dalam bertindak pada berbagai situasi, dalam menentukan sasaran, dalam menilai dan lain sebagainya. Adanya keanekaragaman manusia ini membawa dinamika kehidupan, Dalam hidup berkelompok ini manusia saling berinteraksi dan interaksi ini akan menjadi lebih efektif bila kita memahami diri kita sendiri dan orang yang kita hadapi. Memahami diri adalah memahami ciri-ciri kepribadian yang akan mempengaruhi sikap, kecenderungan, dan perilaku kita..

Ada

berbagai teori kepribadian yang berusaha membantu kita memahami keanekaragaman individu. Salah satunya adalah teori kepribadian Myers-Briggs. Myers dan Briggs membangun sebuah instrument tes MBTI (Myers Briggs Type Indicator) yang mengukur tipe psikologi seseorang. MBTI ini mengidentifikasi dan mengkategorisasi kecenderungan perilaku individu dalam empat demensi, yaitu

(E) Ekstraversion / Introversion (I) (S) Sensing / Intuition (N)` (T) Thinking / Feeling (F) (J) Judging / Perceiving (P)

(E) Extraversion/Introversion (I)


Dimensi pertama ini membahas mengenai bagaimana individu berinteraksi dengan dunia dan darimana asal energy yang dimilikinya. Seorang dengan tipe Extravert lebih tertarik dengan objek di luar dirinya. Sebaliknya, seorang yang introvert lebih tertarik melakukan kegiatankegiatannya sendiri dalam ketenangan

Extraverts Semangat dengan kehadiran orang lain Senang menjadi pusat perhatian Bertindak, lalu (atau sambil) berpikir Cenderung berpikir dengan bersuara Mudah dibaca dan mudah ditebak; membagi informasi pribadi dengan bebas Lebih banyak bicara daripada mendengarkan Berkomunikasi dengan antusias Memberi respons dengan cepat; menyukai pacu pembicaraan yang cepat Lebih menyukai pembicaraan yang luas daripada mendalam

Introverts Semangat dengan menghabiskan waktu sendiri Menghindar dari pusat perhatian Berpikir, baru bertindak Berpikir dalam kepala Lebih pribadi, lebih suka membagi informasi pribadi kepada orang tertentu saja Lebih banyak mendengarkan daripada berbicara Antusias disimpan hanya bagi dirinya sendiri Memberi respons setelah berpikir panjang; lebih suka pacu pembicaraan yang lambat Lebih menyukai pembicaraan yang mendalam daripada yang meluas

(S) Sensing/Intuition (N) Dimensi ini membicarakan mengenai jenis informasi yang mudah ditangkap oleh seseorang. Seorang yang lebih mudah menangkap informasi melalui pancaindera biasanya cukup cermat dengan fakta-fakta, namun harus berusaha keras saat menggunakan mencari makna di belakang fakta tersebut. Sebaliknya seorang intuitif cepat menangkap makna dari sebuah fakta, namun harus hati-hati saat menangkap fakta dengan inderanya, karena kurang jeli dan kadangkadang keliru.

(T) Thinking / Feeling (F) Dimensi ini berkaitan dengan pengambilan keputusan. Individu yang memiliki kecenderungan thinking biasa disebut Thinkers, mereka biasa berpikir panjang sebelum mengambil keputusan. Benar salahnya, baik buruknya, aturan-aturannya, semua dianalisis dengan cermat. Setelah pasti, baru menetapkan keputusannya. Ini berbeda dengan mereka yang memiliki kecenderungan Feeling. Individu yang cenderung feeling disebut Feelers, dan mereka sangat peka terhadap perasaan orang lain.

Thinker Saat akan memutuskan sesuatu, melangkah mundur; menggunakan analisis objektif terhadap situasi Menghargai logika, hukum dan keadilan; satu standar berlaku bagi semua Mudah menangkap kesalahan dan cenderung kritis Bisa tampak tidak berperasaan, tidak peka dan tidak peduli Menganggap lebih penting kebenaran daripada memikirkan cara menyampaikannya Menganggap perasaan hanya sahih bila logis

Feeler Saat akan memutuskan sesuatu, melangkah ke depan; memikirkan dampak dari keputusan tersebut bagi orang lain Menghargai empati dan harmoni; bisa menerima kekecualian dari suatu peraturan, tergantung situasi Suka menyenangkan hati orang lain, mudah menghargai orang lain Bisa kelihatan terlalu emosional, tidak logis, dan lemah Menganggap cara menyampaikan sesuatu sama pentingnya dengan kebenaran itu sendiri Menganggap perasaan itu sahih, masuk akal ataupun tidak Dimotivasi oleh keinginan untuk dihargai

J) Judging / Perceiving (P) Dimensi keempat ini membahas mengenai gaya hidup. Ada orang yang lebih suka hidup dengan cara yang teratur, ada pula yang lebih spontan. Orang yang termasuk judging disebut judger. Mereka cenderung hidup secara teratur dan lebih suka bila kehidupannya terstruktur dengan jelas. Mereka senang mengambil keputusan. Judgers mencari keteraturan dan senang mengendalikan hidupnya, sedangkan mereka yang memiliki kecenderungan perceiving, yang biasa disebut perceivers lebih suka hidup secara spontan dan lebih menyukai kehidupan yang luwes.

Judgers Paling bahagia bila keputusan sudah dibuat Memiliki etika kerja: kerja dulu, bermain kemudian (itupun kalau sempat) Menetapkan sasaran dan berusaha untuk mencapainya Lebih suka mengetahui apa yang akan dihadapinya terlebih dahulu baru bertindak Lebih berorientasi pada produk (penekanan pada penyelesaian tugas) Mendapatkan kepuasan dalam menyelesaikan proyek Melihat waktu sebagai sumberdaya yang pasti

Perceiver Paling senang meninggalkan pilihan terbuka Memiliki etika bermain: nikmati hidup sekarang, menyelesaikan tugas nanti (itupun kalau masih ada waktu) Mengganti-ganti sasaran bila mendapat informasi baru Suka beradaptasi pada situasi baru, bertindak sambil mempelajari situasi Lebih berorientasi pada proses (penekanan pada bagaimana menyelesaika tugas) Mendapatkan kepuasan dari memulai proyek Melihat waktu sebagai sumberdaya yang bisa diperbaharui dan melihat tenggang waktu sebagai

Berdasarkan model MBTI, David Keirsey membagi empat kelompok temperamen dan dalam tiap temperamen terdapat empat tipe yang berbeda : Keempat Temperamen tersebut diberikan nama yang disarikan dari kesamaannya. Penamaan keempat kelompok berdasarkan temperamen adalah sebagaimana disebutkan berikuti ini.

Guardians/Tradisionalists (SJ): ESFJ, ISFJ Artisans/Experiencers (SP): ISFP Idealists (NF): ,ENFP,INFP

ESTJ, ISTJ,
ESTP ,ISTP, ESFP, ENFJ, INFJ

Pembimbing/Tradisionalis (Sensing Judgers)

ESTJ ISTJ ESFJ ISFJ Kaum Sensors percaya pada fakta, data yang telah terbukti, pengalaman masa lalu, serta informasi yang ditangkap oleh pancainderanya; sedangkan Judgers menyukai struktur serta keteraturan, dan ini akan mempengaruhinya saat mengambil keputusannya. Bila digabung, kedua preferensi ini menghasilkan Sensing Judger, sebuah tipe pribadi yang menapak bumi dan tegas, yang disebut sebagai Pembimbing/Tradisionalis.
Motto dari tipe Pembimbing/Tradisionalis adalah Cepat tidur, bangun pagi. Tipe ini adalah orang-orang yang paling tradisional dari empat kelompok temperamen Keirsey. Mereka sangat menghargai hukum dan keteraturan, jaminan, sopan santun, aturan, serta mudah menyesuaikan diri. Mereka didorong oleh motivasi untuk melayani kebutuhan masyarakat. Pembimbing/Tradisionalis menghormati otoritas, hirarki, dan garis komando, serta memiliki nilai-nilai yang konservatif. Mereka terikat pada rasa tanggungjawab dan selalu berusaha untuk melakukan hal yang benar.

3.2.2 Artis/Experiencers (Sensing, Perceivers) ESTP ISTP ESFP ISFP Sensors berkonsentrasi pada apa yang dilihat, didengar, diraba, dicium dan dikecap dan percaya pada apa yang dapat diukur serta dicatat. Perceivers terbuka pada berbagai kemungkinan dan suka hidup secara luwes. Bila digabung, kedua preferensi ini menghasilkan Sensing Perceiver, sebuah tipe individu yang responsive dan spontan, yang disebut temperamen Artis/Experiencers. Mottonya adalah Makan, minum, dan brgembiralah! Ini adalah suatu tipe yang paling avonturir. Mereka hidup untuk bertindak, mengikuti kata hati, dan demi masa ini. Fokusnya adalah pada situasi sesaat dan kemampuan untuk menetapkan apa yang harus dilakukan sekarang. Karena Artis/Experiencers menghargai kebebasan dan spontanitas, mereka jarang menyukai aktivitas atau situasi yang terlalu terstruktur atau terlalu banyak aturan. Mereka cenderung senang menyerempet bahaya (risk-taker), mudah menuesuaikan diri, easy-going, dan pragmatis. Mereka mengagumi pertunjukan keterampilan di segala bidang atau disiplin. Banyak (tapi tidak semua) Artis/Experiencers adalah orang-orang yang senang hidup di ujung tanduk.

Idealis (Intuitive Feelers) ENFJ INFJ ENFP INFP Kaum Intuitif adalah orang-orang yang tertarik pada arti, hubungan dan kemungkinankemungkinan, dan Feelers cenderung membuat keputusan berdasarkan nilai pribadi. Bila digabung, kedua preferensi ini menghasilkan Intuitive Feeler, tipe yang peduli akan tumbuh kembang orang lain dan memahami dirinya maupun orang lain. Mereka biasa disebut sebagai Idealis. Mottonya Jujurlah pada diri sendiri. Idealis adalah tipe yang paling filosofis spiritual. Seolah-olah mereka terus-menerus dalam pencarian arti kehidupan. Mereka sangat

Rasional/Konseptualis (Intuitive Thinkers) ENTJ INTJ ENTP INTP Intuitive cenderung mencari arti dari segala sesuatu dan fokus pada implikasinya, sedangkan Thinkers mengambil keputusan secara impersonal dan logis. Bila disatukan, kedua preferensi ini menghasilkan Intuitive Thinker, sebuah tipe yang intelektual dan kompeten, yang disebut Rasional/Konseptualis. Motto kaum Conceptualizer adalah Unggullah dalam segala sesuatu. Mereka adalah yang paling mandiri dari keempat temperamen Keirsey, didorong oleh keinginan mendapatkan pengetahuan dan menetapkan standar yang tinggi sekali bagi dirinya maupun orang lain. Secara alami Rasional/Konseptualis penuh rasa ingin tahu. Mereka biasanya dapat melihat berbagai segi mengenai suatu argument atau isu. Rasional/Konseptualis unggul dalam melihat berbagai kemungkinan.